
SELAMAT MEMBACA....
Setelah mengajukan banyak kesepakatan. Akhirnya Mars dan Catty ikut pindah ke New York. Mars mengalah demi kebahagiaan Catty, dimana Catty dan Pedrosa akan melangsungkan pernikahan bulan depan.
Mars, Dhanny, Fillipo, Sean, Zean, Zaen, Arthur, Lucas dan Fitri tengah berada di jet yang sama. Tujuan mereka adalah Markas Black Glorified untuk menemui Dea dan Merry. Sedangkan yang lainnya seperti Phillip dan Pedrosa memilih pulang ke Mansion utama.
"Kak Mars". Fitri berpindah tempat duduk disamping Mars. Meskipun harus tetap ditempel oleh Fillipo yang semakin posesif apalagi ketika Fillipo tahu bahwa Mars adalah putra kandung Pedrosa akan semakin menjadi alasan bagi Mars untuk mendekati Fitri, dengan alasan sang adik.
"Iya Dek". Sahut Mars tersenyum mengelus kepala Fitri dengan sayang.
"Hmmm, Kak Mars janji akan bertanggung jawab jika melakukan kesalahan?". Fitri menunjukkan jari kelingking nya.
Kening Mars berkerut "Kesalahan apa, hmmm?". Tanya Mars yang belum paham
"Pokoknya, janji dulu". Fitri merenggek seperti anak kecil.
Mars terkekeh lalu mengaitkan jari kelingkingnya dengan Fitri "Iya Kakak janji". Balas Mars. Fitri tersenyum senang sambil menampilkan puppy eyes nya dan itu terlihat begitu menggemaskan bagi Mars.
"Sayang, minum dulu ya". Fillipo membuka botol minum untuk Fitri.
Fitri mengangguk dan menyambut air minum yang diberikan Fillipo. Fillipo membantu dengan senang hati.
"Ce, kalau capek istirahat ya". Ucap Sean duduk disamping Fitri, dan tidak lupa dia mengeser paksa Mars supaya tidak menempel pada adiknya.
Mars mencebik kesal. Selalu saja berdebat, bahkan ketika Fitri memeluk Mars ditaman, keempat pria itu langsung membungkam Mars dan mengintrogasi nya. Berani-berani sekali memeluk permata mereka. Untung saja, Fitri yang cerdas mampu membuat keempatnya mengerti. Meskipun sudah dijelaskan bahwa Mars adalah putra kandung Pedrosa, keempatnya tetap menjaga jarak takutnya Mars kilap dan menyakiti Fitri. Apalagi punya dendam masa lalu.
Sedangkan Arthur, menatap tak percaya. Bagaimana bisa pria-pria tampan seperti mereka berdebat hanya karena memperebutkan gadis kecil? Bahkan perdebatan mereka tak masuk akal menurut Arthur.
Sampai di Markas Black Glorified. Disana mereka sudah disambut Asissten masing-masing. Leo, Edward, Willy, Boy, Nial, Alvian dan Triple L memberi hormat kepada para Tuan-nya.
"Hai triple L?". Sapa Fitri pada ketiga Mutan buatannya tangannya dengan senyum manis.
Membuat jiwa cemburu diwajah Fillipo, Sean, Zean dan Zaen sangat terlihat. Bahkan mereka sudah mengumpat dalam hati memaki ketiga Mutan itu.
"Baik Nona". Sahut ketiganya kompak sambil tersenyum. Ya baru kali ini melihat ketiga Mutan itu tersenyum. Biasanya mereka selalu kaku dan tak tersentuh, maklum robot.
"Thanks for all you give to me. This is for you". Fitri menyerahkan tiga paper bag itu Mutannya
"Terima kasih Nona". Mereka menyambut dengan senang.
"Gunakan aplikasi itu dengan baik dan ingat jaga Markas serta beberapa senjata milik Ayah disini. Karena setelah ini, aku tidak lagi mengurus semuanya. Aku pensiun". Jelas Fitri pada ketiga Mutan itu.
"Baik Nona". Sahut mereka.
Yang lainnya hanya tercenggang mendengar ucapan Fitri. Mereka tidak mengerti, terutama Mars dan Arthur yang baru bergabung merasa sangat heran. Bahkan mereka tidak tahu jika Triple L hanyalah manusia buatan.
Fitri dan yang lainnya masuk kedalam, mereka juga disambut dengan oleh para pengawal yang berjaga disana.
"Selamat datang Tuan dan Nona". Sambut mereka kompak.
"Terima kasih Paman". Hanya direspon oleh Fitri. sementara yang lain hanya menjawab dengan deheman. Devisi pria-pria dingin dan kaku.
