Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 81. S2


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA.........


Myron, Zehemia, Zehekiel dan Dean langsung meluncur ke Sanghai, dengan beberapa anggota untuk mencari keberadaan Zevanya. Tak lupa juga Triple L ikut bersama mereka.


Sedangkan Luke, Johannes dan Shawn berjaga diwilayah timur. Meski ada beberapa senjata yang sudah dibobol oleh Aron dan Dave, tapi masih ada beberapa senjata sejarah yang harus mereka kawal. Mengingat kondisi Arthur yang masih belum stabil.


Sementara para orangtua, Fillipo dalam proses pemulihan dan Mars selalu menemani adik iparnya itu. Sean dan Zaen menjaga Markas Black Glorified dan Lion Killer 2. Zean masih fokus menjaga putranya bersama Luna.


Yoshua dan Candy juga panik mencari keberadaan Kenny. Meski hubungan mereka tidak baik. Namun tetaplah Yoshua menyanyangi putri tunggalnya itu. Walau bagaimana seorang Ayah kecewa pada anaknya, dia tidak akan pernah memutuskan hubungan darah.


Myron dan yang lainnya sudah berada di jet pribadi milik Myron. Jet itu mengudara menuju negeri Tirai Bambu, untuk mencari dimana gadis itu.


"Bagaimana Louis?". Tanya Zehemia pada Mutan itu.


"Kami sudah menemukan dimana Nona Zevanya Tuan. Ini". Louis menujukkan peta dilayar laptopnya.


Zehemia dan yang lainnya melihat peta itu. Lalu mereka mengangguk paham.


"Pastikan kedatangan kita tidak diketahui mereka". Tintah Myron.


"Baik Tuan".


"Dean, apa kau membawa senjata yang diberikan Zeze?". Tanya Myron.


"Ada Kak". Dean menunjukkan senjata ditangannya "Aku belum pernah menggunakannya". Sambung Dean.


Zehemia dan Zehekiel menatap senjata itu "Darimana kau mendapatkannya Dean?". Tanya Zehekiel keningnya berkerut.


"Zevanya". Sahut Dean sambil mengelap pistol kecil ditangannya "Kak Myron dan Luke juga mendapat kannya". Sambung Dean.


"Darimana Zeze menemukan senjata itu?". Zehemia dan Zehekiel saling melihat bingung.


"Dia membuat nya sendiri". Ujar Myron menimpali

__ADS_1


"Bagaimana bisa?". Tanya Zehemia dan Zehekiel kompak. Kedua pria kembar itu tidak pernah tahu kemampuan adik mereka.


"Tuan".


"Iya Liam".


Keempat pria itu kompak melihat kearah laptop Liam. Mereka menyimpitkan mata melihat apa yang tertera dilayar laptop tersebut.


"Jadi ini Dave William?". Myron menunjuk gambar dilayar laptop Liam.


"Iya Tuan". Sahut Liam.


"Bukankah dia rekan bisnis mu Kak?". Tanya Zehemia.


"Iya. Aku tidak tahu jika dia pemimpin Black Cobra. Dia juga dosen ditempat Shawn mengajar". Ungkap Myron "Tapi kenapa dia begitu nekat menculik Zeze, apa hubungannya?". Gumam Myron yang masih bisa didengar oleh yang lainnya.


"Sepertinya Tuan Dave, ingin membalaskan dendam nya pada Tuan Shawn". Sahut Lian.


"Dia hamil Tuan".


Myron, Zehemia, Zehekiel dan Dean membulatkan matanya sempurna mendengar jawaban Louis.


"Hamil?". Beo ke-empatnya.


"Iya Tuan. Itulah yang membuat Tuan Dave ingin membalaskan dendam nya. Dengan menculik Nona Zevanya". Tangan Myron terkepal. Jika sampai Dave menyakiti gadis-nya Myron akan membunuh pria itu tanpa sisa.


"Tapi kenapa harus Zeze?". Tanya Zehemia heran. Rahang pria itu juga mengeras. Kenapa adiknya yang menjadi korban padahal Zevanya tidak ada sama sekali hubungannya dengan Dave.


