Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 11. S2


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA....


Dean menyandarkan punggungnya, dia menarik nafas dalam. Dean baru saja menyelesaikan beberapa operasi. Walaupun rumah sakit ini miliknya namun dia tetap bekerja professional.


Dean menghela nafas saat membaca pesan Lucy karena sepupunya itu tidak masuk dan otomatis tidak ada makan siang seperti biasa yang akan diberikan oleh bibi nya.


Dean mengambil kunci mobilnya dan melenggang pergi. Dia akan makan siang direstourant saja.


“Dokter Dean”. Dean langsung mengalihkan pandangannya.


“Iya”. Sahut Dean singkat padat dan jelas.


“Mau kemana dokter?”. Tanya gadis cantik berjas putih rambutnya panjang dan bergelombang.


“Makan siang”.


“Boleh ikut?”. Ucap gadis itu penuh harap.


Dean mengangguk pelan. Sebenarnya dia tidak suka jika ada gadis yang berusaha mendekatinya. Namun, dia juga tidak mau kehilangan citranya sebagai direktur dan pemilik perusahaannya karena dianggap sombong.


Dean melajukan mobilnya dan meninggalkan rumah sakit. Sepanjang perjalanan Dean tak berbicara, sedangkan gadis yang duduk disampingnya terus mengajaknya berbicara. Bukan Dean tidak tahu jika gadis yang bergelar sebagi dokter jantung itu jatuh hati padanya.


Mobil Dean berhenti disebuah restaurant. Segera Dean turun dengan wajah datar dan dinginnya. Sifat pria ini memang dingin, dia menuruni sifat Ayahnya, Dhanny. Dia juga tidak menyukai orang yang seperti cacing kepanasannya.


Dean masuk dan ikuti oleh gadis itu dibelakangnya. Sedangkan gadis yang dibelakangnya, bersunggut kesal. Niat hati ingin menggoda dokter tampan itu, malah dirinya diacuhkan.


“Zehem, Kiel”. Gumam Dean saat melihat sepupunya ada disana.


“Dean”. Panggil Zehekiel melambaikan tangan kearah dokter itu.


Myron dan Zevanya yang sedang asyik makan juga menoleh. Apalagi ada dokter cantik dibelakangnya.


“Dean, Kenny”. Sapa Zevanya tersenyum ramah “Ayo gabung”. Ajak Zevanya pada kedua orang itu.


“Terima kasih Zeva”. Senyum Kenny. Ya dokter cantik itu adalah Kenny yang berprofesi sebagai dokter specialis jantung. Kenny memang bekerja dirumah sakit milik Dean.


“Zeva”. Sapa Dean tersenyum manis pada sepupu cantiknya itu. Dia selalu merasa senang melihat Zevanya. Selain Lucy yang manja dan dekat dengan Dean. Zevanya juga salah satu gadis yang begitu membuat Dean merasa gemes.


“Ayo makan Dean”. Zevanya mempersilakan Dean duduk disampingnya.


Sedangkan Kenny duduk didekat Myron. Myron sudah merasa tak nyaman dan badannya gatal-gatal. Apalagi Kenny curi-curi pandang kegenitan padanya.


“Kak Ron”. Zevanya bangkit dari duduknya.


“Mau kemana sayang?”. Tanya Zehemia dan Zehekiel saat melihat adiknya berdiri, padahal Zevanya sedang asyik-asyikkan disuapi oleh Zehemia.


“Kenny, kau duduk didekat Kak Iel saja ya. Aku mau disuapi Kak Ron”. Semua tercenggang mendengar ucapan Zevanya.


“Baik”. Kenny berdiri dari duduknya dan berpindah. Wajahnya kesal bukan main padahal dia sudah asyik-asyikan menatap wajah tampan Myron.

__ADS_1


Myron tersenyum tipis. Zevanya pasti paham jika dirinya alergi berdekatan dengan wanita lain.


“Silahkan lanjut makan Kak”. Senyum Zevanya dia mengambil piringnya.


“Biar aku suapi”. Semua menatap kearah Myron. Siapapun tahu jika pria ini menderita Gynopobia.


“Tidak perlu Kak”. Tolak Zevanya.


“Cepat buka mulutmu”. Myron memaksa, karena dia tidak menerima penolakkan.