"Dimana Dea dan Kak Merry?". Tanya Fitri.
"Mari Nona saya antar". Ucap sang pengawal
Fitri mengikuti sang pengawal diikuti oleh yang lain. Mereka masuk kedalam satu ruang hanya dilengkapi dengan lampu remang-remang. Tapi ketika mereka masuk lampu, langsung hidup terang menderang. Disamping nya ada kandang ular Sanca berwarna hitam hanya sangat menyeramkan. Bahkan Mars, Arthur dan Dhanny sampai bergidik ngeri melihat tatapan ular Sanca itu.
__ADS_1
Shiiiiiiiiiiiiiiiiiit
Ular itu berdesir saat melihat kedatangan Tuan-nya.
"Dea. Kak Merry". Panggil Fitri pada kedua wanita yang tengah asyik berpelukkan sambil menangis ketakutan.
"Dea". Lirih Dhanny
"Dea". Gumam Lucas menatap wanita itu. Ya Lucas sudah tahu bahwa wanita itu adalah Dea.
"Merry". Batin Mars, jantung berdegup kencang saat menatap wajah Merry
Dea dan Merry mengangkat pandangan mereka.
"Fitri, Kak Dhanny". Gumam Dea dengan nata berkaca-kaca
"Nona Fitri". Lirih Merry ketakutan jika Fitri akan menghukumnya lebih dari ini.
Fitri berjalan mendekat kearah dua wanita itu. Membuat Dea dan Merry semakin ketakutan. Mereka berdua saling memeluk erat.
"Tolong, jangan hukum kami lagi". Tangis Merry histeris.
Fitri semakin mendekat dan mendekat wajahnya datar tanpa ekspresi. Bahkan nyaris mereka yang disana tak mengenal sosok Fitri dengan ekspresi menyeramkan itu.
Fitri berjongkok menyamakan tingginya dengan kedua wanita yang pernah benci padanya.
Gleeeppppppppp
Fitri memeluk keduanya. Merry dan Dea terdiam membeku didalam pelukkan Fitri. Tangis yang tadi terdengar menggema, kini hening tanpa suara.
"Maafkan aku yang sudah membuat kalian takut". Ungkap Fitri masih memeluk kedua nya.
Fitri melepaskan pelukkannya dan menatap wajah Dea yang sangat jauh berbeda, karena Dea berubah wajah menjadi orang lain.
"Maafkan aku yang sudah menjebak dan mencelakai mu. Maafkan aku yang sudah menyakitimu. Maafkan aku.....".
"Stop De". Potong Fitri "Lupakan semuanya. Aku tidak pernah membencimu. Aku menyanyangimu, kau adalah sahabat terbaikku. Kau yang menemaniku saat aku tidak punya siapa-siapa. Jangan ingatlah semua yang sudah berlalu, aku ingin kita berdua kembali bersahabat seperti dulu". Fitri menyeka air mata Dea dengan ibu jarinya "Aku mengerti perasaan mu. Tapi sekarang berubah lah dan berjanji padaku, bahwa kau tidak akan melakukan kesalahan yang sama". Fitri memeluk Dea, sambil mengelus punggung wanita itu.
"Hiks, terima kasih Fit. Terima kasih". Balas Dea terisak dipelukkan Fitri. Sedangkan Merry masih menunduk, apalagi tatapan Sean yang seperti siap mengulitinya membuat Merry semakin takut. Ditambah Mars yang terlihat sendu membuat Merry tak berani menatap mereka.
Fitri melepaskan pelukkan Dea. Lalu beralih pada Merry
"Kak Merry". Merry mengangkat pandangannya dan mendapati Fitri yang tengah tersenyum hangat padanya.
"Kak Merry, maafkan aku ya. Maaf sudah menghukum Kak Merry untuk menemani San. Sebenarnya ini hanya hukuman ringan saja". Merry dan yang lainnya menelan salivanya kasar saat Fitri mengatakan hukuman ringan. Padahal hampir membuat orang mati jantungan.
"Bagaimana calon keponakkan ku apa dia baik-baik saja? Apa mereka memberikan makanan yang baik untukku?". Tanya Fitri sambil mengelus perut Merry yang rata. Fitri membantu Merry berdiri.
"Dia b-baik saja Nona. Terima kasih". Jawab Merry terbata-bata.
"Kak Mars, sini". Fitri melambaikan tangannya kearah Mars yang sedari tadi diam saja.
Mars menurut dan mendekat kearah Fitri "Iya Dek". Sahut Mars.
Merry tertegun mendengar panggilan Fitri dan Mars, bukankah kedua orang ini bermasalah?
