
SELAMAT MEMBACA......
Jet pribadi milik Fillipo mendarat dipulau Mars. Segera mereka turun dengan tergesa-gesa karena sistem keamanan sudah diretas oleh Triple L.
Bersamaan itu, Sam dan Pedrosa juga baru sampai disana. Masing-masing mereka turun dengan tak sabar.
Dhanny juga baru mendarat dan segera landing ditempat itu. Seperti sudah berjanji keempat jet pribadi itu datang secara bersamaan, termasuk Leo dan Triple L.
Fillipo menatap tajam kearah Dhanny
Bugh Bugh Bugh Bug Bugh
Fillipo melayangkan tinju kewajah Dhanny. Dhanny tidak melawan dan hanya pasrah.
"Hentikan Son". Hardik Philip melerai putranya.
"Semua karena dia Dad. Jika sampai terjadi sesuatu pada Fitri, aku tidak akan segan-segan menghancurkanmu. Bukan hanya dirimu, tapi semua orang yang ada dalam hidupmu". Ancam Fillipo tak main-main.
Sean, Zean dan Zaen juga tak kalah emosi. Namun dengan cepat Sam dan Pedrosa menahan ketiganya. Bukan waktunya untuk mengurus hal tidak penting, tujuan utama mereka adalah menyelamatkan Fitri.
Bukannya Sam tidak murka pada Dhanny, hanya saja Sam berusaha untuk tidak emosi. Meskipun Dhanny memang sudah keterlaluan menculik Fitri dan membawanya jauh dari mereka.
"Dasar brengsekkkk". Pekik Fillipo menunjuk wajah Dhanny.
Dhanny hanya terdiam tidak melakukan perlawanan sedikit pun, karena memang dirinya bersalah. Dhanny tidak marah saat Fillipo memukulnya, bukankah dia pantas mendapatkan hukuman itu?
"Sudah Fillipo". Tegur Sam "Sekarang yang harus kita pikirkan bagaimana caranya bisa masuk ke Villa itu?". Timpal Sam.
Mereka semua melangkah menuju Villa Mars. Tampak penjagaan begitu ketat, bukan dengan pagar besi tapi pagar betis.
Ribuan tentara berjejar rapih seperti pagar didepan Villa Mars. Bahkan tak ada celah untuk sekedar menyelip masuk kesana.
Sebenarnya mereka bisa saja menyerang para tentara itu, tapi seperti kata Zaen bahwa itu akan berbahaya untuk Fitri bisa jadi Mars akan melukai Fitri karena menyerang mereka.
"Siapa kalian?". Tanya salah satu tentara yang memang ditugaskan sebagai komandan disana.
"Kami ingin bertemu dengan Tuan kalian, cepat panggilkan dia". Sentak Fillipo tak sabar matanya terlihat tajam dan penuh kemarahan.
Tentara itu justru terlihat tenang "Ada perlu apa dengan Tuan kami?". Tanya sang tentara
"Katakan saja kami ingin bertemu dengannya, jika tidak kami bisa meledakkan pulau kecil ini". Ancam Zean menatap kearah para tentara itu.
__ADS_1
"Baik, kami akan beritahu kan. Silahkan tunggu sebentar". Ucap sang Komandan.
Dimeja makan mereka baru saja menyelesaikan makannya. Fitri beberapa kali menambah, ruang makan yang biasanya sunyi senyap bak kuburan tedengar begitu hidup canda tawa mereka terdengar menggema. Fitri yang memang sudah biasa berisik saat makan terus saja mengoceh dengan kalimat-kalimat spontan yang membuat Arthur, Mars dan Catty tertawa terbahak-bahak.
Mars, yang biasa makan dalam kesunyian merasa menemukan harta Karun ditumpukan jerami ketika makannya ditemani oleh para orang dia sayangi. Tak disangka kehadiran Fitri di Villa mewah miliknya, mampu mengubah segalanya. Kehidupan nya yang datar dan membosankan kini kembali berwarna. Mars juga seorang Cassanova, setiap Minggu dia selalu berkencan dengan oara wanita bayaran termasuk Dea dan Merry. Jika Merry dibayar dengan uang berbeda dengan Dea, dia menghabiskan malam panas bersama Mars hanya memanfaatkan pria itu untuk membalaskan dendam nya pada Fitri.
