
--- Beberapa menit kemudian ---
Di bawah 15 menit...
Di bawah 15 menit, isi ruangan ini sudah dipenuhi oleh para keluarga bangsawan dari luar negeri. Bermacam-macam bentuk pakaian ada disini, berasal dari adat mereka masing-masing
Minuman sudah mulai dikeluarkan, dan makanan diatas meja sudah mulai diserbu selagi mereka bercakap-cakap mengenai sesuatu yang tidak terlalu penting bagiku. Aku hanya menelaah mereka dari sudut ruangan, selagi berusaha untuk tidak menarik perhatian mereka berbicara denganku
Mari kita lihat...
Eloy ada disana. Aku terkejut dia masih bisa menunjukkan wajahnya di tempat ini, setelah bagaimana aku ******* harga dirinya di depan semua orang waktu itu
Dia sepertinya melirik kearah Eleanor sejak tadi, tetapi berpaling ketika Albert menoleh kearahnya
Eleanor juga terlihat sangat anggun. Aku yakin orang di hadapannya itu sedang menyinggungnya, tetapi dia terlihat sangat santai seakan tidak terganggu
Aku ingin ikut membantunya, tetapi sepertinya tidak perlu. Dia lebih kuat dari yang awalnya kupikirkan tentangnya
Keluarga Grandier sejak tadi melirik kearah kami, tetapi sekali lagi mereka berpaling ketika aku membalas lirikan mereka. Yang paling sering melirik kami adalah kedua putra keluarga itu, anak pertama Duke Grandier dan anak ketiganya juga. Keduanya adalah saudara tiri Veskal
Jika tidak salah, yang pertama itu bernama Alexandrio. Singkatnya, Alex. Lalu yang lebih muda itu bernama Gabriel
...
Mereka bukan menatap kearahku, tetapi kepada Veskal di sampingku. Sesekali juga kepada Albert, jika aku perhatikan lebih baik
Isi pikiran orang-orang sepertinya mudah sekali dibaca. Sebaiknya aku pindah sasaran saja
Lalu...
Ada raja Louis dari Cassiopeia disana...
Tetapi, aku ragu harus mendekat kearahnya atau tidak. Dia dan juga raja Avdol dari Sahra juga sama sekali tidak terlihat ingin berbicara dengan siapapun. Mereka justru terlihat sedang mengawasi semua orang sepertiku
Lalu...
"Vain. Vain!"
Hmph... Verdea menggangguku...
"Kenapa?" Aku menjawabnya
"Aku sudah memanggilmu sejak tadi! Kamu terlalu mendalami mengamati semua orang disini!"
Sungguh?
"Ah, maaf. Aku hanya ingin mencari siapa yang harus diwaspadai dan tidak"
"Untuk apa? Mereka bahkan tidak berniat mendekati kita sekarang ini"
"Siapa yang tahu bukan? Lagipula, satupun anggota keluargamu juga belum datang"
Apa yang sedang mereka persiapkan hingga memakan waktu seperti ini? Mereka adalah bintang pestanya, selain Verdea. Bukannya tidak sopan untuk tuan rumah membuat para tamu menunggu?
Atau ada masalah yang terjadi dengan salah satu dari mereka?
"Sambutan! Keluarga Hortensia telah tiba di area aula!!"
Oh-
Lupakan. Orang-orang yang kami tunggu akhirnya tiba juga
Semua anggota keluarga Hortensia yang tersisa dengan serentak masuk ke dalam ruangan. Menggunakan baju yang serasi dengan satu sama lain, mereka pasti berniat menunjukkan kedekatan mereka kepada semua orang
'Kedekatan'. Ahaha!
Lelucon yang sangat lucu!
...
Sejujurnya, mereka terlihat sangat elegan menggunakan baju merah dengan hiasan emas. Model baju mereka sepertinya disamakan dengan warna rambut mereka yang sama cerahnya
Orang-orang yang mendesain baju mereka semua sangatlah luar biasa. Aku mungkin harus mencari tahu siapa mereka untuk membuat beberapa baju baru untuk kubawa pulang. Luxor dan Ordelia pasti akan senang mencoba-coba baju baru
Pilihan perhiasannya juga sangat menarik. Mereka tidak terlihat mahal, tapi bisa menambah keindahan sosok rupawan dari wajah seluruh anggota keluarga ini. Terutama yang wanita
Sepertinya mereka memang sudah indah dari darahnya. Tidak heran anak yang satu ini semakin tampan semakin dia besar
Lalu, aku baru sadar satu hal
Sepertinya alasan kenapa Verdea mendapatkan pakaian hijau yang berbeda dengan keluarganya adalah untuk menonjolkan dirinya. Rosalia juga seperti itu ketika debutannya berlangsung, mengenakan gaun dan perhiasan berwarna ungu selagi yang lainnya mengenakan warna putih
Mungkin sudah tradisi, tapi aku dan Verdea tidak terlalu tahu soal itu. Atau mungkin memang hanya selera penjahit bajunya saja untuk menonjolkan bintang pestanya
...
