
Fitri duduk dikursi kebesaran Fillipo. Dia adalah orang kedua setelah Fillipo menduduki kursi ini. Ketiga pria itu hanya melihat apa yang akan dilakukan gadis yang didepan mereka ini. Serentak mereka melihat layar laptop, mengelleng kala gadis itu dengan lihai membuka laptop itu tanpa menanyakan kata sandi kepada yang empunya laptop
" Bagaimana kau bisa tahu sandi nya?". Tanya Fillipo yang melihat laptopnya terbuka
" Aku melihat dari jari tanganmu tuan". Jawab Fitri. Mereka bertiga hanya mengangga saja. Lalu melihat gadis itu membuka sebuah web
" Tuan apa kau punya munsuh?". Tanya Fitri
" Banyak". Sahut Fillipo singkat.
" Berapa?". Tanya Fitri lagi
" Tak terhitung". Sahut Fillipo
Fitri sesekali menghela nafas, melihat siapa yang mencuri data perusahaan itu. Tentu dengan lihai dia menemukannya. Dia menggeleng kan kepalanya.
" Kenapa?". Tanya Fillipo yang melihat gadis itu menggeleng.
" Aku sudah menemukannya tuan". Sembari menunjukkan nya kepada mereka bertiga. Mereka terkejut bukan main melihat data yang hilang tiba-tiba ada dilaptopnya.
" Siapa James Tuan?". Tanya Fitri masih mengotak-ngatik laptop nya.
__ADS_1
" Kenapa dengannya?". Tanya Fillipo
" Dia yang mencuri data perusahaan tuan". Jawab Fitri polos. Ketiga pria itu benar-benar dibuat bingung dengan kejeniusan Fitri.
" Tapi tenang tuan. Aku sudah mengambilnya kembali. Dan aku juga sudah menghapus jejak jadi dia tidak akan tahu jika aku yang mengambilnya". Senyum Fitri sumringah
" Lakukan saja". Suruh Fillipo. Tiba-tiba ponsel Fitri berbunyi, dan ketiga pria itu langsung menatap layar ponsel gadis kecil didepan mereka. Fitri menekan tombol biru yang ada dilayar ponselnya.
" Iya kak". Ucap Fitri.
" Jangan lupa makan siang. Obatmu diminum. Hari ini kakak tidak bisa menjemputmu karena banyak pasien dirumah sakit". Ucap diseberang sana
" Baiklah kak". Lanjut Fitri mematikan ponsel
" Sepertinya dia sangat membencimu tuan. Tapi aku yakin dia bukan orang yang kekurangan uang, dia hanya ingin menghancurkan mu saja". Lagi-lagi, Fillipo, Leo dan Lucas hanya diam tak bergeming mendengar penjelasan gadis didepan mereka ini, sulit dipercaya gadis ini memiliki kejeniusan yang luar biasa.
" Tapi sekarang sudah aman tuan, aku sudah menutup semua akses yang bisa mencuri datamu. Kusarankan kau harus lebih teliti tuan". Lanjut Fitri
" Bagaimana kau melakukannya?". Tanya Fillipo
" Itu sih gampang tuan". Senyum Fitri. Mereka bertiga hanya diam dan tak bisa berkata apa-apa lagi.
__ADS_1
" Baiklah Tuan sudah selesai. Kau tidak perlu khawatir lagi". Senyum Fitri pada ketiga pria yang masih menatapnya bingung. Dia berdiri dari tempat duduk lalu bergegas kembali keluar ruangan.
" Siapa dia?". Tanya Lucas yang masih mematung
" Sekretaris baruku". Jawab Fillipo mengotak-ngatik laptopnya melihat yang dikatakan gadis itu.
" Sejak kapan kau punya sekretaris?". Tanya Lucas
" Hhmmm". Hanya disahuti dengan bahasa itu.
" Dia sangat jenius". Ucap Lucas.
" Tuan, kau perlu menjaga gadis itu. Sepertinya dia bukan gadis sembarangan". Tandas Leo pada Fillipo.
" Apa hakku untuk menjaga nya? Dia bukan siapa-siapa, hanya sekretaris ku saja". Jawab Fillipo dingin
" Tapi dia sudah menyelamatkanmu tuan Fillipo yang terhormat". Sambung Lucas.
" Sudahlah biarkan saja. Aku akan memberikan dia bonus sebagai ucapan terima kasihku". Sahut Fillipo.
Leo dan Lucas masih tidak percaya dengan kemampuan Fitri bahkan beberapa kali mereka mengungkapkan kekaguman mereka. Diam-diam Fillipo menyelipkan senyum tipis diwajahnya kala mengingat wajah imut Fitri mengotak-ngatik laptopnya.
__ADS_1
Bersambung.....