
--- 5 Tahun Kemudian, Kota Orion ---
"Kamu dengar? Oberon dan komplotan Elf nya itu ternyata masih berkeliaran entah dimana"
"Sungguh. Aku masih melihat posternya yang selalu diperbarui selama 5 tahun ini"
"Hakim Agung Grandier benar-benar ingin mengadili orang ini ya...? Dan jika beliau sudah seserius itu, Vainzel itu benar-benar penjahat bukan?"
Riuh pasar dipenuhi oleh omongan orang-orang yang berlalu lalang
...
Haah... Orang-orang itu, sungguh...
Mereka tidak seharusnya membahas tentang seseorang jika orang itu ada di dekat mereka sekarang ini
"Berapa harganya?" Aku bertanya pada penjual apel yang ada di hadapanku sekarang ini
"1 perak per buah" Dia berkata
Dan orang ini malah merampok. Dia pikir aku miskin atau semacamnya?
Tapi biarkan saja. Aku tidak terlalu perlu uang banyak karena emas di Miralius masih utuh
"Hmm.... Baiklah. Ini"
12 Koin perak ku keluarkan dari kantong uangku dan kuserahkan pada penjual itu
Setidaknya aku sudah mendapatkan makanan untuk kami hari ini. Tidak apa-apa walaupun hanya 2 apel per orang
"Terima kasih" Aku berkata sambil pamit
"Tunggu, nak"
Aku berhenti ketika dia memanggilku kembali. Perlahan aku menoleh kearah wajahnya yang terlihat serius itu
"Kamu... Bukan orang itu kan?"
...
Aku tersenyum. Perlahan kubuka kerudungku itu dan memperlihatkan wajahku
Wajah manusia milikku yang menjadi penyamaranku setiap kali aku keluar. Wajah ini adalah wajah milik Verdea, atau lebih tepatnya, wajahnya yang kubayangkan ketika dirinya sudah besar. Rambut hitam dan mata biru yang sangat persis dengan miliknya
"Orang-orang bilang aku mirip dengan Vainzel, tapi apa menurutmu aku begitu?" Aku berkata dengan wajah tersenyum
Aku selalu melontarkan kata-kata yang penuh samaran itu kearah semua orang yang bertanya. Walaupun aku tidak berdusta, lidahku terasa pahit melakukannya
Dan karena sudah tidak melakukan apapun lagi dikarenakan si penjual buah yang tertegun, aku pun meneruskan langkahku dan menaikkan kerudungku kembali, pergi dari pasar itu
...
Aku terus berjalan menyusuri kota untuk mencari penginapan tempat teman-temanku berada
Dan saat aku melintasi sebuah kedai, ada seorang elf perempuan muda berlari keluar dari kedai itu. Tapi dia jatuh terjerembab ke tanah, bahkan tidak jauh dari pintu kedai itu
Pakaian elf itu terlihat lusuh sekali. Wajahnya terlihat tidak terurus, dan ada luka gores di tangan dan kakinya
Dia mencoba meraihku seakan meminta tolong. Matanya terlihat kosong seakan pikirannya sudah hancur
"Hah! Berani-beraninya kamu mencoba kabur!"
Seseorang muncul dengan tampang marah dari dalam kedai tempat elf itu keluar
Dia kemudian menjambak elf mu dan mulai menyeretnya kedalam lagi. Dan ketika elf itu meronta-ronta untuk melepaskan diri sambil meringis, aku menahan orang itu
"Ada apa!? Ingin sok baik!?" Tanya orang itu dengan nada ketus
"Lepaskan dia"
"Hoh...? Kalau tidak kamu akan-"
"Aku akan membelinya, jadi lepaskan dia"
Orang itu terdiam sebentar ketika mendengar perkataanku
"100 keping perak"
"80 perak. Tidak lebih tidak kurang"
__ADS_1
"... Cih! Ya sudah"
Aku kemudian menyodorkan seluruh kantong uangku kepadanya. Dia menerimanya dengan senang hati dan melempar gadis elf itu ke tanah
Badan gadis elf itu bergetar ketakutan, tapi aku meyakinkannya agar dia tidak takut lagi. Setelah melihat sosokku, penglihatannya menjadi kabur dan dia pingsan
Aku pun harus mengangkat gadis itu dan pergi mencari teman-temanku
...
Banyak sekali yang berubah dalam beberapa tahun terakhir ini...
Elf dan Fae yang menghilang karena diculik dari Miralius mulai dijual dan diperbudak di seluruh dunia. Walaupun aku sudah banyak menemukan dan menyelamatkan beberapa Elf, aku tidak menemukan orang tuaku, Fyon dan Cyrus
Semua Elf dan Fae yang kuselamatkan itu kukirim kembali ke Miralius dengan selamat, dan memohon kepada mereka untuk mencoba menghidupkan kembali hutan untuk sementara waktu
Aku dan teman-temanku, bersama Zaphir, pergi mengelilingi dunia untuk mencari para Elf itu
Semua ras yang ada di Vitario memburuku. Bahkan ada beberapa Elf yang membenciku karena insiden ini dan berusaha mencelakaiku. Aku juga memang pantas mendapatkan perlakuan kasar dari mereka karena gagal menjadi seorang raja
Posterku selalu dipajang di setiap kota dan di setiap papan pengumuman di seluruh Vitario. Hal itu memaksaku terus bergerak setiap kali ada yang curiga denganku
Aku sudah memperingatkan kepada teman-temanku kalau sebaiknya aku sendiri saja yang pergi. Tapi, mereka bersikeras menemaniku dan mengatakan kalau menyelamatkan para elf adalah tanggung jawab mereka juga
Padahal aku lah yang bersalah dan meninggalkan para elf, tapi mereka malah ikut terseret ke dalam masalah ini
Dan juga...
