Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 96. S2


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA.....


Zevanya memarkir motornya didepan sebuah Markas. Tampak anggot Yakuza terbaring dalam pengaruh obat bius.


"Selamat datang Nona". Sapa triple L bersamaan.


"Apa Daddy dan Kakakku baik-baik saja?". Tanya Zevanya turun dari motor.


"Mereka ditangkap Nona. Dan Tuan Shawn disiksa". Jelas Louis.


"Baik kita masuk".


Zevanya melangkah. Dia masih memakai baju rumah sakit. Tampak dibajunya ada warna kemerahan bekas luka operasi nya.


"Apa kalian membawanya?". Tanya Zevanya sambil berjalan masuk.


"Sudah Nona". Jawab Lian


"Baik. Lakukan sesuai perintah ku". Tintah Zevanya.


Zevanya dan triple L masuk kedalam. Gadis itu berjalan dengan tenang. Tanpa peduli dengan mayat berserakkan dimana-mana. Wajah Zevanya datar, tanpa ada kemarahan diwajah gadis itu. Harusnya dia istirahat tapi karena demi menyelamatkan Daddy dan Kakak nya.


Zevanya melihat Dave yang sedang menyapu belatinya di wajah Shawn. Zevanya hanya menggeleng.


"Tuan Dave".


Mereka semua mengalihkan pandangan pada sumber suara. Suara yang familiar dan begitu mereka kenal.


"Zeze".


"Zeva".


"Zevanya".


"Sayang".


Mereka mematung ditempatnya saat melihat Zevanya berdiri. Masih mengenakan baju rumah sakit bahkan darah berwarna kemerahan itu melekat dibaju yang Zevanya pakai.


"Zevanya".


Dave langsung berdiri menghampiri gadis itu "Bagaimana kau bisa ada disini? Apa kau baik-baik saja? Dimana yang sakit?". Cecar Dave memeriksa bagian tubuh Zevanya. Dia menggeleng melihat darah yang membekas dibaju Zevanya.


Myron dan Kenzie mengepalkan tangannya. Melihat Dave yang begitu perhatian pada Zevanya.


Zevanya menatap Dave tanpa ekspresi. Ada kekecewaan diwajah gadis itu.


"Kenapa?". Tanya Dave heran melihat Zevanya menatapnya datar.


"Apa yang kau lakukan pada mereka?". Tatap Zevanya tajam. Sedangkan Arata sudah berdiri dan berjalan kearah Dave dan Zevanya.


"Aku hanya ingin membalas kan dendamku". Sahut Dave.


"Bukankah sudah ku katakan. Bahwa aku siap menjadi penganti Sasan?". Cecar Dave.


Fillipo memberontak ingin rasanya dia berlari memeluk putrinya sungguh dia merindukan putrinya itu.


"Lepaskan mereka Tuan Dave". Tintah Zevanya.


"Jangan Dave". Sergah Arata "Dia sudah menghamili Deva. Dia harus menangung akibatnya".


"Diam". Bentak Zevanya pada Arata.

__ADS_1


"Kau......".


Mereka semua terkejut mendengar teriakkan dan tatapan tajam Zevanya yang tak pernah mereka lihat selama ini.


"Jangan ikut campur". Tunjuk Zevanya pada Arata. Zevanya menatap Dave dengan dinginnya "Aku memberimu pilihan. Melepaskan mereka. Atau kau akan kehilangan segalanya". Ancam Zevanya "Aku tidak masalah kau menculikku. Tapi aku tidak terima kau melukai mereka". Tatap Zevanya.


"Hahahahaha". Dave tertawa mengejek. Gadis Ini sungguh unik dan menarik. Serta pemberani. Bahkan berani membentak Arata yang notabene ketua dari Yakuza.


"Kau mengancam ku gadis kecil?". Dave tersenyum smirk mengelus kepala Zevanya.


"Singkirkan tanganmu dari kepalaku". Zevanya menepis tangan Dave dengan kasar.


"Kau........".


Ckkkkkkk


"Awwwwwwww".


Dave dan Arata tersungkur dilantai. Saat sebuah benda menusuk leher mereka.


"Awwwwwwww". Pekik Dave.


"Awwwwwwww". Arata memegang lehernya.


Zevanya menjongkokkan badannya dan menatap kedua pria yang tersungkur dilantai.


"Aku kecewa padamu Tuan Dave. Kupikir kau pria yang bisa memaafkan. Nyatanya kau malah membuatku melakukan hal ini". Ujar Zevanya mencabut panah yang menancap dileher Dave.


"Kau tidak akan mati. Tapi kau harus menerima hukuman dariku". Zevanya berdiri. Dia beralih pada Arata.


"Tuan Arata". Arata menatap Zevanya dengan penuh kebencian. Dia ingin melawan. Namun seluruh tubuhnya terasa membeku dan sulit digerakkan.