"Kakak sudah berjanji akan bertanggungjawab jika Kakak melakukan kesalahan?". Fitri menangih janjinya. Mars mengangguk dengan polos "Kak Mars tahu bahwa Kak Merry tengah mengandung anakmu?". Mars langsung mematung mendengar ucapan Fitri, lidahnya terasa kelu dan kerongkongan nya serasa ditimpa ribuan batu.
__ADS_1
Mars mengarahkan pandangan kearah Merry, jika hal itu benar Mars akan sangat bahagia
"Benar itu Merry?". Tanya Mars berkaca-kaca.
"B-benar Tuan". Merry menjawab sambil menunduk tak berani menatap wajah Mars.
Mars berkaca-kaca dia bahkan tak tahu harus bicara apa?
Gleeeppppppppp
Mars memeluk Merry dengan erat "Terima kasih sudah menjaganya untuk, terima kasih Merry. Aku akan menikahimu". Mars melepaskan pelukkannya. Lalu beralih pada perut rata Merry.
"Hai sayang, selamat datang. Baik-baik ya diperut Mommy, Daddy akan menanti kedatanganmu". Cup Mars mengecup perut rata Merry. Merry tak kuasa menahan air matanya dan menetes begitu saja.
"Maaf Tuan aku tidak bisa menikah denganmu". Tolak Merry, langsung membuat yang lain melihat kearah Merry.
"Kenapa?". Tanya Mars kecewa.
"Karena Tuan tidak mencintaiku. Tuan menikahiku hanya merasa bertanggung jawab saja. Biarkan aku merawat anak ini, aku janji tidak akan menganggu hidupmu Tuan". Ucap Merry.
"Dengarkan aku Merry. Aku jatuh cinta padamu sejak malam pertama kita. Kau adalah wanita berbeda, dan aku beruntung memilikimu karena aku yang pertama. Aku menikahi mu bukan karena bayi ini, tapi karena aku sudah jatuh cinta padamu. Mau kau percaya atau tidak, aku tidak peduli yang pasti akan aku akan menjaga kalian berdua". Jelas Mars memegang kedua pundak Merry
"Sudah terima saja Kak Merry. Bukankah Kak Merry juga mencintai Kak Mars?". Timpal Fitri membuat rona diwajah Merry "Kalau Kak Merry tidak mau, aku punya banyak pelayan yang jomblo lho di Mansion Daddy, pasti mereka mau menjadi istri Kak Mars. Iya kan Kak Mars?" Celetuk Fitri, Mars yang mendengar ucapan Fitri seketika membuat wajahnya merah merona dan malu tentunya.
Sedangkan yang lain, menahan tawa yang benar saja Mars dipromosikan menikah dengan pelayan. Suasana yang tadinya penuh haru, kini hampir pecah saat mereka menahan tawa.
"Bagaimana Kak Merry?". Goda Fitri sambil melipat tangan didada.
"Iya Tuan, aku mau menikah denganmu. aku juga mencintaimu". Mars kembali memeluk Merry.
"Terima kasih sayang". Peluk Mars mengecup ujung kepala Merry.
"Ehem". Fitri berdehem "Ingat Kak Mars, Kak Zean, Kak Zaen dan Kak Arthur masih jomblo. Mereka bisa iri lho melihat Kakak romantis seperti ini, iya 'kan Kak Zaen?". Fitri memincingkan mata menoleh kearah Zaen dan Zean dan tampak kesal. Sementara Arthur acuh saja.
"Ck, sayang, Dhanny, Sean dan Lucas juga jomblo kenapa mereka tidak disebut?'. Protes Zaen.
"Kak Zean, kata Author mereka akan ada pasangannya, sementara Kakak tidak ada, hahaha". Ejek Fitri.
"Ck, kau ini". Zean dan Zaen langsung mengelilitik pinggang Fitri dengan gemes.
"Hahahaha, ampun Kak". Fitri tertawa lepas sambil berlindung dibelakang Sean.
"Rasakan ini". Zaen masih asyik mengerjai Fitri.
"Hahahaha, Kak Zaen jomblo, Kak Zean jomblo". Ejek Fitri sambil tertawa lepas.
Sedangkan yang lain hanya bisa menggeleng dan ikut tertawa melihat tingkah Kakak adik itu.
**Bersambung..........
Bagaimana guys? Sudah tahu kan siapa pasangan Mars.
Hmmm kira-kira, Dhanny, Lucas dan Sean dengan siapa ya?
Hayo masih penasaran, ikuti terus ya...
GBU....
__ADS_1
LoveUall**