
**Aku bangga memiliki mu. Aku menyukai segala hal tentangmu, bukan kehebatan mu dalam mencapai prestasi tapi kehebatan mu dalam menarik hatimu, hingga aku tak bisa sama sekali berpaling.....
SELAMAT MEMBACA**......
Dimeja makan terdengar gelak tawa. Fitri, gadis itu selalu saja bisa menghidupkan suasana canggung. Keluarga Wilmar yang awalnya sangat pantang berbicara saat makan, kini menjadi candu mereka harus berbicara ketika makan. Keseringan makan bersama keluarga Ranlet Flint, mereka ketularan kegilaan mereka.
Fillipo menyuapi Fitri dengan telaten. Meskipun sudah menolak, tapi percuma Fitri tak bisa mengelak karena Fillipo si pemaksa itu tidak mau kalah. Fillipo tahu jika Fitri diperlakukan seperti ratu oleh ketiga Kakak nya, jadi Fillipo pun melakukan hal yang sama untuk Fitri. Fillipo ingin gadisnya itu merasa nyaman didekatnya.
"Aaaaaaa". Fitri membuka mulutnya menyambut makanan itu dari tangan Fillipo. Sebenarnya Fitri tidak nyaman, apalagi didepan kedua orangtua Fillipo. Tapi apa boleh buat, dia tidak suka berdebat dengan Tuan Fillipo itu.
Philip dan Piranda, hanya bisa menggeleng kepala. Sikap Fillipo benar-benar membuat mereka tercenggang. Tak pernah Fillipo sehangat itu, apalagi tertawa senyum saja hampir tidak pernah. Bahkan pada Philip, Piranda dan Pearce sikapnya selalu dingin. Namun, saat kehadiran Fitri dalam hidupnya benar-benar merubah kepribadian pria itu.
Tanpa mereka sadari sepasang mata mengintip mereka dengan tatapan sedih. Ia dia adalah Pearce, Pearce merasa malu bertemu Fitri dan Pearce tidak sanggup. Pearce benar-benar terharu melihat kehangatan keluarganya dengan kehadiran Fitri. Tak bisa Pearce ingkari ada rasa sedih dan juga senang dihatinya. Sedihnya karena ia pernah menjebak Fitri, senangnya karena melihat kedua orangtua serta Kakak nya tertawa lepas dengan tingkah menggemaskan Fitri.
Setelah makan mereka berkumpul diruang keluarga, saling berbincang dan menikmati kopi serta cemilan yang dibuat oleh para pelayan.
"Boleh aku bertemu Pearce?". Pinta Fitri. Tujuan utama Fitri berkunjung di keluarga Wilmar adalah bertemu Pearce.
Philip, Piranda dan Fillipo saling melihat satu sama lain. Mereka tahu jika Pearce malu bertemu Fitri.
"Apa kau yakin sayang, hmm?". Fillipo mengelus rambut panjang Fitri dengan sayang.
Fitri mengangguk dan tersenyum "Aku merindukannya Kak". Ucap Fitri.
"Apa kau tidak marah dan kecewa padanya, Nak?". Tanya Philip menatap Fitri.
Fitri menggeleng kepala "Rasa marah dan kecewa itu ada Dad. Tapi aku tahu setiap kita pernah bersalah dan setiap kita berhak menerima maaf, selagi kita berusaha memperbaiki diri". Jelas Fitri sambil tersenyum kearah Phillip.
"Hmmmm". Fillipo berdehem "Sayang, jangan tersenyum begitu pada Daddy". Tegur Fillipo kesal.
Piranda dan Philip hanya bisa mengelus dada. Astaga putranya benar-benar keterlaluan.
Fillipo membawa Fitri menemui Pearce ke kamar nya. Pearce memang mengurung dirinya bahkan dia tidak mau bertemu siapapun karena malu dengan wajahnya yang rusak akibat sayatan belati yang diciptakan oleh Michael.
__ADS_1
Fitri terus saja tersenyum sambil melingkarkan tangannya dilengan Fillipo. Fillipo tersenyum senang melihat Fitri yang manja padanya.
Mereka masuk kedalam kamar Pearce.
Cekreeekkkkkkk
Pearce terlihat menatap keluar jendela dengan tatapan kosong. Kedua tangannya ia lingkarkan dilututnya. Bahkan ia tak menyadari ada orang yang masuk kedalam kamarnya.
Fitri yang melihat hal itu merasa sangat bersalah. Pearce yang biasanya terlihat ceria dan berisik, kini gadis itu bahkan tak pernah tersenyum. Sejak kejadian itu, Pearce merasa tak punya semangat hidup. Masa depannya hancur, tak ada lagi yang perlu ia banggakan. Bahkan ia juga keluar dari dunia model, dan memilih mengurung diri dalam kamarnya.
"Pearce". Panggil Fitri lembut.
