
SELAMAT MEMBACA.....
Zevanya, Joanna dan Sherly. Sedang bersiap-siap. Mereka bertiga akan pergi ke acara fashion show Myra yang dilaksanakan disebuah agensi ternama dia Amerika.
Ketiga gadis itu terlihat sangat cantik dengan gaun yang melekat ditubuh ketiganya. Zevanya memakai gaun berwarna peach lengan sampai bahu. Menampilkan bahu mulusnya. Lututnya sepanjang mata kaki dan ada belahan dibagian kakinya menampilkan kaki jenjang gadis berusia 25 tahun itu. Rambutnya dia jepit setengah, sehingga meninggalkan beberapa anak rambut dibagian depannya. Dilehernya, kalung berlian yang harganya ratusan juta dolar melingkar sangat indah. Kalung pemberian Daddy-nya saat dia berulang tahun kemarin. Tak lupa anting dan gelang yang menyempurnakan penampilan Zevanya.
Sedangkan Joanna mengenakan gaun selutut berwarna maron, lengan sampai siku dan rambutnya tergerai dengan indah. Tak lupa aksesoris yang melekat dibagian tubuhnya. Selain CEO diperusahaan Ayahnya, Joana juga seorang make up artis yang sering juga diboking saat ada acara pesta.
Sherly juga tak kalah cantik. Wajah imutnya terlihat menggemaskan saat mengenakan gaun berwarna pink tua sampai lutut, lengannya sebatas bahu. Rambutnya dia biarkan tergerai indah dan beberapa perhiasan mahal turut melekat ditubuh gadis berusia 19 tahun itu. Sherly yang juga berprofesi sebagai model sama dengan Myra.
Ketiga gadis cantik itu sudah siap dengan gaun-gaun mahal yang melekat ditubuh para gadis sultan itu.
“Sayang”.
Zevanya menoleh dan melihat Fillipo yang sudah tersenyum lebar padanya.
“Daddy”. Gadis itu langsung memeluk Daddy nya dengan manja. Sherly dan Joanna hanya menggeleng saja. Mereka yang lebih muda saja tidak semanja itu.
“Hati-hati ya sayang”. Fillipo mengusap rambut putrinya.
“Siap Dad”. Senyum Zevanya.
Ketiga gadis itu masuk kedalam mobil yang dikendarai oleh Herry sang supir sekaligus pengawal setia Zevanya. Diperjalanan ketiganya tak berhenti berbicara. Sampai-sampai Herry menggeleng mendengar keberisikan mereka.
“Kak Grace kenapa ya? Kok tidak pernah mau berteman dengan kita lagi?”. Ujar Sherly dengan wajah sendu.
Seketika Zevanya terdiam. Seandainya mereka tahu bahwa sekarang dia dan Grace sedang tidak baik-baik saja. Hubungan dia dan Grace juga sepertinya sudah tak bisa diperbaiki.
“Iya ya. Sudah lama Kak Grace tidak mau bergabung dengan kita”. Sambung Joanna. Mereka cukup dekat juga dengan Grace dan bahkan sering menghabiskan waktu bersama.
“Mungkin Gege sibuk”. Jawab Zevanya asal.
“Tapi Kak, aku lihat Kakak juga tidak pernah ke butik lagi. Kata Kak Grace Kakak berhenti mengurus butik?”. Celoteh Sherly “Apa tidak sayang Kak? Butik Aunty Fitri diserahkan ke tangan Kak Grace?”. Tungkas Sherly.
Zevanya hanya menampilkan senyum manis saja “Gege pasti bisa kok kelola butik Bibi Luna dan Mommy”. Sahut Zevanya dengan melebarkan senyum diwajahnya padahal dia juga keberatan melepaskan butik itu. Namun Grace sama sekali tak mau percaya dengan apa yang dikatakan oleh Zevanya.
……………………………………………………………………………………………………..
Dilain tempat.
Zehemia dan Myron serta yang lainnya tengah mempersiapkan peluncuran senjata mereka disebuah gedung yang mereka sewa. Banyak dari rekan bisnis mereka yang turut hadir disana. Myron dan Zehemia bekerjasama dengan Negara untuk memasarkan senjata itu.
__ADS_1
Senjata Zehemia biasa disewa oleh satuan kepolisian untuk menuntaskan masalah ******* di Negara itu. Tak jarang mereka juga bekerjasama mencari pada imigran illegal yang mencoba masuk kedalam Negara tanpa izin terlebih dahulu.
Kedua pria ini sudah terkenal dimana-mana. Namun tetap saja mereka masih menyembunyikan statusnya sebagai ketua Mafia. Bukan apa Zehemia dan Myron menyembunyikan status itu, demi menjaga keamanan dari munsuhnya. Terutama mereka harus menjaga keluarga yang kadang menjadi bahan ancaman para munsuh.
