Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 54


__ADS_3

Sementara ditempat lain, tempat yang cukup mengerikan dan juga kotor. Disana sudah ditawan beberapa orang yang tidak lain adalah keluarga besar Wilmar dan Alexander.


“ Lepaskan brengsekk”. Teriak Fillipo, mencoba melawan karena kedua tangannya diikat dan digantung.


“ Hahha, lepaskan katamu?”. Sinis pria paruh baya dengan tatapan tajamnya, ia menarik rambut Fillipo dengan kasar.


“ Apa kau merasakan bagaimana penyiksaanku? Ini belum cukup setelah kau membunuh anakku James”. Pria itu kembali menarik rambut Fillipo, hingga beberapa helai terlepas dari kepalanya.


“ Argghhhhh”. Teriak Fillipo merasakan sakit


“ Lepaskan putraku Park”. Teriak Philip. Ia tidak tega melihat putranya disiksa seperti itu, meskipun dirinya juga disiksa.


“ Apa katamu Philip? Lepaskan!! Apa kau bercanda? Kau tahu bukan aku sudah lama berburu dan ketika aku mendapatkan mangsaku, kau menyuruhku melepaskannya begitu saja?”. Seringai terlihat di wajah Park. Dengan geram ia memukul wajah Philip


Bugh bugh bugh pukulan-pukulan itu menghantam wajah Philip.


“ Daddy…”. Teriak Piranda dan juga Pearce saat melihat Philip dipukul tanpa ampun.


Sementara Fillipo masih berusaha melepaskan dirinya dengan memberontak.


“ Lepaskan Pamanku pria tua”. Kali ini teriakkan Lucas terdengar menggema.


Sementara Dhanny dan Leo sudah babak belur dan bahkan wajah merah hampir tak berbentuk. Diandra, Dion, Alexander, Mounth, Luna dan Dea, mereka disekap dalam jeruji besi. Ditubuh mereka sudah dipasang bom aktif yang kapan saja bisa meledak jika Park menekan remote on.


“ Hahha, hai kau bocah. Kau juga termasuk dalih kematian putraku. Apa kau juga menginginkan seperti dia?”. Park berjalan kearah Lucas yang wajahnya sudah bersimpah darah.


Lucas menatap Park dengan penuh kebencian, tatapan mereka bertemu seketika.


“ Putramu cukup pemberani Alexander”. Ucap Park menyeringai, sambil melempar tatapan pada Alexander dalam jeruji, wajahnya sudah lembah bahkan beberapa bagian terlihat membengkak dan luka.

__ADS_1


“ Kau, cukup berani Son”. Park menepuk pundak Lucas dengan tatapan mengejek. Ia sangat senang melihat wajah marah itu. Putra-putra dari para munsuhnya memiliki keberanian diatas rata-rata bahkan dengan berani membunuh putra sulungnya Michael Park. Bagaimana tidak ia akan balas dendam.


Lalu Park beralih pada Fillipo.


“ Turunkan dia”. Perintahnya pada beberapa anak buah yang berdiri didekat Fillipo.


“ Baik Tuan”. Mereka pun melepaskan Fillipo namun tidak dengan ikatan tangannya.


“ Brengsekkkk”. Fillio meludahi Park dengan penuh kebencian. Ia memiliki dendam lama dengan pria tua itu.


Park hanya menyeringai sambil menyeka ludah yang menempel diwajahnya. Ia menatap Fillipo dengan tatapan mengejek. Meski sudah sekarat pria itu masih berani mempermainkannya.


Sretttt belati itu mengores diwajah tampan Fillipo. Namun ia menahan sakit.


“ Son”. Teriak Piranda dan Philip


“ Kak Fillipo”. Teriak Pearce histeris.


“ Bagus Dad”. Entah datang darimana pria yang bermunsuhan dengan Fillipo itu. Dia adalah Michael Park, putra kedua dari Park yang merupakan anggota Mafia terbesar didunia.


“ Hei, Friend kita berjumpa lagi. Bagaimana hadiah Daddyku, apa kau menyukainya?”. Ejek Michael sambil mencengkram dengan kasar dagu Fillipo. Sementara darah segar mengalir dari wajah pria itu, bahkan wajahnya sudah tak bisa dikenali lagi.