Mendengar suara yang familiar ditelinganya. Sejenak Pearce terdiam sebelum mengarahkan pandangannya. Pearce sangat mengenal suara itu, suara yang pernah ia jebak karena rasa iri dan dengki.
"Kakak Ipar". Lirih Pearce berkaca-kaca melihat Fitri yang tersenyum kearahnya.
Fitri berjalan menghampiri Pearce dengan senyuman manis wajahnya.
"Kakak Ipar".
"Hiks, hiks". Tangis Pearce pecah dalam pelukkan Fitri. Pearce memeluk Fitri dengan erat, menumpahkan semua perasaannya dalam dekapan gadis baik itu.
Fitri mengelus pundak Pearce dengan lembut sambil berusaha mentransfer kekuatan pada Pearce. Fitri tidak bisa membayangkan jika Fitri dijual pada pria lain yang bukan Zean mungkin nasibnya akan sama seperti Pearce kehilangan mahkota yang begitu ia jaga. Fitri sangat bersyukur Tuhan masih menyanyangi nya meskipun dengan cara yang terbilang tidak Fitri suka.
"Maafkan aku Kak". Isak Pearce masih memeluk Fitri. Ia malu menatap wajah gadis itu.
Fitri melepaskan pelukkan Fitri. Lalu menyeka air mata Pearce dengan lembut sambil tersenyum menatap gadis manis didepannya ini.
"Jangan minta maaf Pearce. Kau tidak salah". Celoteh Fitri sambil terkekeh.
Fillipo, Piranda dan Philip benar-benar terharu melihat permandangan itu. Hati mereka kian menghangat saat Fitri menghapus air mata Pearce. Orang yang sudah berkhianat dan bahkan menjebaknya, tapi Fitri tak menaruh dendam sama sekali.
"Tapi...."
__ADS_1
"Sudah jangan menangis lagi. Kau mau air matamu kering". Celetuk Fitri sambil terkekeh.
"Sini, aku obati wajahmu". Fitri menuntun Pearce duduk menghadapnya.
"Kau tahu Pearce, aku harus bertengkar dengan Paman David untuk meracik obat ini". Celetuk Fitri "Aku harus menyonggok Dokter jelek itu agar mengizinkanku meminjam kedua putra kembarnya". Timpal Fitri lagi.
Fillipo, Piranda dan Philip terkekeh mendengar ucapan Fitri. Sedangkan Pearce matanya justru berkaca-kaca.
"Jadi tidak ada alasan untuk kau menangis". Ucap Fitri "Obat ini hanya bisa diciptakan olehku dan hanya ada satu didunia. Jadi jika kau menangis obat ini tidak akan bermanfaat diwajah cantik mu ini". Ujar Fitri sambil mengoleskan salep itu diwajah Pearce.
"Terima kasih Kak". Lirih Pearce.
"Berhenti berterima kasih padaku Pearce". Kesal Fitri "Berterima kasihlah pada Dokter jelek itu". Lanjut Fitri "Jangan katakan pada Paman David, jika aku mengatakannya jelek. Bisa mengamuk dia dan tidak mengizinkanku berteman dengan Kak Yosh dan Kak Yoel". Pearce yang tadi menangis akhirnya tertawa mendengar celotehan Fitri yang menurutnya lucu. Pearce sudah pernah menyaksikan perdebatan Fitri dan David yang selalu saja mengundang tawa.
Fillilp geleng-geleng kepala, jika ada David sudah dipastikan Dokter itu akan mengamuk dan kesal mendengar ucapan Fitri.
"Sudah Pearce! Dalam dua jam semua bekas luka diwajahmu akan menghilang". Ucap Fitri "Tuan Mike benar-benar tidak pandai melukis wajahmu". Cibir Fitri "Dia tidak tahu jika aku bisa menghilangkan bekasnya". Lanjut Fitri.
Pearce menelan salivanya kasar. Apa kata Fitri? Tidak pandai? Astaga, diturih begitu saja rasa sakitnya terasa benar-benar membunuh.
Sedangkan Philip dan Piranda mengangga dengan mulut lebar mendengar ucapan Fitri. Yang benar saja ternyata Fitri yang menciptakan obat itu dan bahkan hanya ada satu didunia.
Berbeda dengan Fillipo, ia tersenyum bangga dengan ucapan Fitri. Rasanya Fillipo benar-benar ingin memiliki Fitri seutuhnya hanya sayang lamarannya saja belum dijawab oleh Sam dan Pedrosa.
Fillipo sengaja tidak memberitahu Fitri, ia ingin memberikan surprise pada kekasihnya itu.
**Bersambung.......
Siapa nih yang rindu Yoshua dan Yoel???
Rindu perdebatan David dan Fitri???
Yuk ikuti kisah mereka.....
__ADS_1
GBU..
LOVEUALL**....