Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 149.


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA....


Matahari telah terbit, siap memancarkan sinarnya. Manusia-manusia sibuk dengan aktivitas mereka, ada yang bekerja, ada yang kesekolah, atau ada juga yang mengajar semua tergantung dari profesi masing-masing.


Dibawah selimut tebal, seorang gadis bermata biru dengan bulu mata lentik, dan kulit yang putih tengah mengeliat. Dia terbangun dan duduk sejenak mengumpulkan nyawanya kembali.


Dia melipat kedua tangannya lalu, mengucapkan segala syukur pada Sang Pencipta atas nafas hidup yang masih dia rasakan.


"Masih bisa melihat hari ini sudah sebuah keistimewaan bagiku Tuhan, aku tak meminta banyak, aku hanya ingin hidup lebih baik. Amin". Ucapnya dalam doa.


Setelah berdoa segera dia menuju kamar mandi dan membersihkan diri. Namun ada yang kurang biasanya ketiga Kakak kembarnya akan menjadi alarm pagi dan membangunkan dirinya. Kali ini berbeda, dia mengedarkan pandangan kedalam kamar mandi. Tak ada air panas yang tersedia di buthup atau handuk yang menggantung dikamar mandi.


Dia menghela nafas "Aku harus terbiasa tanpa Kakak, aku tidak bisa terus-terus manja. Mereka punya kehidupan sendiri, bukan hanya untuk mengurusku". Ucapnya pada diri sendiri, lalu menyiapkan segala keperluannya sendiri.


Namun, tiba-tiba gadis itu merintih merasakan bagian perutnya sakit.


"Awwwww". Fitri terduduk memegang perutnya "Apa ginjal ini sudah mulai tak berfungsi?". Gumamnya sambil terduduk dilantai kamar mandi.


"Tuhan, kenapa sakit sekali?". Gumamnya memberanikan diri membuka bekas operasi beberapa bulan yang lalu "Ah, pantas saja sakit, ternyata ginjal ini tidak cocok". Fitri bersandar sambil menenangkan pikirannya.


Fitri juga merasakan darah kembali mengalir dihidungnya. Dia menyeka darahnya dengan pelan menggunakan tissue kamar mandi, lalu berdiri dan menatap dirinya dicermin.


"Ingat Fit harus kuat. Jangan sampai semua orang tahu bahwa selama ini dirimu hanya berpura-pura sembuh dan kuat". Dia menegakkan badannya sambil tersenyum didepan cermin. Tidak, Fitri takkan menyerah pada penyakit nya, bagaimana pun sakitnya dia harus kuat tidak boleh cenggeng apalagi menangis.


Setelah selesai mandi, segera Fitri keluar dari kamar mandi sambil berjalan sedikit membungkuk memegang bagian perutnya. Fitri duduk dipinggir tempat tidur, sambil menarik nafas berkali-kali menahan sakit.


Fitri meminum obat anti nyeri, yang bisa sedikit menghilangkan rasa sakit dibagian perutnya dan juga menghentikan darah dihidungnya. Fitri bersandar dengan nafas tersengal-sengal, untung saja hari ini ketiga Kakaknya tidak dikamarnya. Jika sampai ketiga pria itu tahu sudah dipastikan mereka akan semakin posesif dan khawatir padanya.


Fitri berusaha menahan tangis, namun tetap saja dia gadis yang lemah. Sakitnya benar-benar luar biasa, Fitri tidak bisa menggambarkan nya dengan kata-kata.


"Tuhan, apa akan segera berakhir?". Lirih Fitri memejamkan matanya.


Ya Fitri tahu bahwa penyakit yang dia derita tidak ada obatnya. Fitri sudah pernah mencari tahu tentang sakitnya dan memang tidak ada obatnya. Dia juga sudah mencoba meracik obat sendiri namun tetap obat-obat itu hanya akan bertahan beberapa bulan atau tahun saja.


Setelah rasa nyerinya menghilang, segera Fitri memakai baju yang yang sudah tersusun rapih dilemarinya. Baju-baju bermerk dengan harga fantastis, dan itu semua baju pilihan ketiga Kakak dan sang kekasih Fillipo.


"Ketika suatu saat aku pergi, apa kalian akan tetap menyanyangi ku?". Ucap Fitri sambil memandang foto keluarga yang sempat diabadikan oleh ketiga Kakaknya "Aku menyanyangi kalian, lebih dari apapun". Ujar Fitri sambil mencoba tersenyum.


Fitri memilih gaun berwarna putih dengan motif bunga-bunga di bagian bawahnya, gaun itu hanya selutut dengan model renda-renda, lengannya terekspos dengan indah, sedangkan lehernya sedikit terbuka sehingga menampilkan leher jenjang miliknya.


Fitri menempelkan foundation diwajahnya, dan dilapisi dengan bedak tipis. Fitri terlihat cantik dengan dandan natural seperti itu, bahkan kecantikan nya berlipat kali ganda.


Fitri keluar dari kamar dan menuju ruang makan. Fitri mengerjitkan keningnya heran, karena tidak melihat siapapun di Mansion mewah milik Sam. Para pelayan yang biasanya selalu menyapa Fitri setiap pagi juga tak terlihat sama sekali.


