Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 22


__ADS_3

Penerbangan menuju jerman, didalam Jet pribadi Fillipo hanya ada Fillipo, Fitri dan Leo serta beberapa krue dan awak pesawat yang dipilih sebagai salah satu dari bagian pesawat yang bertuliskan Wilmar Airplane. Ini adalah pertama kalinya Fillipo kembali ke Jerman setelah beberapa tahun silam dia memutuskan untuk tinggal diindonesia dan meninggalkan negera tersebut.


“ Fit, perjalanan kita masih jauh. Jika kau mengantuk istirahatlah”. Ucap Leo melihat Fitri yang tampak lelah dan wajahnya juga pucat tak seperti biasanya.


“ Apa kau baik-baik saja?”. Tanya Leo lagi, belum juga pertanyaannya dijawab oleh Fitri dia sudah kembali melontarkan pertanyaan.


“ Aku baik-baik saja Leo”. Sahut Fitri dengan tersenyum, dia lupa bahwa wajahnya tampak pucat.


Sementara didekatnya seseorang menatapnya dengan intens tak berkedip, siapa lagi kalau bukan si Kulkas Berjalan tuan Fillipo. Tatapannya kosong melihat gadis itu, wajahnya datar dan dingin tak ada yang bisa mengartikan tatapannya


“ Tuan..”. Panggil Fitri.


Namun sang empunya nama tetap diam menatap dengan intens


“ Tuan, apa kau baik-baik saja?”. Kembali Fitri bertanya sambil melambaikan tangannya kearah depan mata Fillipo


“ Hmmm”. Sahut Fillipo saat tersadar dari lamunannya.


“ Tuan kenapa?”. Tanya Fitri melihat wajah tuan nya yang datar dan tak banyak bicara. Ya memang Fillipo memang orang yang irit dalam hal bicara.


“ Tidak”. Sahutnya singkat sambil membuang muka kearah jendela pesawat.


Fillipo merasa ada hal yang tidak beres dengan hatinya, mengingat Dhanny memeluk Fitri dihadapannya seperti sebuah goresan luka yang ia rasakan. Sakit, marah, kesal, geram dan semua perasaan itu campur aduk dalam sebuah rasa yang tidak Fillipo mengerti. Dia baru pertama kalinya merasakan hal itu.


Dengkuran halus terdengar ditelinganya, rupanya gadis yang dari tadi terus mengoceh ternyata sudah tertidur disampingnya. Leo berusaha menarik kepala gadis itu pelan dan menyandarkannya pada bahunya.


“ Leo, biarkan saja dia bersandar padaku. Kau istirahatlah”. Ucapnya dan langsung mengambil kepala gadis itu untuk bersandar pada bahu kekar.


“ Baik Tuan”. Sahut Leo membiarkan Tuan nya mengambil alih untuk menyenderkan kepala gadis itu.


“ Tuan apa kau menyukai Fitri?”. Tanya Leo


“ Pertanyaan macam apa itu Leo? Bukankah kau sudah tahu tentang hal ini”. Sahut Fillipo dengan nada dinginnya


“ Sepertinya pria yang bernama Dhanny itu juga menyukai Fitri Tuan, terlihat dari cara dia memperlakukan gadis ini”. Ucap Leo lagi. Dia menatap wajah polos yang tertidur begitu pulas dibahu Tuan nya.

__ADS_1


“ Aku tahu”. Sahutnya datar yang juga menatap gadis yang tertidur disampingnya itu.


“ Tuan, apa kita perlu menyelidiki pria itu?”. Tanya Leo lagi.


“ Tidak perlu Leo. Kau tahu dalam hal percintaan tidak seperti dalam dunia mafia yang kita bisa melakukan misi untuk menyerang lawan, dalam percintaan kita berperang dengan hati bukan senjata yang bisa kita control dengan baik. Berbeda dengan hati dia yang mengontrol kita, jika kita salah bisa-bisa kita kalah”. Ucap Fillipo menarik sudut bibirnya dan tersenyum sambil menatap gadis itu. Leo tertegun mendengar ucapan Tuan nya yang begitu bijak, ternyata Tuan nya sudah mulai dewasa dalam sebuah perasaan. Selama ini Fillipo tumbuh dalam kebencian dan balas dendam, hidupnya hitam kelam dan abu-abu. Fillipo tidak pernah jatuh cinta atau menyukai wanita, dia memang menghindari hal itu. Meskipun banyak sekali wanita yang mendekatinya dan berusaha menarik perhatiannya tetap saja pria berdarah dingin itu tidak tertarik sama sekali.