Anak ini terlihat gugup setengah mati sekarang...
Kenapa? Sudah jelas karena ada satu acara yang benar-benar dia ingin hindari. Satu acara yang sayangnya menjadi acara utama setiap pesta debutan
Berdansa
Aku ingin bilang kasihan, tapi aku akan berbohong jika tidak berkata aku menikmati wajahnya yang penuh rasa malu nanti. Bahkan bentuk wajahnya saja sudah kubayangkan
Ahaha...!!! Aku jadi geli sendiri...!!
Tapi nanti kita lihat saja. Apakah wajah Verdea akan berubah karena malu dan gugup, atau dia bisa menahannya hingga akhir
Damien juga sudah memulai pidatonya. Dia harus kuperhatikan sampai akhir agar tidak terkesan lancang karena sibuk sendiri
__ADS_1
......................
"Baiklah, bagaimana jika kita memulai pesta utamanya? Mari kita sambut bintang utama pesta debutan ini!"
Damien pun melirik kearah Verdea setelah selesai berbicara. Seluruh tepuk tangan milik para hadirin mengiringi Verdea yang berjalan ke tengah ruangan selagi berdiri tegak
Dia tegang sekali! Astaga-!
Aku akan tertawa jika dia meneruskan posenya itu-!
Bahkan beberapa orang bisa melihat jelas kalau dia sedang gugup, tapi tidak terlalu banyak yang mempermasalahkannya. Mereka hanya datang untuk menilai, jadi walaupun Verdea berdiri tanpa sikap yang 'cacat' sekalipun, tatapan mereka itu tidak memiliki nilai untuk kami
Setidaknya semua orang sadar kalau dia itu tetap anak kecil. Dia tidak akan memberi tanda bahaya kepada posisi mereka untuk saat ini, atau begitu yang mereka pikirkan
Satu-persatu para gadis muda dari setiap keluarga yang hadir meminta Verdea untuk berdansa dengan mereka. Salam mereka yang terlontar juga selalu terdengar sama. Memperkenalkan nama, kemudian disambung dengan, "Bolehkah saya meminta kehormatan untuk dansa pertamamu?"
Tetapi...
Verdea menolak mereka satu-persatu setelah dia terlihat menelaah. Sayangnya, para gadis muda itu tidak memiliki kemampuan maupun penampilan yang bisa membuat Verdea tidak gugup
Bahkan ada salah satu dari mereka yang diam-diam mulai menggerutu selagi kembali kearah keluarga mereka. Beberapa lagi terlihat sangat kecewa karena merasa gagal dan terlihat ingin menangis
Aku tidak perlu waktu lama untuk memahami perasaan Verdea mengenai para gadis muda itu. Tidak ada satupun yang terlihat cocok dengannya sekarang ini
Atau, jika aku boleh bilang, tidak ada yang selevel dengannya bagaimanapun mereka mencoba. Bukan dalam artian memandang rendah
Aku menggelengkan kepalaku selagi tersenyum, sementara Verdea terus menolak para gadis muda itu satu-persatu
Hingga...
Matanya terbelalak...
Bersamaan dengan semua temanku, terkecuali aku yang sudah merencanakan saat momen ini datang bersama dengan Ordelia
"!!!"
"Oh-?"
"Hah??"
...
Sesosok gadis jelita seumurannya dengan gaun biru yang memiliki kesan seperti laut tiba di hadapannya
Gadis yang sudah dia lihat setiap hari. Namun, untuk pertama kalinya, dia melihat gadis itu mengenakan gaun yang lebih terbuka bagian pundaknya, tidak seperti selera yang ia biasa pakai
Gadis yang kemudian memperkenalkan namanya secara formal, walaupun mereka sudah tahu betul diri dari satu sama lain dalam keseharian
"Namaku Remina Stagnia dari Miralius. Aku harap kamu tidak keberatan berdansa denganku, Verdea"
...
Dia menyebut nama Verdea dengan keras tanpa menggunakan gelar...
Bahkan Remina sadar kalau dia melakukan kesalahan. Tapi dia justru melirik kearah Verdea seakan sedang pamer walaupun sedang membungkuk hormat juga
"Vainzel...! Kenapa Remina ada disana...??" Lyralia bertanya selagi menggoyangkan tubuhku, ditambah oleh Ivor yang juga bingung hingga spontan mengikutinya. Aku mereka buat terombang-ambing ke kanan dan ke kiri
Inilah hidupmu ketika kamu punya dia teman yang tidak bisa diam...
"Masalahnya, kita juga datang ke pesta ini sebagai tamu. Bukan sebagai pelayan Verdea saja. Jadi..."
