Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 19. S2


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA....


Mansion Ranlet Flint, masih dipenuhi dengan suasana bahagia menyambut hari lahir jadi anak-anak mereka.


“Selamat ulang tahun ya Son”. Ucap Sean pada putra nya Johannes


“Terima kasih Dad”. Johannes memeluk Ayahnya.


Fillipo juga tersenyum bahagia melihat ketiga anak kembarnya. Bahkan tak terasa air mata bahagia menetes dipipinya. Selama dua puluh tahun dia merawat ketiga buah hatinya sendiri. Meski sering mengabaikan mereka karena larut dalam kesedihan, namun Fillipo tetap merawat ketiga anaknya dengan penuh kasih sayang.


“Selamat ulang tahun ya sayang. Maafkan Daddy”. Fillipo memeluk Zevanya. Putrinya ini selalu mampu membuat rindunya terobati terhadap sang istri. Copyan istrinya melekat sepenuhnya pada Zevanya.


“Terima kasih Daddy”. Zevanya bergelut manja dipelukkan Filiipo. Dia membenamkan kepalanya didada bidang Ayahnya itu, berusaha mencari kenyamanan.


“Terima kasih sudah hadir dikehidupan Daddy sayang”. Fillipo mengecup pucuk kepala anaknya.


Ucapan selamat dan terima kasih, masih terdengar menggema di Mansion mewah itu. Para orangtua juga menyiapkan hadiah untuk anak-anaknya.


“Al”. Sapa Zevanya pada seorang pria yang duduk sendirian dikursi pojok sambil menikmati segelas anggur ditangannya.


“Va”. Senyum pria itu membalas sapaan gadis kecil yang sedari tadi ingin dia hampiri.


“Selamat ulang tahun”. Zevanya mengulurkan tangan munggilnya kearah Zoalva.


Zoalva menatap uluran tangan itu, sebelum akhirnya dia sambut “Terima kasih dan selamat ulang tahun juga”. Zoalva tersenyum hangat “Ini untukmu”. Zoalva menyerahkan sebuah kotak berukuran cukup besar pada Zevanya.


“Wahh, terima kasih Al”. zevanya menyambut dengan senyuman sumringgah “Ini bukan bom bunuh diri ‘kan?”. Tanya Zevanya tanpa dosa wajahnya sangat menggemaskan.


Zoalva terkekeh gemes “Ck, kau ini…..”. Zoalva mencubit pipi Zevanya dengan gemesnya.


“Ishhhhhh, Al. Sakit”. Renggek Zevanya mengelus pipinya yang terasa panas karena dicubit Zoalva.


“Hahaha, maaf-maaf. Sini aku bantu elus”. Zoalva mengelus pipi gadis itu. Dia tersenyum hangat saat menyentuh wajah mulus gadis cantik itu.


“Maaf ya, masih sakit?”. Tanya Zoalva merasa bersalah. Wajah Zevanya sedikit memerah karena bekas cubitan Zoalva.


Zevanya menggeleng tersenyum “Tidak Al”. Senyum Zevanya yang tahu jika pria ini merasa bersalah padanya. Ya Zoalva akan hangat jika bersama Zevanya. Zevanya yang menjadi teman masa kecilnya. Gadis itu yang selalu memahami keadaaan dan kondisi hatinya.

__ADS_1


Zehemia dan Zehekiel menghampiri kedua orang itu.


“Selamat ulang tahun Zo”. Kedua pria itu tersenyum hangat pada Zoalva.


Wajah Zoalva yang tadi tersenyum hangat, lalu berubah menjadi dingin dan sulit ditebak. Namun tak disadari oleh mereka termasuk Zevanya.


“Terima kasih. Selamat ulang tahun juga”. Zoalva menyambut uluran tangan mereka dengan memaksakan senyum diwajahnya meski hatinya sudah mengumpat dan mengerutu.


Acara masih berlangsung dengan meriah. Suara canda dan tawa masih terdengar memenuhi ruangan Mansion mewah kediaman Ranlet Flint.


Myron berjalan menghampiri Zevanya. Gadis itu sedang asyik berbicara dengan kedua Kakaknya dan juga Zoalva.


“Ze”.


Mereka semua menoleh kearah suara. Termasuk Zoalva.


“Kak Ron”. Balas sapaan Myron dan tersenyum hangat. Meski pun Grace mengancamnya untuk menjauhi Myron. Namun Zevanya tak melakukan itu. Bukan dia tak tahu diri, namun dia tidak mau Myron merasa dijauhi. Apalagi pria ini mengindap OCD yang butuh perhatian khusus.


“Selamat ulang tahun. Ini untukmu”. Semua orang tercenggang mendengar ucapan Myron. Myron juga menyerahkan kotak kecil pada Zevanya.


“Terima kasih Kakak ku”. Ucap Zevanya menyambut uluran tangan dan hadiah ditangan Myron. Dia sudah menganggap Myron seperti Zehemia dan Zehekiel sebagai Kakak nya.


“Apa ini Kak?”. Zevanya penasaran karena kotak itu sangat kecil “Tidak mungkin isinya mobil?”. Celetuk Zevanya.