“ Dia berbeda Leo”. Senyum manis Fillipo yang hampir saja membuat Leo jantungan.


Leo memegang dadanya, merasakan jantungnya yang berdetak begitu cepat saat melihat senyuman Tuan nya


“ Tuan, apa kau sungguh mencintainya. Baru pertama kali ini aku melihatmu tersenyum Tuan”. Ucap Leo masih dengan wajah terkejutnya


“ Leo, dia satu-satunya gadis yang berhasil membuat jantungku berdetak dengan begitu cepat. Dia satu-satunya orang yang berhasil membuatku tersenyum berkali-kali, jika kau bertanya aku mencintainya atau tidak? Jelas aku sangat mencintainya. Namun ada rasa ketakutan yang aku khawatirkan jika dia tahu siapa aku sebenarnya dan aku takut dia akan pergi jauh dariku Leo. Aku juga takut jika munsuhku nanti menargetkan dia sebagai kelemahanku”. Jawab Fillipo intens sambil membelai lembut wajah gadis itu, menyelipkan rambut nya yang berantakkan ke bagian telinganya.


“ Tuan aku merasa sangat senang, akhirnya kau bisa menemukan titik bahagiamu”. Ucap Leo dengan begitu terharu melihat wajah Tuannya. Baru pertama kalinya dia melihat wajah bahagia Tuan nya yang selama ini dia hanya melihat sebongkahan kesedihan dan kesepian.


Tidak terasa perjalanan yang memakan waktu selama tujuh jam tersebut mengantarkan mereka ke Negara Jerman. Setelah Jet itu mendarat dibandara Internasional Jerman, beberapa mobil sudah menunggu sang Tuan dengan begitu tertib. Rupanya itu atas perintah Tuan besar yang tidak lain adalah Daddy Fillipo, secara diam-diam Leo memberitahukan kedua orang tua Fillipo bahwa anak mereka akan datang ke Jerman untuk mengatasi masalah perusahaan mereka yang ada disini.


“ Leo, apa kau yang memberitahu mereka bahwa aku akan kembali?”. Tanyanya dingin melihat Leo dengan tatapan membunuh.


Tampak pasangan suami istri turun dari dalam mobil dengan wajah bahagia menyambut kedatangan putra mereka yang selama ini sangat mereka rindukan.


Fillipo dan Leo turun dari pesawat dengan Fillipo mengendong Fitri yang masih tertidur pulas dia sengaja tidak membangunkan gadis itu, mengingat wajah lelah nya membuatnya enggan untuk membangunkannya.


Pasangan suami istri itu saling melihat satu sama lain, melihat putranya mengendong seorang gadis yang tertidur begitu pulas. Tentu saja mereka merasa ada perkembangan dengan putra mereka mengingat putranya yang sangat dingin terhadap wanita.


“ Apa kabar Son?”. Tanya Daddy Philip Ayah Fillipo pada putra nya.


“ Hmmm”. Sahut Fillipo dingin.


“ Ayo kita masuk ke dalam mobil”. Ajak Mommy Piranda memecahkan keheningan. Tanpa merespon Fillipo segera masuk mobil dengan berhati-hati membawa gadis itu yang belum bergerak sama sekali.


Didalam mobil tak ada suara, sebenarnya Daddy Philip ingin sekali bertanya siapa gadis yang bersama putra nya itu. Namun, enggan saat melihat wajah dingin putranya yang belum bersahabat.


“ Kami sangat merindukanmu Son, kami bahagia akhirnya kau kembali kesini. Daddymu hampir menyerah menyelesaikan masalah perusahaan yang datang bertubi-tubi ini”. Ucap Mommy Piranda dengan raut wajah sedihnya teringat masalah besar yang menyerang perusahaannya. Meskipun bukan perusahaan satu-satunya tapi tetap saja dia sangat menyayangkan jika perusahan itu harus gulung tikar.

