
Setiap kita terlahir dengan kemampuan yang berbeda-beda. ada yang memang bakat sudah lahir dan tidak sedikit juga yang melalui proses belajar yang lama......
š¾š¾š¾š¾š¾š¾š¾š¾š¾š¾š¾š¾š¾š¾š¾š¾
*Mereka langsung disambut oleh istri dari David, Athala.
"Honey". David langsung memeluk istri tercintanya yang sudah tidak muda lagi. Meskipun sudah berusia Athala-nya tetap saja cantik.
"Tumben cepat pulang?". Tanya Athala melepaskan pelukkan sang suaminya. David meskipun sudah tua, tingkat kubucinan masih tinggi.
Athala melihat kebelakang suaminya, seorang gadis muda tengah tersenyum kepadanya
"Siapa dia David?". Tanya Athala menatap Fitri dengan penuh tanda tanya.
"Dia Shellena, putri Sam". Jawab David.
"Apa kau ingat tentang Shellena?". Tanya David pada istrinya.
"Fitri Paman, bukan Shellena". Protes Fitri. Dari tadi David terus memanggilnya dengan sebutan Shellena.
"Terserah sajalah, mau Fitri mau Shellena sama saja". Cibir David
"Perkenalkan ini Bibi mu, istri Paman". David memperkenalkan Athala.
"Hai, Bi". Fitri mengecup punggung tangan Athala. David tercenggang dan ini pertama kalinya ia melihat seorang manusia mencium tangan manusia yang lebih tua darinya. Maklum Amerika berbeda dengan Indonesia.
"Shellena". Athala berkaca-kaca. Ia langsung menarik Fitri kedalam pelukannya. Ia merindukan gadis kecil yang hilang selama 21 tahun ini, anak dari sahabatnya yang sudah meninggal dunia.
Fitri tertegun saat Athala memeluknya. Ada kehangatan yang menjalar dihatinya. Jujur ia sangat merindukan pelukkan seorang Ibu untuk memberinya kekuatan.
"Ayo, masuk sayang. Kita makan siang". Ajak Athala mengandeng tangan Fitri. Mengabaikan suaminya yang dari tadi terlihat cemberut karena tidak direspon.
Dimeja makan sudah ada Joshua dan Yoel, putra kembar David dan Athala.
"Dad". Sapa mereka berdua serentak. Karena tidak pernah Daddy nya makan siang di Mansion.
Joshua dan Yoel melihat Mommy nya mengandeng tangan seorang gadis yang sangat cantik dan juga menggemaskan.
"Siapa dia Mom?". Tanya Joshua saat Athala dan Fitri sudah sampai dimeja makan.
"Sin, perkenalan ini Shellena, anak Paman Sam dan adiknya Sean". Ucap David memperkenalkan.
"Ralat, Fitri Paman bukan Shellena". Ketus Fitri, mengulurkan tangan kearah Yoshua dan Yoel.
__ADS_1
"Terserah padamu lah". Ucap David menyerah dan tidak mau berdebat lagi dengan gadis itu.
"Putrimu sangat mirip denganmu Rachel". Batin Athala
"Fitri, Kak". Senyum Fitri mengulurkan tangan
"Joshua".
"Yoel".
Mereka pun makan dalam keheningan hanya suara sendok yang saling bersahutan satu sama lain.
Setelah makan, David langsung membahas apa yang ingin dibuat oleh gadis kecil itu.
"Jadi bagaimana Paman bisa membantumu?". Tanya David sembari menyeruput kopi buatan istrinya. Yoshua dan Yoel juga ikut bergabung mendengar pembahasan mereka.
"Hmmm, nanti akan kujelaskan Paman. Biarkan dulu, aku menikmati teh hangat dan kue buatan Bibi ini". Celetuk Fitri yang mana mampu membuat David bungkam. Athala, Yoshua dan Yoel terheran-heran melihat David yang biasanya selalu menang kini bungkam tanpa seribu bahasa.
"Siapa sebenarnya gadis ini? Kenapa Daddy begitu patuh padanya?". Batin Yoshua memperhatikan Fitri.
"Kak Yos dan Kak Yoel, kerja apa?". Tanya Fitri mengalihkan pembicaraan dia tahu jika kedua pria kembar itu memperhatikan dirinya secara diam-diam, pasti menurut mereka dirinya aneh.
"Kami sama-sama dokter". Sahut Yoel mewakili. Yoel memang memiliki sifat yang humble dan juga ramah. Berbeda dengan Yoshua
"Hmmm, aku rasa Kakak berdua bisa membantu". Senyum seringai diwajah Fitri.
Yoshua mengerutkan dahinya "Bantu apa?". Tanya Yoshua bingung.