Myron memegang senjata yang ada ditangannya “Aku sudah membuat senjata paling kuat, tapi kenapa tetap tak bisa mengalahkan pistol yang Zevanya berikan padaku?”. Gumam Myron dia mengambil benda yang pernah Zevanya berikan padanya. Melihatnya dan membandingkan dengan senjata buatannya.
“Kak, ini Kakak dapat darimana?”. Tanya Zehemia saat Myron memegang sebuah pistol berukuran kecil “Bagus sekali Kak. Siapa yang membuatnya?”. Tanya Zehemia penasaran.
Dor dor dor dor dor dor dor
Myron dan Zehemia langsung terkejut saat mendengar suara pistol diluar.
“Ada apa?”. Tanya Myron panic,
“Kita diserang Kak”. Jawab Johannes yang sudah mengambil ancang-ancang untuk melawan.
“Siapkan semua anggota”. Tintah Myron.
“Baik Kak”.
“Ayo”.
Dor dor dor dor dor dor dor
Myron menembak munsuhnya tanpa ampun.
Dor dor dor dor dor dor dor
Zehemia juga menembak dengan santai. Wajahnya memerah dan rahangnya sudah mengeras, ketika melihat betapa kacaunya acara peluncuran senjata barunya. Bahkan beberapa senjata sudah diambil oleh para munsuh yang menyerang mereka.
“Atur posisi”. Perintah Myron.
“Baik Kak”. Sahut mereka kompak
Dor dor dor dor dor dor dor
Dor dor dor dor dor dor dor
“Arggghhhhhhhhhhhhhh”.
“Arghhhhhhhhhhhhhhh”.
__ADS_1
Beberapa munsuh tumbang tepat didepan Myron. Myron menatap pria yang baru saja dia tembak. Benar apa yang pernah Zevanya jelaskan bahwa ketika peluru itu tepat berada dijantung munsuhnya. Tubuh itu melumer, darah seketika membeku sehingga menampilkan tulang putih. Myron begidik ngeri, entah zat apa yang terkandung dalam peluru pistol yang dia gunakan.
Dor dor dor dor dor dor
Kembali Myron menembak munsuhnya dengan pelatuk itu.
“Bawa sisa nya ke Markas”. Tintah Zehemia.
“Baik Tuan”. Sahut anak buahnya
“Siapa yang berusaha menyerang kita?”. Zehekiel menghempaskan tubuhnya disoffa saat mereka sudah berkumpul diruang kerja milik Zehemia.
“Apa kau sudah selidiki?”. Tanya Myron.
“Belum Kak. Aku dan Luke akan mencoba melacaknya”. Sahut Zehekiel. Dia bangkit dan mengambil laptop sang Kakak.
“Apa ini ulah Cut Silent?”. Sambung Johannes
“Bisa jadi”. Timpal Shawn
Grabielle tampak berpikir keras. Dia juga heran bagaimana munsuhnya bisa masuk dan mengagalkan peluncuran senjata sepupunya.
“Bagaimana senjata kita?”. Tanya Zehemia frustasi. Semua nya gagal, bahkan senjata yang sudah sah-sah akan dia luncurkan dan pasarkan gagal ditengah jalan.
“Maaf Kak. Gudang senjata kita dibobol habis oleh mereka. Senjata yang baru saja diluncurkan juga sudah mereka bobol sehingga tidak satu pun yang tersisa”. Jelas Grabielle mewakili.
“Bagaimana bisa?”. Tanya Zehemia seakan tak percaya. Artinya semua senjatanya habis tanpa sisa.
Myron tampak berpikir. Dia teringat dengan percakapannya bersama Zevanya beberapa waktu lalu. Apakah ini yang dimaksud Zevanya jika munsuhnya akan menghancurkan mereka satu persatu?
“Kita ke Markas”.
Myron segera melangkah dan diikuti oleh yang lainnya. Dia juga sangat marah dan emosi. Semua senjata yang mereka produksi hilang tanpa sisa. Untuk membuat senjata baru tentu membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Myron tak habis pikir bagaimana senjatanya bisa dibobol. Apa ada lagi penyusup yang menyamar menjadi anggotanya?
Anggota Mafia yang Myron dan Zehemia pimpin berjumlah ribuan orang karena gabungan dari keempatnya. Tentu untuk mengenal mereka satu persatu semua tak cukup hanya dengan melihat wajah dan berbicara.
Myron yakin jika ada orang dalam yang terlibat. Jika tidak, bagaimana bisa disaat mereka sedang meluncurkan senjata tiba-tiba ada yang menyerang dan bahkan beberapa polisi juga ikut tertembak dan tewas ditempat.
Bersambung....
LoveUsomuch ❤️
__ADS_1