
SELAMAT MEMBACA....
"Kenapa Kak Sean ada tiga?". Tanya Fitri heran melihat kedua pria yang ada dibelakang Sean "Kak Zean????". Panggil Fitri mengingat wajah pria itu.
Zean maju mendekati Fitri matanya berkaca-kaca "Astaga kenapa aku baru sadar jika wajah Kak Sean dan Kak Zean sangat mirip. Apa Kak Zean operasi plastik, supaya wajahnya sama dengan Kak Sean?". Tanya Fitri dengan wajah tanpa dosa dan polosnya. Padahal Fitri sudah tahu tentang Kakak nya ini, karena saat koma dia mendengar semua ucapan mereka, dia hanya tidak bisa membuka dan menggerakkan anggota tubuhnya.
Zean dan Sean hampir saja terbatuk-batuk mendengar ucapan adiknya.
"Ce, ini Kak Zean dia saudara kembar Kak Sean". Senyum Sean menjelaskan.
Fitri melihat kebelakang, ada seorang pria lagi yang sangat mirip dengan Sean.
"Sini Kak peluk aku". Fitri merentangkan tangannya. Walaupun masih ada selang infus ditangannya gadis itu tetap berusaha merentangkan tangannya
Zean menyambut dengan senyum "Maafkan Kakak sayang". Pekik Zean
"Kakak yang mirip Kak Sean sini ikut peluk". Pinta Fitri melihat kearah Zaen.
Zaen tersenyum dan ikut memeluk. Kedua pria kembar itu terisak memeluk adiknya, mereka merasa bersyukur karena diberikan kesempatan bertemu dengan adik mereka.
"Sudah Kak, jangan terlalu kuat peluknya, Fitri susah nafas". Sontak Zean dan Zaen melepaskan pelukkan mereka dan khawatir.
"Maaf sayang". Ucap kedua pria itu kompak sambil menyeka air mata mereka.
Fitri tersenyum dan mengangguk.
"Sayang". Suara itu mampu mengarahkan pandangan Fitri
"Daddy, Ayah". Sam dan Pedrosa mendekat kearah Fitri dan memeluk gadis itu dengan erat. Rasanya seperti mimpi saat menyaksikan gadis ini kembali setelah mereka hampir dibuat mati berdiri saat David mengatakan bahwa Fitri tidak bisa bernafas.
"Terima kasih telah kembali". Peluk Sam pada Fitri sambil air mata bahagia mengiringinya
"Daddy takut kehilanganmu.. sangat sangat takut, Daddy tidak bisa hidup tanpamu". Ucap Sam lagi.
"Fitri sayang Daddy, tidak mungkin Fitri meninggalkan Daddy". Tandas Fitri melepaskan pelukkan Sam dan menyeka air mata Daddy nya dengan tangan munggil dan lembut itu.
"Jangan menangis Daddy, apa Daddy mau air mata Daddy kering?". Celetuk Fitri. Sam terkekeh mendengar ucapan spontan putrinya.
Fitri melihat Pedrosa yang sedari tadi pria paruh baya itu juga menatapnya dengan berkaca-kaca.
__ADS_1
"Ayah". Panggil Fitri.
Pedrosa mendekat dan memeluk Fitri "Ayah merindukanmu Nak...Ayah sangat merindukanmu. Terima kasih sudah kembali dan bertahan". Ucap Pedrosa
Fitri melepaskan pelukkan Pedrosa "Terima kasih Ayah sudah mencari Fitri. Fitri menantikan Ayah setiap hari dan Fitri bersyukur Ayah datang dan menemui Fitri. Jangan munsuhan lagi sama Daddy, Ayah". Tandas Fitri sambil menghapus air mata Pedrosa.
Pedrosa tertawa kecil mendengar ucapan putri angkatnya "Ayah akan tetap munsuhan sama Daddy kalau Daddy marah sama Ayah ketemu kamu". Cemberut Pedrosa.
"Hahha". Tawa Fitri.
Pandangan Fitri tertuju pada pria yang ia ingat selalu memeluknya saat dirinya koma.
"Tuan". Lirih Fitri.
Fillipo mendekat kearah Fitri. Matanya berkaca-kaca jantungnya berdegup kencang.
"Sayang". Kalimat itu lolos kembali dibibir Fillipo. Ia memeluk Fitri dengan Isak tangis. Tak mengira dan menyangka bahwa Fitri akan kembali dalam pelukkannya. Saat Fitri dinyatakan meninggal dunianya serasa runtuh.
"Terima kasih sudah kembali. Aku benar-benar tidak tahu jika kau kembali menghilang dalam hidupku. Aku mencintaimu gadis kecilku". Ucap Fillipo, bibirnya bergetar karena menangis. Kebahagiaan Fillipo tak bisa dibandingkan dengan apapun. Fillipo merasa bahagia dengan kembalinya Fitri.
