Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 89


__ADS_3

**Cinta tidak bisa didapatkan dengan cara yang salah apalagi dipaksa. Cinta datang pada mereka yang bisa menempatkan diri untuk mencari cinta yang benar, bukan sekedar obsesi. Karena jika cinta takkan ada niat menyakiti dan menyingkirkan orang lain. Cinta itu mau menerima dan memberi dengan sukacita, meskipun pada akhirnya cinta juga mengecewakan. Tapi cinta takkan banyak menuntut apalagi memaksa saat melihat orang yang dicintai bahagia dengan pilihannya.


SELAMAT MEMBACA**..


Dea berjalan menaiki tangga menuju rooftop tertinggi dirumah sakit tersebut. Pemandangan kota New York, membuat hatinya mendingin. Untung saja sedang tidak musim salju, setidaknya tidak perlu berrepot-repot memakai pakaian yang tebal yang membuat badan serasa dibungkus plastik.


Dea menatap kebawah, gedung tersebut sangat tinggi dan terlalu tinggi. Ia memandang lampu-lampu yang menerang didalam beberapa gedung pencakar langit yang berdiri tidak jauh dari rumah sakit besar itu. Semilir angin melayangkan rambut panjangnya, ia meraba wajahnya yang rusak akibat sayatan belati yang dituduhkan Michael ke wajahnya. Wajah cantik nan putih itu terlihat begitu rusak dan menyedihkan.


"Semua ini gara-gara gadis ****** ini". Tatapnya sambil mengepalkan tangannya, matanya memerah.


"Hahha, aku berharap gadis itu masuk neraka". Dea tertawa sinis "Aku senang akhirnya dia mati". Ucap Dea lagi, ia tertawa kesenangan sambil menyeka air matanya


Dea meraba wajahnya yang sudah rusak. Dioperasi plastik pun tidak akan membuat wajahnya kembali seperti semula.


"Benar-benar gadis laknat". Teriak Dea menggema. Tanpa ia sadari justru air mata berjatuhan dipipinya yang penuh luka itu. Dea benar-benar membenci Fitri.


"Dari awal kita kenal, aku memang sudah membencimu. Aku hanya berpura-pura baik saja, dan pelan-pelan menyingkirkan mu. Dan sekarang, aku tidak perlu berrepot-repot lagi mencari cara untuk membuangmu, karena ternyata Tuhan sendiri yang menyingkirkan mu, hahhaha". Ucap Dea lagi, ia seperti orang gila tertawa sambil menangis.


Lucas berjalan tanpa arah. Ia berusaha menenangkan pikirannya. Ada rasa syukur dihatinya saat melihat bahwa Fitri hidup kembali. Meski pun tak bisa memiliki gadis itu tapi setidaknya masih bisa melihat senyum nya saja sudah lebih dari segalanya.


Kakinya menuntunnya untuk menaiki tangga, menuju ruang tertinggi digedung tersebut. Lucas terus melangkah, kaki jenjangnya terdengar menggema saat tangga yang ia naiki mengeluarkan suara karena hentakkan dari suara kakinya.


Hingga Lucas sampai di rooftop gedung rumah sakit ini, air mata kembali menetes dipipinya. Ia segera menyekanya dan berjalan terus sampai ke bibir rooftop. Lucas menatap permandangan indah kota New York. Bayangan Fillipo memeluk Fitri, ketika Fillipo menangis histeris sambil memeluk gadis itu, mengucapkan kata-kata cinta yang terdengar begitu manis, bahkan Fillipo tak peduli dengan siapapun yang menatapnya dengan tatapan aneh. Mengingat hal itu ada sesak dihati Lucas, rasa sakit yang menyeluruh membuat nafasnya seakan tersekat.


"Apa aku tidak pantas mendapatkan cinta sejati? Apa aku tidak pantas mencintai dan dicintai". Lirih Lucas sambil memejamkan matanya, meresapi sakit hati yang membuatnya terasa mati.


"Kenapa aku bisa jatuh cinta padamu? Kenapa aku tidak punya kesempatan untuk mengungkapkan semua rasa cinta ini, kenapaaaa??". Teriak Lucas dengan nafas memburu.

__ADS_1


"Hiks hiks hiks". Seketika telinga Lucas mendengar suara tangisan. Tangisan seorang gadis yang begitu menyayat hati.


Lucas mengedarkan pandangannya. Tatapannya tertuju pada seorang gadis yang duduk dengan menelungkupkan wajahnya pada kedua kakinya yang dilipat lalu tangannya memeluk lututnya dengan erat. Isak tangis begitu terdengar.


Lucas berjalan kearah gadis itu. Sepertinya Lucas mengenal siapa gadis itu. Lucas duduk disamping gadis itu, dan menatap kedepan.


"Menangis tidak akan menyelesaikan masalah". Ucap Lucas, tapi tatapannya mengarah ke depan.


Dea yang merasa ada seseorang disampingnya, mengangkat wajahnya. Dan melihat pria yang tengah duduk disampingnya sambil menatap lurus ke depan.


"Kak Lucas". Gumam Dea sambil menyeka air matanya. "Kenapa Kakak ada disini?". Tanya Dea lagi, lalu menyilangkan kedua kakinya mengikuti Lucas.


"Ini....". Lucas memberikan sapu tangannya pada Dea.


