Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 150.


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA...


Fitri merasa ada yang kurang dengan ulang tahunnya. Kemana kekasih nya Fillipo? Apa pria itu tidak tahu jika dia ulang tahun? Dhanny dan Dea juga tidak ada. Biasanya kedua orang ini menjadi yang pertama mengucapkan selamat ulang tahun.


Seketika wajah Fitri sendu, dan terlihat sedih.


"Kenapa Ce?". Sean merangkul bahu Fitri. Fitri melihat kearah Sean dan hanya menggeleng sambil tersenyum.


"Kenapa sedih sayang, hmmm?". Sam ikut menatap putrinya "Harusnya bahagia donk kan hari ulang tahun Fitri". Goda Sam sambil mengelus kepala putrinya.


Fitri terkekeh, berusaha menyembunyikan kesedihannya.


"Fitri.......".


"Happy birthday to you sayang". Suara kearah belakang terdengar lembut sambil berjalan.


Fitri dan Sean membalikkan badannya.


"Kak Popo". Lirih Fitri terbata-bata.


"Tiup dulu lilin nya sayang". Senyum Fillipo "Don't forget make a wish". Lanjut Fillipo.


Sebelum meniup lilin Fitri kembali berdoa dan berharap, dia dan pria yang ada didepannya ini bisa hidup bahagia. Walaupun Fitri tahu, itu semua hanya impiannya saja. Lambat laun mereka akan tahu kondisi tubuhnya.


"Selamat ulang tahun sayang". Fillipo memeluk Fitri "Semoga kau bahagia! Maaf bukan menjadi orang pertama yang mengucapkan, tapi aku ingin menjadi yang pertama dan terakhir untukmu". Ucap Fillipo menghapus air mata Fitri.


"Terima kasih Kak".


Lalu Fillipo berjongkok didepan Fitri. Tangannya memang sebuah kotak beludru, yang didalam terdapat cincin permata. Cincin dengan mata biru, dengan sedikit ukiran ditepinya.


"Will you merry me?". Fillipo mengucapkan kata-kata itu sambil menyedorkan cincin yang ada didalam kotaknya.


Fitri menutup mulutnya tak percaya. Benar kah pria ini melamarnya? Benarkah ini si Kulkas Berjalan yang dulu selalu dia kutuk, karena terlalu dingin dan menyebalkan.


"Terima, terima, terima".


"Terima Kakak Ipar". Teriak Pearce yang entah kapan datangnya.


"Ayo Fitri terima". Teriak Luna dan Dea bersamaan.


Fitri menoleh kearah Sean, Zean dan Zaen.


"Terima, terima, terima". Teriak ketiga pria itu dengan senyum bahagia. Meski mereka belum siap melepaskan Fitri, tapi mereka tak mau egois, Fitri punya kehidupan sendiri dan mereka tak boleh menghalangi.


Fitri mengangguk dan tersenyum.


"Yes i do. i want to living with you every moment". Ucap Fitri.


Fillipo langsung menyematkan cincin permata dengan harga, milyaran dollar itu dijari manis milik Fitri.


"Terima kasih sayang". Fillipo mengangkat Fitri dan memutar-mutar kan tubuh Fitri.


"Hahah, Kakak". Fitri tertawa lepas karena geli.


"Hahahaha". Tawa mereka berdua sambil berputar-putar.


Sam dan Pedrosa ikut tersenyum menyaksikan kebahagiaan putrinya. Putri kecil yang sempat terpisah jauh dari mereka dan kini putri itu akan menikah dengan sang pangeran.


"Fitri, selamat ulang tahun". Luna langsung memeluk Fitri dan mereka berpelukkan dengan heboh, bahkan suara keduanya terdengar keras.


"Terima kasih Luna ku sayang". Balas Fitri.


"Sama-sama sayangku. Ini untukmu". Luna menyerahkan paper bag pada Fitri.


