
Mereka pun sampai didepan sebuah rumah mewah yang mirip dengan Mansion khas Eropa.
"Kak ini Markasnya?". Tanya Fitri masih dengan mata takjub menatap bangunan mewah itu
"Iya Nona". Sahut Louis
"Kalian berjaga lah disini, aku akan mengantar Nona ini kedalam". Ucap Louis pada teman-temannya
"Baik". Jawab mereka serentak.
Sementara Fitri masuk bersama Louis dan Fitri masih setia digendong Louis diatas punggungnya.
Fitri masuk dengan perasaan tak karuan. Takut dan senang bercampur menjadi satu, Fitri belum siap melihat wajah luka-luka Sam dan Sean. Baginya kedua pria itu adalah kekuatan dalam hidupnya, sedikit saja kedua pria itu terluka maka dunianya serasa hancur berantakan.
"Tuan". Louis memanggil Michael yang tengah asyik menyiksa tawanannya.
Michael menoleh.
"Siapa yang kau bawa Louis?". Tanya Michael
Fitri yang sedari tadi berada dipunggung Louis. Sontak minta diturunkan bak anak kecil yang turun dari gendongan ayahnya.
"Hai Tuan Michael". Sapa Fitri.
Mata Michael membulat sempurna saat mendengar suara yang sedari tadi dia tunggu. Begitu pun dengan Louis, pria itu menatap Fitri dengan penuh tanda tanya. Namun keberaniannya tak mampu membuka mulutnya saat melihat tatapan horor dari Michael.
"Cece".
"Shellena".
"Fitri".
Panggil mereka bersamaan. Fitri mengarahkan pandangan pada suara panggilan itu. Fitri berusaha menampilkan senyum terbaik untuk menguatkan hati mereka. Meski ia ingin sekali berlari memeluk tubuh Sam dan Sean.
"Akhirnya kau datang juga Girl?". Michael menghampiri Fitri "Hmm, kenapa tubuhmu luka-luka seperti ini? Hah kupikir kau tidak akan bisa melewati rintangan dariku!! Kau benar-benar gadis pemberani". Puji Michael tersenyum smirk.
"Jangan berani menyentuh adikku Mike". Teriak Sean saat melihat Michael hampir menyentuh wajah Fitri. Tangan dan kakinya tampak dibalut oleh sobekkan gaun yang dia pakai.
"Hah, kau sangat cantik sekali sayang". Michael tak mengubris teriakkan Sean, dia membelai wajah Fitri dengan lembut "Apa sahabat-sahabat mu itu berhasil menjebakmu,hmm?". Sambung Michael lagi. Langsung saja wajah Luna, Dea dan Pearce menjadi pias saat Fitri melayangkan tatapannya pada mereka.
Fillipo mengepalkan tangannya melihat Michael menyentuh wajah Fitri. Fillipo cemburu dan sakit hati, Fitri adalah miliknya hanya dia yang boleh menyentuh wajah gadis itu.
__ADS_1
Michael mengelus wajah cantik itu, wajah cantik yang terdapat beberapa luka "Kau benar-benar cantik Little Girl bagaimana tidak aku jatuh cinta padamu". Senyum sinis Michael.
Sementara Fitri masih terdiam, tangannya terkepal saat wajahnya disentuh. Tatapan matanya horror.
"Jangan berani menyentuhku". Teriak Fitri menepis tangan Michael dengan kasar.
Mata Michael menajam saat Fitri menepis tangannya dengan kasar.
"Kau...".
Fitri berlari kearah Sean dan Sam, dia sudah tidak mampu menahan sesak didadanya. Walaupun kakinya sakit tapi gadis itu memaksa diri.
"Kakak". Lirih Fitri memeluk Sean.
"Cece". Air mata jatuh dipelupuk mata Sean. Melihat kondisi Fitri yang penuh dengan luka seketika hatinya serasa berdesir dan sakit.
Fitri memeluk Sean erat, ingin Sean balas pelukkan itu tapi tangan dan kakinya terikat dan tubuhnya serasa lumpuh tak bisa digerakkan.
"Cece, harus kuat oke". Sean berusaha menyemangati adiknya ingin ia hapus air mata Fitri, tapi tidak bisa.
"Fitri sayang Kakak". Peluk Fitri semakin erat. Bahkan ia suda tidak peduli lagi mendegar teriakkan Michael dan Park.
"Ce...". Suara Sean seakan tersekat.
"Siseu syon jinjeonghae nan geudeul-eul sog-il (Kak Sean tetaplah tenang, aku sedang merencanakan sesuatu untuk mengelabui mereka. Mungkin ini sedikit melukaiku tapi percayalah aku baik-baik saja. Dirimu hanya perlu beracting menangis histeris)". Ucap Fitri melepaskan pelukkan Sean.
