
"Tidak mungkin..." Zaphir terbelalak
"Apa-apaan yang barusan kamu katakan?" Veskal bertanya, ikut terbelalak
"Itu benar dia?" Verdea mengikuti
Aku hanya mengangguk merespon mereka semua, membuat mereka semakin terbelalak kaget
Zaphir bahkan mulai membungkuk hormat padanya, tapi Ayahanda menahannya sebelum dia sempat menunduk sepenuhnya
"Yang terpuji Elf Pertama. Aku-"
"Zaphir Lunaris. Kamu tidak perlu sungkan. Panggil aku Alf" Ayahanda berkata
Mengetahui kalau hanya para Oberon dan 5 Elf Akar yang merupakan anak-anaknya saja yang pernah melihatnya secara langsung, pemandangan ini sudah tentu membuat Zaphir senang sampai kewalahan
Ayahanda kembali melihat kearahku setelah memastikan Zaphir kembali berdiri tegak
Senyuman khasnya itu tetap saja sama seperti setiap kali aku menemuinya
Tapi...
"... Aku punya banyak pertanyaan..." Aku berkata pelan
"... Aku akan menjawab semuanya. Silahkan anakku" Dia mempersilakan
"... Kenapa Ayahanda baru menunjukkan diri sekarang?"
...
"Karena tubuh ini berada di benua Sahra sejak kejadian ini dimulai. Tubuh ini dibuat dan menetap disana sampai aku diteleportasi kemari oleh orang terpercaya"
"Orang terpecaya?"
Jadi, dugaanku tentang inti pohon yang berada di benua Sahra itu salah. Inti pohon itu sama sekali tidak diambil dan tidak sengaja terdampar disana, melainkan karena intinya memang sudah berada di tubuh ayahanda yang sekarang ini
Dan mengenai orang terpecaya ini...
Siapa...?
...
"Jika kamu bertanya siapa, aku tidak bisa memberitahumu karena orang itulah yang memohonku untuk tidak mengatakannya" Alf berkata, seakan mengetahui pikiranku sendiri
...
Sayang sekali
Tapi, walaupun cerita itu terdengar mencurigakan, resonansi inti roh yang berada di tubuh Ayahanda itu tidak bisa kutolak keasliannya. Itu menyatakan kalau cerita dari Ayahanda itu adalah kenyataan, dan tubuh ini memang benar milik Ayahanda
...
Aku punya banyak pertanyaan, tetapi...
Aku baru saja melihat sebuah kapal di jangkauan mataku
"... Aku punya banyak pertanyaan, jadi aku mohon kita lanjutkan selama perjalanan ini berlangsung" Aku berkata
Alf mengangguk setuju, kemudian beralih dan mulai mencari cara agar kapal itu mendekat ke tempat kami sekarang ini
Dan tidak lupa, karena sudah mendapat kembali inti roh yang berada di benua Sahra, aku mengirim seorang Fae untuk melapor agar Amelia membatalkan pemantauan itu
"Jadi? Kapal sejauh itu bagaimana cara memanggilnya?" Tanya Veskal sambil melihat ke kejauhan
"... Aku punya rencana karena ada Ayahanda disini"
"Hah? Tunggu. Kalian sedang mau apa?" Tanya Alf bingung
Verdea menoleh kearahku dan kami saling bertukar tatapan. Tidak lama, senyum lebar muncul di wajah kami berdua setelah dia memahami maksudku selagi dia mengacungkan jempol
--- Beberapa saat kemudian ---
__ADS_1
*Syuuu...!*
*Duar!!!*
"Lapor kapten! Kami melihat keberadaan sebuah sihir yang dilempar ke udara dari pantai selatan Goeitias tepat di depan kita. Apa perlu kita selidiki?" Seorang awak kapal melapor
Kapten mereka yang sedang menghisap pipa rokok itu mencoba untuk berpikir terlebih dahulu
"Ya. Selidiki saja, mungkin seseorang yang butuh bantuan"
Awak kapal itu kemudian menghormat dan langsung pergi untuk memberitahu awak lainnya
Dan dengan kecepatan yang cepat, kapal itu mulai bergerak kearah kami sesuai yang kuinginkan
Mereka semakin mendekat kearah kami dengan cepatnya. Dan untuk membuat mereka tidak terlalu curiga pada kami, aku...
