Book Of Flowers

Book Of Flowers
Akan Dibahas Nanti


__ADS_3

--- Sementara itu ---


"Begitulah intinya. Dan jika lebih tepatnya, bukan aku yang ingin memulai bisnis ini, tetapi temanku Veskal dan kapten Cyth"


Semoga semua itu masuk ke kepala mereka


Hah... Mereka berhasil mengundang raja dan bangsawan yang lain, tetapi siapa yang mereka undang itu juga tidak terlalu bisa kupercayai


Sepertinya bangsawan di dunia ini yang bisa dipercaya itu memang sedikit...


Mari kita lihat siapa saja yang tidak bisa kupercayai...


Yang mulia Leiwan dari Borneus


Adipati Maja dari Borneus


Duke Alta Artemis dari Orion


Dan orang ini...


Duke Edmond Grandier dari Crux...


Aku tidak bisa bilang kalau raja Louis dari Cassiopeia maupun jendral Mustafa dari Sahra ini meyakinkan atau tidak, tapi setidaknya mereka tidak terlalu terlihat ingin berdebat.


Mereka hanya sibuk menikmati teh yang sudah disediakan teman-temanku, hingga aku ragu mereka sudah mendengarkan atau tidak


Dan entah kenapa Alorry ada disini. Dia terus menatapku dengan tatapan kagumnya yang biasa itu


Sayangnya, tidak ada bangsawan Hortensia yang ingin terlibat denganku. Artorius bahkan sampai meminta maaf dan mewakili mereka untuk datang kemari, bersama dengan Edwin yang berdiri di belakangnya sekarang ini, diantara para prajurit penjaga masing-masing bangsawan yang hadir


Dugaanku hanya satu : Mereka terlalu terikat dan tergantung di bawah kekuasaan Rosalia


Bukan hanya karena mereka takut, tapi juga mungkin karena mereka melihat tambang emas yang menguntungkan di dalam apa yang dikatakan Rosalia


"Jadi intinya, kamu ingin membantu mereka mendirikan bisnis dagang itu melalui diskusi dengan kami, Oberon?" Zen bertanya sekali lagi


Aku hanya mengangguk menjawabnya


Orang ini terlihat tertarik membantu. Aku harap dugaanku benar


"Aku tertarik"


Yes!


"Dan karena itu, aku ingin mereka untuk mendirikan sebuah serikat dagang di Gong juga walaupun markas utamanya di tempat lain. Aku yang akan mengatasi biaya pembangunannya"


Heh?


Sejauh itu????


"Ayolah yang mulia Zen. Kamu pasti bercanda. Tidak mungkin kamu hanya berpikir untuk menyimpan semua keuntungan dagang untuk dirimu sendiri bukan~?" Lev menyela


Gah-!


"Ahaha, tidak mungkin bukan~? Aku hanya ingin mendapatkan sedikit keuntungan yang lebih untuk negaraku saja, yang mulia Lev~"


"Ahahaha! Pemikiranmu bagus. Tapi bagaimana kalau mereka mendirikan markas di Bestia saja dahulu? Kami punya hubungan dekat dengan kerajaan laut darah, jadi mereka tidak perlu khawatir jika ingin pergi dari timur ke barat atau sebaliknya"


A-!!


"Tidak boleh, tidak boleh. Melewati Goeitias juga tidak terlalu berbeda bukan? Kamu tidak mungkin ingin membuat usaha Oberon untuk mengamankan rutenya itu sia-sia bukan?"


"Tidak, tidak. Aku hanya menawarkan alternatif yang lebih meyakinkan untuk diambil"


"Hah?? Padahal hubungan kalian dengan kerajaan laut darah saja masih tidak jelas, tapi kamu berani menyombongkannya"


"Kamu mau bukti, yang mulia Zen? Aku bisa tunjukkan..."


"Stop! Demi pohon agung, hentikan debat kalian sekarang juga!" Aku melerai


Ya tuhan... Mereka mencela satu sama lain seakan mereka sedang membuat lelucon...


"Suasananya jadi panas di dekat sini. Untung saja Oberon mendinginkannya lagi" Leiwan menyela


...


"Jika aku boleh minta tolong menyingkir dari urusan ini" Lev membalasnya, diikuti anggukan dari Zen


Seram-!