Myron terkekeh mendengar pertanyaan tak masuk akal Zevanya, begitu juga Zehemia dan Zehekiel “Ck, kau ini”. Ucap Myron tersenyum gemes. Beberapa hari ini Zevanya seperti menjadi obat OCD yang dia hindap.


Zoalva mengepal kan tangannya. Dia sampai memalingkan wajahnya. Dia cemburu dan tidak suka ada seseorang yang membuat Zevanya tersenyum seperti itu. Zoalva bisa melihat bahwa Myron memiliki rasa terhadap Zevanya dan Zoalva takkan membiarkan itu.


Tanpa mereka sadari sedari tadi seorang gadis menatap mereka dengan benci siapa lagi jika bukan Grace. Bahkan buku-buku tangan gadis itu terlihat memutih saking kuatnya dia mengepalkan tanganya.


“Kau benar-benar ingin kusingkirkan Zevanya”. Batin Grace, dia melenggang pergi dari sana. Dia tidak mau emosinya semakin memuncak.


Myron mengucapkan selamat hanya pada Zevanya dan bahkan memberi gadis itu hadiah yang tidak dia berikan pada orang lain. Tentu saja itu membuat semua orang yang di Mansion tercenggang dan bertanya-tanya. Setiap tahun Myron hanya hadir dan duduk tanpa ekspresi. Tak ada yang tahu apa yang dipikirkan pria tampan itu. Namun tahun ini berbeda, Myron justru menyiapkan kado untuk Zevanya. Entah ada motif apa Myron sendiri tidak tahu.


Grabielle berjalan dengan gaya cool nya senyum manis mengembang diwajah tampan pria berusia 23 tahun itu.


“Hai Kak Zeva, selamat ulang tahun”. Pekik Grabielle menghampiri gadis itu.

__ADS_1


“Aha, adikku yang tidak tampan terima kasih”. Zevanya memberikan pelukkan hangat pada Grabielle.


Grabielle mengendus kesal “Ck, Kak. Kau ini keterlaluan sekali. Wajah tampan begini, kau bilang tidak tampan. Sungguh keterlaluan”. Protes Grabielle tetap membalas pelukkan Kakak sepupunya itu.


“Heheh”. Zevanya cenggesan sambil menampilkan wajah menggemaskannya.


“Ini untukmu Kak. Isinya bom bunuh diri, awas jangan dibuka. Buka saja pas Kakak lagi sendirian. Kan kalau meledak Kakak sendiri yang kena”. Celetuk Grabielle sambil tertawa gemes melihat wajah kesal Zevanya yang lucu saat cemberut.


“Awas saja jika benar, akan kuledakkan perusahaanmu”. Ancam Zevanya sembari bercanda.


“Cihh, kau seperti Mafia saja Kak membuatku merinding”. Olok Grabielle. Lalu mereka berdua tertawa. Zevanya dan Grabielle selalu suka bercanda. Mereka berdua heboh jika bertemu dan suka sekali berdebat. Zevanya sosok yang menyenangkan. Grabielle tidak peduli, jika Grace tidak suka Zevanya bagi Grabielle Zevanya sudah seperti Kakak kandungnya sendiri.


“Haii gadis kecil”. Suara menggema memasuki ruangan Mansion. Semua orang menoleh.


“Paman Arthur”. Pekik Zevanya.


“Sayang, jangan teriak-teriak”. Tegur Fillipo, Zehemia dan Zehekiel.


“Hehhe”. Zevanya cenggesan sambil mengaruk tengkuknya.


“Selamat ulang tahun ponakkan Paman yang menyebalkan”. Arthur merentangkan tangannya agar Zevanya segera menyambut “Sini, peluk Paman”. Ucap Arthur.


“Apa Paman sudah mandi?”. Seru Zevanya tanpa dosa.


“Ck, kau ini. Cepat sini”. Zevanya langsung masuk kedalam pelukkan.


“Selamat ulang tahun ya”. Senyum Arthur melepaskan pelukkanya “Ini untukmu”. Senyum Arthur hangat.


“Terima kasih Paman. Semoga Paman cepat laku”. Celetuk Zevanya.


“Cihhh, kau ini. Berhenti membuat Paman kesal”. Arthur memutar bola matanya malas. Usia nya yang hampir kepala enam tak pernah berpikir untuk menikah.


Yang lain ikut terkekeh. Selalu saja kedua orang berbeda gender itu berdebat setiap kali bertemu. Tentunya mengundang suasana tawa dan hangat bagi siapa saja.


Jika dulu Fitri dan David yang suka berdebat, dan David sering dibuat jantungan oleh ucapannya. Sekarang Zevanya dan Arthur yang sering berdebat. Namun, Zevanya tidak seperti Fitri dulu yang sering membuat David jantungan dengan kemampuannya. Sedangkan Zevanya suka mengolok pria yang tidak menikah itu dan jadilah mereka berdebat hal yang tidak penting. Arthur belum saja tahu kemampuan gadis itu.


Bersambung.

__ADS_1


LoveUsomuch ❤️


__ADS_2