Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 94. S2.


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA.......


Dave meninggalkan rumah sakit. Sementara Tian sengaja ditugaskan oleh Dave untuk menjaga Zevanya dirumah sakit bersama Elena dan Deva.


Dave melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia tersenyum sinis ketika mendapat kabar dari Arata bahwa Myron dan yang lainnya sudah sampai di Markas. Hanya tinggal menunggu dirinya makan mereka akan berperang besar-besaran.


Sampai di Markas Dave langsung disambut oleh anggota Yakuza dan Black Cobra.


"Selamat datang Tuan".


Dave merespon dengan anggukan lalu melangkahkan kaki jenjangnya dengan cepat.


Prok prok prok prok.


Dave bertepuk tangan saat melihat Kenzie, Myron dan Zehemia serta beberapa pria lain nya lagi yang tidak lain adalah Zehekiel, Shawn, Johannes, Luke, Zoalva dan Dean.


"Yang ditunggu-tunggu akhirnya datang". Cibir Dave tersenyum licik.


"Dimana adikku Dave?". Zehemia langsung membentak Dave. Zehemia tak sabar bertemu Zevanya.


"Tenanglah Kakak Ipar. Dia aman bersama ku". Sahut Dave santai sambil mengambil rokok yang disedorkan oleh anak buahnya.


"Katakan Dave". Myron turut berbicara tangannya sudah terkepal menahan emosi ingin rasanya Myron menguliti seluruh tubuh Dave.


"Santai saja Myron". Ujar Dave.


Sedangkan Arata dan anggota Yakuza lainnya hanya menjadi penonton saja. Mereka sudah mempersiapkan diri untuk berperang.


"Katakan apa mau mu Dave?". Kenzie ikut menimpali.


"Apa mauku?". Dave tersenyum licik "Aku menginginkan kepala Shawn". Dave menatap Shawn dengan tajam. Ketika melihat wajah Shawn dia teringat pada adiknya Deva.


"Berikan wilayah timur dan kepala Shawn padaku. Maka aku akan mengembalikan gadis itu". Ujar Dave santai sambil menyesap rokok ditangannya


"Baik". Shawn maju.


Namun Myron dan Zehemia serentak menahan bahu Shawn dan menggeleng. Mereka yakin jika Dave hanya ingin bermain-main saja.


"Jangan banyak persyaratan Dave. Sekarang kembalikan adikku". Zehekiel ikut emosi "Kau tidak bisa menjadikan dia barang taruhan". Timpal Zehekiel.


"Aku hanya memberi pilihan bukan sebagai syarat". Sahut Dave.


Bugh bugh Bugh bugh Bugh Bugh.


Mereka saling memukul tanpa senjata. Sesuai dengan peraturan yang dibuat Arata. Bahwa mereka akan bertarung tanpa senjata.

__ADS_1


Suara pukulan masih menggema dengan jelas. Myron dan Dave saling memukul satu sama lain. Kekuatan dua pria tampan itu dalam ilmu bela diri tidak perlu diragukan lagi.


Berkali-kali Myron memukul wajah Dave dan begitu juga sebaliknya. Dave memukul wajah Myron hingga mengeluarkan darah. Kedua pria itu saling serang menyerang.


Sedangkan Kenzie dan Zehemia menyerang Arata. Pria Jepang itu sangat sulit ditaklukan apalagi dia menguasai ilmu bela diri taekwondo.


Bugh bugh Bugh Bugh Bugh Bugh.


Suara pukulan masih terdengar keras. Mereka baku hantam. Anggota Yakuza yang berjumlah ratusan orang itu menyerang anggota Myron dan Kenzie yang hanya berjumlah puluhan orang. Karena mereka tidak membawa anggota.


.


.


.


Jet pribadi Fillipo mendarat di Bandara internasional Jepang. Para pria paruh baya itu sudah ditunggu oleh Bodyguard dan anggota Lion Killer dan Black Shinee.


"Apa mereka sudah menyerang Markas?". Tanya Mars pada anak buahnya saat mereka masuk kedalam mobil.


"Sudah Tuan".


"Baik kita segera kesana".


Mereka menuju Markas Yakuza. Tentu saja bukan hal yang sulit untuk Fillipo dan Mars mencari Markas tersebut. Dengan kekuasaan mereka didunia gelap semudah menjentikkan jari untuk mencari Markas tersebut.


"Triple L".


"Baik Tuan".


Louis, Liam dan Lian langsung menghamburkan obat bius pada anggota Yakuza dan Black Cobra hingga membuat para lelaki berbadan kekar itu tertidur dan tergelatak diatas tanah.


