Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 46


__ADS_3

Disebuah markas, tampak seorang laki-laki tengah duduk disebuah kursi sambil menyilangkan kedua kakinya, tangannya dilipat ke dada. Tatapannya tajam namun mematikan siapapun yang melihatnya akan menelan salivanya dengan susah payah.


“ Maaf Tuan, kenapa Tuan menangkap saya?”. Tanya pria paruh baya itu, kedua tangannya diikat


“ Apa kau mengenalku?”. Tanyanya pada pria paruh baya itu.


“ Tentu Tuan. Siapa yang tidak mengenal anda”. Jawab pria paruh baya itu.


“ Baiklah!! Sekarang katakan dimana kau mengantar gadis itu?”. Tanyanya santai sambil menatap tajam pria paruh baya itu.


“ Dibandara Internasional Tuan”. Sahut pria paruh baya itu lagi


“ Apa kau tahu kemana ia akan pergi?”. Tanyanya lagi tatapannya seakan ingin memakan hidup-hidup.


“ Dia tidak mengatakan apapun Tuan. Dia hanya mengatakan bahwa dia kabur karena ketakutan”. Jawab pria paruh baya itu.


“ Baiklah!!! Apa dia berpesan sesuatu padamu, sebelum dia memasuki bandara?”. Tanyanya lagi


“ Dia hanya mengatakan ada sebuah aplikasi diponselku dan dia menciptakan aplikasi itu untuk memperluas usaha taksiku. Dia juga mengatakan tidak ada uang sama sekali, hanya itu saja yang dia katakan padaku Tuan”. Sahut pria paruh baya itu dengan tangan bergetar hebat karena ketakutan. Iya pria paruh baya itu adalah supir taksi yang ditumpangi Fitri kala menuju Bandara Internasional Jerman. Setelah melakukan penyelidikan panjang akhirnya Fillipo menemukan taksi yang ditumpangi Fitri. Namun sayang tak ada jejak yang bisa menunjukkan keberadaan gadis itu.


“ Baiklah!! Leo lepaskan dia”. Suruhnya dingin.


“ Baik Tuan”. Sahut Leo


Leo pun memerintahkan anak buahnya untuk melepaskan pria yang tidak bersalah itu.


“ Berikan ponselmu padaku. Aku akan melacak keberadaannya melalui aplikasi itu”. Pinta Fillipo. Pria paruh baya itu pun hanya mengikuti keinginan Fillipo sebab dia tahu jika tidak diikuti keinganannya maka siap-siaplah nyawanya akan melayang.


“ Leo”. Leo pun langsung mengikuti langkah Fillipo menuju mobil dan membuka pintu mobil untuk Fillipo masuk.

__ADS_1


Didalam mobil hanya ada keheningan, tak ada pembicaraan yang terdengar dari mulut mereka. Leo yang tentunya focus menyetir, sedangkan Fillipo sibuk dengan perasaannya sendiri.


“ Kemana lagi aku harus mencarimu? Apa kau sungguh menganggap aku ini monster, hingga kau menghindar dan tak mau melihatku???”. Batin Fillipo. Pandangannya kearah jendela, sebutir air mata jatuh di kelopak matanya.


“ Tuan menangis?”. Leo membatin


“ Nona Fitri sebenarnya dimana dirimu? Apa kau tahu jika Tuan sangat mencintaimu?”. Gumam Leo sambil menyetir dengan seriusnya


Fillip, terus memandang kearah jendela mobil. Kondisi hatinya begitu hancur, saat pertama kali merasakan jatuh cinta tapi dia harus dipatahkan sebelum mengatakannya. Kehilangan sebelum waktunya dan perasaan bersalah yang selalu menghantuinya. Hampir putus asa itulah Fillipo, segala cara sudah dilakukan tapi tak ada sedikitpun celah yang menunjukkan jejak keberadaan Fitri.


“ Sebegitu bencinya kah dirimu padaku? Apa salahku? Apa hanya karena aku ketua mafia? Apa hanya karena aku orang jahat? Lalu aku tidak pantas dicintai dan mencintai?”. Batin Fillipo lagi


“ Beginikah rasanya patah hati?”. Batin Fillipo. Tidak terasa air mata jatuh dipipi tampannya. Segera Fillipo menyekanya supaya Leo tidak melihat bahwa dia menangis, karena bagaimana pun dia manusia biasa yang bisa merasakan yang namanya lelah dengan tangis


“ Kita mau kemana Tuan?”. Tanya


Leo pun segera melajukan mobilnya menuju Mansion Fillipo. Sampai di Mansion Fillipo langsung turun tanpa sepatah kata pun dan bahkan dia juga tidak menghiraukan sapaan para pelayan padanya, dengan wajah datar dan dingin Fillipo berjalan sambil memasukkan kedua tangannya pada saku celana kanan dan kirinya.