Terpaksa Zevanya meembuka mulutnya. Sedangkan yang lain tercenggang tak percaya, karena ini pertama kalinya Myron bersikap hangat pada seorang gadis.


Myron tersenyum saat Zevanya mengunyah makanannya dan itu terlihat menggemaskan. Perlakukan Myron tak lepas dari tatapan Dean. Dokter itu mengepalkan tangannya saat Myron begitu manis pada Zevanya.


“Sayang minum dulu”. Zehekiel menyerahkan gelas minuman pada adiknya.


“Biar aku bantu”. Lagi-lagi merasa dibuat tercenggang dengan sikap Myron hari ini. Tak biasa dan tak pernah melakukan hal itu.


Myron membantu Zevanya meminum air dalam gelasnya hingga tandas. Myron merasakan betapa senangnya jika melakukan hal itu pada seorang gadis. Tapi dia tidak bisa melakukannya pada Myra.


“Lanjut makan”. Ucap Myron kepada yang lainnya, karena mereka menatap Myron dan Zevanya tak berkedip.


“Nya”. Panggil Dean tersenyum hangat.


“Iya Dean”. Sahut Zevanya masih mengunyah makanannya.


Dean tersenyum hangat “kapan kau bisa main kerumah? Dad dan Mom terus menanyakanmu?”. Ucap Dean.


Mereka lanjut makan. Jika Kenny, Myron dan Dean focus pada makanannya maka Zevanya, Zehemia dan Zehekiel asyik mengobrol. Sambil disuapi oleh Myron Zevanya tak berhenti berceloteh, hingga membuat lelaki tampan itu menggeleng gemes.


Di kediaman Deventer.


“Bagaimana?”. Tanyanya pada sang asisten.


“Tidak berhasil Tuan!! System keamanan mereka sulit untuk diretas, aku sudah menyewa ahli IT. Namun mereka tidak mampu membobolnya”. Ryan menghela nafas. Asissten itu sudah kalang kabut memecahkan sandi yang sepertinya sengaja dibuat sangat ketat oleh mereka.


“Persiapkan anggota. Kita akan serang Markas Black Shinee dan BTOB King”. Perintahnya, dia berdiri dari kursinya dan bergegas.


Pria itu memasuki jet pribadi miliknya, dia yakin jika markas Black Shinee dan BTOB King. Dia akan menghancurkan Markas itu.


“Ryan, kerahkan semua anggota”.


“Baik Tuan”.


Mereka turun dari pesawat. Langkahnya sangat lebar dan tatapanya elang, mata biru itu terlihat tajam seakan siap menerkam.


Dor dor dor dor dor


Dor dor dor dor dor

__ADS_1


Mereka langsung menyerang kedua markas itu yang kebetulan ditempat yang sama.


Dor dor dor dor dor


Dor dor dor dor dor


“Cepat hubungi Tuan Myron”. Perintah ketua anggota.


“Baik Tuan”.


Mereka saling serang menyerang. Suara peluru saling menggema satu sama lain. Bangkai manusia berserakkan dimana-mana.


Dor dor dor dor dor


Dor dor dor dor dor


“Habisi mereka semua, jangan ada yang tersisa”. Perintahnya


“Baik Tuan”.


Dor dor dor dor dor


Dor dor dor dor dor


Pranggggggggggggggg


Pranggggggggggggggg


Srettttttttttttttttttttttttttt


Srettttttttttttttttttttttttttt


Dor dor dor dor dor


Dor dor dor dor dor


Markas Black Shinee dan BTOB King dihabisi tanpa sisa. Markas itu juga dihancurkan sehingga semua menjadi abu.


“Bereskan semuanya”.


“Baik Tuan”.


Pria itu kembali naik kedalam jet pribadinya. Dia tertawa puas karena satu munsuhnya sudah dia habisi. Perlahan dia bisa membalaskan dendamnya pada orang-orang yang membunuh Paman dan Kakek nya.


“Ini baru permulaan, perlahan aku akan menghancurkan kalian”. Ucapnya tertawa penuh kemenangan


“Aku tak sabar melihat wajah kacau mu Myron”. Ejek nya . Myron salah satu munsuh yang ingin dia lenyapkan. Entah dendam apa yang membuatnya ingin menghancurkan pria itu.


**Bersambung....

__ADS_1


LoveUsomuch ❤️**


__ADS_2