Sementara Dhanny, pria itu hanya menyaksikan tanpa ekspresi wajahnya datar tak bisa ditebak apa yang dipikirkan pria tampan yang satu ini. Dimatanya terlihat kepatahhatian dan kesedihan, tapi berusaha ia tutupi dengan wajah datar dan dinginnya.
"Aku juga mencintaimu Tuan". Balas Fitri tersenyum.
Fillipo terkekeh lalu mengacak rambut Fitri dengan gemes.
Fitri mengerucut kan bibirnya dengan cemberut.
"Makin berantakkan 'kan rambut aku tuhhh". Cemberut Fitri
"Heheh, sini aku bantuin". Fillipo merapihkan rambut Fitri.
"Hmmmm". Sean berdehem saat melihat keromantisan dua manusia yang seakan melupakan manusia lainnya itu. Sejujurnya Sean juga cemburu sebagai seorang Kakak melihat adik yang biasanya bermanja-manja padanya, kini tak lagi melakukan itu. Rasa sedih dan kehilangan itu tentu saja Sean rasakan, tapi Sean tak mau egois Fitri berhak bahagia dengan kehidupannya.
"Kakak". Senyum Fitri malu. Wajahnya sudah memerah.
"Cece, istirahat ya kan baru sadar". Suruh Sean lembut, Fitri tersenyum ia tahu jika Kakaknya ini cemburu.
"Apa kau melupakan kami gadis kecil?". Timpal Yoel sedari tadi mereka berdua hanya menyaksikan saling peluk memeluk gadis itu.
__ADS_1
Fitri menoleh, senyum mengembang diwajah cantiknya meskipun masih terlihat pucat tapi masih saja terlihat begitu cantik dan menggemaskan.
"Sini Kakak kembar dan partner kerjaku". Fitri merentangkan tangannya, Yoshua dan Yoel tentu saja dengan senang menerima pelukkan hangat itu.
"Rindu.....". Celetuk Yoel dengan nada manja.
"Hahha Kak Yoel...". Tawa Fitri melihat wajah lucu Yoel sungguh membuatnya tergelak.
"Mana hadiah Kakak?". Yoel dan Yoshua melepaskan pelukkannya.
Fitri mengarruk tengguknya yang tidak gatal "Hehhe, lupa". Sahut Fitri tanpa dosa.
Yoel memasang wajah kesal dan cemberut "Teganya". Gerutu Yoel.
"Hahah, tenang saja Kakak kembar, Fitri sudah menyiapkan hadiah untuk kalian berdua. Tapi nanti setelah Fitri pulang dari rumah sakit". Senyum Fitri.
Ruang rawat inap itu terdengar begitu ramai suara canda dan tawa menggema begitu saja. Ya setelah bangun dari koma Fitri langsung dipindahkan keruang rawat inap sesuai permintaan Sean dan Fillipo.
Dhanny, menatap dengan intens. Ingin sekali pria itu memeluk Fitri, tapi sepertinya gadis itu benar-benar melupakannya.
"Kak Dhanny". Panggil Fitri memecahkan lamunan Dhanny. Dhanny mengarahkan pandangannya kearah Fitri dan tersenyum hangat.
"Kak Dhanny sini". Ucap Fitri.
Dengan senang hati Dhanny mendekat. Wajah Fillipo langsung berubah masam, begitu juga dengan ketiga saudara kembar itu.
Fitri memeluk Dhanny. Walau bagaimana pun kesalahan pria ini, Fitri takkan melupakan jasa Dhanny yang menemaninya ketika ia terpuruk saat kehilangan kedua orangtuanya.
Dhanny membalas pelukkan Fitri dengan hati bahagia. Sudah lama Dhanny merindukan pelukkan hangat dari gadis kesayangannya ini.
"Kau akan jadi milikku Girl! Lihat saja nanti akan kubuat keempat pria itu merasakan kehilangan, seperti mereka telah merebutmu dariku. Kau hanya milikku, milik Dhanny Eka Putra". Batin Dhanny sambil mengelus lembut kepala Fitri. sambil tersenyum licik.
Sean menatap tajam kearah Dhanny. Dari awal Sean tidak menyukai Dhanny, dia bisa melihat bahwa Dhanny adalah pria berambisi yang selalu mendapatkan apa yang dia mau. Sean tidak mau jika Dhanny menyakiti Fitri dan mencelakai adiknya.
Zean juga menatap tajam kearah Dhanny. Zean yakin jika Dhanny memiliki rencana untuk mendapatkan Fitri.
sedangkan Zaen pria itu santai-santai saja, dia juga bisa melihat bahwa Dhanny tertarik pada adiknya dan tentu Dhanny akan melakukan segala cara untuk mendapatkan Fitri. Tidak akan Zaen biarkan.
Sementara Fillipo, tangannya terkepal menahan cemburu. ingin sekali ia menjabak rambut Dhanny dan menyingkirkan pria itu karena telah berani memeluk gadisnya. tapi Fillipo tidak mau membuat Fitri sedih karena sikapnya yang keterlaluan....
__ADS_1
Bersambung.....