
***Persahabatan bagai pelita yang menerangi ditengah gelap. Yang siap menemani mu kala terang itu menyerap semua Indra penglihatanmu.
Jika ada cinta yang tumbuh diantara persahabatan itu, percayalah bahwa kekuatan persahabatan tak bisa dianggap remeh. ia ingin menyatukan orang baik dengan orang yang tepat.
Satu lagi setiap orang tidak bisa memilih harus jatuh cinta pada siapa, cinta bisa tumbuh kepada siapa saja tanpa diduga, bisa jadi orang terdekat atau bahkan bisa juga orang yang tak kita kenal.
semua tergantung dari bagaimana kita menyingkapi perasaan cinta***.
🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞
Mereka berempat masih serius saling bercerita satu sama lain.
" Fit, boleh aku bertanya satu hal padamu?". Tanya Dea menatap Fitri.
" Katakanlah De, selagi bisa kujawab pasti akan kujawab dengan benar. Tapi jika diluar kemampuan ku, maaf sepertinya pertanyaanmu harus kulempar pada Pearce dan Luna". Ucap Fitri. Mereka bertiga terkekeh mendengar ucapan Fitri. Setelah tiga bulan terpisah, banyak sekali perubahan pada gadis itu. Sikapnya yang polos, dan cerewet nya juga tidak berkurang.
" Apa kau menyukai antara ketiga pria itu?". Tanya Dea.
Fitri mengerjitkan alisnya " Ketiga pria siapa De?". Tanya Fitri bingung
" Kak Dhanny, Kak Fillipo dan Kak Lucas". Jawab Dea tatapan serius melihat Fitri. Ia harus tahu siapa yang disukai oleh gadis kecil ini.
" Hmmm, aku tidak mengerti maksudmu De?". Tandas Fitri. Bahkan ia tak pernah membayangkan memiliki perasaan pada ketiga pria itu.
" Kakak Ipar, jangan bilang kau tidak tahu jika mereka bertiga memiliki perasaan padamu?". Selidik Pearce menelisik wajah Fitri.
__ADS_1
Fitri menggeleng dengan wajah polos nya " Aku tidak tahu". Jawab Fitri singkat. Ia menatap aneh pada ketiga wanita cantik yang berada didepannya ini.
" Astaga". Pearce, Luna dan Dea serentak menepuk jidatnya saat mendengar ucapan polos Fitri. Yang benar saja gadis itu tidak tahu jika ketiga pria itu jatuh cinta padanya.
Dea menarik nafas dalam, lalu memegang kedua bahu Fitri " Fit dengar kan aku! Kak Dhanny, Kak Fillipo dan Kak Lucas menyukaimu sejak lama. Kau tahu setelah kau menghilang mereka bertiga hampir gila yang menggemparkan dunia dengan kegilaan mereka, untung saja kami mempunyai para Daddy yang memiliki kuasa jika tidak mungkin mereka sudah menjadi santapan buaya". Jelas Dea panjang kali lebar kali tinggi
Fitri semakin bingung dengan penjelasan Dea " Aku masih tidak mengerti apa yang kau katakan Dea?". Protes Fitri. Sedari tadi ketiga gadis itu terus mengatakan hal yang sama.
" Aku langsung saja Fitri. Dari antara mereka bertiga siapa yang kau sukai. Dokter atau mafia?". Ucap Dea serius. Fitri melihat wajah serius Dea, menjadi salah tingkah.
" Kenapa kau menyanyakan hal itu?". Tanya balik Fitri, bukan menjawab dia malah balik bertanya.
Dea menghela nafas kasar " Fit, aku hanya memastikan hatimu milik siapa? Perasaan mereka bertiga tidak main-main padamu. Pilih lah mereka sesuai dengan kata hatimu. Aku hanya tidak ingin salah satu dari mereka terluka". Jelas Dea dengan nada sendu. Ia mengingat wajah frustasi Dhanny saat kehilangan Fitri beberapa waktu lalu. Kakaknya itu tampak mayat hidup.
Fitri terdiam mendengar ucapan Dea.
Luna hanya menatap Fitri. Dia sangat berharap jika Fitri mencintai Kakak nya Lucas. Luna ingin sekali Fitri menjadi Kakak Iparnya. Gadis ini menarik perhatian nya, pantas saja Lucas Kakaknya sampai tergila-gila.
Fitri masih bungkam, dia juga bingung harus jawab apa dan bilang apa
" Maaf De, Pearce dan Luna. Aku belum tahu hal ini, aku juga baru tahu dari kalian. Aku bahkan tidak berpikir punya perasaan pada mereka bertiga. Mereka sudah kuanggap sebagai Kakak ku sendiri". Jelas Fitri berbohong.
" Maafkan aku, aku sadar aku tidak pantas mencintai. Usiaku takkan lama lagi, jadi untuk apa aku harus mengatakan cinta pada seseorang jika pada akhirnya aku akan pergi dari dunia ini. Aku mencintai Tuan Fillipo, aku tidak bisa berbohong. Tapi bagaimana pun perasaan ini takkan pernah kuunhkapkan biarlah kelak ikut pergi bersamaku". Batin Fitri
Luna mendekati Fitri, ia memeluk erat tubuh gadis yang ia harapkan menjadi Kakak Iparnya.
__ADS_1
" Sudahlah Fit tidak usah dipikirkan. Suatu saat nanti, kau akan menjawab sendiri hati siapa yang kau pilih. Untuk sekarang berdamailah dengan mereka bertiga, anggap saja kau tidak tahu bahwa mereka menyukai gadis yang sama". Nasehat Luna. Ya Luna memang gadis cerewet yang dewasa, mengingat usia nya yang sudah 26 tahun, tentu pemikirannya juga berbeda.
Fitri melirik Luna yang masih memeluk
" Terima kasih Lun". Balas Fitri memeluk Luna.
Dea dan Pearce juga ikut memeluk Fitri
" Maafkan kami Fit, tidak seharusnya kami memaksamu untuk memilih". Lirih Dea.
" Iya Kakak Ipar. Maafkan aku ya". Ucap Pearce menyesal.
Mereka berempat saling berpelukan satu sama lain. Suasana yang tadi sempat tegang kini hanya hening, mereka sama-sama meresapi pelukkan satu sama lain. Menikmati indahnya kebersamaan. Setelah perpisahan tiga bulan dengan Fitri, membuat mereka menghargai betapa penting nya kebersamaan.
Saudara dan sahabat dapat mereka jalin dengan baik. Luna yang awalnya tidak mengenal Fitri, kini semakin bisa akrab dengan gadis jenius tersebut. Gadis itu rendah hati, dan juga ramah meskipun polos tapi sebenarnya hatinya rapuh.
💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋
***Bagaimana cerita guys?
Maaf ya untuk bab 58 dan 59 memang tidak ada action nya, karena disini masih serius membahas tentang perasaan Fitri.
Siapakah pemilik hati gadis jenius ini????
Silahkan dijawab lewat kolom komentar....
__ADS_1
BERSAMBUNG***.....