"TOLONG!! TOLONG KAMI!!" Aku meneriakkan hal itu berkali-kali dan melambai-lambaikan tangan seperti orang panik
Veskal juga mengikuti aku berteriak, selagi Verdea dan Zaphir terduduk di belakang kami mengelilingi Alf
Tidak lama, kapal itu pun berhasil mendekat dengan aman. Papan kayu diturunkan dari dek kapal sebagai jalan naik-turun kapal
Dan di hadapan kami, sang kapten lah yang menghampiri
Mereka memeriksa kami dengan tampang curiga. Tapi, karena penyamaranku sebagai seorang manusia, dan Veskal yang tahu cara menipu dengan benar, kami tidak dicurigai sama sekali, terutama...
Karena aku membuat Alf dan Verdea terlihat seakan mereka sedang terluka
Dengan sedikit buah beri yang kubawa, dan perban yang dimiliki Verdea, hal itu pun terlihat sangat meyakinkan di mata siapapun kalau mereka 'terluka'
Aku juga sengaja membuat diri kami sedikit lusuh di beberapa bagian baju yang kami kenakan untuk membuat skenario ini semakin sukses untuk menipu
Verdea terlihat memiliki luka terparah diantara mereka berdua selagi Zaphir hanya memiliki lecet di tangan dan wajah
Yah, asalkan kapten itu tidak berusaha mencium baunya, rencana ini bisa berhasil. Jika tidak... Yah...
Kami para Elf memang dilarang mencuri... Tapi mengingat kalau Ayahanda sedang berada disini sekarang ini, peraturan itu bisa dia ubah untuk sementara waktu. Dan kapal itu pun bisa jadi milik kami
"... Lalu apa yang salah dengan teman Elf kami itu?" Aku menyela dengan nada kesal
"Aku tidak bermaksud menghina, hanya saja mengingat kalau kaum Elf adalah penyebab kejadian 5 tahun lalu..."
"... Aku tidak paham tujuan perkataanmu tuan. Tapi, temanku itu tetap butuh pertolongan, terutama anak berambut hitam itu"
"... Hah... Aku suka kesetiaanmu itu, tapi jangan salahkan aku kalau Elf ini menusukmu di punggung suatu saat nanti"
Kapten itu menjentikkan jarinya agar awak kapalnya mengangkut kami semua dengan perlahan
"Kenapa anda yakin kalau dia akan menusuk kami? Elf itu sudah bersama kami lebih lama daripada bersama tuan"
"... Aku hanya memberi nasihat, nak"
Nasihat yang sia-sia, jika aku boleh bilang
Dengan dahi mengkerut karena kesal, aku ikut naik ke kapal itu bersama dengan Veskal setelah ketiga temanku yang lainnya sudah diangkut naik
Kapten itu masih mendekat kepada kami seakan masih mengawasi dengan curiga
...
Itu sebenarnya persis dengan apa yang kuinginkan darinya
Dan pastinya, kapten ini terlihat ingin menanyakan banyak hal. Untuk hal itu, aku meminta agar Veskal saja yang berbicara dan menipunya
......................
"Jadi, bagaimana bisa teman-temanmu itu bisa terluka?" Tanya kapten itu, setelah kapalnya sudah mulai berlayar kembali ke Orion
"Kami dari benua Goeitias. Sudah tentu kami diserang oleh monster" Veskal menjawab
Kami harus melibatkan kebohongan dalam hal ini, dan aku sama sekali bukan pembohong yang baik, mengingat kutukan milikku juga. Tapi di sisi lain, Veskal itu adalah orang terpercaya kami yang merupakan pembohong paling berbahaya. Kemampuannya dalam bicara untuk meyakinkan seseorang sangatlah luar biasa, itu sebabnya aku meminta agar dia saja yang menjawab
__ADS_1
Dan karena dia sudah membuatku kesal tadi, aku bisa menjadikan hal itu sebagai alasan untuk tidak bicara padanya
"Hm begitu...? Monster macam apa?"
"Beberapa Troll dan sekelompok Direwolf"
"Aneh. Padahal Direwolf tidak pernah keluar saat pagi"
"Dan kamu pikir kami juga baru berkeliaran hanya pagi ini di benua terkutuk itu?"
