
Fitri pun menceritakan semua yang terjadi padanya, hingga ia bisa kabur dan ketakutan saat mengetahui identitas mereka yang tak pernah disangkanya selama ini. Tak ada yang ditutupi Fitri semua diceritakan tanpa ada yang kurang dan tanpa ada yang lebih, baginya berbagi dengan Sean dapat sedikit meringankan bebannya.
“ Jadi apa yang akan Cece lakukan sekarang?”. Tanya Sean setelah mendengar semua cerita adiknya. Sebenarnya ia cukup geram saat mendengar Dhanny membunuh orangtua angkat Fitri hanya agar bisa memiliki gadis itu dengan seutuhnya.
“ Aku akan menciptakan pistol Colt M1911A1, Glock 17, SIG Sauer P226, dan Robot Biomorfik, Robot Penjaga, dan Komplek Robot Bergerak”. Jelas Fitri tangannya masih setia menekan tombol keyboard laptop. Jangan Tanya bagaimana terkejutnya Sean, ia hampir jantungan mendengar ucapan sang Adik yang menurutnya tidak layak diucapkan oleh seorang gadis seperti Fitri.
“ K-kamu serius Ce?”. Tanya Sean memastikan apa yang diucapkan adiknya.
“ Iya Kak, tapi Fitri butuh bantuan Kakak sama Daddy”. Sahut Fitri
“ Tapi apakah Daddy mengizinkan. Bukankah untuk membuatnya membutuhkan waktu bertahun-tahun?”. Tanya Sean.
“ Kakak tenang saja, aku jenius, Daddy juga jenius. Kita hanya butuh dua hari untuk membuat alat-alat itu. Aku tidak mau terjadi sesuatu pada mereka jika aku lambat”. Ungkap Fitri lagi. Ia sama sekali tak memperhatikan wajah terkejut Kakak nya, tangannya masih setia berlarian distut keyboard laptop
Sean mengaruk tengguk nya yang tidak gatal dia bingung harus bagaimana menanggapi penjelasan adiknya. Ia tidak tahu, jika gadis kecil yang hilang selama 21 tahun itu ternyata memiliki otak yang jenius dan tentu itu diturunkan dari Daddy Sam yang memang jenius dalam segala hal, Daddy nya tersebut selain memimpin beberapa perusahaan, juga seorang Professor yang menciptakan beberapa penemuan, salah satunya sengaja perang yang sering dibooking oleh dunia Mafia. Namun, sejak 21 tahun silam Daddy Sam meninggalkan dunia gelap tersebut dan larut dalam pencarian putrinya.
“ Kak Sean, ayo kita temui Daddy”. Ajak Fitri beranjak dari kasur, membuyarkan lamunan Sean dalam memikirkan tentang adiknya.
“ Ayo”. Fitri langsung menarik tangan Sean dengan tidak sabarnya untuk menemui sang Daddy.
“ Pelan-pelan sayang”. Tegur Sean yang merasa adiknya menarik tangannya dengan terburu-buru. Namun Fitri tetap menarik tangan Sean sambil sedikit berlari, beberapa pelayan yang melihat mereka hanya tersenyum simpul tanpa ada niat mereka untuk menganggu moment bahagia Tuan Muda dan Nona Mudanya.
“ Daddy”. Panggil Fitri saat melihat Sam tengah asyik membaca Koran diruang keluarga.
“ Astaga, sayang jangan lari, jangan teriak”. Tegur Sam sambil meletakkan korannya, menyambut kedatangan kedua buah hatinya
__ADS_1
“ Ada apa sayang?”. Sam bertanya sambil mengelus kepala putri nya
“ Keruang kerja Daddy, ada yang ingin Fitri tunjukkan”. Pinta Fitri dengan nada manjanya, membuat Sam terkekeh dengan tingkah menggemaskan putrinya.
“ Baiklah, ayo”. Senyum Sam.
Fitri bergelut manja dilengan kekar Kakaknya Sean, sambil berjalan menuju ruang kerja Sam. Sean gemes melihat tingkah manja adiknya itu, ia begitu senang ketika adiknya manja setidaknya ia merasa dibutuhkan.
