
SELAMAT MEMBACA....
Fitri membuka matanya perlahan. Kepalanya terasa berat dan seluruh tubuhnya serasa remuk redam. Matanya menerawang pada ruang asing yang belum pernah dilihat sebelumnya.
"Aku dimana?". Lirihnya menatap sekelilingnya.
"Astaga". Fitri tersadar tangan dan kakinya terikat dan membuatnya sulit bergerak
"Siapa yang melakukan ini?". Gumam Fitri. Air mata berjatuhan dipipi manisnya, bukan karena takut tapi merasakan ada yang aneh ditubuhnya.
Cekreekkkk
Pintu terbuka. Seorang pria masuk kedalam ruangan itu diikuti oleh pria lainnya. Pria itu berjalan dengan sombong sambil memasukkan kedua tangannya disaku celana kanan dan kirinya.
"Hai Gadis kecil". Pria itu berjalan mendekat kearah Fitri.
Kening Fitri bekerut saat menatap kedua pria yang berjalan kearahnya itu. Aneh? Kenapa Fitri merasa aneh menatap kedua pria itu? Wajah mereka tidak asing.
Kedua pria itu semakin mendekat kearahnya. Wajah mereka terlihat jelas oleh lampu yang baru saja di nyalakan.
"Tuan Mars". Satu kalimat lolos dimulut munggil Fitri. Fitri menatap kedua pria itu dengan penuh tanda tanya.
"Ternyata kau masih mengingatku cantik". Mars menjongkokkan badannya untuk menyamakan tinggi tubuhnya dengan Fitri yang duduk dibangku.
Mars tersenyum menyeringai menatap wajah cantik dan bersih milik Fitri. Gadis ini, tanpa make up saja tetap terlihat begitu cantik. Bagaimana jika dia memang didandani? Mungkinkah kecantikan nya tak kan ada tandingannya?
"Pantas saja banyak yang tergila-gila padamu? Ternyata kau memang cantik sayang". Mars mengelus wajah mulus Fitri. Tatapan mata Mars begitu tajam "Aku akan membawamu pergi dari sini dan kau harus bekerjasama denganku". Timpal Mars, tangan kekar Mars setia mengelus wajah Fitri.
"Apa maksudmu Tuan?". Tanya Fitri tak mengerti.
"Maksudku, aku ingin memiliki semua hal dalam dirimu. Kejeniusan mu dan tubuhmu. Bukankah itu menyenangkan, hahaha". Seru Mars dengan senyum licik.
"Bagaimana Arthur apa kau juga menyukai gadis ini?". Ujar Mars pada Arthur.
"Aku hanya tertarik pada kejeniusan nya saja". Seringai diwajah Arthur terlihat licik saat melihat Fitri.
"Kita akan bawa dia pergi dari sini, sebelum Dhanny datang". Ucap Mars.
Arthur menyuntikkan obat tidur ditubuh Fitri. Dalam sekejap mata gadis itu terpejam dan langsung jatuh dalam pelukkan Mars.
Segera Mars membuka ikatan tali ditangan dan kaki Fitri, lalu mengendong gadis kecil itu dengan tersenyum puas.
Mars dan Arthur membawa Fitri menaiki jet pribadi milik Mars. Sebab Mars tahu rencana Dhanny yang mencoba menipu mereka berdua. Dimana Dhanny hanya memanfaatkan mereka untuk mendapatkan Fitri, dan setelah itu Dhanny yang akan mendapat untungnya sementara Mars dan Arthur akan menerima amukkan dari Black Glorified dan Lion Killer.
__ADS_1
Sebelum Dhanny datang, Mars berencana membawa Fitri sejauh mungkin yang tidak akan bisa ditemukan oleh siapapun.
Sampai disebuah pulau, bagian More Utara. Pulau yang sudah jauh-jauh hari dibeli oleh Mars.
"Siapkan kamar dan Dokter terbaik untuk gadis ini". Perintah Mars pada anak buahnya.
"Baik Tuan". Sahut sang anak buah.
Mars dan Arthur membawa Fitri kedalam kamar mewah di villa tersebut. Ya Mars membangun sebuah villa yang terletak di pulau itu. Tentu saja Mars sudah merencanakan ini jauh-jauh hari saat Mars tahu bahwa Dhanny menghianati nya.
Tempat ini sangat terpencil, tidak akan ada yang bisa melacak mereka. Kalaupun ada tidak akan bisa masuk begitu saja, sebab sudah dibuat sistem keamanan dengan ketat. Bahkan pulau tersebut dilengkapi dengan seribu pengawal dengan latar belakang tentara terbaik di Korea Utara.
"Apa yang akan kita lakukan selanjutnya?". Tanya Arthur. Kedua pria sesusia ini mengubah rencana mereka.
"Kita akan bersembunyi disini, Karena wilayah timur berhasil dibobol oleh mereka. Aku yakin mereka saat ini sedang mencari kita, apalagi gadis ini ada bersama kita". Jawab Mars.