Dea menerima sapu tangan itu dengan tatapan sulit diartikan. Dea menghapus air matanya dengan sapu tangan yang diberikan Lucas.


Dea mengangguk "Tidak hanya terluka Kak, tapi hancur". Lirih Dea dengan tatapan sendu.


"Apa kau masih iri padanya?". Tanya Lucas lagi.


"Bukan iri tapi benci". Sahut Dea mengebu-gebu "Dia merebut semua yang aku miliki Kak, dan sekarang aku senang karena akhirnya dia mati . Hahha". Tawa Dea frustasi.


Lucas menatap Dea tajam, sungguh gadis ini tidak ada jera-jeranya, setelah dibentak oleh Daddy nya sendiri dan bahkan wajahnya juga diturih oleh belati tajam sampai membuat wajahnya rusak.


"Aku tidak tahu apa yang kau pikirkan De?". Ucap Lucas dengan nada kecewa "Kau salah, dia tidak mati. Dia hanya tertidur". Tegas Lucas.


Dea membulatkan matanya sempurna "Apa maksud Kakak bukankah dia sudah mati? Tidak mungkin dia hidup kembali". Bantah Dea tak percaya dengan ucapan Lucas.

__ADS_1


Lucas tersenyum sinis "Dia belum mati, dia hidup kembali dan jangan pernah mengusik nya lagi. Jika itu sampai terjadi bersiap-siaplah menanggung akibatnya". Ancam Lucas sambil menunjuk Dea dengan tatapan tajam. Lalu berdiri meninggalkan gadis gila itu.


"Apa Kak Lucas pikir dia mencintai Kakak? Apa Kakak pikir Kakak tidak terluka? Jangan munafik Kak, aku tahu Kakak jauh lebih terluka dari aku. Aku tahu Kakak berusaha membuatnya jatuh cinta pada Kakak. Tapi sadarlah Kak, bahwa dia tidak akan pernah mencintai Kakak dan tidak akan pernah. Kakak tidak lebih dari orang asing yang berani mencintai orang yang salah". Teriak Dea menatap Lucas. Perkataan Dea membuat langkah Lucas terhenti


Lucas membalikkan badannya dan menatap Dea dengan tajam "Setidaknya aku tidak menggunakan cara yang murahan seperti dirimu". Tekan Lucas mengepalkan kedua tangannya.


"Hahaha, ayolah Kak jangan munafik. Kita bisa bekerja sama memisahkan dua manusia itu. Kakak bisa mendapatkan Fitri, dan aku bisa mendapatkan Kak Fillipo, hahaha". Tawa Dea sambil memberikan tawaran pada Lucas.


"Maaf, aku tidak akan menggunakan cara licik hanya untuk mendapatkan cinta!!!". Tolak Lucas lalu berbalik badan dan meninggalkan Dea.


Dea menatap punggung Lucas dengan mengepakan kedua tangannya "Awas saja, aku akan memisahkan mereka". Ucap Dea dengan tatapan tajam dan membunuh.


Dea meronggoh tas nya dan mengambil benda pipih itu "Bisa kita bertemu". Ucapnya pada orang diseberang sana. Setelah selesai berbicara Dea mematikan sambungannya.


"Siap-siaplah kehilangan yang sebenarnya". Dea tersenyum sinis.


Dea, bukan hanya iri pada Fitri tapi dia benar-benar membenci gadis itu. Gadis yang ia kenal sejak kecil. Awalnya Dea memang menyanyangi Fitri layaknya sayang Kakak pada adiknya, tapi seiring berjalannya waktu semua nya berubah, kasih sayang Dhanny, Dion dan Diandra lebih besar kepada Fitri saat kedua orang tuanya meninggal orangtua dan Kakak nya begitu menyanyangi gadis kecil itu dan mengangkatnya menjadi anak mereka. Saat itulah rasa benci dihati Dea tumbuh, tapi selalu dia tutupi agar tidak ada yang tahu bahwa ia membenci gadis itu, bahkan Dea diam-diam memberikan obat yang membuat daya tahan tubuh Fitri semakin memburuk, namun karena keceradasan dan kejeniusan gadis itu sehingga ia tahu bahwa obat yang diberikan Dea adalah obat yang salah, tapi Fitri tetap berpikir positif bahwa Dea hanya salah kasih obat bukan sengaja. Puncak kebencian Dea semakin membesar saat ia bertemu dan mengenal Fillipo, Dea jatuh pada pria dingin yang tak tersentuh itu. Tapi sayang Fillipo bahkan tak memberikan celah kepada Dea hanya untuk sekedar berbicara, pria itu meratapi kepergian Fitri yang sempat menghilang beberapa waktu lalu. Hal itu membuat Dea semakin membenci Fitri, dan melampiaskan semua rasa marahnya dengan pergi ke bar bersama Luna dan Pearce, sampai akhirnya ia menjadi wanita malam dan menyerahkan mahkota nya kepada pria hidung belang. Tak sampai disitu, Dea bahkan sudah kecanduan dengan **** bebas hingga ia sudah berhubungan dengan para lelaki kalangan atas.


**Bersambung......


Apakah Dea akan sadar dengan apa yang dia lakukan?


Apakah Dea akan kembali mencelakai Fitri?


Yuk ikuti terus ceritanya.....


GBU.

__ADS_1


LoveUall**......


__ADS_2