Book Of Flowers

Book Of Flowers
Prologue


__ADS_3

Sudah lama sekali…


Lama sekali, sejak kisah ini terukir


Aku tidak ingat sudah berapa lama sejak saat itu. Ingatanku sedikit terganggu setelah beberapa ribu tahun aku hidup


Kisah-kisah lama. Ketika manusia masih dekat dengan sihir dan makhluk mistis


Hidup berdampingan, tertawa bersamaan, bahkan bertengkar dengan satu sama lain. Semua manusia dengan makhluk-makhluk yang terlupakan lalui bersama pada masa lalu adalah cerita yang luar biasa bagiku


Suka Cita, Kesedihan, Pertemuan, Kehilangan, Perang, Kedamaian, Cinta, Kebencian. Semua kisah yang kutulis dan lihat dengan mata kepalaku sendiri memilik emosi berwarna-warni seperti itu. Semua kisah itu adalah kisah yang luar biasa


Tapi seiring waktu, kisah itu akan diceritakan olehku, kemudian beberapa isi dan kebenarannya akan diubah, dan pada akhirnya, kisah itu akan dilupakan


Cerita-cerita yang hilang. Ada ribuan, mungkin jutaan. Hilang di dasar lautan kenangan dimana tidak seorangpun ingin mencoba melihat dan mengetahui isinya


...


Ingatanku melemah


Aku mencoba mengingat semua hal yang sudah kulalui, semua hal yang berada di dalam cerita-cerita itu. Tapi tidak ada satupun gambaran yang aku ingat


Aku hanya mengingat perasaanku ketika melalui semua hal itu. Ketegangan, kesedihan, Kegembiraan dan kemarahan. Semuanya sudah pernah kurasakan, tapi tidak ada satupun gambaran ingatan itu yang terlintas di pikiranku


Aku membutuhkan buku milikku disaat seperti ini. Sebuah buku tebal yang diisi oleh Ratusan, mungkin ribuan cerita yang kutulis sendiri. Ratusan dan ribuan cerita kehidupan yang sudah padam di depan mata kepalaku sendiri


Tapi buku itu sudah hancur oleh usia. Kebanyakkan tulisannya sudah memudar terutama di bagian penting ceritanya, dan banyak halaman yang hancur dengan sendirinya karena usia


Memang sudah sewajarnya, karena Buku itu sudah berusia ribuan tahun. Seharusnya ini saatnya buku itu hancur menjadi debu, namun buku ini tetap bertahan teguh sampai sekarang. Bertahan teguh, sama sepertiku selama ini


Dan karena itu, sebelum buku catatanku hancur sepenuhnya, aku harus bisa mengingat semua cerita itu. Aku akan menulis ulang mereka semua dalam buku-buku yang terpisah

__ADS_1


Aku tidak peduli apabila tanganku akan mati rasa setelah ini. Memori-memori itu lebih penting dari apapun di hidupku ini. Memori-memori itulah yang membantuku untuk selalu menjalani hidup selama ini


Dan disaat aku mengambil penaku, sebuah memori hinggap di kepalaku. Memori tentang alasan pertama aku menulis cerita-cerita ini. Memori tentang kisah yang selalu kusimpan di hati


Dan disaat memori itu masih bertahan di kepalaku, aku mulai menorehkan tinta pena diatas lembaran pertama buku ini


......................


Kisah seorang raja, seorang peri dan seorang pembunuh. Seorang peri itu adalah aku, dan kedua orang lainnya adalah orang yang istimewa untukku


Tidak ada kata yang lebih tepat untuk menggambarkan mereka selain kata 'luar biasa'. Kedua orang yang telah membuat hidupku lengkap saat itu. Kedua orang yang mampu mengubah seluruh dunia di masa itu


Bertemu, bertengkar, bersahabat, bertarung bersama, hidup bersama dan...


...


Aku... Benar-benar ingin mengatakan kami mati bersama. Tapi...


...


