
**Tiada kebahagiaan yang paling berharga, ketika melihat orang yang kita sayang tersenyum bahagia. Rasanya kebahagiaan tak dapat diukur dengan apapun.
SELAMAT MEMBACA**....
Disebuah lab tampak tiga orang pria tengah serius dengan benda yang mereka pegang. Masing-masing mereka fokus seakan melupakan satu sama lain. Ruang tersebut hanya terdengar bunyi suara uap atau benda-benda yang ada didalamnya. Mereka adalah David, Yoshua dan Yoel. Ayah dan anak tersebut sedang membuat obat untuk menyembuhkan penyakit seorang gadis yang kini masih terbaring lemah dirumah sakit. Ketiga nya begitu telaten meracik obat itu dengan semangat yang tinggi. Ketiga nya tampak kompak melakukan misi penting ini.
"Bagaimana Dad?". Tanya Yoshua memperlihatkan karya nya.
"Hmmm, apakah obat ini nanti akan menyembuhkan Fitri?". Tanya David sambil memperhatikan bungkusan obat yang baru saja diracik oleh putra nya.
Yoshua menarik nafas "Aku tidak tahu Dad, tapi setidaknya obat ini bisa membantu Fitri bangun dari koma nya". Jelas Yoshua.
"Obat ini hanya mampu bertahan dalam waktu enam bulan, setelah nya kita akan melakukan kemoterapi untuknya agar sel kanker itu tidak menyebar ke seluruh tubuhnya". Sambung Yoel.
"Apa kita tidak bisa meracik obat permanen?". Tanya David pada kedua putranya.
"Bisa Dad! Tapi bahan-bahannya tidak ada disini". Jawab Yoel.
"Kemana harus mencari bahannya?". Tanya David lagi.
"Aku tidak tahu Dad, karena bahan itu berupa tumbuhan langka dan pastinya tidak ada di Negara ini". Timpal Yoel "Tapi nanti aku dan Kakak akan berusaha mencari bahan itu". Sambungnya lagi.
"Benar apa yang dikatakan oleh Yoel Dad". Ucap Yoshua "Mungkin setelah Fitri bangun nanti, kami berdua bisa meminta bantuan padanya". Kata Yoshua lagi.
"Ya sudah kalau begitu ayo kita bersiap-siap ke rumah sakit". Ajak David seperti tak sabar.
Ketika pria itu pun bergegas keluar dari ruang lab David. Ketiganya tampak tak sabar sampai kerumah sakit, mereka begitu antusias untuk bertemu gadis cerewet yang siap membuat mereka jantungan.
Dirumah sakit, Pedrosa dan Sam duduk disofa sambil membicarakan tentang ketiga putranya.
Sementara Sean, Zean dan Zaen membahas Markas dan senjata api milik Sam yang sempat dibobol oleh Black Glorified yang tidak lain adalah Pedrosa.
Fillipo, pria itu masih setia mengenggam tangan gadisnya. Ia tak beranjak dari sana dan bahkan tak lagi memperdulikan tatapan kesal para pria posessif saudara kembar tiga itu.
Fillipo menatap wajah pucat itu, mengelus kepala Fitri dengan penuh cinta.
Cekreekkkk
Pintu terbuka, keempat pria yang mengenakan jas dokter tampan berdiri diambang pintu. David, Yoshua, Yoel dan Dhanny para dokter tampan yang ditugaskan Sam untuk merawat putri kesayangannya.
__ADS_1
Jika wajah David, Yoshua dan Yoel tampak tak sabar namun berbeda dengan Dhanny wajah pria itu tak dapat dibaca. Dhanny senang jika Fitri akan bangun, namun ia takkan sanggup melihat Fillipo dan Fitri bersama. Dhanny berusaha menepis semua perasaan sakit nya, bukan waktunya untuk ia bersikap gegabah. Ia harus sabar demi mendapatkan sang pujaan hati.
"David". Ucap Sam melihat David yang masuk dengan wajah tersenyum.
David, Yoshua, Yoel dan Dhanny masuk kedalam ruang ICU itu. Sebenarnya ruangan tersebut hanya boleh dijaga oleh satu orang, tapi siapa yang bisa melawan Fillipo dan Sean yang begitu posessif pada Fitri. Kedua pria ini membantah perintah Dokter baginya semakin banyak yang menjaga Fitri, maka akan semakin juga Fitri punya semangat untuk bangun, karena mereka yakin bahwa Fitri mendengar suara mereka.
"Aku sudah menemukan obat untuknya". Ucap David "Lebih tepat nya diracik oleh Yoshua dan Yoel". Lanjut David pada Sam dan Pedrosa.
"Baik". Ucap Sam "Lakukan yang terbaik untuknya David". Tintah Sam dengan tegas. Ia sangat berharap putri kesayangannya itu bisa segera bangun dan tersenyum padanya
David, Yoshua dan Yoel mendekat kearah ranjang Fitri. Sementara Dhanny pria itu hanya terdiam saja melihat bagaimana reaksi obat yang akan diberikan David pada Fitri.
Yoshua menyuntikan obat itu pada saluran infus Fitri. Sementara Yoel memerika detak jantung Fitri, dan David memeriksa aliran darahnya.
