Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 86. S2


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA.....


Luna menggeleng tak percaya. Dia bahkan enggan menatap putrinya. Tak pernah dia sangka putrinya harus mengalami semua ini.


"Maafkan aku Mom". Grace menggenggam tangan Luna "Aku tidak bermaksud membuat mu kecewa, hikss maafkan aku". Isak Grace menyesal.


Grace juga terkejut dengan dirinya yang hamil. Dia tak menyangka hubungan terlarang yang dia lakukan bersama Aron menghasilkan buah didalam rahimnya.


Tangis Luna semakin keras. Dia merasa gagal menjadi seorang Ibu. Ditambah lagi dengan Grabielle yang belum juga bangun dari komanya membuat wanita paruh baya itu semakin terisak. Beban dipundaknya seakan tak berkesudahan.


Sementara Zean hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri. Dia juga merasa gagal menjadi seorang Ayah. Zean sudah membina kedua anaknya dengan susah payah, tapi apa yang dia dapat. Grace justru terjebak dalam hubungan gelap.


"Maafkan aku Dad, hiksss". Grace beralih mengenggam tangan Zean. Kedua orangtuanya memalingkan wajah mereka tidak tahu harus bagaimana menanggapi ucapan Grace.


Saat ini mereka sedang berada dirumah sakit. Grace dan Kenny yang jatuh pingsan secara bersamaan membuat mereka panik. Grace dan Kenny memang sengaja disekap oleh Myron, Zehemia dan Kenzie di Markas Black Glorified dan Lion Killer 2 untuk menjalankan hukuman. Namun kedua wanita itu ternyata lemah akhirnya pingsan dan setelah melakukan pemeriksaan ternyata kedua wanita itu hamil.


"Mom, Dad".


Grace semakin terluka melihat kedua orangtuanya yang enggan melihatnya. Dia memang bersalah. Tapi saat ini dia butuh dukungan. Dia butuh suport dari kedua orangtuanya untuk menjaga bayi yang ada dalam kandungan.


"Apa yang ada dipikiran mu Grace. Bagaimana bisa kau hamil dengan pria sebrengsek itu? Masa depan apa yang bisa kau janjikan untuk anak mu nanti, jika Ayah nya saja memiliki dua istri, haa?". Sentak Zean penuh emosi "Daddy sudah berusaha mendidik mu dengan baik. Tapi hanya karena rasa iri mu pada Zevanya kau bahkan melarang garis yang Daddy pasang. Kau juga hampir membunuhnya. Apa kau tidak tahu siapa yang akan membalaskan dendam padamu, ha?". Zean mengusar rambutnya dengan kasar. Ini kedua kalinya Zean menangis setelah kehilangan Fitri.


"Maafkan aku Dad". Hanya kata maaf yang bisa ucapkan oleh Grace. Saat ini dunianya hancur.


Luna menarik nafas dalam. Lalu dia menatap putrinya. Luna menyeka air matanya yang berjatuhan. Dia sudah lelah menangis. Menangisi putranya dan sekarang dia juga harus menangisi putrinya ini.


"Grace". Luna mengusap lengan putrinya "Mommy memang kecewa. Mommy marah. Tapi Mommy menyanyangimu. Ini juga salah Mommy yang gagal menjadi Ibu. Mommy mohon rawat bayi dalam kandungan mu dengan baik. Dia tidak salah. Dia adalah anugerah. Mommy menyanyangimu". Luna memeluk putrinya dengan tangisan pecah. Tangisan penyesalan.

__ADS_1


Sementara Zean tersungkur dilantai. Dia bahkan meninju lantai hingga tangannya mengeluarkan darah. Dia tidak bisa memaafkan putrinya. Tapi dia juga tidak bisa menyalahkan putrinya. Ini akibat dirinya yang gagal menjadi Ayah. Harusnya dia bisa menjaga putrinya dengan baik.


Zean bangkit dan ikut memeluk kedua wanita yang paling berarti dalam hidupnya. Semarah apapun dia, dia tetaplah seorang Ayah yang hancur ketika putrinya hancur.


"Dad". Grace membalas pelukkan Zean.