Mars dan Arthur terdiam sejenak menatap wajah Fitri, yang tertidur begitu pulas. Fitri masih memakai piyama tidurnya, wajah polos dan cantik itu benar-benat terlihat menggemaskan seperti bayi baru lahir.
"Apa kau yakin gadis ini akan mau bekerjasama dengan kita?". Tanya Arthur pada Mars.
Mars menghela nafas "Aku tidak tahu, tapi kita bisa memaksanya". Seringai licik diwajah Mars.
Arthur mengalihkan pandangan pada Fitri "Kenapa wajahnya pucat sekali? Tidak terdapat kandungan apa-apa kan dari obat tidur yang disuntikkan tadi?". Tanya Arthur mulai panik sebab wajah Fitri terlihat sangat pucat tanpa darah.
Mereka berdua mendekat kearah Fitri dan mengacek kondisi gadis itu.
"Astaga, kenapa badannya panas sekali?". Pekik Mars saat menyentuh kening Fitri yang terasa panas.
"Tangannya dingin". Sambung Arthur.
"Nial....". Teriak Mars memanggil assistennya.
"Ada yang bisa saya bantu Tuan?". Tanya Nial dengan nafas tersengal-sengal karena berlari.
"Cepat panggilkan Nick". Bentak Mars.
"B-baik Tuan". Ucap Nial sedikit gugup karena tatapan tajam dari Mars.
Nial berlalu pergi memanggil dokter yang memang stand by divilla tersebut, dokter pribadi milik Mars.
Tidak lama kemudia Nial datang bersama pria yang memakai jas warna putih, yang diyakini adalah seorang dokter.
"Cepat periksa dia Nick". Perintah Mars.
__ADS_1
"Baik". Sahut Nick.
Nick mulai memeriksa Fitri, dari suhu tubuh dan tekanan darah juga diperiksa secara detail oleh Nick.
Nick menghembuskan nafas kasar, dia bahkan berkali-kali memeriksa kondisi Fitri untuk memastikan keadaannya dan berulang kali menyakinkan dirinya bahwa prediksinya salah. Namun, tetap saja gadis yang terbaring didepannya ini mengindap penyakit mematikan. Kankef otak stadiun akhir.
"Bagaimana Nick?". Cecar Mars tak sabar.
"Sebelumnya aku ingin bertanya, apakah dia kekasihmu Mars?". Tanya Nick menyelidik wajah Mars.
"Aku tidak butuh pertanyaanmu Nick, cepat jawab pertanyaan ku". Seru Mars jengkel pada Nick. Nick selain dokter pribadi dia juga sahabat baik Mars.
"Dia menderita penyakit cukup serius, saranku cepat lakukan kemoterapi, sebelumnya kita harus mencari darah golongan O-". Jelas Nick.
"Jelaskan padaku kenapa harus kemoterapi?". Tanya Mars matanya sudah memerah. Jika gadis ini sakit, bagaimana dia bisa memanfaatkan nya.
Nick menatap wajah Fitri "Dia menderita kanker otak stadiun akhir. Sel kanker dalam tubuhnya sudah menyebar kebagian syaraf". Jelas Nick.
Mars dan Arthur terdiam mendengar penjelasan Nick. Kedua pria itu hanya bisa membisu dan bingung apa yang harus mereka lakukan.
"Apa ada cara lain selain kemoterapi?". Tanya Mars matanya tak beralih pada Fitri yang terlihat begitu pucat.
"Tidak ada". Sahut Nick "Kemoterapi adalah mematikan sel kanker dalam tubuh, supaya sel itu tidak menyebar. Tapi kemoterapi bukan menyembuhkan hanya memanjangkan usia sesaat". Jelas Nick
Mars membulatkan matanya mendengar penjelasan Nick
"Kau yakin tidak ada cara lain Nick?". Tanya Mars dengan mata mendelik kearah Nick.
"Tidak ada Mars. Ini adalah penyakit mematikan yang pernah ada. Bagaimana pun kita mencari obatnya tidak akan pernah bisa menyembuhkan penyakitnya". Ungkas Nick lagi.
Mars menghela nafas "Baiklah, siapkan semua alat kemoterapi disini". Tintah Mars.
"Apa sebaiknya dibawa kerumah sakit?". Tanya Nick heran. Bukankah penyakit seserius ini ditangani oleh dokter spesialis nya.
"Jangan banyak tanya Nick, cepat lakukan dan cari dokter spesialis kanker terbaik di Korea Utara, berapa pun biayanya jangan khawatir aku akan membayarnya". Tandas Mars.
"Baik". Nick langsung keluar dari kamar yang ditempati Fitri.
Mars mengenduskan nafasnya kasar, rencananya ingin memanfaatkan Fitri justru dia harus dibuat repot dengan mengurus gadis kecil ini. Gadis ini benar-benar membuatnya pusing, bahkan rencana Mars untuk menguasai perusahaan Sean malah gagal gara-gara gadis ini.
**Bersambung....
GBU...
__ADS_1
LoveUall**...