Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 102. S2


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA......


Hari pernikahan Shawn dan Deva. Digelar cukup meriah. Tak main-main, Zaen menyambut kedatangan cucunya dengan mewah. Dia juga mengadakan pesta pernikahan mewah untuk putra pertamanya, Shawn.


Dave dan Arata tersenyum melihat Deva tersenyum bahagia. Dengan gaun pengantin yang melekat ditubuh rampingnya. Meski sudah melahirkan anak namun tubuh Deva masih terlihat cantik.


"Kak Dave". Deva memeluk sang Kakak.


"Deva". Dave membalas pelukkan adiknya "Selamat ya". Ujar Dave tersenyum simpul. Tugasnya untuk menjaga Deva sudah selesai. Sekarang waktunya Dave menyerahkan Deva pada suaminya.


"Terima kasih Kak. Semoga Kakak juga menemukan wanita yang mencintai Kakak". Sahut Deva.


Dave hanya memaksakan senyum simpul. Dia tidak yakin akan jatuh cinta lagi. Bahkan dia pernah jatuh cinta namun patah sebelum dia mengungkapkan perasaannya pada seorang gadis bernama Zevanya.


"Jaga adikku dengan baik. Ingat setetes air mata jatuh dipipinya, seharga satu biji matamu". Ancam Dave memeluk Shawn.


Shawn menelan salivanya susah payah "Pasti Kakak ipar". Sahut Shawn kikuk. Deva hanya tersenyum.


Elizabeth dan Zaen menghampiri kedua pasangan itu sambil mengendong bayi tampan dipelukkan mereka.


"Haiii putra Mommy". Deva mencium pipi gembul anaknya.


"Selamat ya Nak". Elizabeth memberikan ciuman hangat dikening menantunya.


"Terima kasih Mom". Senyum Deva.


"Apa kalian sudah memiliki nama untuk putra kalian?". Tanya Zaen mengendong cucunya. Tak menyangka jika dia sudah menjadi seorang Kakek.


"Sudah Dad".


"Nataniel William Flint". Sahut Shawn dan Deva bersamaan.


"Wahhh nama yang bagus setampan orangnya". Elizabeth menciumi wajah cucunya dengan sayang.


Kenny dan Grace juga sedang menggendong bayi dalam pelukan mereka berdua. Anak Kenny berjenis kelamin laki-laki. Sedangkan anak Grace berjenis kelamin perempuan. Meski satu suami, namun keduanya tak pernah berdebat atau bermasalah. Mereka berdua selalu kompak.


"Selamat ya Shawn".


"Selamat Shawn".


Ucap Kenny dan Grace naik keatas pelaminan sambil mengendong bayi mereka. Dikuti oleh Aron dan Arata.


"Sini sayang biar aku gendong dulu baby nya". Grace memberikan putrinya pada Aron.


"Terima kasih Grace. Kenny". Senyum Shawn membalas pelukkan mereka.


"Hai Sasan". Teriakkan Zevanya menggema. Membuat mereka menoleh kearah Zevanya dan Myron yang berjalan masuk.


"Hehhe". Zevanya cenggegesan saat semua mata menatapnya "Tidak perlu melihat ku seperti itu". Ucap Zevanya menahan malu.


Myron melingkarkan lengannya dipinggang Zevanya dengan posessif. Apalagi saat melihat Dave. Myron takut jika dosen se ons itu masih menyukai kekasihnya.


"Kak Zeva". Deva memeluk zevanya dengan sayang.


"Selamat ya adik ipar". Senyum Zevanya.


"Ck, aku lebih tua darimu. Harusnya kau memanggilnya Kakak ipar". Protes Shawn.


"Aku yang paling tua". Sergah Zevanya tak mau kalah "Selamat Sasan". Zevanya memberikan pelukkan hangat pada Zevanya.


"Namaku Shawn bukan Sasan". Protes Shawn. Zevanya hanya cekikikan geli.


"Hai Baby NWF". Sapa Zevanya. Deva dan Shawn mendelik. Sedangkan Grace dan Kenny menggeleng gemes. Zevanya tak berubah sama sekali


"NWF itu apa?". Tanya Shawn tak terima anaknya dipanggil nama yang tidak jelas .


"Nataniel William Flint". Senyum Zevanya mencium bayi munggil itu.


Acara berlangsung sangat mewah. Zevanya tersenyum bahagia melihat keluarganya berkumpul. Penghuni Mansion akan semakin bertambah dengan kehadiran para cucu dari keluarga Ranlet Flint, Wilmar, Alexander dan Putra.

__ADS_1


"Sayang". Myron menarik Zevanya mendekat.


"Iya Kak?". Zevanya mendongkrak kan kepalanya untuk melihat wajah Zevanya.


"Apa masih sakit?". Zevanya menggeleng. Zevanya masih melakukan beberapa treatment untuk menghilangkan bekas kemoterapi yang melekat ditulang-tulang nya


"Sehat-sehat ya". Myron membenamkan wajah Zevanya didadanya. Berusaha meresapi pelukkan gadis ini.


Dave memalingkan wajahnya. Ada sesuatu yang panas menjelajar dihati Dave. Rasa cemburu. Bagaimana pun, Zevanya adalah gadis pertama yang membuatnya jatuh cinta. Namun, dia sadar bahwa cinta memang tidak bisa dipaksa.


Begitu juga dengan Kenzie. Meski dia dan Lucy sudah bertunangan. Namun hatinya tak bisa berbohong bahwa dia selalu cemburu saat Myron dan Zevanya bermesraan.


.


.


.


Hari pernikahan masal.


Zehemia dan Eidra.