Fitri mengambilnya "Apa ini?". Fitri membuka paper bag pemberian Luna "Wah, Luna serius ini untukku? Astga bagus sekali". Fitri meraba-raba gaun mewah yang Luna berikan.


"Kau suka?". Tanya Luna. Fitri mengangguk dengan senyum.


"Fitri". Dea mendekat.

__ADS_1


"Dea". Fitri berhambur memeluk Dea untung saja Dea siap siaga jadi bisa mengimbangi.


"Selamat ulang tahun gadis kecil". Ucap Dea.


"Ck, Dea aku sudah besar bukan gadis kecil lagi". Celetuk Fitri kesal dengan wajah cemberut.


"Uwu uwu, imutnya cintaku ini". Dea mencubit pipi cubby Fitri dengan gemes.


"Aww, Dea". Pekik Fitri sambil mengelus pipinya


"Hehe, maaf cinta. Habisnya kau ini menggemaskan sekali. Ini untukmu". Dea menyerahkan paper bag berukuran cukup besar.


"Terima kasih Dea". Sambut Fitri dengan senyum.


"Hai Kakak Iparku". Sapa Pearce heboh dengan suara melenceng.


"Hai juga adik Ipar". Balas Fitri.


"Selamat ulang tahun ya Kakak ku sayang. Ini untukmu". Pearce juga memberikan paper bag padanya.


"Happy birthday Fitri". Ucap Dhanny mendekat kearah Fitri.


Fillipo sudah siaga dan melingkarkan lengan kekarnya dipinggang ramping Fitri. Dhanny yang melihat itu berdecih kesal.


"Terima kasih Kak Dhanny". Senyum Fitri yang sudah merasa tidak nyaman dengan sikap posessif Fillipo.


"Hai Fitri, selamat ulang tahun ya". Ucap Lucas juga mendekat sambil menyerahkan kado pada Fitri.


"Terima kasih Kak Lucas". Balas Fitri menyambut.


Fitri tersenyum bahagia melihat semua kejutan dan hadiah yang diberikan oleh para sahabat nya. Tak pernah Fitri bayangkan akan bertemu kebahagiaan yang yang menyelimuti dirinya. Niat hati berangkat ke Jerman untuk menuntaskan masalah perusahaan, tak tahu nya malah mempertemukannya dengan keluarga kandungnya.


"Selamat ulang tahun keponakkan Paman yang suka bikin jantungan". Ucap David dari jauh dikuti oleh Athala, Yoshua, Yoel dan dua gadis cantik disamping Yoel dan Yoshua.


"Paman David". Pekik Fitri yang membuat semua orang terkejut.


Fitri tak mengubris dia langsung berhambur memeluk David dan Athala secara bergantian.


"Terima kasih Paman jelekku". Ejek Fitri.


"Ck, kau ini". David mengacak rambut Fitri dengan gemes nya "Bertobatlah membuat Pamanmu ini kesal". Seru David dengan wajah dibuat cemberut.


"Hahah tidak bisa Paman". Jawab Fitri sambil tertawa "Hmm, Paman aku tahu tidak....".


"Tidak". David langsung memotong jangan sampai ditengah dirinya sedang bahagia, lalu Fitri menghancurkan mood nya.


"Ishhhj kau ini Paman..".


"Selamat ulang tahun ya sayang". Athala menagahi, tak ingin melihat perdebatan suaminya dengan Fitri.


"Terima kasih Bibi". Balas Fitri.


"Selamat ulang tahun Fitri". Ucap Yoshua dan Yoel bersamaan sambil mendekat kearah Fitri "Ini untukmu". Ucap Yoshua.


"Ini bukan bom bunuh diri kan kan?". Tanya Fitri dengan wajah tanpa dosa.


"Cih, kau pikir mereka sama seperti dirimu yang aneh itu?". Cibir David.


"Diam, Paman aku sedang tak berbicara denganmu". Omel Fitri


Fitri menoleh kearah dua wanita cantik yang sedari tadi menatapnya dengan senyum. Sejenak Fitri terdiam menatap wajah salah satu diantara keduanya, seperti tidak asing.