"Kemana mereka?". Gumam Fitri sambil turun menggunakan tanggga.


Fitri sampai ke meja makan, lagi-lagi Fitri bingung karena tak ada satu makanan pun disana. Tak seperti setiap pagi, dimana makanan selalu tersedia dan dia disambut dengan sapaan sayang dari para lelaki yang tinggal bersamanya selama.

__ADS_1


"Daddy, Ayah, Ibu". Teriak Fitri memanggil Pedrosa, Catty dan Sam.


"Kak Sean, Kak Zean, Kak Zaen". Fitri mencari mereka diberbagai sudut tapi tidak ada.


"Aku harus cek CCTV". Fitri melangkah kembali, ingin naik kekamarnya untuk mengambil laptop.


Hingga langkahnya terhenti saat mendengar.


"Saenggil Chukkha Hammida, Saenggil Cukhha Hammida, Saenggil Chukkha, Saenggil Chukkha Fitri".


Fitri membalikkan badannya dan dia langsung menutup mulutnya tak percaya. Sam, Pedrosa, Catty, Mars, Merry, Sean, Zean dan Zaen datang dengan membawa kue ulang tahun, diatas nya tertanam angka 22. Fitri lupa bahwa hari ini dia ulang tahun.


"Selamat ulang tahun sayang". Sam memeluk putrinya dan tak lupa kecupan lembut didaratkan pada kening Fitri.


"Terima kasih Dad".Ucap Fitri berkaca-kaca. Sejujurnya ini ulang tahun pertama bersama mereka. Karena biasanya setiap tahun hanya ada Dhanny dan Dea yang tak pernah lupa dengan ulang tahunnya.


"Selamat ulang tahun Cece-nya Kak Sean".


"Happy birthday sayang Kakak Zean".


"Saenggil Chukkha Hammida sayangnya Kak Zaen".


Ucap ketiga pria itu dengan kompak. Masing-masing ditangan mereka memegang kue berukuran sama.


"Kakak". Fitri tak mampu berucap hanya bisa terharu dengan matanya yang terasa basah.


"Tiup lilin nya, tiup lilinnya sekarang juga, sekarang juga, sekarang juga". Sambil bertepuk tangan.


"Make a wish dulu". Ucap Mars.


Fitri merapalkan kedua tangannya lalu menutup mata dan berdoa segala harapan dan impian nya diumur yang bertambah satu tahun ini.


"Amin". Ucap semuanya kompak.


Uhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh


"Yeeeeeee".


"Ayo potong kue nya sayang". Catty memberikan pisau kecil pada Fitri.


"Dipotong semua Bu? Kue nya ada tiga?". Fitri bingung sendiri melihat kue-kue itu.


Yang lain malah terkekeh mendengar pertanyaan Fitri.


"Punya Kak Sean saja Ce". Sean mengarahkan kuenya pada Fitri.


"Punya Kak Zaen saja". Zaen tak mau kalah.

__ADS_1


"Tidak bisa begitu, punya Kak Zean saja ya sayang". Zean sama tak mau kalah.


Lagi-lagi mereka berdebat, Sam dan Pedrosa hanya bisa menghembuskan nafas kasar.


"Ck, kalian ini". Geram Mars.


"Ayo sayang, potong tiga-tiga saja biar adil". Suruh Mars jenggah melihat ketiga orang itu.


Fitri pun menurut dan memotong ketiga kue itu secara bergantian.


"Suapan pertama untuk Daddy". Fitri menyuapi Sam. Sam menyambut dengan senyum.


"Selamat ulang tahun sayang, terima kasih sudah hadir dalam hidup Daddy". Sambil Sam mengecup kening Fitri.


"Terima kasih Daddy". Balas Fitri.


Fitri menyuapi mereka secara bergantian. Sean, Zean dan Zaen kembali berdebat karena mereka ingin disuapi duluan oleh Fitri.


Mars menggeleng dan tak mampu lagi berkomentar, ketiga nya sama saja.


"Selamat ulang tahun ya sayang". Catty memeluk Fitri sambil mengecup pucuk kepala Fitri.


"Terima kasih Bu".


"Selamat ulang tahun Dek". Merry juga memeluk Fitri. Sejak menikah dengan Mars, Fitri tidak mau jika Merry memanggilnya Nona.


"Terima kasih Kak Merry".


"Selamat tahun sayang". Mars juga memeluk Fitri


"Terima kasih Kak Mars".


"Nona, selamat ulang tahun". Arthur memberi salam pada Fitri. Ingin memeluk tidak berani, bersalaman saja sudah mendapat tatapan horor apalagi jika memeluk Fitri, bisa-bisa Arthur ditendang ke Antarika.


"Terima kasih Kak Arthur".


**Bersambung.....


Maaf ya guys, ceritanya sudah tidak ke action lagi. Karena memang dibeberapa episode terakhir tidak ada lagi actionnya.


Mereka semua akan berperang dengan penyakit Fitri. Apa yang akan mereka lakukan?


Yuk ikuti terus kisah mereka.......


GBU....


LoveUall**.....

__ADS_1


__ADS_2