
SELAMAT MEMBACA.....
Zevanya, Sherlly, Myra dan Joanna tengah sibuk menata makanan diatas meja. Mereka baru saja belajar masak. Jika dulu Fitri sangat ahli dengan hal masak-memasak maka berbeda dengan putrinya, Zevanya. Gadis itu hanya tahu makan saja. Dia memang dibesarkan dalam kemewahan dan kemanjaan. Kedua Kakak dan Daddy-nya memperlakukan nya seperti ratu kerajaan.
"Kak, apa masakkan kita enak?". Tanya Myra sedikit ragu.
"Kau bertanya pada kakak?".
"Bukan. Tapi pada makanan ini". Tunjuk Myra kesal.
Zevanya, Sherly dan Joanna tertawa melihat wajah cemberut Myra. Sungguh lucu dan menggemaskan. Zevanya memang cocok jadi pelawak. Jika ada dia suasana sepi pasti terasa ramai.
"Kau coba saja Rara. Kenapa bertanya?". Omel Zevanya tak habis pikir.
"Ck, aku tidak berani Kak. Ini semua masakkanmu. Aku tidak pernah melihat mu memegang alat dapur". Sindir Myra.
"Kau saja tidak pernah. Apalagi aku". Celetuk Zevanya.
"Wahhhhh, sepertinya enak". Grabielle datang-datang langsung menyelonong dan duduk dikursi dekat Zevanya.
"Ckk, Kak Biellw jangan dimakan dulu. Tunggu yang lainnya".Tegur Sherlly ketika Grabiellw hendak mengambil makanan itu.
"Cihhh, kalian pelit sekali". Cibir Grabielle melipat tangan didada.
"Sabar Bielle". Sambung Joanna.
Zevanya memutar bola matanya malas. Grabielle memang jago makan, dan sama dengan dirinya.
"Makanlah Bielle. Ini semua Kakak yang masak lho". Zevanya mengambil makanan untuk Grabielle. Dia kasihan melihat sepupunya itu seperti orang tak sabar
"Kau yang memasaknya Kak?". Zevanya mengangguk.
Grabielle tampak ragu menyuap makanan itu. Sudah pernah Zevanya memasak dan rasa masakkannya asin semua.
Sherlly, Joanna dan Myra tertawa pelan sambil menutup mulut. Melihat wajah Grabielle yang tampak terpaksa. Padahal mereka juga belum mencicipi masakkan Zevanya.
"Aku tunggu yang lainnya saja Kak". Grabielle mendorong piring yang Zevanya berikan padanya.
"Kau yakin Gebe. Nanti kehabisan lho, lalu kau tidak dapat". Tungkas Zevanya sambil menaik turunkan alisnya menggoda sepupunya itu.
__ADS_1
"Menggemaskan". Batin Grabielle yang malah melonggo melihat wajah Zevanya.
"Sayang". Mereka semua menoleh kearah suara.
"Kak Hem, Kak Iel". Zevanya berhambur memeluk kedua kakak nya. Yang lain hanya bisa mencibir, sesungguhnya iri.
"Senang sekali sepertinya adik kakak ini". Zehemia menoel hidung adiknya
Zevanya mengangguk "Iya Kak. Zeva sudah memasak untuk kita semua". Jawaban Zevanya berhasil membuat mereka semua kikuk saling melihat "Kenapa Kak?". Tanya Zevanya dengan wajah polosnya. Padahal dia tahu bahwa orang-orang ragu pada masakkannya.
"Tidak sayang". Zehemia memaksakan senyum
"Ayo Kak". Zevanya menarik tangan kedua kakak nya.
"Kak Ron, makan ya". Myron mengangguk dengan senyum.
Shawn, Johannes dan Grabielle tampak ragu. Mereka saling melihat satu sama lain. Begitu juga dengan Myra, Sherlly dan Joanna.
"Ayo dimakan semuanya. Jangan ragu, habiskan saja ya. Nanti Zevanya cantik pasti akan membuatkan yang lebih enak untuk kalian lagi". Seru Zevanya dengan deretan gigi ginsulnya.
Mereka mengangguk dengan ragu.
Myron menyuap makanan itu tanpa ragu kedalam mulutnya.
Yang lain hanya melihat dengan bingung. Bahkan Myra menelan salivanya ketika melihat sang Kakak yang begitu lahap makan, baru kali ini Myra melihat Myron makan tanpa protes.
Puji mereka semua. Grabielle saja sampai makan blepotan. Menyesal dia sudah meremehkan masakkan kakak sepupunya itu
"Zeze, hebat". Puji Zehemia dengan jempolnya.