Fitri membuka laptopnya, tangan munggil itu kembali berselancar dengan bebas diatas stut keyboard laptop. David, Yoshua dan Yoel dibuat mengangga dengan rahang yang hampir jatuh, mereka sampai tercenggang melihat begitu ahlinya gadis itu menekan setiap tombol keyboard.
"Kakak lihat ini?". Fitri menunjukkan layar laptopnya pada Yoshua dan Yoel.
"Lalu?". Tanya Yoel.
"Hmmm, bantu aku membuat obat penawar ini. Aku sudah menemukan bahannya, hanya saja aku tidak bisa meraciknya sebab itu aku butuh bantuan Paman, Kak Yos dan Kak Yoel". Jelas Fitri memelas dengan wajah sendu nya.
"Hmmm, baiklah kami akan bantu". Timpal Yoshua yang tidak tahan melihat wajah memelas gadis itu. Yang justru terlihat imut dan menggemaskan dimatanya.
"Apa kau yakin Son?". Tanya David pada Yoshua, biasanya putranya yang satu itu akan sedikit susah untuk menyiakan ajakkan orang lain.
"Tidak ada salahnya kita membantunya". Sahut Yoshua santai. Sementara Yoel menatap Kakaknya menyelidik, dia jadi curiga dengan sikap Kakaknya ini.
"Yes, terima kasih Kak Yos". Sumringgah Fitri.
__ADS_1
"Ya sudah ayo kita keruangan lab mu Paman. Waktuku tidak banyak, jika Daddy dan Kak Sean tahu bisa didemo kita nanti". Ucap Fitri sambil mematikan laptopnya dan menyimpannya kedalam tas ransel miliknya.
Yoshua dan Yoel dibuat bingung dengan ucapan spontan Fitri. Mereka hampir jantungan mendengar kata demo, apalagi jika bersangkutan dengan Sam dan Sean.
"Ayo". Mereka pun berjalan menuju ruang lab David, dilantai paling atas.
Sampai kedalam ruangan itu mereka langsung masuk. Tentunya Fitri yang tidak sabar
"Paman, ruang lab mu jelek sekali". Celetuk Fitri. Membuat David semakin kesal.
"Kau mau praktek atau mau menjelekkan lab Paman?". Kesal David.
Fitri menoleh tanpa dosa kearah David "Pertanyaan macam apa itu Paman? Paman sudah tahu kan kalau kita kesini ingin praktek dan membuat obat penawar?". Tandas Fitri tanpa memperdulikan wajah kesal David.
Sementara Yoshua dan Yoel lagi-lagi dibuat kaget dengan ucapan Fitri.
"Ahhh Paman, waktuku tidak banyak. Aku hanya mengajari mu dan kedua Kakak kembar ini bahan-bahan dasar yang digunakan. Kalian racik lah dengan baik". Perintah Fitri ia memilah beberapa senyawa yang ia letakkan diataa meja.
"Kak Yos, perhatikan itu". Tunjuk Fitri. Yoshua memperhatikan yang dimaksud Fitri.
"Ini adalah senyawa yang mengandung 80% asam dan 20% glugosat, jadi ini bisa menawarkan racun yang beredar dalam tubuh. Bisakah Kakak meraciknya?". Tanya Fitri.
Yoshua memperhatikan benda yang dimaksud "Kurasa bisa". Sahut Yoshua.
"Thats right Kak". Senyum Fitri.
"Waktuku habis Paman, jadi tolong dilanjutkan. Aku sudah menuliskan beberapa bahan dikertas ". Sambil memberikan tiga lembar kertas pada mereka.
"Lalu?". Tanya David bingung.
"Paman bacalah, aku sudah menulis langkah-langkah yang akan kau buat. Sekarang aku harus kembali ke Mansion, jika tidak kedua pria itu bisa mengamuk". Jelas Fitri sambil menenteng tas ranselnya.
"Kak Yos, Kak Yoel semangat. Jika kalian berhasil aku akan memberikan hadiah". Ucap Fitri menepuk bahu kedua pria itu sambil bergegas keluar.
"Kau balik dengan siapa?". Tanya David berteriak karena Fitri sudah menjauh.
"Naik jet pribadi". Jawab Fitri asal.
"Astaga gadis itu, benar-benar". Geram David tidak habis pikir. Bisa-bisanya dirinya disuruh membuat cairan penawar itu. Seumur hidup David belum pernah membuatnya, jika meracik obat mungkin profesi nya tapi jika meracik hal tersebut sudah pasti bukan bagiannya.
BERSAMBUNG*..........
Jangan lupa like, komen dan Vote ya guys.
__ADS_1
cerita ini takkan bisa berlanjut tanpa dukungan kalian.
God belss Uā¤ļø