Mengesampingkan hal itu, aku harus kembali beribu-ribu tahun lamanya sejak aku keluar dari hutan para peri untuk yang pertama kalinya. Kisah ini ditulis 20 tahun setelah aku keluar untuk pertama kali itu


Aku selalu berimpian untuk mengelilingi dunia ini dan mencari hal-hal baru. Tapi, bayarannya adalah aku harus meninggalkan kampung halamanku, dimana aku tumbuh sejak kecil


Semua teman-temanku melarangku untuk pergi keluar dari hutan peri, terutama orang tuaku. Tapi karena sifatku yang keras kepala dan selalu bertekad kuat, pada akhirnya mereka menyerah dan merelakanku pergi


Mereka kemudian berdoa sepanjang hari kepada pohon agung, pohon yang menjadi sumber kehidupan sejahtera para peri, untuk keselamatanku saja. Teman-temanku, para petinggi, saudaraku dan orang tuaku. Mereka semua duduk berlutut sambil terus menuturkan doa dari mulut mereka


Aku sudah bersiap dan antusias sekali menuju dunia luar saat itu. Semua perlengkapan keseharian ku termasuk pakaian dan makanan sudah kusiapkan paling awal. Keluargaku bahkan memberiku barang-barang untuk dijual seandainya aku membutuhkan uang


Dan ketika kami sampai di jalan keluar hutan, ayahku berpesan kepadaku

__ADS_1


"Janganlah kamu terlalu dekat dengan manusia. Dan jangan sakiti mereka"


Aku tersenyum dan untuk menghilangkan kekhawatiran orang tuaku, aku mengucapkan sebuah sumpah, dimana aku tidak akan menyakiti manusia selama aku berkelana, kecuali jika mereka mengancam nyawaku


Mereka kemudian tersenyum lega, walaupun aku yakin wajah mereka juga menunjukkan kesedihan karena kepergianku


Aku melambaikan tanganku kepada mereka dari kejauhan dan bergerak keluar melalui dedaunan yang menutupi hutan. Mereka semua hanya terdiam dan mendoakan yang terbaik untukku


Apa yang terjadi ke depannya tidak ku sesali sama sekali. Melalui masa-masa susah ketika berkelana karena ditindas, aku bertemu dengan seseorang yang mengubah hal itu


Aku bahkan mengabaikan perkataan orang tuaku untuk tidak terlalu dekat dengan manusia dan berteman baik dengan orang itu. Dan disaat aku pikir itu sudah cukup, orang kedua datang dan menambah kebahagiaan hidupku


Tidak bisa kubayangkan lagi hal-hal yang kami lalui itu bisa terjadi pada kami. Setelah bertahun-tahun berteman baik, kami selalu menghadapi masalah yang selalu mengancam keberadaan kami, Kejadian-kejadian yang menyulitkan hidup kami, dan musuh-musuh yang menginginkan kematian kami. Semuanya kami lalui sampai kami berhasil mendapatkan tempat tertinggi, dan juga tempat terbaik untuk mereka berdua


Verdea, Veskal, dan aku. 2 manusia dan 1 satu peri. 3 orang aneh yang bersatu karena takdir. 3 orang yang selalu menjadi tameng untuk satu sama lain, tidak peduli dalam kondisi apapun yang kami bertiga hadapi


Kami selalu bersama, sampai ajal pada akhirnya menjemput mereka berdua. Melihat tubuh mereka yang mendingin, dan tubuhku yang tidak menua sedikitpun, akhirnya aku paham kenapa orang tuaku memperingatkan untuk tidak dekat dengan manusia


Tidak peduli Sedekat apapun kami, sejauh apapun rintangan yang kami hadapi, sebanyak apapun yang kami dapatkan, itu semua akan berakhir pada kematian mereka


Mereka tidak abadi seperti kami. Mereka punya umur yang jauh lebih pendek daripada kami. Hidup mereka hanya diiringi oleh kematian yang menunggu saat yang tepat untuk mengambil nyawa mereka


Tapi, walaupun kematian menjemput mereka, aku tidak punya penyesalan sama sekali. Aku sudah menyaksikan kehidupan mereka yang luar biasa itu. Mereka sudah hidup sampai ke tahap tertinggi kehidupan mereka. Kepuasan mereka sudah cukup membuatku puas, walaupun aku tidak bisa bersama mereka lagi


Sama seperti buku catatanku, manusia hidup hanya sementara. Ada waktunya dimana mereka seharusnya beristirahat. Mereka akan berada di tempat yang lebih baik, tanpa satupun rasa sakit lagi, tidak seperti saat mereka berada di dunia ini


Aku selalu berpikir untuk mengikuti mereka dan membiarkan diriku mati. Aku sebenarnya bisa mati kapan saja. Tapi, masih banyak kisah yang ingin aku ceritakan ke dunia ini. Kisah-kisah yang luar biasa, tentang teman-temanku dari masa ke masa. Kisah-kisah yang hanya aku yang bisa mempertahankan


Dan buku ini akan menjadi kisah pertama yang ku ceritakan kepada dunia


...

__ADS_1


Ah... Kisah-kisah manusia itu sangat luar biasa. Aku sungguh bersyukur aku melangkah keluar dari hutan peri untuk berkelana di hari itu


__ADS_2