...
"Seandainya kami tidak dirampok dan dibuang kesana..." Veskal berkata sambil memalingkan wajah seakan sedang mengundang rasa iba
Ehem!
Sandiwara miliknya sangat meyakinkan sampai aku sempat lupa kalau dia sedang berbohong
Dia benar-benar sangat mendalami hah...? Seakan Kebohongan adalah caranya untuk tetap hidup (Memang begitu juga kenyataannya)
Kebohongan miliknya adalah kebiasaan buruk, tapi aku tidak bisa menolak kalau kami sangat butuh kemampuannya itu, mengingat kalau aku sangat tidak suka berbohong seperti itu
"... Ya sudah. Aku tidak akan cerewet lagi. Sekarang, kalian boleh mengatakan apapun padaku" Kapten itu berkata
...
Hah? Lebih cepat dari yang kukira untuk menipu orang ini. Baiklah...
Dan inilah saat yang tepat untuk mengeksekusi bagian akhir rencanaku untuk pelayaran ini. Melihat tanda itu, Veskal mulai berjalan sedikit mundur agar tidak terlihat sedang menahan napas
*Psss...*
"Kami hanya ingin pergi ke Crux untuk beberapa urusan dengan seseorang. Aku harap kamu tidak keberatan mengantarkan kami kesana" Aku berkata
"... Baiklah" Kapten itu membalas, kemudian memberitahukan keinginanku pada pengemudi kapalnya
"Dan aku ingin meminta agar obat untuk teman-temanku sebaiknya dikirim saja ke kamar kami tanpa ada perlakuan lebih lanjut"
"Baiklah"
"Terima kasih" Aku mengakhiri perkataanku
Kapten itu pun pamit untuk mengawasi awak kapalnya, dan Veskal langsung melepas tahanan napasnya setelah ia pergi
"Rencanamu berhasil Vain" Veskal berkata sambil mengatur napasnya dengan benar. "Tapi, apa yang kamu lakukan sehingga dia terlihat setuju sekali dengan permintaanmu?" Tanya Veskal
Aku menyingkap lengan baju kananku sedikit dan samar-samar menunjukkannya sebuah bunga aromatik yang memiliki bau semerbak tumbuh di kulitku
"Ah... Bunga Aspiritus" Veskal bergumam
Benar. Bunga beracun hanya dengan aromanya saja, namun tidak mematikan dengan dosis yang tepat
Bunga ini biasanya digunakan oleh manusia sebagai obat penenang pikiran dan peringan kepala
Dengan bunga itu, gejala yang bisa ditimbulkan adalah perasaan yang mendadak tenang dan dingin. Mereka sama sekali tidak akan memikirkan apapun yang membuat mereka stress atau banyak pikiran...
Yang mengartikan kalau mereka juga bisa langsung lupa dengan bahaya yang sedang ada di hadapan mereka...
Karena kapten itu sudah tidak terlalu curiga kepada kami, aku pun menggunakan tanaman ini dan memastikan dia akan memiliki niat untuk menjawab 'ya', menjalankan permintaanku tanpa ragu sedikitpun
Tapi, dia akan merasakan sedikit sakit kepala nantinya setelah beberapa jam. Efek dari bunga ini bukan untuk menghipnotis, tapi untuk meyakinkan dan menenangkan seseorang sehingga kapten itu tidak akan merasa ada kejanggalan yang terlalu melebih lagi kepada kami untuk nantinya
Selama dia tidak tahu aku sudah meracuni kepalanya tadi, kami akan aman-aman saja
Rencana kecilku ditutup disaat itu juga. Selanjutnya, kami harus merancang rencana untuk menyusup ke Crux
"Mari, kita pergi ke kamar kita. Aku khawatir dengan 3 orang itu" Aku mengajak Veskal
Dia hanya mengangguk sambil tersenyum kecil dan mengikutiku pergi masuk ke bagian dalam kapal
Sisanya adalah memastikan kalau Yuriel menyesal dia pernah dilahirkan. Karena dia yang memegang inti roh itu, aku akan mengambilnya kembali dari tangan orang tua bangka itu
__ADS_1