"Maafkan Daddy". Zean ikut menangis memeluk istri dan putrinya. Meski pun hati hancur tapi dia tidak bisa menekan putrinya. Mau menyesal bagaimana lagi, semua sudah terjadi.


"Daddy".


Ketiga orang itu saling memeluk erat dengan tangisan. Pelukkan yang sudah lama Grace rindukan dari kedua orangtuanya. Didikan keras Zean menjadikan dia gadis pembakang. Tapi sekarang Grace sadar bahwa apa yang dilakukan oleh Ayahnya demi kebaikannya sendiri.


Sementara diruangan lain.


Yoshua hanya terdiam mematung dan Candy memeluk Kenny yang berulang kali memukul perutnya. Kenny tidak menerima kehadiran anak dalam kandungannya.


"Hiksssssss". Yoshua menutup wajahnya dan menangis terisak.


"Mommy". Kenny memukul perutnya berulang kali "Mom aku tidak mau bayi ini. Aku tidak mau punya bayi dari Aron Mom. Tolong aku". Kenny menangis histeris.


"Hentikan Kenny". Sentak Yoshua "Ini semua karena perbuatan keji mu itu. Kau tahu apa yang kau lakukan ini ha?". Bentak Yoshua "Kau merusak masa depanmu. Merusak kepercayaan Daddy dan Mommy. Menghancurkan kehidupan mu sendiri". Yoshua menunjuk wajah putrinya.


"Apa Daddy dan Mommy sadar jika ini salah kalian ha?". Kenny melepaskan dengan paksa pelukkan Candy hingga membuat Ibunya terjatuh dilantai.


"Kenny?".


Yoshua menatap tak percaya pada putrinya. Dia membantu istrinya bangun.

__ADS_1


"Tidak apa-apa?". Tanya Yoshua membantu istrinya bangun.


"Tidak". Candy memperbaiki bajunya yang berantakan.


"Kenny". Yoshua menggeleng "Kau benar-benar keterlaluan Kenny". Yoshua menggeleng kecewa. Hatinya semakin sakit melihat tingkah putrinya.


"Iya aku keterlaluan. Bukankah Daddy yang membuatku begini? Daddy yang membuatku keras? Daddy yang membuatku terpojokkan? Daddy yang selalu menyalahkan ku atas kematian Grandfa? Daddy juga yang menjerumuskan ku ke dalam lubang neraka, dengan sikap Daddy itu". Kenny turun dari brangkarnya "Aku benci kalian". Kenny melenggang keluar dari ruang inapnya.


"Kenny".


"Kenny".


Kenny tak peduli dia pergi tanpa merespon panggilan kedua orangtuanya.


"Kenny, hikssss". Candy tersungkur dilantai.


"Sayang". Yoshua memeluk istrinya.


Kedua orangtua itu menangis melihat tingkah dan sikap putrinya. Bagaimana bisa putri yang mereka besarkan menjadi gadis yang keras seperti itu.


Yoshua menyesal dengan apa yang dia lakukan pada Kenny. Dia sadar bahwa dia memang keras pada putrinya. Dia mengabaikan putrinya. Tidak pernah membagi waktu dengan putrinya. Dia selalu mendidik putrinya dengan keras.


Yoshua juga selalu menyalahkan putrinya. Menekan putrinya untuk menajdi orang hebat. Yoshua selalu membuat putrinya tertekan. Yoshua menyesal


Begitu juga dengan Candy. Memang setelah Kenny dewasa perannya sebagai Ibu seperti menghilang. Dia tidak pernah memperhatikan putrinya dan malah sibuk dengan sang suami mengurus rumah sakit. Padahal dia tahu bahwa putrinya itu butuh kasih sayangnya. Kenny memang tumbuh tanpa kasih sayang mereka.


"Maafkan Daddy Kenny. Maafkan Daddy. Maafkan Daddy". Yoshua hanya bisa membantin memikirkan putrinya. Kata maaf yang tak mampu dia ucapkan secara langsung pada Kenny.

__ADS_1


Bersambung......


LoveUsomuch ❤️


__ADS_2