Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 38


__ADS_3

Fitri tertegun mendengar cerita Sam dan air mata lolos dipelupuk matanya. Hatinya sangat bahagia dan ternyata dia masih memiliki Daddy


“ Daddy”. Lirih Fitri, menatap pria paruh baya itu. Ayah kandung serta pria yang sudah menyelamatkan hidupnya. Fitri tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya setelah dia kabur dan menghilang dari orang-orang yang dia takutkan.


“ Maafkan Daddy”. Sam memeluk putri kecilnya itu. Putri yang dia cari selama 21 tahun belakangan ini. Bahkan tak seharipun Sam absen dari pencariannya meskipun memakai detektif handal tetap dia tidak menemukannya. Dan akhirnya takdirlah yang mempertemukan mereka .


“ Daddy sangat merindukanmu”. Peluk Sam lagi dengan erat


“ Fitri juga merindukan Daddy. Maaf Dad, Fitri pikir mereka orangtua kandung Fitri. Mereka meninggal lima tahu yang lalu karena dibunuh”. Jelas Fitri yang masih segugukan didalam pelukkan Sam. Pelukkan kerinduan yang sudah lama ia nantikan setelah kehilangan orang-orang yang ia cintai.


Fitri menceritakan hidupnya kepada Sam. Fitri diadopsi oleh pasangan suami istri yang tidak memliki anak, Kim Kwon adalah Ayah angkat Fitri yang berdarah Korea asli, sementara Irana Yuri adalah TKI yang mencari nafkah di Indonesia. Kim dan Irana menikah tapi tidak dikarunia seorang anak. Kim adalah pengusaha muda yang terkenal di Korea perusahaan yang dia pimpin juga memiliki beberapa cabang diberbagai Negara termasuk Indonesia. Kim dan Irana mengodpsi Fitri, kala menemukan Fitri yang menangis didepan pintu rumah mewahnya. Ketika Fitri berusia 5 tahun, Kim dan Irana memutuskan untuk pindah ke Indonesia dan melanjutkan perusahaan mereka yang disana. Fitri kecil tumbuh menjadi gadis yang jenius disegala bidang, tapi tidak dengan bidang bela diri. Fitri menguasai bidang IT dan beberapa bisnis lainnya, sehingga pada usianya yang baru menginjak 15 tahun dia sudah mendapat gelar strata 1 ilmu bisnis. Fitri pun harus menganggur selama 5 tahun sampai usianya 20 tahun untuk melanjutkan S2 di Harvard Univeristy Amerika. Namun sayang nya saat usianya baru mau menginjak 16 tahun dia harus kehilangan segalanya dimana kedua orangtuanya meninggal dalam tragedy pesawat yang ternyata hanya disabotase oleh Dhanny, yang terobsesi ingin memiliki gadis itu. Harta warisan peninggalan Kim jatuh kepada Kyong yang tidak lain adalah saudara kandung dari Kim. Sehingga Fitri kecil hidup sebatang kara dan berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya dengan otak nya yang jenius, banyak yang meminta Fitri bergabung diperusahaan mereka, namun akhirnya Fitri tetap memilih Wilmar Company sesuai dengan keputusan dari kampusnya. Wilmar Company adalah perusahaan terbesar didunia yang bergerak diberbagai bidang. Fitri memang jarang menunjukkan kejeniusannya kepada orang lain hanya orang-orang terdekat saja yang mengetahui hal itu.


Mendengar cerita putri nya, perasaan bersalah menyelimuti hati Sam. Betapa menderita putri nya itu, andai saja dia bisa menemukan Fitri lebih cepat pastilah kehidupannya tidak akan semenderita itu. Hatinya begitu sakit mendengar cerita gadis malangnya itu. Terlebih ketika Fitri menceritakan tentang penyakitnya yang sudah dia derita selama bertahun-tahun, semakin membuat Sam merasa bersalah.


“ Daddy, jangan menangis lagi. Sekarang kita sudah bertemu Fitri sangat merasa bahagia”. Senyum Fitri menyeka air mata pria paruh baya yang tidak lain adalah Daddy nya sendiri.


“ Iya sayang, Daddy tidak akan menangis lagi. Daddy bahagia bisa bertemu denganmu”. Senyum Sam


“ Daddy bagaimana bisa tahu jika aku putri Daddy?”. Tanya Fitri penasaran, jiwa kepo nya sudah kambuh lagi dan pastinya juga cerewet.


“ Ikatan batin sayang”. Senyum Sam sambil membelai lembut rambut putri nya itu.


“ Kenapa Daddy bisa begitu yakin?”. Tanya Fitri lagi masih penasaran. Ya begitulah dia jika belum menemukan jawaban yang akurat dari pertanyaannya maka dia tidak akan berhenti bertanya sampai menemukan jawabannya.