"Iya sayang. Sangat enak". Puji Zehekiel juga.
Mereka semua tak menyangka jika masakan Zevanya sungguh enak. Bahkan masakkan Zevanya seperti masakkan restourant mahal.
Sementara Zevanya menyantap makanannya dengan lahap. Tak peduli dengan tatapan mereka.
"Ze, pelan-pelan makannya". Zehemia mengelus pundak adiknya. Kali ini Zevanya tidak mau disuapi oleh kedua kakaknya dia makan sendiri.
Myron yang notabene sangat rewel jika masalah makan, malah menambah beberapa kali. Pria itu juga sangat menjaga pola makannya. Bahkan dia menghindari makanan yang mengandung lemak dan kalori berlebihan demi mempertahankan tubuh atletisnya.
__ADS_1
Mereka makan dengan canda dan tawa. Zevanya dan Grabielle lah yang paling heboh. Kedua orang beda jenis kelamin itu itu terus saja berdebat dan memperebutkan makanan.
"Ckk, Gebe kau mengambil bagianku". Protes Zevanya.
"Kak, kau yang memasaknya harus nya kau tidak usah makan banyak nanti badanmu gemuk lalu jelek dan tidak ada yang mau". Celetuk Grabielle tak mau kalah.
"Tidak bisa Gebe. Kau yang tak boleh banyak makan". Alhasil mereka berdua tarik ulur piring yang berisi makanan beberapa potong daging ayam didalamnya.
Yang lain menggeleng kepala sambil memijit kepala mereka yang terasa berdenyut menyaksikan perdebatan dua orang itu.
"Kak, mengalahlah kau lebih tua dariku". Omel Grabielle
"Kau yang harus mengalah Gebe. Kau laki-laki". Ujar Zevanya.
"Mana bisa begitu?". Protes Grabielle.
"Dimana-mana laki-laki itu harus mengalah pada perempuan". Jelas Zevanya penuh penekanan "Jadilah lelaki sejati Gebe. Bagaimana bisa laku jika kau tidak mau mengalah?".
Grabielle mengendus kesal. Akhirnya dia mengalah. Dia tidak akan bisa menang jika berdebat dengan Zevanya. Kakak sepupunya itu selalu menggunakan ucapan-ucapan nya yang spontan hingga membuat orang kesal setengah mati.
"Tunjukkan wajah tampan mu dong Gebe". Goda Zevanya memainkan alisnya naik turun. Hingga membuatnya imut dan menggemaskan.
"Ck, Kak kau sudah menang. Jangan meledek ku". Kesal Grabielle.
Sudut bibir Myron tertarik. Dia selalu terhibur menyaksikan perdebatan Zevanya dan Grabielle. Belum lagi jika ada Arthur pasti lebih ramai.
Setelah makan para gadis membereskan piring kotor bekas makanan mereka. Meski ada para pelayan namun mereka tetap membersihkannya sendiri. Didikan Fitri masih melekat sampai sekarang. Meski notabene anak-anak sultan namun mereka tetaplah anak-anak sederhana.
Sementara para orang tua. Tengah melakukan kunjungan di makam Pedrosa, Catty dan Sam. Mereka sengaja tidak mengajak anak-anak. Takut menganggu mental mereka karena terus mengingat Kakek dan Neneknya.
"Dad". Sean mengelus pusara Sam "Apa kabar? Sean rindu Daddy". Sean tersenyum kecut. Kepergian Ayahnya meninggalkan luka dalam di diri Sean. Dia yang tumbuh dari kecil bersama sang Ayah sangat tahu bagaimana perjuangan Ayah-nya.
Tangan Christy terulur mengelus punggung suaminya. Dia memberikan senyum hangat sangat mendengar lirihan sang suami yang terasa begitu menyanyat hati.
Fillipo juga mengelus pusara Phillip dan Piranda. Kedua orangtuanya meninggal enam tahun yang lalu karena serangan jantung. Phillip mengalami serangan jantung yang merenggut nyawanya. Selang satu tahun kemudian Piranda juga menyusul karena gagal ginjal kronis.
"Semoga kalian baik-baik saja disana". Batin Fillipo. Kehilangan orangtua adalah hal paling menyakitkan dalam hidup. Namun lebih sakit saat dia kehilangan sang istri.
Zean dan Zaen serta Mars juga ikut bersedih saat mengunjungi makam orangtua mereka.
__ADS_1
Bersambung.....
LoveUsomuch ❤️