
SELAMAT MEMBACA.....
Dhanny segera memerintahkan para pengawalnya untuk menyiapkan jet pribadi miliknya. Dia akan segera terbang ke Korea Utara. Dhanny sudah melacak keberadaan Mars dan Arthur.
"Mars akan kubunuh kau". Pekik Dhanny sambil mengepalkan tangan nya "Fitri, tunggu aku sayang. Maaf sudah membuatmu dalam bahaya. Maaf sudah membawamu dalam masalah. Aku terlalu takut untuk kehilanganmu, hingga mengorbankan segala cara untuk mendapatkan mu. Tapi takdir seakan tak rela jika aku memilikimu, kini aku sadar obsesi ku membuatmu dalam bahaya. Aku berjanji akan menemukanmu dan meminta maaf padamu, aku akan melepaskan mu demi kebahagiaan mu. Kau harus bahagia gadis kecilku, meski tak harus bersamaku". Lirih Dhanny menatap kosong kedepan.
Jet pribadi itu telah mengudara dengan tenang. Dhanny sangat gelisah, dia takut jika Mars melukai Fitri dan menyakiti gadis itu. Dhanny menyesal telah menculik Fitri, jika Dhanny tahu Mars akan membawa Fitri jauh darinya lebih baik Dhanny yang membawa Fitri pergi.
Dhanny mulai sadar, bahwa cinta tidak bisa dipaksa. Selama mengenal Fitri puluhan tahun membuat Dhanny merasa nyaman berada disamping gadis itu namun tak bisa membuat Fitri jatuh cinta padanya.
"Maaf Tuan, sepertinya akan sulit kita masuk ke pulau itu, karena sistem keamanan disana dijaga sangat ketat oleh tentara terbaik Korea Utara". Jelas Alvian.
"Tetap lakukan perlawanan, bagaimana pun kita harus menemukan Fitri". Perintah Dhanny.
"Baik Tuan". Sahut Alvian.
Sedangkan Pedrosa, Philip, Sam dan Alexander juga menuju kesana. Sam dan Pedrosa tampak tak sabar untuk segera sampai kepulau tersebut bahkan terlihat kegelisahan tidak tenang diwajah kedua pria paruh baya itu.
"Tuan, sistem keamanan disana dijaga dengan ketat. Tim kita tidak bisa meretasnya". Lapor Adam
Sam mendelik dengan mata horor nya "Berapa lapisan sistem keamanan nya?". Tanya Sam.
"Lima puluh kata sandi dan seratus lapisan Tuan". Sahut Adam
"Biar ku coba". Sam mengambil alih duduk didepan komputer.
Sam dengan lancar menekan tombol-tombol komputer itu.
Tak tak tak tak tak tak tak
Suara keyboard komputer saling bersahutan. Sam berusaha masuk kedalam sistem keamanan disana, berusaha meretas dan menghacker sandi yang dibuat begitu sulit.
Sam menghela nafas kasar saat virus buatan nya tak bisa masuk kesana. Sepertinya sistem tersebut sengaja dibuat sulit. Seperti dugaan mereka bahwa Mars sudah tahu jika mereka akan menemukan tempat persembunyian.
"Bagaimana Sam?". Tanya Pedrosa.
Sam menghela nafas kasar "Tidak bisa. Virus buatan ku gagal masuk". Sam menyenderkan punggungnya "Coba hubungi Zaen, apakah dia bisa meretasnya?". Perintah Sam pada Pedrosa.
"Baik". Pedrosa segera mengambil ponselnya.
Tut Tut Tut Tut Tut.
__ADS_1
"Hallo Boy?". Sapa Pedrosa.
"Iya Ayah?".
"Apakah kau bisa meretas sistem keamanan disana?".
Terdengar suara helaan nafas berat disana.
"Maaf Ayah sistemnya sangat ketat, bahkan virus buatan ku langsung ditolak dan laptopku erorr".
"Lalu, kita harus bagaimana Boy? Bagaimana pun caranya kita harus menemukan adik kalian disana. Ayah takut dia kenapa-napa". Lirih Pedrosa khawatir.
"Ayah tenang saja! Aku sudah meminta Leo untuk membawa Triple L kesini". Sahut Zaen.
"Triple L?". Beo Pedrosa
"Mutan yang Fitri ciptakan Ayah. Mereka memiliki kemampuan layaknya manusia biasa, bahkan kemampuan mereka diatas kita. Zaen yakin mereka bisa membantu kita". Timpal Zaen berusaha sedikit memberikan harapan pada Ayahnya, karena Zaen tidak mau membuat mereka khawatir.
"Ayah percaya padamu, Boy".
"Baik Ayah! Ayah bilang Daddy untuk tetap tenang. Zaen janji, akan membawa Fitri dalam keadaan utuh. Jaga kesehatan kalian. Apa kalian juga menuju kesini?".
"Baiklah, Zaen tutup telponnya. Love you Ayah". Ucap Zaen terkekeh.