Jadi, aku juga harus membawa seorang wanita muda seumuran Verdea kemari. Karena aku belum punya anak begitu juga dengan teman-temanku yang lainnya, dan kebanyakkan teman Elf-ku bukanlah seorang gadis seumuran anak itu lagi...
Maka Remina saja yang bisa memuat kategori itu. Dia juga terlihat sempurna menggunakan gaun
Ordelia sangat pintar memilih dan memakaikan baju untuknya. Walaupun Remina mengingatkanku kepada Lyralia ketika kecil dengan penampilan itu...
Remina masih membungkuk hormat layaknya seorang putri kerajaan, selagi Verdea masih tertegun di tengah bisikan orang-orang yang melihat
Tidak lama, Verdea pun akhirnya menunjukkan sebuah gerakan. Dia terlihat tertawa kecil, sebelum menahannya balik nyaris seketika karena ingin menjaga gambaran dirinya
Dia terlihat senang dengan kehadiran Remina di hadapannya, terlihat dengan wajahnya yang mulai mekar dan cerah kembali. Tanda bahwa dia sedang gugup sudah menghilang, selagi senyumnya membentuk dengan lebar
Dan akhirnya...
Tangannya pun terulur dengan tata krama yang sesuai, meminta balik Remina untuk berdansa dengannya
"Sebuah kehormatan juga untukku, Remina" Dia berucap
Yah...
Dia membalas ucapan Remina dengan tidak menggunakan gelar 'nona' rupanya...
Remina pun ikut tersenyum, mengangkat kepalanya, kemudian bersiap bersama dengan Verdea untuk mulai berdansa
Damien yang ikut ternganga akan penampilan Remina bahkan sampai sedikit telat untuk meminta para musisi untuk memulai alunan musiknya
Hm hm~ Mereka mulai menari~
Dan mereka melakukannya menggunakan teknik yang kuajarkan. Keserasian adalah kunci penting untuk memperlihatkan betapa anggunnya mereka sekarang ini
Pelajaran 2 hari ternyata berbuah dengan sangat baik, walaupun waktu yang kami miliki terlihat tidak memungkinkan. Mereka juga mungkin bisa cepat menyerasikan diri karena sudah bertarung bersama untuk beberapa kejadian terakhir
Intinya, mereka bisa terus mempertahankan gerakan mereka tanpa mengusik gerakan satu sama lain. Mereka sudah luar biasa dapat mempraktikkan hal yang sudah aku dan Ordelia ajarkan, juga luar biasa karena bisa memahami satu sama lain walau sering bertengkar
Dan di tengah ruangan itu mereka berdansa, mencoba mencari celah untuk membuka perbincangan dengan satu sama lain...
"Hey. Aku tidak tahu kalau Miralius juga dihitung sebagai tamu? Vainzel bahkan tidak memberitahuku" Verdea bertanya
__ADS_1
"Mungkin Oberon ingin memberimu kejutan. Dia suka begitu, sejauh yang kutahu. Hanya dia dan Nyonya Ordelia saja yang mengetahui posisi kami dalam acara ini" Remina menjawab
"Aku akan memukul Vainzel nanti karena sudah sempat membuatku gugup. Kamu juga..."
Verdea pun tahu alasan sebenarnya Remina ingin mengganti bajunya sebelum acara dimulai tadi. Alasan kalau dia membasahi dirinya untuk membersihkan Verdea tadi hanyalah poin bonus untuk melancarkan kejutan ini
"Hah... Aku hampir mati berdiri karena para gadis itu terlihat antusias namun kutolak seperti itu..."
"Yah... Jika begitu, kenapa tidak kamu terima saja salah satu dari mereka?"
"Rasanya salah. Aku bahkan tidak tahu dan baru bertemu dengan mereka hari ini. Tidak kenal maka tidak sayang, mungkin"
Remina tertawa kecil mendengar ungkapan itu
"Itu artinya kamu sayang kepadaku?" Dia bertanya kemudian
Verdea pun tersentak dengan wajah memerah, nyaris mengacaukan ritme mereka
"Si- Siapa yang bilang begitu coba?? Kamu memberi arti yang salah kepada perkataanku!"
"Hm~? Begitukah~?"
Verdea pun berusaha menahan dirinya sebisa mungkin, selagi Remina terus menggodanya dengan tawa kecil
...
...
"Aku senang kamu menjadi pasangan dansa pertamaku. Terima kasih"
"Eh-?"
Wajah Verdea berpaling, selagi Remina menatap kearahnya dengan wajah tertegun karena ucapan yang baru saja dia dengar
Kali ini, Remina lah yang mulai memerah karena malu
"Tidak apa..." Remina pun menjawab pelan
Suasananya jadi canggung...
"Gaunmu... Nyaman...?"