Sean hanya mengangguk paham dan tetap menangis bukan beracting tapi memang ia sedih dan sakit melihat kondisi adiknya. Benar saja seluruh tubuhnya bisa digerakkan dengan seketika, sakit yang menjalar juga sudah tak terasa.
Fitri beralih memeluk Sam "Daddy". Tangis gadis itu memeluk Sam.
"Sayang". Sam sudah tak mampu melihat keadaan putrinya, akhirnya dia menangis.
"Jika terjadi sesuatu padaku, Daddy harus berjanji untuk hidup bahagia bersama Kak Sean". Lirih Fitri.
Sam menggellengkan kepala "Tidak!! Kita akan tetap bersama apapun yang terjadi". Tolak Sam. Ingin ia balas pelukkan putri namun tidak bisa seluruh tubuhnya terasa kaku.
"Hahhaha". Michael mentertawakan Sam dan Fitri. Sungguh Michael sangat senang melihat wajah menggenaskan pria tua itu.
"Kau tidak akan pernah bisa melihat putrimu Sam, karena aku akan membawanya pergi". Ucap Michael tertawa mengejek.
Fitri beralih menatap Fillipo "Tuan". Fitri memeluk Fillipo. Sontak Fillipo kaget dan haru gadis yang dia cintai memeluk.
__ADS_1
"Aku mencintaimu Tuan". Ucap Fitri. Mata Fillipo membulat sempurna saat mendengar ucapan Fitri. "Apapun yang terjadi padaku, kau harus hidup bahagia dan tidak bersedih lagi". Mata Fitri sudah tak mampu menahan air mata.
Lucas dan Dhanny hanya terdiam mendengar pengakuan Fitri. Hati kedua pria itu bagai sayatan yang membelah hati mereka menjadi dua bagian. Pengakuan Fitri seakan menghentikan perjuangan mereka.
"Kau ternyata mencintainya Fit. Dulu aku bisa sepuas nya memeluk mu, menghabiskan waktu 24 jam bersama mu. Tapi sekarang melihatku pun kau sudah tak sudi. Apa seburuk itu aku dimatamu?". Batin Dhanny tak terasa air mata jatuh dipelupuk matanya.
"Aku gagal". Batin Lucas.
"Pillipo sse naega dangsin- eul an-***-eul ttae nan (Tuan Fillipo saat aku memelukmu, aku sedang mentransfer penawar racun dalam tubuhmu. Tetaplah terlihat tenang, setelah itu usahakan buka ikatan talimu dan selamatkan mereka, jangan membuat yang lain curiga aku percaya padamu)". Fitri melepaskan pelukkannya.
"Fitri". Suara Fillipo tak mampu keluar.
"Arggghhhhh". Michael menarik rambut Fitri dengan kasar, hingga gadis itu mengaduh kesakitan.
Michael menarik Fitri dengan paksa.
"Fitri".
"Cece". Teriak Sean dan Fillipo menggema diseluruh ruangan mengerikan itu.
Plakkkkkkk
Park menampar Fitri dengan kasar "Apa kau mau mempermainkan putraku dengan memeluk pria lain, hah?". Park mencengkram dengan kasar
"Jangan menyakiti putriku Park". Teriak Sam matanya sudah memerah melihat sudut bibir Fitri mengeluarkan darah.
Fitri memberi kode pada Sean dan Fillipo saat kedua pria itu hendak menyerang Michael dan Park.
Michael tertawa puas melihat Daddy menampar Fitri. Ya dia sakit hati dan cemburu melihat Fitri memeluk Fillipo, hatinya benar-benar remuk. Entah itu cinta atau obsesi semata.
"Kau dengarkan ******? Kau adalah milikku, dan aku tidak akan rela tubuhmu ini disentuh pria lain. Apalagi dia. Jangan mentang-mentang kau kesayangan ku lalu kau berbuat semau mu!". Michael menarik Fitri dengan kasar.
Fitri hanya bisa menangis menahan sesak dalam dadanya. Ia sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi
"Aku akan membebaskan mereka, dan membawamu pergi sejauh mungkin dari sini". Ucap Michael "Kita akan hidup berdua dan hanya berdua sayang". Goda Michael, menarik paksa tubuh munggil Fitri yang sudah bergetar hebat.
Fillipo, benar-benar ingin segera menyerang Michael, namun lagi-lagi Fitri memberi kode untuk tetap tenang. Gadis itu terlihat baik-baik saja meski seluruh tubuh dan hatinya terasa sakit.
**Bersambung...
Maaf bahasa korea nya berbelit-belit, hahha**.
__ADS_1