“ Son”. Piranda langsung menghampiri putranya dan memeluk putranya itu, sungguh hatinya begitu sakit melihat penampilan putranya yang berantakkan.


“ You okay?”. Tanya Piranda sambil melepaskan pelukkannya. Fillipo hanya mengangguk pelan dan masih dengan wajah datarnya.


“ Ayo makan, Mommy sudah memasak makanan kesukaanmu!!!”. Ucap Piranda sambil menuntun Fillipo menuju meja makan yang disana sudah ada Pearce dan Tuan Phillip


“ Silahkan Son”. Ucap Piranda. Fillipo hanya duduk. Piranda langsung mengambilkan makanan untuknya. Sekilas Fillipo teringat pada Fitri, pertama kali gadis itu mengambilkan makanan untuknya dan memaksanya untuk makan sayur makanan yang paling dia benci.


“ Ayo dimakan”. Ucap Piranda, Fillipo hanya memakan tak bergeming apapun. Philip, Piranda dan Pearce hanya saling melempar pandangan dan menggelengkan kepala. Sekarang Fillipo jauh lebih dingin dari sebelumnya, jika masih ada Fitri dia masih mau merespon perkataan orang lain namun beda dengan sekarang yang bahkan menatap orang yang berbicara dengannya saja enggan.


“ Son, ada yang ingin Daddy bicarakan padamu!!!”. Philip membuka suara sambil menatap putranya itu

__ADS_1


“ Apa?”. Tanya Fillipo dingin dan terdengar ketus


“ Sepertinya, Fitri sekarang bersama Ayah kandungnya”. Ucap Philip dan sontak mereka bertiga mengalihkan pandangan pada Philip


“ Ayah kandung? Dimana dia sekarang?”. Tanya Fillipo dengan mata berbinar-binar.


“ Kemungkinan sekarang dia berada di Amerika”. Sahut Philip


“ Tapi, Fillipo sudah kesana dan tidak menemukannya”. Jawab Fillipo


“ Jangan putus asa Son. Daddy akan membantumu dan Daddy sudah mengirimkan orang kepercayaan Daddy untuk menyelidiki keberadaannya”. Senyum Philip sambil menepuk bahu putranya itu


“ Serius Dad?”. Tanya Fillipo. Philip hanya mengangguk dengan senyum. Fillipo langsung memeluk Daddy Philip dengan erat, tak terasa air matanya terjatuh begitu saja saking bahagianya.


“ Terima kasih Dad”. Ucap Fillipo


“ Sama-sama Son”. Senyum Philip


Piranda dan Pearce yang menyaksikan adengan itu, ikut menyeka air matanya. Sungguh ini permandangan langka, setelah kematian Fietter tidak pernah ada kehangatan dalam rumah mereka. Jangankan untuk memeluk berbicara saja Fillipo tidak pernah pada mereka. Bahkan Fillipo mengasingkan dirinya dengan tinggal di Indonesia dan membangun beberapa perusahaan disana, dia meninggalkan keluarganya agar tak ada satu pun yang menganggunya. Tapi lihatlah sekarang bahkan keluarga itu hangat kembali meskipun sifat dingin Fillipo tidak berubah, tapi setidaknya masih ada perkembangan pada dirinya.


“ Sebentar lagi aku akan menemukanmu gadis kecil”. Senyum Fillipo


Fillipo segera menuju ruang kerjanya dan menyelesaikan beberapa pekerjaan yang tertinggal karena dia harus mengintrogasi supir taksi yang ditumpangi Fitri kala itu. Fillipo terus berkutat dengan laptopnya pikirannya sekarang benar-benar terfokus pada pekerjaan. Sebab sebentar lagi dia akan focus mencari Fitri yang sekarang keberadaannya sudah diketahui, hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk bertemu dengan gadis pencuri hatinya itu. Meskipun Fillipo belum tahu dimana letak posisi dan keberadaan Fitri tapi setidaknya dia sudah mendapatkan petunjuk bahwa gadis itu sekarang berada di negeri Paman Sam.


“ Aku tidak sabar ingin bertemu dengan mu”. Batin Fillip.


Fillipo tersenyum-senyum sendiri sambil membayangkan hari pertemuannya dengan Fitri, dia tidak sabar ingin memeluk gadis itu dan melepaskan semua kerinduan yang selama ini melanda hatinya. Dia berjanji akan menjaga gadis itu dengan sepenuh hati jiwa dan raganya.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2