Zehekiel dan Ruth.


Dean dan Joanna.


Johannes dan Myra.


Luke dan Sherlly.


Telah digelar di Mansion mewah keluarga Ranlet Flint. Semua anggota keluarga tengah disibukkan dengan persiapan pernikahan para anak-anak mereka.


Zoalva dan Grabielle yang belum mendapat pasangan sangat antusias membantu persiapan pernikahan mereka.


Zoalva yang belum memikirkan sampai kesana hanya bersantai-santai saja. Apalagi dia belum mendapatkan kekasih hati. Jadi untuk apa buru-buru.


Begitu juga dengan Cassanova kakap yang satu ini yaitu Grabielle. Dia memang masih ingin menikmati masa mudanya sebagai pria single dan tentunya masih bisa menjelajah dunia mudanya.


"Selamat Kak Iel".


Zevanya berhambur memeluk kedua Kakak nya dengan bahagia.


"Ze". Kedua pria yang baru saja beristri itu memeluk adik mereka dengan tangis haru dan bahagia.


"Zeze, jaga diri baik-baik ya". Pesan Zehemia mengelus kepala adiknya dengan sayang.


"Siap Kakak".


"Daddy sini". Fillipo ikut memeluk ketiga anak kembarnya.


Setetes butiran bening lolos dipipi tua Fillipo. Dia teringat 25 tahun yang lalu saat Fitri juga memberi selamat pada ketiga kakak nya dan semua itu bagaikan tayangan televisi yang telah terekam kembali diotak Fillipo.


"Daddy jangan menangis". Zevanya mengusap pipi Fillipo.


"Daddy bahagia sayang". Fillipo kembali ketiga buah hatinya.


Zehemia dan Zehekiel memeluk Zevanya dan Fillipo dengan erat. Setelah ini kedua orang ini bukan lagi prioritas mereka karena mereka akan fokus pada istri dan anak-anak mereka nanti.


"Selamat ya Son". Fillipo melepaskan pelukkannya "Jaga istri mu dengan baik". Pesan Fillipo.


"Iya Daddy".


"Kak Eidra. Kak Ruth. Peluk aku". Kedua wanita itu memeluk Zevanya dengan sayang. Zevanya adalah adik ipar yang baik.


"Selamat Kak. Titip Kak Hem dan Kak Iel ya".


"Iya Ze. Terima kasih ya". Ucap Eidra dan Ruth bersamaan.


Zevanya dan Myron beralih pada Johannes dan Myra.

__ADS_1


"Nenes, Rara". Pekik Zevanya menghampiri pelaminan kedua sepupu nya.


"Sayang pelan-pelan". Tegur Myron sabar. Dia hampir dibuat jantungan melihat Zevanya berlari ketika masih dalam masa pemulihan.


"Johannes Nya. Bukan Nenes". Protes Johannes menyambut pelukkan hangat Zevanya.


"Selamat untuk sepupuku yang tidak tampan". Celetuk Zevanya.


"Kau ini.......". Sean yang gemes melihat tingkah Zevanya sungguh sangat mengingatkannya pada sosok Fitri.


"Selamat Paman Sean". Celetuk Zevanya.


"Ck, yang menikah Johannes dan Myra. Kenapa bilang selamat pada Paman?". Protes Sean.


"Hehe, barangkali. Paman Sean ingin menikah lagi". Celetuk Zevanya.


Christy dan Merry yang hanya menggeleng gemes. Zevanya selalu suka membuat orang lain gemes dengan tingkah lakunya yang manja, cerewet dan berisik.


"Selamat ya Rara".


"Terima kasih Kak. Maaf Kak namaku Myra bukan Rara". Ujar Myra setengah kesal.


"Selamat My". Ucap Myron berlindung dibelakang Zevanya. Alerginya masih berlaku


"Ck, Kak. Kenapa kau payah sekali. Pada adikmu saja masih alergi seperti itu". Protes Myra kesal.


Mars dan Merry hanya terkekeh pelan. Merry sangat bahagia jika Zevanya dan Myron bisa bersama. Zevanya adalah menantu impian. Sudah lama dia berharap jika Zevanya dan Myron bersama.


Zevanya dan Myron menghampiri Dean dan Joanna yang juga sedang bersalaman dengan para tamu undangan.


"Dean. Nana".


"Selamat ya".


"Terima kasih Nya". Dean memeluk Zevanya.


"Sama-sama Dean". Senyum Zevanya


"Selamat Dean". Myron ikut memberi salam


"Terima kasih Kak".


Acara berlangsung dengan meriah. Tak main-main pesta pernikahan mewah itu mendatangkan para artis ternama dan penjabat negara.


Fillipo dan Mars adalah pria paling berpengaruh baik didunia Mafia maupun dunia bisnis. Meski usia mereka tak muda lagi namun mereka tetap saja dihormati dan disegani.


"Luluk. Lyly".


"Selamat ya


"Terima kasih Nya".


"Terima kasih Kak Zeva".


Zevanya harus berkeliling memberi selamat pada para pasangan pengantin itu. Myron dengan sabar mengikuti Zevanya dari belakang sambil menggeleng salut. Kekasihnya itu tak lelah-lelah nya berkeliling.


"Kak Kenz. Cycy".


"Zeze".


"Kak Zeva".


"Selamat ya". Zevanya memberikan pelukkan hangat pada Lucy


"Terima kasih Kak".


Tangan Myron melingkar dipinggang Zevanya apalagi saat melihat Kenzie yang curi-curi panjang membuat jiwa cemburu nya menjadi-jadi.


Bersambung....

__ADS_1


LoveUsomuch ❤️


__ADS_2