"Ayo".


Mereka masuk dengan langkah tergesa-gesa. Para pria paruh baya itu ikut baku hantam. Meski ini pertama kalinya mereka bertarung tanpa senjata apapun. Benar-benar dengan tangan kosong.


.


.


.


.


Luna dan Grace menjaga Grabielle dirumah sakit. Sejak Grace positif hamil, Luna benar-benar menjaga putrinya itu dengan baik. Bagaimana pun anak yang ada didalam kandungan Grace adalah cucunya nanti. Dia tidak mau lagi membuat putri nya merasa terbuang.

__ADS_1


Sedangkan Aron masih disekap oleh Myron dan Zehemia di dekat kandang San. Setiap hari pria itu histeria ketakutan. Melihat ular sanca yang luar biasa besarnya. Apalagi saat melihat tatapan ular menyeramkan itu membuat Aron memberontak ingin keluar


Sedangkan Kenny berada dirumah sakit jiwa. Wanita itu depresi sampai gila. Yoshua dan Candy terpukul melihat kondisi Kenny. Namun keduanya berusaha membuat Kenny sembuh dari sakit gilanya. Wanita itu tidak terima jika dirinya hamil. Apalagi yang menghamili nya adalah pria yang juga suami dari sahabatnya.


"Bielle". Grace mengenggam tangan adiknya "Ayo bangun. Kakak merindukanmu". Lirih Grace "Kau tahu tidak bahwa sebentar lagi kau akan menjadi Paman. Kau akan punya keponakan". Seru Grace sambil mengusap perutnya yang sudah mulai membuncit. Usia kandungan Grace memasuki bulan ketiga.


Luna mengelus punggung putrinya. Bagaimana pun rasa kecewanya sebagai seorang Ibu dia tetaplah menyanyangi anaknya.


"Bagaimana kandunganmu Nak. Apa kau masih mengidam?". Tanya Luna penuh perhatian. Luna teringat saat dia hamil dulu, sang Ibu selalu siaga menjaganya.


"Dia sehat Mom. Masih Mom. Hanya saja tidak separah trisemester". Jawab Grace tersenyum.


"Sehat-sehat ya cucu Oma". Ujar Luna tersenyum hangat mengelus perut putrinya.


"Lun".


"Kak".


Merry, Dea, Pearce, Christy dan Elizabeth masuk kedalam ruang rawat Grabielle. Kelima wanita paruh baya yang masih cantik dengan penampilannya itu sangat mempesona.


Luna tersenyum melihat para Kakak iparnya datang menjengguk putranya.


"Bagiamana keadaan Bielle?". Tanya Merry sambil meletakkan buah tangan yang dia bawa tadi.


"Tidak ada perubahan". Sahut Luna tersenyum getir "Dia masih betah tidur padahal sudah beberapa bulan tidak bangun". Lanjut Luna lagi dengan wajah sendu dan juga kecewa


"Sabar ya Lun. Bielle pasti baik-baik saja". Christy mengelus punggung Kakak iparnya.


"Terima kasih Christy". Jawab Luna.


"Grace, bagaimana kandunganmu?". Dea mengelus perut keponakan nya. Dia yang seorang dokter tentu paham masalah kandungan.


"Setelah melewati trisemester sudah lebih baik Bi. Mual ku juga berkurang". Sahut Grace dengan tersenyum. Dia bahagia menjadi Ibu hamil. Meski mengandung anak dari pria bajingan seperti Aron.


"Jaga kesehatan ya Grace. Jangan terlalu banyak berpikir. Usahakan jangan stress. Makan makanan yang bergizi tinggi dan kalau bisa sesekali berolah raga". Ujar Dea lagi.


"Iya Bi. Terima kasih". Senyum Grace.


"Bagiamana masalah Zevanya? Apa ada tanda jejaknya?". Tanya Grace. Dia merasa bersalah pada Zevanya.


Pearce menghela napas panjang "Belum ada. Tapi Paman dan yang lainnya sedang mencari dimana keberadaan Zeze". Sahut Pearce.


Grace terdiam. Dia tidak tahu harus mengatakan apa. Dia tidak terlalu mengenal Dave. Dia mengenal Dave karena Kenny dan Aron. Terlihat Dave memang pria kejam. Tapi Grace teringat bagaiman zevanya membungkam Dave dengan perkataan nya yang spontan dan suka membuat Dave kesal.


Bersambung.....

__ADS_1


LoveUsomuch ❤️


__ADS_2