"Kau pikir aku tidak tahu apa yang aku rencanakan? Kau hanya ingin memanfaatkan Tuan Dave untuk kepentingan mu sendiri. Kau hanya tidak tahu siapa aku? Kau tidak tahu bahwa aku mengetahui semua rencana mu. Aku tidak akan membiarkan mu mempermainkan Tuan Dave, karena dia sudah kuanggap Kakakku sendiri".


"Triple L".


"Iya Nona". Ketiga Mutan itu mendekat kearah Zevanya.


"Bawa mereka ke Markas". Tintah Zevanya.


"Baik Nona". Sahut mereka.


"Untuk Tuan Arata, cungkil kukunya dan patahkan kakinya. Jangan biarkan dia mati dengan mudah".


"Baik Nona".


Badan Arata panas ingin mendengar ucapan Zevanya. Belum saja hal itu dilakukan padannya, tapi dia tidak bisa menghindar.


Dave dan Arata berusaha memberontak. Sedangkan anggota Yakuza tidak tersisa satu pun. Mereka ditembak mati oleh Triple L atas perintah Zevanya.


Zevanya beralih pada para pria yang disekap dengan tangan dan kaki yang terikat.


"Daddy. Kakak".


"Sayang".


Zevanya mendekat pada Fillipo. Lalu membuka ikatan tali sang Ayah. Dia sangat merindukan Ayahnya ini.


"Sayang". Fillipo memeluk putrinya


"Dad". Mereka saling tangisan dan memeluk erat. Melepaskan kerinduan selama berbulan-bulan perpisahan.

__ADS_1


Zevanya juga melepaskan ikatan tali Zehemia dan Zehekiel. Kedua Kakaknya tampak kacau. Wajahnya lebam bahkan sudah luka-luka dibagian wajahnya.


"Zeze".


"Kakak".


Zehemia dan Zehekiel memeluk Zevanya dengan tangisan. Dunia mereka serasa hancur saat Zevanya menghilang bak ditelan bumi.


"Kakak, Zeva rindu Kakak. Zeva takut Kak". Renggek Zevanya. Fillipo ikut memeluk ketiga buah hatinya. Hatinya merasa tenang saat Zevanya sudah ditemukan dan bahkan putrinya sendiri yang menyelamatkan nya.


"Zeze". Zevanya melepaskan pelukkanya saat mendengar suara yang dia rindukan.


"Kak Ron".


"Zeze".


Myron berhambur memeluk Zevanya. Baru pertama kalinya dia merasakan takut dalam hidupnya.


"Kakak, hikssssssssss". Peluk Zevanya menangis.


"Zeze". Myron memeluk Zevanya dengan erat


"Aku merindukanmu". Ucap Myron memeluk Zevanya.


"Aku juga merindukan Kakak. Sangat merindukan Kakak". Balas Zevanya menangis didalam pelukkan pria ini. Entah kenapa saat memeluk Myron dia merasakan kenyamanan dan ketenangan.


Yang lain hanya melihat. Kenzie dan Zoalva menunduk. Menahan sesuatu yang terasa panas dihatinya. Apalagi mendengar Zevanya merindukan Myron, membuat Kenzie sadar bahwa dia tidak akan bisa merebut Zevanya. Cinta tidak bisa dipaksa.


"Dean".


"Sasan".


"Nenes".


"Luluk".


"Kak Kenz".


"Al".


Zevanya memeluk para sepupunya secara bergantian suara tangisan menggema. Mereka memeluk satu sama lain melepaskan semua rasa rindu yang mengembang dalam dada.


Mereka merindukan gadis ini. Gadis yang selalu berisik dan membuat mereka mengeluh kesal. Namun saat Zevanya menghilang dunia mereka terasa hancur berkeping-keping.


"Paman".


"Ayah".


Zevanya memeluk Mars, Sean, Zean, Zaen, Dhanny dan Lucas secara bergantian. Gadis itu menangis karena merindukan keluarga.


"Paman Jomblo". Zevanya berhambur memeluk Arthur.


"Keponakan Berisik". Arthur membalas pelukkan Zevanya. Dia rindu berdebat dengan gadis kecil itu.


"Astaga, kenapa dengan kepalamu?". Tanya Arthur melepaskan pelukkan Zevanya. Wig yang Zevanya kenakan terlepas hingga menampilkan kepala plontos miliknya.


"Sayang". Mereka menghampiri Zevanya dengan panik.


"Zeva". Dean memegang kepala Zevanya.


"Hehhe. Tidak perlu khawatir. Rambutku ingin berganti musim". Kilah Zevanya. Padahal semua orang sudah tahu jika itu efek dari kemoterapi.

__ADS_1


Bersambung....


LoveUsomuch ❤️


__ADS_2