"Sepertinya suhu tubuhnya sudah normal, detak jantungnya juga sudah kembali membaik. Kita hanya menunggu dia sadar saja". Jelas Yoshua setelah selesai memberikan obat yang ia racik sendiri bersama David dan Yoel.
"Kita akan tunggu reaksi obatnya dalam waktu sepuluh menit". Timpal Yoel.
Mereka menunggu waktu terus berjalan. Jelas diwajah para pria itu tampak tak sabar. Terutama Fillipo, Mafia yang satu itu seperti menanti pelangi setelah hujan berharap keajaiban singgah dalam hidupnya.
Dhanny juga tampak tak sabar bahkan jantungnya kian berdegup kencang. Dhanny akan merebut Fitri dari pelukkan Fillipo tak peduli apa yang akan terjadi baginya Fitri adalah nafas hidupnya.
"Aku ingin sekali memelukmu gadisku. Aku merindukanmu sangat merindukanmu. Kau adalah milikku dan selamanya milikku. Aku akan menyingkirkan para pria yang menghalangiku". Batin Dhanny sambil menatap kearah Fitri.
Jari-jari lentik itu mulai bergerak, mata Fitri mulai mengerjab-ngerjab. Langsung saja Fillipo, Sean, Zean dan Zaen mendekat kearah ranjang Fitri. Bahkan mereka sampai menggeser David, Yoshua dan Yoel untuk menyingkir.
"Astaga, kalian ini....". Kesal David memilih mundur
"Mereka seperti dokter saja". Celetuk David berjalan kearah Sam dan Pedrosa yang seperti memang tidak sabar menantikan gadis kesayangan mereka bangun.
Fitri mengerhab-ngerjabkan matanya. Pandangannya sedikit kabur, kepala nya juga terasa ditimpa tumpukkan batu sangat berat dan sakit.
Fitri membuka matanya, wajah pertama yang dia lihat adalah Fillipo dan Sean. Namun aneh kenapa Kak Sean-nya ada tiga. Keempat pria tampan itu tersenyum tak sabar menatap gadis itu membuka matanya. Mata mereka kompak berkaca-kaca.
"Kakak, Tuan Fillipo". Lirih Fitri membuka matanya sempurna.
"Cece".
"Fitri"
__ADS_1
"Dedek".
Ucap keempat pria itu dengan bibir bergetar.
"Permisi, beri aku ruang untuk melepaskan selang-selang ditubuhnya". Ucap David langsung menerobos menyingkirkan keempat pria tampan itu.
Keempat pria yang tadinya menikmati moment rindu, seketika berubah saat tubuh mereka digeser oleh David. Namun tak bisa berbuat apa-apa karena mereka bukan dokter.
"Paman, akan melepaskan selang ini dari tubuhmu. Mungkin akan sedikit sakit, kau janganlah menangis nanti wajah jelekmu semakin jelek". Celetuk David yang memang sengaja membuat suasana menjadi hangat. Sebenarnya David hanya berusaha menguatkan perasaan bahagianya untuk tidak menangis, ingin rasanya ia menangis sejadi-jadinya saat melihat Fitri terbangun.
"Aku pikir aku akan amnesia Paman, dan melupakanmu. Ternyata otakku tak bisa diajak kerja sama untuk menghapusmu dari ingatanku". Timpal Fitri dengan wajah tanpa dosa, sambil memegang kepalanya yang terasa berat.
David mengendus kesal "Kau ini!! Baru bangun saja sudah membuat Pamanmu ini kesal". Gerutu David.
"Boleh Paman memeluk kelinci kecil ini?". Pinta David berkaca-kaca. Sungguh David merindukan sosok gadis pengundang tawa ini.
Fitri tersenyum "Apa Paman sudah mandi?". Tanya Fitri polos.
Lagi-lagi David kesal. David langsung memeluk Fitri "Paman hampir jantungan melihatmu waktu itu". Ucap David memeluk Fitri sambil terisak.
Fitri membalas pelukkan David dengan Isak juga "Paman, jangan menangis lagi! Apa Paman mau wajah Paman semakin terlihat tua dan jelek gara-gara menangis". Celetuk Fitri melepaskan pelukkan David. David terkekeh dan mengacak rambut Fitri dengan gemes.
"Cece". Omelan keduanya terbuyarkan saat mendengar suara Sean.
"Kakak". Lirih Fitri berkaca-kaca.
Sean memeluk Fitri dengan Isa tangis yang menggema. Kakak beradik itu begitu saling merindukan.
"Apa masih sakit? Bagian mana yang sakit? Apa yang Kakak lakukan biar bisa menghilangkan rasa sakitnya?". Tanya Sean memperhatikan tubuh adiknya.
"Aisshhh, Kakak bisa tidak tanya satu-satu, Fitri sampai bingung mau jawab yang mana dulu". Cemberut Fitri, padahal kepalanya masih sakit dia hanya berusaha menyembunyikan semua rasa sakitnya.
**Bersambung....
Fitri sudah terbangun dari komanya?
Bagaimana reaksi Dea saat mendengar kabar bahwa Fitri terbangun?
Apakah rencana Dhanny selanjutnya ...
__ADS_1
GBU....
LOVEUALL**.......