
SELAMAT MEMBACA......
"Lapar tidak?". Tanya Dhanny.
Fitri mengangguk dengan antusias membuat Dhanny gemes dan ingin rasanya mengigit pipi Fitri yang terlihat cubby.
"Paman, singgah direstourant. Kita makan siang". Ucap Dhanny.
"Baik Tuan". Sahut Rio.
Fitri dan Dhanny masuk kedalam restourant. Mereka langsung menjadi pusat perhatian. Dokter Dhanny terlihat begitu tampan dengan kaos oblong berwarna putih serta celana jeans warna cream dan Fitri terlihat cantik dengan baju hoddie nya. Gadis itu mengucir rambutnya tanpa make up diwajah.
"Fitri, mau makan apa?". Tanya Dhanny sambil membuka lembar buku menu.
Fitri menyebut semua makanan yang ia suka. Dhanny menggeleng kepala, sejak Fitri diperboleh kan makan makanan yang diluar resep Dhanny, gadis itu menjadi hobby makan. Bahkan semua jenis makanan ia makan kecuali makanan pedas dan asam.
"Jadi rindu masakkan Bik Yum". Ucap Fitri mengingat nama pembantu di Apartementnya yang ada di Indonesia.
"Benarkah?". Senyum Dhanny "Kakak juga pamit pada Fitri, Kakak akan kembali ke Indonesia, besok". Ucap Dhanny.
"Kenapa kembali ke Indonesia Kak. Apa ada masalah?". Cecar Fitri dengan wajah sok panic dan khawatir.
Dhanny tersenyum mendengar pertanyaan Fitri "Tidak ada! Kakak akan kembali mengurus rumah sakit disana. Sayang jika tidak diurus dengan baik". Jelas Dhanny lembut tak mau membuat Fitri curiga.
"Tapi kenapa harus kembali Kak? Bukankah disini Kakak sudah bekerja di rumah sakit Daddy?". Lirih Fitri dengan mata berkaca-kaca.
Dhanny mengelus kepala Fitri "Dengarkan Kakak, tempat Kakak di Indonesia Fit. Lagian disini Kakak sendirian, Daddy, Mommy dan Dea juga kembali ke Jerman". Jelas Dhanny "Fitri jangan sedih gitu donk, mau mukanya cepat tua". Ejek Dhanny
Fitri yang mendengar itu jadi kesal "Isshhh, Kakak bukannya menghibur malah mengejek". Cemberut Fitri.
"Tenanglah! Jika ada waktu Kakak akan sering mengunjungi Fitri disini". Dhanny berusaha menenangkan Fitri
"Benarkah?". Wajah Fitri berbinar "Janji". Fitri mengaitkan jari nya dijari kelingking Dhanny.
Dhanny tersenyum bahagia "Aku berjanji untuk membawamu pergi sejauh mungkin. Dimana tidak ada orang selain kita berdua". Batin Dhanny tersenyum licik.
Makanan yang mereka pesan pun datang. Mereka makan dengan canda dan tawa yang menggelegar, hingga menjadi pusat perhatian kedua nya tampak gak sadar bahwa mereka menjadi tontonan orang-orang yang ada di restorant tersebut.
Sean, Zean dan Zaen sedang berjalan masuk ke Bandara. Mereka menjemput Sam dan Pedrosa. Entah apa alasannya kedua pria paruh baya itu tidak mau naik jet pribadi, lebih memilih menaiki pesawat umum dengan transit VVIP.
"Ayah aku sangat merindukanmu, hiks". Zaen memeluk Pedrosa dengan dramatis.
"Cih, tidak perlu beracting didepan Ayah Zaen. Ayah tahu ada maksud dibalik sikapmu ini". Cibir Pedrosa.
Plakkkkkk
Menjitak kepala Zaen.
"Aww, Ayah kau jahat sekali pada putra tampanmu ini". Zaen mengelus kepalanya yang di jitak oleh Pedrosa.
Zean menggeleng kepala melihat tingkah dua pria jomblo yang selalu saja bertengkar setiap kali bertemu.
__ADS_1
"Ayah...". Zean juga memeluk Pedrosa.
"Apa kau baik-baik saja Boy?". Pedrosa membalas pelukkan Zean.
"Seperti yang Ayah lihat, Zean baik-baik saja". Zean melepaskan pelukkannya pada Pedrosa.
"Dad". Zean beralih memeluk Sam.
"Kalian baik-baik saja Son?". Tanya Sam memeluk satu persatu ketiga putra kembar nya.
"Sean baik Dad". Balas Sean.
"Ayah". Sean juga memeluk Pedrosa. Ayah angkat yang sudah ia anggap Ayahnya sendiri. Awalnya Sean tidak menyukai Pedrosa, tapi saat mengenal pria yang pernah mencintai Mommy nya itu Sean merasa Pedrosa tipe pria yang tegas dan pemberani.
"Dad". Zaen juga memeluk Sam. Merek saling berpelukkan.
Namun Sam dan Pedrosa merasa ada yang kurang, entah apa yang jelas mereka merasa tidak lengkap.
"Kemana adik kalian?". Tanya Sam panik dari tadi sosok gadis kecil yang ia rindukan
Ketiga pria itu bingung harus jawab apa sudah pasti Sam dan Pedrosa akan mengamuk karena membiarkan Fitri pergi bersama orang lain
"Fitri, bersama Dokter Dhanny Dad!". Jawab Zaen jujur yang langsung mendapat tatapan tajam dari Sean dan Zean.
Sam dan Pedrosa membulatkan matanya sempurna saat mendengar jawaban Zaen.
