Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 67. S2


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA.....


Sementara diruang lab terlihat beberapa pria paruh baya tengah menatap dua pria yang tengah melakukan larutan pada senyawa ditangannya.


"Apa akan berhasil Yosh?". Tanya Zean ketika melihat Yoshua membuat larutan itu.


"Iya Kak. Kami pernah membuat ini bersama Fitri. Bahan-bahan yang kami gunakan juga masih sama seperti yang Fitri resepkan pada kami". Sahut Yoshua.


Sementara Zean, Zaen dan Sean hanya melihat saja karena mereka tidak mengerti. Fillipo dan Mars sedang membantu para putra mereka memberantas munsuh yang mencoba menyerang mereka.


Yoshua dan Yoel fokus pada benda ditangannya. Meski kedua kembar itu sempat berdebat karena tidak mau bekerja sama. Tapi bujukkan Zean cukup manjur untuk mereka dan akhirnya mau membantu.


"Kak masukkan campurannya".


"Baik". Mereka berdua bekerja sama dengan baik. Seperti dua puluh lima tahun yang lalu mereka memang pernah membuat benda itu ketika melarutkan racun yang disuntikkan oleh Park dan Michael.


"Zean bagaiamana perkembangan Bielle apa ada perubahan?". Tanya Sean.


Zean menggeleng dengan lemes nya "Belum, dia masih koma. Satu-satunya yang bisa menyelamatkan dia adalah obat penawar". Jawab Zean.


Zaen menepuk pundak kembarannya "Tenanglah dia akan baik-baik saja. Dia pria yang kuat seperti Ayahnya". Ucap Zaen menyemangati Kakak kembarnya.


"Terima kasih Zaen". Ucap Zean menghela nafas berat.


Kembali lagi mereka fokus pada benda ditangan mereka. Yoshua dan Yoel mengerjakannya dengan baik. Meski sudah berlaku selama puluhab tahun. Namun mereka sama sekali tidak lupa bagaimana membuat obat penawar untuk melarutkan racun dalam tubuh. Ilmu yang Fitri berikan masih melekat begitu pekat diotak mereka.


Sementara dirumah sakit, Luna dan Grace masih setia menemani Grabielle yang belum juga membuka matanya. Hati Luna sangat sakit melihat kondisi putranya yang tampak pucat. Wajah yang biasanya ceria selalu membuatnya gemes kini benar-benar terbaring lemah tak berdaya.


"Bielle, ayo bangun. Mom merindukanmu Nak". Luna mengusap kepala putranya. Putranya sangat tampan dan mirip sekali dengan wajah sang suami.


Sedangkan Grace hanya diam menatap Ibu dan adiknya. Gadis itu sejak mendapat bentakkan dari sang Ayah menjadi gadis yang sangat dingin dan seakan tak tersentuh.


"Aku yakin ini ulah Aron. Dasar pria bajingan itu. Awas saja jika terjadi sesuatu pada Bielle. Takkan ku maafkan dia". Batin Grace tangannya terkepal sangat erat.


"Mom, aku harus kembali ke butik. Ada yang ingin aku kerjakan". Pamit Grace.


"Iya Nak. Hati-hati". Grace mengangguk lalu meninggalkan rumah sakit


Grace melajukan mobilnya. Wajahnya merah padam. Berkali-kali dia memukul stir mobil dan berkata sial dan soal.


"Awas saja kau Aron".


"Arggghhhhhhhhhhh". Dia memukul kasar stir mobil.

__ADS_1


Mobil Grace berhenti disebuah gedung pencakar langit. Dia turun dengan langkah gontai. Tanpa peduli dengan tatapan mendamba para karyawan. Dia adalah desainer terkenal yang desain nya sudah banyak terkenal dan bahkan dipakai oleh kalangan artis dan istri pengusaha.


Tanpa permisi dan melalui resepsionis Grace langsung menuju lift dan ruang CEO.


"Aron". Teriak Grace dengan nafas memburu dan masuk kedalam ruangan Aron tanpa mengetuk pintu.


Mata Grace membulat saat melihat Aron tengah melakukan pemanasan dengan sekretaris nya.


"Aron". Tatapa Grace seakan siap menembus Indra penglihatan Aron.


"Ck, apa yang kau lakukan disini menganggu ku saja?". Terpaksa Aron mengentikan aktivitas nya dan mengacing kembali resleting celana nya "Kau keluar". Usirnya pada sang sekretaris.