"... Tidak buruk, setidaknya..."
Mereka menatap satu sama lain sekali lagi setelah momen canggung itu, hingga tawa kecil sejenak keluar diantara mereka berdua. Bahkan aku bisa melihatnya dari tempatku berdiri kalau mereka sedang bersenang-senang sekarang
Lihat mereka berdansa bersama. Sedikit aneh melihat mereka akur, tapi sekali-sekali juga tidak terlalu salah
Suasana hati mereka pun semakin tenang selagi mereka mengikuti alunan musik itu hingga akhir. Bergerak, namun tetap berada di tengah aula, selagi terus mempertahankan ritme yang sudah ditentukan. Gerakan mereka melengkapi satu sama lain, hingga Verdea terlihat tidak gugup lagi dan keduanya masuk ke dalam alunan iramanya seakan tubuh mereka sudah terbiasa. Seakan mereka melupakan kalau mereka selalunya bertengkar dengan satu sama lain
Penutup dansa itu pun mereka berhasil lakukan dengan anggun. Keringat mulai jatuh dari kening mereka berdua, selagi keduanya tetap mempertahankan pose mendekap itu, menatap satu sama lain. Tangan kiri Verdea di pinggang Remina, dan tangan kanan Remina di pundak Verdea, selagi napas lelah mereka menyatu dalam irama yang selaras
Tepuk tangan pun mulai terdengar riuh dari semua pihak yang hadir disana, memberi apresiasi kepada kedua anak yang sudah memberi pertunjukan yang mengagumkan itu
Mereka berdua sekali lagi tersenyum kepada satu sama lain, kemudian berdiri bersampingan dengan tangan yang saling berpegangan di udara, sebelum memberi hormat kepada semua orang yang bertepuk tangan kearah mereka
Woah~ Luar biasa...!
Mereka bisa terus tenang berdansa, walaupun aku menangkap beberapa ritme mereka hampir kacau entah kenapa...
"Setidaknya usaha kita berbuah dengan baik" Ordelia berbisik
Aku tersenyum, kemudian membalasnya dengan, "Benar juga. Hadiah apa yang kira-kira harus kita berikan ya?"
Pastinya kami akan memberikan mereka sesuatu yang bagus. Hadiah karena mereka untuk sesekali tidak berkelahi juga
......................
"Bagaimana, tarian pertama kalian?" Aku bertanya, menyambut salah satu dari mereka yang menghampiriku
Sayangnya, hanya Remina saja yang bisa datang mendekat. Verdea dipaksa oleh semua anak muda yang hadir untuk membuat percakapan, dan dia terlihat kewalahan di sisi lain ruangan
"Cukup baik, aku rasa...?" Remina menjawab setengah ragu, masih terpaku kearah Verdea yang sedang sibuk
"Itu saja kah? Tidak ada yang berkesan kah?"
"Entahlah..."
Kenapa dia ragu menjawab coba? Sampai memainkan jari telunjuknya begitu...
...
"Sepertinya ada yang harus menolong anak itu"
Veskal sedang berkumpul dengan seluruh keluarga Grandier (juga) karena dipaksa. Sementara itu Frank harus istirahat. Aku baru tahu kalau dia cepat gelisah ketika berada di sebuah acara yang ramai, hingga dia terlihat dehidrasi dan pucat begitu. Jadi Ordelia dan Ivor harus menemaninya
Sepertinya hanya aku, Luna dan Remina yang tersisa. Yang lainnya yang seharusnya tersisa sedang sibuk mencari makanan untuk dibawa kembali ke kastil...
"Baiklah, aku akan pergi" Luna berkata, ketika aku melirik kearahnya
Padahal belum kuberi perintah, tapi dia sudah paham. Tangan kananku ini memang luar biasa
Para anak muda itu terlihat terkejut dengan kehadiran Luna. Mungkin karena setelan yang dia pakai itu milik pelayan pria, tidak cocok dengan Luna yang merupakan seorang wanita. Maksudku, dadanya sedikit terlihat dari balik setelan itu...
Aku memang senang melihatnya memakai pakaian itu karena memang cocok dengannya. Jadi kusuruh saja dia memakai jas dan kemeja itu
Verdea berbalik setelah Luna berbisik sedikit ke telinganya. Aku pun mengangkat tangan kananku, tanda memanggilnya untuk mendekat
Dia mulai meminta maaf kepada yang lain, tetapi seseorang dari mereka mengusulkan sesuatu sebelum dia sempat beranjak. Sesuatu yang membuat dia terlihat sedikit panik, namun tidak tahu harus apa
__ADS_1
Ayolah, beri anak itu ruang. Dia baru berdansa di hadapan kalian semua, tapi kalian malah mendesaknya terus
Dasar, manusia kurang kerjaan. Apa yang mereka katakan hingga Verdea terlihat panik coba?