"Maaf, Tuan mereka sudah datang". Lapor Nial pada mereka yang tengah asyik dimeja makan.
"Mereka?". Beo Mars dan Arthur yang seakan bingung siapa.
Sedetik kemudian Mars baru paham "Dek, cepat bawa Ibu ke kamar dan suruh dia istirahat". Perintah Mars.
"Tidak Kak aku ikut". Renggek Fitri "Aku tahu siapa yang datang, jika hanya Kakak sendiri nanti mereka bisa salah paham dan melukaimu". Ucap Fitri dengan sendu.
"Benar kata Fitri, Mars". Sambung Arthur.
"Baiklah". Mars mengalah "Bu, sebaiknya Ibu kembali ke kamar. Ada yang ingin Mars selesaikan diluar". Ucap Mars lembut.
"Kemana Nak?". Tanya Catty penasaran.
"Urusan pekerjaan Bu". Bohong Mars.
"Baiklah". Sahut Catty "Apa Fitri ikut?". Tanya Catty pada Fitri.
"Bik Lim".
"Iya Tuan".
"Tolong, antarkan Ibu ke kamarnya".
"Baik Tuan".
Catty pun diantar oleh pelayan yang diperintahkan oleh Mars.
"Yong, Tong". Panggil Mars pada pengawal di Villa nya.
"Iya Tuan".
"Berjagalah didepan kamar Ibu, dan jangan kemana-mana. Pastikan Ibu aman".
"Baik Tuan". Sahut mereka berdua lalu bergegas berjaga.
__ADS_1
"Ayo". Ajak Mars pada Arthur dan Fitri.
Mereka berjalan keluar. Wajah Fitri terlihat berbinar dan bahaya. Dia tak sabar bertemu kelima pria yang sudah membuatnya rindu.
"Kenapa wajahmu bahagia sekali?". Sindir Mars sambil berjalan. Fitri berada diantara Mars dan Arthur, sementara Nial mengekor dibelakang.
"Tentu saja, aku tidak sabar bertemu mereka. Terutama Si Kulkas Berjalan".
"Kulkas Berjalan?". Seru Mars.
"Yup, He is my boyfriend". Jawab Fitri dengan wajah sumringah bahagia.
Mars langsung terdiam. Entah kenapa hatinya sakit saat Fitri mengatakan kekasihnya? Mungkinkah Mars menyukai dan jatuh cinta pada Fitri? Tapi apakah secepat itu? Selama ini Mars tidak pernah merasakan jatuh cinta. Walaupun pernah melewati one stand night dengan beberapa wanita tak ada rasa aneh atau getaran dihati Mars.
Arthur melihat kearah Mars, sedari tadi dia mendengar percakapan kedua orang itu. Arthur paham jika Mars menyukai Fitri, terlihat dari gerak-geriknya. Sedangkan Fitri tampak biasa saja.
"Alah, ini lah yang aku tidak suka jika sudah berbicara masalah hati. Pasti ribet". Keluh Arthur dalam batin tentunya kalau dia berbicara langsung sudah pasti singa jantan itu akan mengaung pada dirinya.
Mereka berjalan kearah pintu keluar. Fitri, dari tadi terus saja berisik. Bahkan Mars sampai menggeleng heran melihat sikap Fitri.
"Apa kosa kata diotakmu tidak pernah habis, kenapa kau selalu saja berbicara?". Ujar Mars dengan nada ketusnya.
"Aissh Kakak ini. Kakak belum tahu saja, jika banyak berbicara membuat kita awet muda". Sahut Fitri acuh.
"Bukannya banyak tersenyum?". Ralat Mars.
"Hehhe, salah berarti". Fitri tertawa kecil sambil cengengesan, dan Arthur mencoba menahan tawa saat melihat wajah kesal Mars.
**Bersambung...........
Hai apa kabar semua?
Masih setia bersama Antara Dokter dan Mafia? Maaf ya ceritanya kurang menarik, author masih tahap belajar menulis karena ini karya pertama nya Author.
Author bersama para readers semua bisa memberikan kritik dan saran yang bisa membantu anderlin Author untuk semakin tertantang menulis.
Oh ya sekedar informasi, hanya beberapa episode lagi cerita ini tamat ya.
Yuk ikuti terus.
GBU........
__ADS_1
LoveUall**......