"B-baik Tuan". Wanita itu keluar dengan penampilan yang kacau rambut dan pakaiannya berantakan seperti orang habis lomba lari.


"Apa yang kau lakukan disini sayang?". Aron menghampiri Grace dengan senyuman licik "Apa kau merindukan adik kecilku sayang, hmmm?". Aron mengelus wajah Grace.


Plakkkkkkkkkkkk


Mata Aron membulat saat Grace menamparkannya.


"Kau..........".


"Apa yang sudah kau lakukan pada adikku Aron? Kau tahu sekarang dia sedang koma karena racun mu itu?". Teriak Grace nafasnya tersengal-sengal menahan emosi.


Rahang Aron mengeras saat Grace membentak dan menampar dirinya.


"Lepaskan aku Aron". Pekik Grace.


"Kau tidak berhak membentak dan menamparku. Kau memang cari mati". Aron mencekik leher Grace.


Uhuk Uhuk Uhuk Uhuk.


"Lepaskan aku Aron". Grace hampir kehabisan nafas.


Aron masih dipenuhi emosi, baru kali ini ada seorang wanita yang berani menamparnya apalagi bibir Aron sampai mengeluarkan darah.


"Aku takkan pernah melepaskanmu. Aku tak kan membiarkan kau hidup". Teriak Aron.


"Moses".


"Iya Tuan".


Sang aissten datang dengan tergopoh-gopoh

__ADS_1


"Bawa wanita ****** ini ke Markas. Siksa dia. Jangan biarkan dia kabur. Pastikan juga tidak ada keluarga nya yang bisa menemukan dia". Tintah Aron.


"Baik Tuan". Sahut Moses.


"Aron apa yang kau lakukan? Lepaskan aku brengsekkkk". Pekik Grace.


Aron sama sekali tak mendengar kan permintaan Grace. Pria itu sengaja menulikan telinganya. Dia masih tidak terima Grace menamparnya.


Grace berusaha memberontak. Dia tidak mau dikurung ditempat menjijikkan itu.


"Ini semua gara-gara Zevanya. Awas saja ****** itu. Akan kuhabisi dia". Teriak Grace menggema didalam mobil.


"Tutup mulutmu Nona, sebelum kami menyumpal mulutmu dengan sepatu ini". Ancam salah satu anak buah yang membawa Grace.


Grace dibawa ke Markas Black Cobra. Karena mulai sekarang Aron dan Dave bekerja sama dan satu Markas.


"Lepaskan aku". Grace memberontak.


Namun para pria berbaju hitam tak menghiraukan. Mereka menyeret Grace dengan paksa tanpa peduli dengan gadis cantik yang memberontak ini.


Brakkkkkkkkkkk


Grace dilempar kedalam ruang penyiksaan.


"Awwwwwww". Wanita itu meringgis kesakitan.


"Hikssssss". Grace meringgis sambil melepaskan heels nya yang patah dan menyakiti kakinya.


"Dasar brengsekkkk kau Aron. Lihat saja nanti akan kubalaskan semua perbuatan mu ini". Pekik Grace kesakitan.


"Jangan banyak bicara Nona. Sebaiknya anda diam saja". Ujar salah satu pengawal yang berjaga.


Grace tak mengubris dia setengah mati menahan sakit dikaki dan seluruh tubuhnya akibat dipegang-pegang oleh pria-pria dan para anggota Black Tiger dan Black Cobra.


"Bielle, maafkan Kakak hiks". Tangis Grace pecah teringat pada adik nya yang terpejam membuat hatinya semakin terluka.


"Maafkan Kakak ini semua ulah Kakak, hiksss". Ucap Grace penuh penyesalan.


Dia menyesal sudah bekerja sama dengan Aron. Pria itu benar-benar jelmaan iblis yang tak kenal belas kasihan.


Sebenarbya Grace lah yang menyuruh Aron menyerang Markas Black Glorified dan Lion Killer 2 untuk mengambil senjata mereka dan dengan imbalan Aron harus melenyapkan Zevanya.


"Zevanya. Gadis sialan itu harus bertanggung jawab". Grace mengusar rambutnya dengan kasar.

__ADS_1


Bersambung.....


LoveUsomuch ❤️


__ADS_2