"Menurut perkiraan saya Tuan Dave menyukai Nona Zevanya, Tuan. Tuan Dave juga melihat rekaman CCTV dimana Nona Zevanya menyelamatkan Tuan Shawn, Nona Myra dan Nona Sherlly. Sehingga membuat Tuan Dave berencana menculik Nona Zevanya dan membalaskan dendamnya". Jelas Louis panjang kali lebar kali tinggi. Dia sama sekali tak melihat keempat pria itu.


Lagi-lagi rahang Myron mengeras. Tidak, Zevanya tidak boleh menjadi milik pria lain. Zevanya adalah miliknya. Hanya Myron yang boleh memiliki Zevanya. Karena hanya Zevanya yang bisa membuat Myron sembuh dari phobia nya terhadap wanita.


"Brengsekkkk". Pekik Zehemia "Awas kau Dave William, jika sampai adikku terluka". Nafas Zehemia memburu. Dia marah. Kenapa adiknya?

__ADS_1


Myron juga berusaha menahan emosi. Sudah hampir dua Minggu tidak melihat gadis berisik itu. Sumpah demi apapun Myron merindukan Zevanya. Rindu sifat manjanya. Rindu celotehannya. Rindu renggekkan nya. Rindu mendengarnya berdebat dengan Grabielle.


⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️


Ditempat lain.....


Kenzie dan Zoalva sudah berada di Sanghai, China. Sesuai mereka berdua untuk menyamar agar bisa menemukan dimana rumah Dave. Tak sia-sia kedua pria dingin itu akhirnya menemukan dimana gadis pujaan mereka berada.


"Letak rumah Dave disini". Kenzie dan Zoalva sedang berada dimobil yang letaknya tidak jauh dari rumah Dave.


Kenzie sengaja tidak membawa asissten pribadinya karena dia tidak mau terlihat mencolok dan ketahuan.


"Penjagaan nya ketat Kak". Ucap Zoalva menatap dari jauh bangunan mewah itu. Disana terlihat beberapa pria berbaju hitam tengah berjaga-jaga diluar pagar rumah seperti manekin.


"Apa Zeva benar-benar ada disana?". Gumam Zoalva "Aku sabar bertemu dengannya dan memeluk nya". Zoalva tersenyum sumringah. Tanpa tahu bahwa ucapan nya tengah memancing emosi pria yang duduk disebelahnya.


Kenzie terdiam. Dia memalingkan wajah nya kejendela mobil. Mereka sedang mengintai kediaman Dave. Ingin menyerang tapi sepertinya tidak mungkin. Anak buah Dave yang berjumlah puluhan orang itu bisa menghabisi mereka berdua dengan hitungan menit.


Kenzie bisa saja melakukan penyerangan tapi dia tidak bisa gegabah. Bahkan Kenzie bisa menghabisi mereka dengan jentikkan jari. Tapi Kenzie tidak mau hal itu akan membawa celaka untuk gadisnya.


"Apa yang akan kita lakukan Kak?". Tanya Zoalva matanya terus memantau rumah mewah Dave.


"Kita lihat dulu pergerakkan mereka. Kita tidak bisa masuk begitu saja". Sahut Kenzie dingin.


"Ze, kau dimana? Apa kabarmu? Bagaimana kondisimu? Harusnya kau sudah Kemoterapi. Aku mengkhawatirkan mu". Batin Kenzie menatap kearah rumah itu. Kenzie berharap melihat Zevanya disana. Setidaknya dia bisa melihat gadis itu untuk mengobati semua kerinduannya.


Kenzie menghela nafas pelan. Dia tidak tahu bagaimana perasaannya. Antara balas dendam dan perasaan nyaman. Kenzie tidak bisa membedakan kedua perasaannya itu. Misi nya adalah balas dendam, namun disisi lain ada perasaan ingin melindungi. Apalagi dia tahu jika Zevanya sedang mengindap penyakit ganas ditubuhnya.


Kenzie dan Zoalva masih terus memantau dari jarak jauh. Tidak ada satu pengawal pun disana yang menyadari kehadiran mereka. Padahal terlihat sangat mencolok. Namun, itulah kehebatan Kenzie dia bisa mengelabui munsuhnya.


Bersambung.......


LoveUsomuch ❤️

__ADS_1


__ADS_2