Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 25. S2


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA.....


Zoalva melangkah dengan wajah merah padam. Tangan pria itu terkepal. Jika sampai terjadi sesuatu yang membahayakan Zevanya. Dia akan mencari siapa yang berani menyakiti gadis-nya itu.


“Selamat datang Tuan Muda”. Para anggota menyambut kedatangan Zoalva.


Pria itu tak merespon sama sekali, dia melangkah masuk kedalam Markas. Dia harus mencari tahu siapa yang sudah berani menyakiti gadis-nya itu.


“Ada apa dengan wajahmu?”. Tanya Kenzie mengerjitkan dahinya. Dia bisa melihat jika ada sorot kemarahan dimata Zoalva.


“Bantu aku”. Sahut Zoalva.


“Apa yang bisa ku bantu?”.


“Menemukan bajingan yang mencoba mencelakai gadis ku”. Sahut Zoalva dingin.


Kenzie menatap Zoalva bingung. Siapa yang dimaksud oleh Zoalva ini? Kenzie yang sedang asyik-asyiknya dengan laporan rumah sakit miliknya, harus dihubungi oleh Zoalva yang tiba-tiba menelponnya dengan alasan ingin menemukan bajingan yang menembak gadisnya.


“Baik”.


Kenzie adalah tiba pria yang tidak suka basa-basi. Dia tahu jika sekarang Zoalva sedang emosi tinggi. Dia membiarkan dulu pria itu meredakan emosinya. Nanti dia akan menanyakan siapa gadis yang dimaksud oleh Zoalva.


“Tuan, kami menangkap salah satu dari mereka”. Lapor anak buahnya pada kedua pria itu.


“Baik”. Sahut Zoalva “Masukkan dia kedalam ruang penyiksaan”. Perintah Zoalva.


“Baik Tuan”.


Kenzie dan Zoalva menuju ruangan yang hanya dilengkapi dengan lampu samar-samar. Ruangan itu cukup gelap dan menyeramkan.


Zoalva menatap pria itu dengan tajam. Rahangnya mengeras. Jika saja pria didepannya ini makanan sudah pasti Zoalva memakan pria itu dengan lahap.


“Mereka ada dua Tuan. Yang satunya sudah ditangkap oleh Black Glorified dan Lion Killer 2”. Jelas sang ketua anggota.


Kenzie mengerjitkan dahinya heran. Apa hubungannya dengan para munsuhnya itu? Selama ini Zoalva tidak pernah menceritakan seorang gadis padanya. Zoalva tidak pernah terbuka masalah keluarganya.


“Ryan”.


“Ini Tuan”. Ryan menyerahkan sebuah pedang yang cukup panjang. Pedang itu bercahaya bagai cermin memancarkan pantulan dirinya.


“Katakan siapa yang menyuruhmu”. Desak Zoalva “Sebelum pedang ini menembus tubuhmu”. Ancam Zoalva dia mengelus pedang yang ada ditangannya.


Pria yang menjadi tersangka itu bergetar bukan main. Pria itu sampai kencing dicelananya. Dia ketakutan melihat pedang yang bersinar seakan siap menembus jantungnya.

__ADS_1


Pria itu hanya bisa menuduk dengan badan bergetar. Dia belum siap menghadapi kematian. Tapi jika dia mengatakannya sama saja dia terjun ke neraka dan membiarkan tubuhnya terbakar.


“Ehem, apa kau bisu?”. Sindir Zoalva. Matanya sudah memerah seperti orang kerasukan. Bayangan Zevanya yang terjatuh pingsan di pelukkannya terus terngiang dibenak Zoalva. Dia panic luar biasa, untung saja dia dengan sigap menangkap tubuh gadis itu.


Sedangkan Kenzie hanya sebagai penonton saja. Dia melipat tangan didada, bersiap menonton Zoalva yang menghabisi tawanananya.


“Ryan”.


Ryan yang paham langsung melepaskan ikatan ditangan pria itu. Dia menarik paksa tangan pria yang sudah bergetar karena takut.


Ryan membentangkan kedua jari tangan pria itu. Pria itu memberontak, namun tak bisa tenaganya sudah habis karena dipukul oleh kelompok Mafia yang menangkapnya.


Tak tak tak tak tak tak tak tak tak tak


“Arggghhhhhhhhhhhhhhh”.


“Arggghhhhhhhhhhhhhh”.


“Arghhhhhhhhhhhhhhhh”.


Zoalva memotong kesepuluh jari pria itu hingga putus. Darah muncrat ke wajahnya. Dia tak peduli.


Tak tak tak tak tak tak tak tak tak


“Argggghhhhhhhhhhhh”.


“Argghhhhhhhhhhhhhhh”.


“Argghhhhhhhhhhhhhh”.


“Argghhhhhhhhhhhhh”.