Fillipo menatap Michael, ingin rasanya ia membunuh pria yang ada didepannya ini. Namun apa daya dia sudah tak mampu melawan, tubuhnya sudah disuntik kaku oleh Park, bahkan hanya untuk bergerak saja dia tidak mau.


“ Bagaimana rasa nya Fillipo?”. Tanya Michael sinis. Fillipo tak menjawab ia hanya diam dengan ekpresi datar.


“ Kau tahu aku sudah menemukan gadis yang membuatmu gila itu!! Ia akan menjadi milikku, sebentar lagi kami akan menikah”. Seringai licik diwajah Michael, padahal dia hanya berbohong karena sampai saat ini ia belum juga menemukan dimana gadis yang dicarinya itu.


“ Dasar brengsek. Jangan sekali-sekali kau menyentuhnya, jika kau berani menyentuhnya maka aku akan membunuhmu”. Bentak Fillipo, wajahnya merah padam. Tanganya sudah terkepal sementara matanya sudah memancarkan emosi.

__ADS_1


“ Hahha, apa kau yakin akan membunuhku?”. Ejek Michael, ia menatap amarahan diwajah Fillipo. Disaat seperti ini saja, pria itu masih memikirkan gadis yang entah dimana tempatnya berada.


“ Kau tidak akan pernah bisa membunuhku”. Bisik Michael ditelinga Fillipo.


Plakkkkk ia menampar dengan keras wajah Fillipo hingga darah diwajahnya semakin deras.


Ditempat lain, Fitri, Sam dan Sean sedang mempersiapkan diri untuk menyerang Markas Winner King. Mereka tampak kompak. Jika Sam dan Sean mengenakan baju anti peluru, berbeda dengan Fitri gadis itu hanya memakai kaos oblong dengan celana slebor dan baju yang dimasukkin kedalam, ia mengikat rambutnya kuncir kuda. Tidak terlihat dia sedang ingin berperang, malah gadis itu Nampak seperti ingin pergi jalan-jalan.


“ Sayang apa kau yakin memakai baju seperti ini?”. Tegur Sam heran melihat putrinya yang terlihat santai bahkan mereka akan pergi ke medan perang, tapi putri kecilnya tampak biasa saja tak ada rasa takut.


“ Tentu Dad”. Senyum sumringah Fitri.


“ Cee….”. kali ini Sean ikut bersuara


“ Sttttt, Kakakku yang paling tampan. Percaya padaku”. Sanggah Fitri, ia tahu jika Kakaknya sudah bersuara dan protes maka takkan habis ceramahnya selama tujuh hari tujuh malam.


Sean menghela nafas kasar, adiknya sungguh keras kepala padahal ia hanya ingin melindungi adiknya dan takut jika adiknya sampai terluka, naluri sebagai seorang Kakak sangat melekat didirinya. Apalagi jika Fitri sudah menggunakan bahasa ‘aku’ artinya ia tidak menerima bantahan.


Mereka sudah duduk santai didalm Jet pribadi yang akan membawa mereka terbang ke Jerman. Fitri malah sibuk dengan laptopnya, matanya terus saja menatap layar laptop. Ia juga sudah meretas semua rekaman CCTV disana. Fitri menghela nafas kasar, ternyata lawannya tidak sedikit, bahkan ada sekitar 1000 anggota yang menjaga Markas tersebut.


“ Kenapa Ce?”. Tanya Sean yang melihat semburat kekhawatiran diwajah adiknya.


“ Mereka sangat banyak Kak”. Ucap Fitri.


Sean melihat rekaman CCTV itu, memang terlihat sangat banyak penjaga di Markas itu, bahkan hampir tak terhitung jumlahnya. Sementara mereka hanya bertiga saja.


“ Lihat ini Kak”. Sean melihat layar laptop yang ditunjuk Fitri diikuti oleh Sam


“ Park sengaja menyuntik mereka sehingga tubuh mereka lumpuh semua, dibadan mereka juga sudah dipasang bom aktif”. Jelas Fitri. Sean dan Sam mengangguk paham.

__ADS_1


“ Tapi aku sudah meretas bom tersebut dan memutuskan sambungannya, sehingga bom tersebut tidak lagi berfungsi. Aku juga sudah menyiapkan obat penawar dan suntikkan itu”. Ucap Fitri lagi, ia masih focus pada laptopnya.


Bersambung.......


__ADS_2