"Fitri".


"Candy".


"Aaaaaaa". Kedua nya berpelukkan heboh.


"Ya ampun ya Tuhan ku. Candy, ini serius dirimu. Bagaimana kau bisa ada disini?". Tanya Fitri heran.

__ADS_1


"Hehe, ceritanya panjang Fit. Kalau diceritakan takutnya, episode nya panjang". Celetuk Candy terkekeh.


"Iya benar juga sih". Mereka berdua tertawa.


"Kalian saling kenal?". Tanya Yoshua heran melihat kedua gadis itu.


"Iya Kak Yosh. Candy ini teman kuliahku dulu saat di Harvard University, kita beda fakultas". Sahut Fitri.


Candy tersenyum canggung saat melihat tatapan tak biasa Yoshua pada Fitri.


"Ohh begitu". Yoshua hanya beroh-ria.


"Tunggu dulu, apa Candy ini calon Kakak?". Tanya Fitri dengan wajah bahagia jika tebakkannya benar.


Yoshua langsung mengangguk, sebenarnya dia masih tidak yakin tapi ya mau bagaimana lagi.


"Yeeeee. Candy, kita bisa dekat lagi donkkk". Fitri kembali memeluk Candy dengan wajah bahagia.


"Hehe iya Fit". Candy membalas dengan biasa saja, sebab Candy tahu jika Yoshua tidak mencintainya. Sedangkan Candy sudah jatuh cinta pada pria itu.


"Hai Dokter Zoe". Sapa Fitri pada Zoe


"Selamat ulang tahun Nona". Zoe memberi hormat pada Fitri.


"Terima kasih Dokter". Senyum Fitri membalas.


"Kak Yoel, apa Dokter Zoe pacarmu?". Tanya Fitri.


"Iya Fitri". Yoel merangkul bahu Zoe, membuat Zoe salah tingkah.


"Wah, semuanya sudah punya pasangan. Hanya Kak Zean dan Kak Zaen yang masih jomblo". Celetuk Fitri.


Zean dan Zaen kembali kesal mendengar ucapan Fitri. Sedangkan Sean dan Fillipo menahan tawanya.


"Sayang".


"Dek".


Mereka berdua merenggek seperti anak kecil.


Mansion Sam dipenuhi dengan canda dan tawa, kejutan ulang tahun Fitri yang mereka persiapkan dari jauh-jauh hari berhasil.


Fitri mendapat banyak kado dari teman-teman dan Kakaknya.


Zean membelikan laptop baru untuk Fitri, Karna dia tahu adiknya itu tidak akan puas dengan satu laptop.


Zaen, memberikan alat membuat antivirus keluaran terbaru dari perusahaan Sean. Jika dibeli mungkin bisa dinilai dengan harga selangit.


Sean, memindahkan 50% saham perusahaan nya menjadi milik Fitri. Walau Fitri menolak tapi tetap saja Sean memberikan. Bagi Sean semua tak ada artinya dibanding dengan kehadiran Fitri. Sedangkan bagi Fitri, dia tidak butuh uang jadi untuk apa perusahaan itu?


Hadiah paling unik diberikan oleh Fillipo, dimana Fillipo melukis wajah Fitri yang terlihat begitu cantik. Ya Fillipo memang seorang pelukis handal bahkan sebelum menjadi Mafia, Fillipo pernah bercita-cita menjadi seorang pelukis terkenal. Namun semua kandas saat dia kehilangan Fietter Kakak nya.


**Bersambung......


Hai guys.....


Ada yang kasih saran kalau Luna sama Zean saja, karena Zean yang mengambil mahkota Luna.


lalu bagaimana dengan Sean?


Zaen juga belum ada pasangan. Masih setia menjomblo Babang yang satu ini...


Masih penasaran kan..?


Yuk ikuti terus ya...


GBU....


LoveUall**...

__ADS_1


__ADS_2