Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 112


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA....


Fillipo, Sean, Zean dan Zaen tampak serius menatap Fitri yang tengah mengotak-atik laptopnya. Entah apa yang dilakukan gadis kecil itu.


Sekarang mereka berada dikantor Sean, perusahan terbesar di Amerika yang bergerak di bidang IT yang menjelajahi dunia.


Leo, Edward, Willy dan Boy juga berada disana. Para assisten setia itu berdiri dengan tegap seperti manekin disamping para Tuan-nya.


"Ce, ada apa?". Tanya Sean penasaran karena dari tadi adiknya itu masih serius dengan laptopnya.


Fitri hanya tersenyum menatap Sean lalu kembali fokus pada laptopnya. Padahal Fitri sendiri yang meminta mereka semua berkumpul, lalu gadis itu malah mengacuhkan mereka seperti dunia milik nya sendiri.


Zaen menggelengkan kepala melihat tingkah menggemaskan adiknya. Zaen tak sabar melihat wajah terkejut Sean, Zean dan Fillipo saat mendengar penjelasan Fitri. Zaen bisa membayangkan jika mereka akan terkejut bukan main.


Fillipo memijit pelipisnya. Kekasihnya selalu saja membuatnya tak karuan namun justru membuat Fillipo semakin cinta pada Fitri. Gadis unik, gadis pemberani dan juga jenius ahhh beruntung sekali Fillipo memiliki Fitri.


"Kakak".


Fitri berpindah duduk diantara Sean dan Fillipo.


"Lihat ini". Keempat pria itu menatap kearah layar laptop Fitri. Mereka mengerutkan keningnya tidak mengerti, kecuali Zaen yang memang sudah tahu.


"Apa ini Ce?". Tanya Sean tak mengerti. Zaen mencibir Sean, karena adik kembarnya itu begitu bodoh tak sepintar dirinya dan Fitri.


"Pengiriman senjata dipelabuhan Minggu depan". Sean, Zean dan Fillipo tercenggang mendengat ucapan Fitri. Darimana gadis itu tahu?


"Izin yang Ayah dan Daddy terima bukan dari Negara. Senjata ini palsu yang dikirim oleh Tuan Mars, ketua Mafia Black Shinee". Jelas Fitri "Mereka menjadikan Tuan Arthur sebagai tameng untuk menyerang Black Glorified dan Lion Killer". Sambung Fitri.


Sean, Zean dan Fillipo mengangga dengan mulut terbuka lebar. Apa yang dikatakan Fitri itu benar?


"Tapi kalian harus tetap ke pelabuhan, aku rasa mereka akan menunjukkan sesuatu". Lanjut Fitri. Tangannya tak berhenti berlarian di keyboard laptop miliknya.


Sedangkan Willy, Leo dan Boy hampir jantungan mendengar penjelasan Fitri. Darimana gadis itu tahu? Setahu Leo, Sam dan Pedrosa dan bahkan Phillip dan Alexander sudah berhasil meminta izin pada Negara tentang pengiriman senjata itu karena selama ini mereka tidak pernah menggunakan senjata ilegal.


"Apa aku bisa percaya pada kalian Kak?". Fitri menatap satu persatu pria-pri itu kecuali Zaen.


Melihat tatapan Fitri yang tajam membuat bulu kudung Sean, Zean dan Fillipo meremang.


"Hmmm, apa yang membuatmu ragu percaya pada kami sayang?". Tanya Fillipo lembut.


Fitri menghembuskan nafas pelan lalu menatap mereka.


"Penggagalan pengiriman senjata itu hanya disabotase oleh Kak Dhanny, senjata itu bukan berasal dari Negara. Negara tidak pernah memberi izin, karena izin yang di ajukan tidak pernah diterima oleh Negara. Jadi izin yang didapatkan Daddy dan Ayah itu palsu, senjata ini juga palsu". Fitri menarik nafas dalam "Ini hanya peralihan saja supaya kita lenggah dan mereka bisa menyerang Markas Black Glorified dan Lion Killer lalu mengambil wilayah timur". Sambung Fitri.


"Semua adalah rencana Kak Dhanny. Kak Dhanny juga mengubah wajah Dea menjadi wajah Martha, mantan kekasih Tuan Michael yang pernah menyukai Kak Popo. Dea berencana memisahkan aku dan Kak Popo. Tapi dia salah karena Kak Popo tidak pernah menyukai Martha, yang menyukai Martha adalah Tuan Fietter, saudara kembar Kak Popo". Jelas Fitri membuat mereka melonggo tak percaya.


Fillipo sampai tersendak, jelas Fillipo sangat mengingat bagaimana dulu Martha mengejarnya yang membuat Michael salah paham dan membenci Fillipo. Bahkan Martha menerima cinta Michael hanya untuk bisa berdekatan dengan Fillipo. Tapi masalah saudara kembarnya menyukai Martha, sungguh Fillipo tidak tahu karena saudara kembarnya itu tidak pernah membahas masalah Martha.

__ADS_1


"Dea juga merubah Vita suaranya menjadi suara Martha dan merubah seluruh identitasnya". Ucap Fitri.


"Lihat ini Kak". Fitri kembali menunjuk layar laptopnya "Ini adalah Dea yang berubah menjadi Martha". Timal Fitri lagi


"Benar-benar mirip". Gumam Fillipo.