“ Ini”. Sam menyerahkan sebuah amplop pada Fitri. Karena jiwa kepo nya sudah menyerang jadi Fitri tidak bertanya dan langsung membuka amplop tersebut, dimana disana dijelaskan hasil tes DNA yang dilakukan Daddy nya.

__ADS_1


“ Jadi namaku Shellena?”. Tanya Fitri sambil membaca tulisan terdapat dikertas tersebut.


“ Shellena Ranlet Flint”. Sambung Sam sambil tersenyum memandangi wajah putrinya


“ Tapi aku lebih suka dipanggil Fitri dari pada Shellena. Jadi aku lebih terlihat seperti orang Indonesia asli”. Senyum manis Fitri yang sontak membuat Sam terkekeh melihat wajah lucu putrinya, sudah lama sekali dia tidak tertawa lepas seperti itu.


“ Terserah yang mana yang menurutmu baik saja. Yang penting dibelakang nama itu harus ada nama Daddy, sebagai identitas kalau kamu anak Daddy”. Senyum Sam sambil cubit hidung Fitri dengan gemes


“ Ahhh, Daddy sakit tauuuuu”. Kesal Fitri sambil memegang hidung nya yang merah


“ Maaf sayang, Daddy terlalu gemes melihat wajahmu”. Sam terkekeh, putri nya itu ternyata sangat menggemaskan jika sedang marah atau kesal.


“ Tapi kenapa Daddy sangat fasih berbahasa Indonesia. Padahal wajah Daddy, tidak ada mirip sama sekali dengan wajah orang Indonesia?”. Tanya Fitri sambil memperhatikan setiap inci wajah Sam


“ Ohhh seperti itu. Berarti Fitri keturunan Korea, Indonesia, Amerika dan Jerman?”. Tanya Fitri sambil berpikir. Sam hanya mengangguk


“ Tapi kenapa wajah Fitri sama sekali tidak mirip orang Amerika, kebanyakkan mirip orang Korea sama Indonesia?”. Tanya Fitri lagi. Sam hanya menghela nafas dan menghembuskannya perlahan, putrinya ini sangat cerewet dan punya jiwa penasaran yang kuat


“ Karena Fitri lebih mirip sama Mommy, Mommy kan orang Korea dan Indonesia jadi wajar saja”. Senyum Sam mengulas lembut rambut Fitri. Fitri mengangguk dan mengerti


Cekreeekkkk pintu terbuka. Sam dan Fitri langsung mengarahkan pandangan mereka kearah suara itu


“ Dad”. Sapa seorang laki-laki, wajahnya sangat dingin dan datar. Dia begitu terkejut melihat Daddy nya dan seorang gadis yang masih sangat muda dan bahkan jauh lebih muda


“ Apa yang kau lakukan Dad?”. Tanya Sean menatap tajam kearah Daddy dan juga Fitri.

__ADS_1


“ Son kemari!!!”. Sam melambaikan tangannya dan menyuruh Sean mendekat.


“ Siapa dia Dad?”. Tanya Sean menatap Fitri dengan tatapan tidak suka.


“ *Apa dia akan menjadi Ibu tiriku?”. Batin Sean, matanya masih menatap Fitri dengan tajam


“ Tapi kenapa hatiku jadi hangat saat melihat matanya, seperti ada ikatan batin yang kuat?”. Batin Sean lagi*


“ Duduklah Son, ada hal yang ingin Daddy bicarakan denganmu”. Ucap Sam lembut, karena dia tahu putra nya itu adalah orang yang sangat sensitive dan mudah berburuk sangka terhadapnya. Sean duduk disamping ranjang Fitri, tapi matanya tak lepas memandang gadis itu, ada ikatan yang sulit Sean jelaskan saat melihat manic mata Fitri.


“ Siapa dia Dad?”. Tanya Sean, dan dia masih bingung


“ Dia Shellena”. Duarrrrrr bagai petasan yang pecah didepannya, saat mendengar ucapan Sam, mulut Sean terbungkam


“ Bagaimana mungkin Daddy yakin jika dia Shellena?”. Tanya Sean, tapi matanya sudah


Berkaca-kaca. Sungguh Sean sangat berharap jika perkataan Daddy nya itu suatu kebenaran.


“ Ini Son”. Sam menyerahkan sebuah amplop berwarna putih pada Sean. Dengan mata berkaca-kaca dan perasaan tak karuan Sean membuka amplop itu, dengan seksama dan dengan teliti dia membaca setiap kalimat yang tertera dalam kertas tersebut.


“ Shellena”. Ucap Sean air matanya terjatuh dan membasahi kertas itu


***Baru up setelah sekian lama menghilang, heheh


bersambung***..........

__ADS_1


__ADS_2