Pedrosa mendelik mendengar ucapan putranya. Belum dirinya sempat mengomel Zaen sudah mengambil seribu langkah untuk menutup telponnya, karena dipastikan Ayahnya akan mengomel panjang seperti rel kereta api.
"Bagaimana?". Tanya Sam.
"Zaen, akan meminta bantuan pada Triple L". Sahut Pedrosa
"Triple L?". Seru Sam "Maksudmu, manusia buatan itu?". Sambung Sam lagi
"Iya. Kata Zaen mereka memiliki kemampuan, seperti manusia biasa bahkan kemampuan mereka diatas kita". Sahut Pedrosa.
Mendengar penjelasan Pedrosa wajah Sam langsung murung, dia teringat pada putrinya. Putrinya itu memang aneh dan unik, bahkan kejeniusan nya membuat dia berbeda dari gadis-gadis pada umumnya.
Sam menghela nafas berat. Sam berharap Mutan itu bisa membantu mereka untuk masuk kesana, agar mereka bisa segera bertemu Fitri. Sam tak bisa membayangkan sesuatu buruk terjadi pada putrinya itu.
"Tuhan, kumohon selamatkan putriku. Aku tidak sanggup melihatnya terluka lagi dan lagi. Dia sudah terlalu banyak berkorban dan jadi korban, dia segala nya bagi Tuhan. Aku takkan sanggup hidup jika sampai terjadi sesuatu padanya". Batin Sam terdiam
Pedrosa yang melihat Sam termenung, menepuk pundak Ayah dari Putri kesayangan nya itu.
__ADS_1
"Tenanglah Sam, semua akan baik-baik saja! Fitri gadis yang kuat, bukankah ini bukan untuk pertama kalinya? Bahkan dia pernah melewati rintangan yang lebih berat dari ini saat dia menyelamatkan mu waktu itu! Jadi aku percaya bahwa dia juga akan baik-baik saja dan bisa melewati ini". Pedrosa memberi kekuatan pada Sam.
"Iya Sam benar. Putrimu gadis yang tangguh". Philip menimpali.
"Iya benar Sam. Kenapa aku jadi yakin jika Mars akan dibuat jantungan oleh putrimu! Jadi kupikir Mars lah yang akan teraniaya bukan Fitri". Alexander berucap dengan terkekeh, berusaha mencairkan suasana yang terasa dingin dari tadi.
Pedrosa dan Sam terkesiap mendengar ucapan Alexander, yang memang benar. Mereka sampai lupa siapa Fitri, bahkan gadis itu dengan tenang menghadapi Park dan Michael saat mengancam nya kala itu.
Sam teringat, wajah David yang dibuat bungkam oleh putrinya. Setiap kali bertemu Fitri David selalu saja dibuat tak berkutip dengan ocehan gadis ajaib itu.
Sam terkekeh mengingat kelakuan putrinya yang menurutnya diluar nalar. Bahkan berhasil membuat dirinya geleng-geleng kepala.
"Kau benar Xander. Putriku itu aneh dan ajaib, yah bahkan aku bisa membayangkan bagaimana frustasinya Mars dibuat olehnya, hahah". Sam tergelak seakan lupa dengan kepanikkan dan kesedihan nya.
Begitu juga dengan Pedrosa. Pedrosa tersenyum berkali-kali mengingat wajah Fitri. Pedrosa baru ingat jika Fitri bisa membungkam seseorang dengan ucapannya yang spontan.
Ditempat lain.
Leo dan Triple L sudah berada didalam jet milik Pedrosa. Mereka sudah mempersiapkan segala.
Triple L sibuk dengan laptop mereka masing-masing, sementara Leo hanya mengawasi. Leo sampai dibuat tercenggang oleh kemampuan ketiga Mutan itu. Leo teringat pada Fitri yang juga memiliki kemampuan yang sama.
Pantas saja Mutan ciptaannya memiliki kemampuan itu, karena si penciptanya saja sudah lebih dulu menguasai semuanya.
Dalam hitungan menit ketiga Mutan itu berhasil memasuki sistem keamanan disana. Tentu saja itu semua berkat virus buatan Fitri yang memang sengaja dia buat untuk ketiga Mutan nya. Karena Fitri tahu jika suatu saat ketiga Mutan itu pasti bisa membantu orang-orang disekitar mereka saat dia tidak ada.
"Tuan, kami sudah meretas sistem keamanan disana. Kita bisa masuk, tapi tetap saja disana penjagaan nya ketat jadi harus lebih hati-hati dan persiapkan diri". Jelas Liam
"Baik". Sahut Leo terkagum-kagum dengan ketiga Mutan itu. Sungguh hebat. Andai saja mereka manusia, Leo pasti akan langsung memeluk ketiganya untuk mengucapkan kata terima kasih.
**Bersambung......
Hai para readers tercinta. Kali ini aku akan up beberapa bab ya, mumpung udah mau ending jadi disemangati buat namatin ceritanya.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini, biar author tahu siapa saja yang mendukung author.
Terima kasih....
GBU..
LoveUall**...
__ADS_1