__ADS_1


“ Tidak perlu khawatir aku akan menyelesaikannya dengan baik”. Sahutnya dingin. Sambil mengelus rambut yang gadis itu. Fillip begitu nyaman memperlakukan gadis itu dengan manja, meskpipun gadis itu tidak tahu sama sekali.


Leo menaiki mobil yang berbeda dengan Tuan nya dan sibuk mengurus beberapa hal penting serta penyerangan didunia mafia. Tentu kembalinya Fillipo ke Jerman akan menjadi kesempatan bagi munsuhnya untuk menyerang Fillipo.


“ Siapa gadis itu Son?”. Tanya Mommy Piranda lembut pada putra nya. Fillipo tak menjawab, sikap dingin dan datarnya membuat kedua orangtuanya harus memiliki ekstra kesabaran yang kuat untuk menghadapi sikapnya itu.


Setelah hening dalam mobil, akhirnya mereka tiba di Mansion keluarga Wilmar. Keluarga terkaya didunia, hampir bisnis keluarga itu berada disetiap Negara Eropa, Asia dan Amerika.


Fillipo langsung mengendong gadis itu dan menuju kamar pribadinya. Dia meletakkan gadis itu dengan hati-hati karena dia tidak mau gadis itu terbangun mendengar suaranya.


“ Kau sangat lelah gadis kecil. Istirahatlah”. Senyum Fillipo sambil mengelus lembut kepala gadis itu. Dengan perasan yang deg-degan dia mencium kening gadis itu dengan lembut dan penuh kasih sayang.


“ Kau adalah alasanku untuk kembali kesini, jika tidak denganmu maka sampai mati pun takkan kembali ke Negara ini”. Ucapnya lagi. Setiba wajah dinginnya kembali, ketika mengingat wajah kakak yang sangat disayanginya. Rasa sakit itu kembali menyerangnya, hatinya begitu teriris mengingat wajah kakaknya yang meninggal dalam keadaan mengenaskan.


“ Aku merindukanmu kak. Kau tenang saja aku akan menemukan dan membunuh orang yang sudah menghabisimu”. Butiran bening kembali jatuh dipipi tampannya, kesedihan yang selama ini dia tutupi dengan wajah datar nya


Dia segera meronggoh ponselnya didalam saku celananya lalu menelpon Leo


“ Hallo Tuan”. Sapa Leo didalam telpon.


“ Bagaimana?”. Tanyanya


“ Sesuai dengan prediksi kita Tuan, bahwa Cut Sillent sudah mengetahui kedatangan kita kesini. Dan mereka menargetkan Fitri sebagai tumpuan kelemahan kita. Tapi saya sudah memerintahkan beberapa anak buah untuk mengintai penyerangan mereka”. Jelas Leo


“ Baik!! Kau atur semuanya. Kita cukup lama berada dinegara ini, dan ini akan berbahaya untuk gadis itu”. Sahut Fillipo sambil matanya mengarah keatas ranjang tempat gadis itu berbaring.


“ Baik Tuan”.


Fillipo langsung mengakhiri telpon secara sepihak dan Leo sudah terbiasa dengan sikap Tuan nya yang dingin itu. Jangankan mau protes belum berbicara saja sudah dipotong duluan.


Leo menghunuskan nafasnya kasar melihat sikap dingin Tuan nya itu.


“ Fitri, aku yakin kau bisa merubah Tuan dan membuatnya kembali menemukan cahaya terang. Aku berharap kau bisa membalas perasaan Tuan, hingga kebahagiaan bisa Tuan rasakan”. Ucap Leo sambil tersenyum. Fillipo sudah bukan orang asing lagi baginya, Fillipo adalah sosok kakak yang mengajarkannya banyak hal, meskipun usia mereka tidak jauh berbeda tapi mereka bisa saling mengimbangi.


Hanya Leo saja lah orang yang bisa mendekati Fillipo dan menjadi orang kepercayaannya sebagai kaki tangan Tuan nya. Fillipo dan Leo sudah berteman sejak kecil dan bahkan Daddy Philip dan Mommy Piranda sudah menganggap Leo sebagai anak mereka sendiri.

__ADS_1


__ADS_2