Teriakkan mengerikan terdengar menggema membuat para anggota yang menyaksikan bergidik ngeri. Darah pria itu seperti air mancur yang mengalir deras. Pria itu menggila diatas tanah berteriak kesakitan seperti orang yang kerasukan setan.


“Argghhhhhhhhhhhh”.


“Arggghhhhhhhhhhh”.


Dia hanya bisa berteriak meluapkan semua rasa sakit ditangannya. Darah mengalir dimana-mana. Tangannya terpotong-potong. Pria itu lebih memilih ditembak mati dari pada disiksa dengan sadis seperti itu.


Kenzie tersenyum puas melihat Zoalva. Didikan nya menjadikan Zoalva pria yang kejam berhasil. Sekejam-kejamnya Zoalva, masih kejam Kenzie. Dia adalah pembunuh kelas atas, jika dineraka mungkin jabatannya adalah raja iblis.


“Bagaimana, ehem?”. Zoalva berjongkok menatap pria yang sudah terbaring tak berdaya sambil menahan sakit “Kau juga yang menginginkan ini, bukan aku. Sekarang cepat katakan siapa yang menyuruhmu?”. Tanya Zoalva sekali lagi.

__ADS_1


Pria itu tetap tak menjawab, dia masih membisu dengan keadaan sekarang.


“Brengsekkkkkkkkkk”. Zoalva hendak mencincang pria itu.


“Tunggu”. Cegat Kenzie.


Zoalva menatap kearah Kenzie “Kenapa?”. Tanya Zoalva heran.


Kenzie maju satu langkah. Dia berjongkok dan membuka mulut pria itu. Dugaan nya benar


“Dia tidak memiliki lidah. Lidahnya sengaja dipotong, agar tidak bisa berbicara”. Ucap Kenzie. Dia yang seorang dokter tentu tahu hal-hal yang seperti itu.


Zoalva semakin tersurut emosi. Nafasnya memburu, jika saja dadanya itu bom sudah pasti meledak. Kenzie menyingkir, dia memberi ruang kepada Zoalva untuk menghabisi tawanannya


Prang prang prang prang prang


Sret sret sret sret sretttttttttttttt


Prang prang prang prang prang


Zoalva mencincang pria itu dengan membabi buta. Bahkan otak pria sudah bercecer dimana-mana, seperti butiran beras yang bersimpahan dikaki dan bajunya. Kepala pria itu putus dan tulang kepalanya terlihat memutih, darah bagai air banjir yang mengalir dengan deras.


Tubuh pria itu terpotong menjadi beberapa bagian. Seperti ayam yang sengaja dipotong begitulah bentuk tubuh pria itu. Kakinya sudah terpisah kemana-mana. Isi perutnya keluar semua. Tak ada yang terbentuk lagi, badannya hancur mengerikan dan mengenaskan.


Ryan sampai menutup mulutnya, menahan mual saat melihat adengan nyata didepan matanya. In adalah penyiksaan tersadis yang pernah Ryan lihat selama dia menjadi Asisten Kenzie dan Zoalva.


Kenzie justru menampilkan wajah datarnya. Dia cukup penasaran apa yang membuat Zoalva sampai marah tak terkendali seperti itu. Kenzie yakin jika Zoalva sangat mencintai gadis yang dia maksud.


“Ryan, bereskan”. Ucap Zoalva


Pranggggggggggg dia melempar pedangnya begitu saja. Zoalva juga membuka jas nya yang sudah berlumuran darah itu.


Zoalva segera menuju kamar mandi yang memang tersedia dimarkasnya. Dia membersihkan diri disana, menghilangkan darah-darah yang mengenai wajah dan tubuhnya. Namun yang lebih jelas dia berusaha menetralisir emosi nya yang masih membuncah. Apa lagi saat mengingat Myron mengendong Zevanya dengan wajah panic. Myron merebut Zevanya dari pelukkannya secara paksa.


Kenzie duduk dikursi kebesarannya sambil menunggu Zoalva. Pria itu cukup terkejut dengan sikap Zoalva saat ini. Baru kali ini dia melihat Zoalva begitu emosi dan bahkan membunuh tanpa belas kasihan.


“Siapa gadis yang dimaksud Zoalva?”. Gumam Kenzie tampak berpikir keras. Dia penasaran sekaligus ingin tahu.


“Apa Zoalva mencintai gadis itu?”. Dia masih saja membantin dalam hati, memikirkan keanehan Zoalva hari ini.


Kenzie dan Zoalva adalah Mafia yang juga kejam. Apalagi Kenzie yang memang memiliki dendam masa lalu. Sedangkan Zoalva menjadi kejam karena kehilangan Kakek dan Neneknya. Dia menjadi pria dingin dan kejam yang tak tersentuh. Ada rasa bersalah dihatinya, namun dia tidak bisa meninggalkan dunia Mafia.


Bersambung.....

__ADS_1


LoveUsomuch ❤️


__ADS_2