“ Ayo sayang masuk”. Sam membuka pintu ruang kerja nya, Fitri dan Sean masuk kedalam. Fitri terpukau melihat ruang kerja yang begitu mewah itu bahkan sudah seperti kantor perusahaan saja.
“ Sini sayang”. Sam duduk disofa sambil membuka laptopnya dan diikuti oleh Sean dan Fitri yang sedari tadi mengekor Sam.
Fitri dan Sean ikut duduk disamping Daddy nya. Fitri segera mengambil alih laptop yang ada dipangkuan Sam. Ia harus menunjukkan sesuatu biar Daddynya percaya.
“ Daddy, lihat ini”. Fitri menunjuk layar laptop yang sudah terdapat rekamanan CCTV.
Sam memperhatikan rekaman CCTV itu dengan seksama, Sam yang memang juga memiliki otak Jenius dengan cekatan memahami apa yang ada direkaman itu.
“ Bukankah ini Philip?”. Tanya Sean sambil menunjukkan layar laptopnya.
“ Benar Dad, itu Paman Philip dan Fillipo”. Sahut Sean menyambung. Sementara Fitri masih serius melakukan pencariannya.
“ Apa Daddy mengenalnya juga?”. Tanya Fitri. Matanya sama sekali tak beralih ia masih sibuk meretas semua data dari kelompok Mafia yang menyerang mereka.
“ Dia sahabat Daddy”. Sahut Sam.
__ADS_1
“ Daddy, siapa Winner King?”. Tanya Fitri. Sam dan Sean sampai terbelalak mendengar ucapan Fitri.
“ Kenapa? Apa yang mereka lakukan?”. Tanya Sam panic, ia bahkan sampai memegang lengan putrinya. Fitri yang heran langsung melihat wajah Daddynya yang terlihat panic dan bahkan pucat.
“ Ada apa Dad? Apa Daddy mengenal mereka?”. Tanya Fitri menyelidik.
“ Iya Daddy kenal!!!”. Jawab Sam, bibirnya bergetar menahan tangis. Semakin membuat Fitri penasaran, sementara Sean hanya terdiam dia mengepalkan tangannya.
“ Jelaskan pada Fitri Dad, siapa mereka?”. Tanya Fitri berharap. Bahkan ia sampai berkaca-kaca perasaannya sudah mulai tidak enak.
“ Mereka adalah kelompok Mafia terbesar didunia, dan bahkan mereka juga yang menyerang Daddy sampai kita terpisah. Mereka sangat kuat dan tidak ada yang mampu mengalahkan mereka”. Jawab Sam, terlihat sekali wajahnya takut.
Berbeda dengan Fitri, gadis itu justru merasa penasaran dengan kelompok Mafia tersebut. Siapa mereka? Sekuat apa mereka? Sampai-sampai Daddy nya begitu takut.
“ Kita akan menghadapinya Dad, kita akan menyelamatkan mereka”. Ucap Fitri, membuat Sam terkejut. Bagaimana mungkin mereka mampu menghadapi kelompok Mafia tersebut, dulu saja dia mampu melawan karena dibantu oleh kelompok Mafia Lion Killer
“ Apa yang akan kita lakukan Girl? Kau tahu kita bukan Mafia?”. Tanya Sam. Dia tidak habis piker bagaimana putrinya berpikiran untuk melawan Winner King.
“ Daddy, kita akan menciptakan pistol dan beberapa robot untuk membantu. Fitri yakin kita bisa Dad”. Kilah Fitri lagi, ia tak mau kalah bagaimana pun caranya ia harus menyelamatkan mereka.
“ Tapi…..”.
“ Daddy Jenius, Fitri juga Jenius Kak Sean juga bisa bantu. Kita bertiga adalah sekutu yang akan mengalahkan mereka. Fitri yakin kita bisa melawan mereka Dad”. Ucap Fitri penuh keyakinan tanpa ada keraguan. Sean menatap Sam meminta pendapat pada putranya itu dan Sean hanya mengangguk tanda setuju. Ia juga ingin menyelamatkan sahabatnya Fillipo. Sahabat yang sudah sangat lama tidak pernah ditemuinya itu, terakhir kali Sean dan Fillipo bertemu disaat pemakaman saudara kembarnya Fietter.
***Bersambung.....
__ADS_1
guys dukung terus ceritaku ya***.