"Lalu kita harus bagaimana Dek?". Tanya Zean panik, artinya munsuh mereka tak main-main.


"Tidak ada". Sahut Fitri santai "Ikuti permainan mereka anggap kita tidak tahu apa-apa". Ucap Fitri.


"Tapi apakah tidak bahaya Ce?". Tanya Sean khawatir.


"Tentu saja bahaya terutama untukku! Tapi kalian tenanglah, mungkin ini sedikit menyakitiku. Kak Dhanny pasti akan menculik ku dan membawa aku pergi jauh, saat itulah Kakak-kakak akan menolongku dan membongkar siapa Kak Dhanny sebenarnya. Kalian hanya perlu hati-hati, Kak Dhanny bekerjasama dengan Black Shinee, kelompok Mafia terbesar di New York". Jelaz Fitri.


"Tidak sayang, aku tidak mau kau terluka". Tolak Fillipo.


"Tidak ada jalan lain Kak". Ucap Fitri "Sekarang Kak Dhanny sudah kembali ke Indonesia menyusun rencana, supaya kita tidak curiga dan sebentar lagi Dea akan datang ke Negara ini dan menyamar sebagai Martha. Tugas kita hanya berpura-pura tidak tahu dan biasa saja". Ucap Fitri santai "Aku harap Kakak-kakak bisa beracting agar Dea dan Kak Dhanny tidak curiga. Target mereka adalah aku dan Kak Popo jadi jika kalian menyanyangi kami berusahalah untuk bekerjasama". Ucap Fitri.


Mereka terdiam mendengar penjelasan Fitri. Beberapa kali mereka mengembuskan nafas kasar dan tak percaya.


"*Fitri benar-benar jenius". Batin Leo.


"Apakah Nona Muda ini alien?". Batin Willy.


"Aku sampai dibuat merinding dengan penjelasan Nona Muda!". Batin Boy juga bergidik ngeri*.


"Kakak janji Ce, akan melakukan yang terbaik dan melindungi Cece". Tatap Sean pada Fitri


"Aku selalu bersamamu sayang". Timpal Fillipo yang langsung mendapat cibiran dari ketiga pria kembar.


"Cih, lebay". Cibir Zaen.


"Aku tak menyangka Tuan dingin ini bisa bucin pada adikku". Ejek Sean


"Awas, saja jika tidak bisa menjaga adikku". Ancam Zean.


Fitri hanya menggelleng sambil tersenyum melihat perdebatan mereka.


"Ck, apa tidak bisa kalian tidak mencibirku". Kesal Fillipo.


"Sudah, sudah". Fitri jenggah melihat mereka. Seperti bukan Mafia saja.


"Jangan beritahu Ayah dan Daddy". Tegas Fitri "Ini adalah rahasia kita. Sedikit saja bocor, kita akan kalah karena orang yang kita hadapi bukan orang sembarangan". Fitri mengingati mereka.


"Baik Ce".


"Iya Dek".

__ADS_1


"Siap Adik Kakak".


"Iya sayangku".


"Baik Nona Muda".


Mereka menjawab secara bergantian. Fitri menghela nafas lega. Semua rencana sudah ia susun dengan baik, tinggal mengikuti permainan mereka.


"Ce, bagaimana kau bisa tahu semua ini?". Tanya Sean lembut masih tak percaya dengan apa yang dijelaskan Fitri.


"Fitri menempelkan alat pelacak dilengan Kak Dhanny, alat itu tidak akan bisa dilacak oleh orang lain kecuali aku mengembalikan sistemnya. Alat pelacak itu dilengkapi dengan kamera silinder yang mengangkap semua yang dilakukan oleh Kak Dhanny. Fitri juga meretas semua rekaman CCTV disana". Jelas Fitri.


Mereka hanya bisa menelan salinya dengan susah payah. Tidak bisa dibayangkan bagaimana kemampuan gadis kecil ini? Entah berapa lQ yang dimiliki Fitri? Sehingga mampu memikirkan hal sedetail itu.


Zaen tersenyum bangga pada Fitri, adiknya ini ajaib dan unik. Tak bisa Zaen bayangkan jika ia harus kehilangan Fitri suatu hari nanti, bahkan membayangkan nya saja membuat dada Zaen terasa sesak dan sakit. Zaen teringat bagaimana hancur hatinya saat Fitri dinyatakan meninggal.


Zaen yang dulu seorang playboy dan Cassanova kelas kakap, kini meninggalkan semua kebiasaan buruknya itu saat bertemu Fitri.


**Bersambung......


Yayayayya jangan lupa boom likenya ya guys...


GBU...


LoveUall......


Fillipo Anggelo Grande. Usia 33 tahun


Tampan, dingin, tegas, pemberani dan kejam. Hanya bersama Fitri gunung es ini akan mencair**...



**Bagaimana visual Babang Popo?


Ganteng gak, hehhe....


Visual


Zean Glorified Ranlet Flint


Zaen Glorified Ranlet Flint


Sean Ranlet Flint.


Usia 33 tahun**.


__ADS_1


Gimana Babang kembarnya? ganteng kan...


blasteran, Indonesia-Korea-Amerika-Jerman. jadi darah mereka campuran ya... hehe.


__ADS_2