"Apa??". Pekik Sam dan Pedrosa bersamaan.
"Ayah, Dad. Tidak perlu teriak begitu. Telinga Zaen bisa tuli nanti". Gerutu Zaen menutup telinganya.
Sedangkan Zaen terlihat santai tanpa dosa yang membuat Sean dan Zean kesal padanya, Karena ulah Zaen yang ember membuat mereka disemprot habis-habisan oleh Sam dan Pedrosa.
"Ayah, Dad sebaiknya kita pulang. Jangan marah-marah disini, malu dilihat orang nanti masuk media lalu viral". Celetuk Zaen, melangkah pelan. Mengambil ancang-ancang untuk lari karena keempat harimau jantan itu akan mengaung.
"ZAENNNN". Teriak keempatnya kompak
"KABURRR". Zaen berlari sambil tertawa masuk kedalam mobil menghindari amukkan dari Ayah dan saudara kembar nya.
Nafas Sam dan Pedrosa memburu, kini tatapan keduanya mengarah pada Sean dan Zean. Sean dan Zean menelan salivanya kasar. Tatapan Ayah dan Daddy nya seakan ingin menelannya hidup-hidup.
"Apa tidak ada yang ingin kalian jelaskan pada Ayah dan Daddy?". Tatap Sam tajam pada kedua putranya.
"Ayah, Daddy cepatlah". Teriak Zaen dari dalam mobil "Hentikan pertanyaan kalian, segera masuk mobil selagi aku berbaik hati dan tidak meninggalkan kalian". Pekik Zaen kesal dia sudah kepanasan menunggu dalam mobil.
Mau tak mau mereka berempat masuk kedalam mobil dan melupakan perdebatan masalah putrinya.
Fitri memasuki halaman Mansionnya. Untung Zaen mengirim pesan padanya, karena Ayah dan Daddy sudah sampai ke Bandara.
Tentu Fitri tahu jika dua pria tua itu akan mengamuk setelah mendengar dirinya dengan Dhanny. Untung tadi acara makan siang mereka tidak terlalu lama dan Dhanny mau diajak pulang, karena besok Dokter tampan itu akan kembali ke Indonesia.
Segera Fitri masuk kamar, dan membersihkan diri dan menganti bajunya supaya dua pria tua itu tidak curiga padanya.
__ADS_1
Setelah selesai membersihkan diri, tak lupa Fitri tampil cantik menyambut kepulangan Ayah dan Daddy nya.
Drt drt drt drt.
Ponselnya berbunyi. Fitri mengambil ponsel yang ia letakkan diatas nakas. Sudut bibirnya tertarik saat melihat nama Kulkas Berjalan diponselnya, ia sampai lupa Menganti nama kontak itu meskipun sudah menjadi kekasih Fillipo.
"Hallo Kak". Sapa Fitri sambil tersenyum.
"Hmmm, bagaimana makan siangnya dengan Dokter gadungan itu?". Tanya suara sinis dan cemburu diseberang sana.
"Menyenangkan Kak, aku makan sangat banyak". Goda Fitri sengaja membuat Fillipo semakin terbakar api cemburu.
"Cih, kau ini". Cibir Fillipo "Dengarkan aku sayang, aku tidak akan membiarkanmu menemui Dokter gadungan itu lagi". Tegas Fillipo.
Fitri menggelengkan kepala sambil tersenyum
"Iya Kak. Kakak sudah makan siang?". Tanya Fitri lembut.
Mendengar perhatian Fitri, seketika amarah Fillipo mereda "Sudah sayang". Senyum Fillipo manis meskipun Fitri tak melihatnya, tapi Fitri bisa membayangkan senyum manis pria itu.
Terdengar suara mobil memasuki halaman Mansion. Fitri izin menutup telponnya dan langsung berlari kebawaha menemui kedua pria tua yang membuatnya rindu setengah mati itu.
"Daddy, Ayah....". Teriak Fitri berlari kearah mereka.
Sam dan Pedrosa terkesiap menyambut pelukkan putri kesayangannya.
"Astaga sayang, jangan lari-lari nanti jatuh". Tegur Sam khawatir sambil menyambut pelukkan putrinya.
"Iya sayang jangan lari-lari". Sambung Pedrosa juga membalas pelukkan Fitri.
Sean dan Zean saling melihat, sejak kapan adiknya itu pulang ke Mansion. Setahu mereka Fitri menjemput Dhanny dan siang bersama. Tapi kenapa bisa ada disini?
Berbeda dengan Zaen yang tersenyum simpul. Adiknya benar-benar seperti anak kecil yang cekatan. Baru saja ia mengabari Fitri untuk segera pulang, adiknya itu malah sudah sampai rumah dan berganti pakaian.
"Apa kabar putri Ayah ini?". Pedrosa mengelus lembut kepala Fitri.
"Ayah sama Daddy jahat. Ninggalin Fitri terlalu lama". Kesal Fitri dengan wajah cemberut.
Sam dan Pedrosa terkekeh melihat tingkah menggemaskan putrinya. Fitri akan seperti gadis manja biasa jika didepan kedua Ayahnya. Namun, jika kejeniusan gadis itu terlihat, justru wajahnya tampak serius dan misterius takkan ada yang menyangka jika dia jenius luar biasa.
**Bersambung.......
Fitriani Yuri Kwon, Usia 21 Tahun cantik dan menggemaskan. Jenius dan baik hati**.
**Bagaimana visual Fitri?
Cocok tidak????
Ikuti terus kisah mereka....
__ADS_1
GBU..
LOVEUALL**...