Benih pelacak yang dimiliki Veskal dan Verdea...
Keduanya hancur dan hilang entah kemana
Aku tidak bisa menemukan mereka lagi, sejauh apapun aku memeriksa setiap sudut dunia
...
Aku jadi penasaran apa kabar mereka. Sudah 5 tahun berlalu, aku yakin Verdea sudah setinggi diriku dan Veskal akan jauh lebih tinggi dariku
Luna dan Paman Zer juga. Aku harap mereka selalu baik-baik saja ketika menjaga dua anak itu
Aku ingin melihat wajah mereka semua lagi...
...
......................
"Ada Elf lagi?"
Zaphir yang melihatku membawa seorang Elf terkejut ketika menyambutku di dalam sebuah ruang penginapan
Semua teman-temanku juga ikut terkejut, tapi terlihat senang
"Aku beruntung menemukannya. Para manusia itu sudah menyiksanya terlalu jauh"
Dilihat dari manapun, elf ini sama sekali tidak terlihat diperlakukan dengan baik
Zaphir yang melihat luka-luka para elf itu langsung terlihat geram
"Manusia-manusia terkutuk...!" Dia berkata pelan
...
Kebencian Zaphir kepada manusia sudah semakin dalam sejak insiden itu. Setiap kali dia bertemu dengan seseorang, kami harus menahannya agar dia tidak mencoba memukuli orang itu
"Lyralia. Aku mohon kamu mau membantu membersihkan badannya"
"Dengan senang hati"
Aku memindahkan Elf itu ke tangan Lyralia, dan dia segera membawanya ke dalam kamar mandi
"... Sekarang kamu harus beristirahat Vainzel" Luxor berkata
Aku melepas jubahku itu dan wujud asliku mulai kembali seperti semula
Aku duduk di kasur yang sama dengan Ordelia, kemudian dia mulai memijati badanku
"Lain kali, kami saja yang pergi keluar. Kamu saja yang biasanya pergi keluar, dan aku rasa kamu terlalu memaksakan diri" Ordelia berkata
Semua teman-temanku yang berada di ruangan itu langsung memperhatikanku
__ADS_1
".... Aku tidak bisa membiarkan kalian melakukan tanggung jawabku. Aku sudah bilang sejak awal kalau semua ini adalah salahku" Aku menjawab sambil menghela napas
"Jangan berkata begitu. Dan juga, kami juga bertanggung jawab karena meninggalkan Miralius bukan?"
"... Aku yang menyeret kalian pergi. Itu sebabnya-"
"Kamu tidak paham sama sekali Vainzel..."
...
Aku paham. Merekalah yang tidak mau paham dengan perkataanku
Aku tahu kalau mereka memang berniat untuk ikut denganku selama ini, tapi awalnya, akulah orang yang menyeret mereka ikut dalam masalah ini
Aku merasa bodoh dan bersalah. Tidak seharusnya aku membebani teman-temanku seperti ini
Suara pintu kamar mandi kemudian terbuka. Dari balik pintu itu, Lyralia dan elf muda itu keluar sambil menunjukkan penampilan baru gadis itu
Rambut dan mata sebiru laut yang mirip sekali dengan Lyralia. Penampilan gadis itu terlihat sangat menggemaskan di mata semua orang karena tubuh dan wajah mungilnya itu
Dia berdiri dengan gugupnya di depan semua orang selagi Lyralia dengan semangatnya menunjukkan 'hasil karya' nya itu kepada kami semua
"Bagaimana? Dia cantik kan?" Tanya Lyralia sambil menoleh kearah kami satu persatu
"... Kamu klan Undine?" Aku bertanya
"... A- Ah! S- salam untuk raja para Elf!"
Dia memberi salam hormat dengan sopan kepadaku. Aku hanya menyuruhnya bangun kembali dari tundukkan hormatnya itu, karena merasa tidak nyaman
"Itu artinya kalian semua..."
Dia melihat kearah kami satu persatu. Matanya langsung berbinar seperti seorang anak kecil yang merasa girang
"Kehormatan untuk bertemu dengan kalian semua!"
Dia menunduk hormat sekali lagi dengan gugupnya
Aah... Anak ini...
"Tegakkan badanmu. Tidak perlu terlalu formal begitu" Aku berkata
"Tapi, k- kalian semua-"
"Ya, kami tahu. Tapi bertingkah yang santai saja dengan kami"
Dia kemudian mengangguk dan berdiri tenang di hadapan kami
"... Kami akan mengantarmu pulang ke Miralius nanti, jadi-"
...
Aku menghentikan perkataanku ketika melihat wajah ketakutannya
Dia... Trauma, ya?
"... Kamu akan baik-baik saja-"
"Saya menolak!" Dia berkata secara langsung
Jawaban tanpa ragu itu terlontar dari mulutnya. Wajahnya masih terlihat ketakutan, dan perlahan bergetar karenanya
Lyralia pun mencoba menenangkan Elf itu. Dia memeluk Lyralia erat dan badannya terus bergetar ketakutan
...
"... Namamu?" Aku bertanya
"... Remina"
"Nama yang bagus"
Dia mengangguk senang karena pujianku
5 Tahun berlalu. Banyak hal yang sudah berubah di dunia ini
Aku yang mencari teman-temanku. Seluruh dunia yang mencoba memburuku. Dan trauma karena insiden itu
...
__ADS_1
Aku harus bisa menyembuhkan trauma gadis kecil ini. Dan setelah itu, aku akan memastikan kepulangannya ke Miralius dengan aman