Apa-apaan coba senyum menakutkan kalian berdua itu?


"Aku mohon hentikan. Aku juga jadi kewalahan karena situasi ini..." Julius ikut melerai


Di sampingnya, Alorry juga terlihat mulai terganggu. Begitu juga dengan Artorius yang seperti biasa sama sekali tidak memiliki pendirian lebih tinggi daripada yang lainnya


Hmph...


Kedua raja ini sudah mulai menunjukkan keegoisan mereka. Tapi aku juga tidak menyalahkan mereka karena tergoda dengan tawaran dagang dariku waktu itu


Siapapun juga ingin mendapatkan kesempatan untuk meneliti sesuatu yang tidak mereka ketahui. Apalagi mengingat kalau Goeitias adalah benua yang keras, mereka pasti ingin setidaknya mencicip sedikit kekuatan darinya


Bagaimana ini ya...?


Setidaknya aku harus adil kepada kedua negara ini. Tapi, karena Zen menawarkan terlebih dahulu untuk memonopoli posisi markas Black Hunt, mendirikannya di Gong bisa menjadi pilihan yang kurang tepat. Aku kasihan pada Bestia jika begitu


"Hmm... Jika aku bisa memberi saran, sebaiknya kami mendirikan markas di Orion"


...


Kami semua menoleh kearah Cyth dengan tatapan penuh pertanyaan yang utamanya diisi 'kenapa?'


"Hanya perasaanku saja. Aku rasa lebih baik begitu"


Jawaban itu sangat Cyth sekali. Sayangnya itu sangat kurang memuaskan orang-orang ini


Sementara itu, usulan Cyth itu ditertawakan oleh seseorang diantara kami. Siapa lagi jika bukan Duke Edmond Grandier yang terhormat


"Jika pimpinannya saja bodoh seperti ini, aku ragu kalau bisnis ini akan sanggup menjadi sukses" Dia pun berkata

__ADS_1


...


Itu saja kah? Kalau begitu pendapat darinya sudah tidak penting lagi


Bagaimana dengan yang lain?


...


Hening sekali ya...? Dan hawa dingin dari kedua raja itu masih belum mereda sama sekali


Karena sebagian dari mereka masih terlihat berpikir, sebaiknya aku juga mempertimbangkan usulan Cyth tadi


Jika kami ingin meletakkan markas serikat dagang itu di Orion, kami harus menaruhnya di kota terbesar kedua di Orion yang kebetulan dekat dengan laut, yaitu Rigel


Sayangnya, tempat itu sama saja dengan kota Typha di selatan Hortensia. Karena merupakan pelabuhan utama milik Orion yang membuka akses ke dunia luar dengan mudah, tempat itu sudah tentu dipenuhi oleh banyak prajurit kerajaan yang terlatih


Dan kami belum membahas biaya pajak keluar masuk Orion serta pajak bangunan. Aku tidak tahu berapa biaya total yang harus diberikan jika kamu mendirikan markas itu di tanah kerajaan Orion


Target pelanggan sudah ditentukan. Barang dagangan juga sudah disiapkan, yang utamanya diisi oleh suplai dari benua Goeitias yang dikumpulkan para Elf. Mereka juga akan membantu para Elf untuk mulai memiliki pemikiran untuk dekat dengan hal baru


Artian lainnya adalah, membuat para Elf mau menggunakan mata uang dan berhubungan dengan manusia walaupun hanya dalam hal berdagang


Setidaknya itu bisa membuat kami bisa mengikuti perubahan yang menguntungkan, juga sedikit menambal hubungan kami dengan kaum manusia yang rusak


Rencana yang bagus bukan? Aku bisa menang banyak jika diskusi ini berpihak kearahku


"... Kenapa tidak kamu coba dirikan saja di Goeitias langsung?" Seseorang memberikan saran


Seseorang yang ternyata adalah yang mulia Leiwan dari Borneus


...


Aku tidak paham apa manfaat dari sarannya


Bukannya aku tidak ingin mereka mendirikannya disana karena berbahaya, tetapi karena Erin sudah menentukan kalau mereka tidak hanya ingin berdagang hanya dengan para raja saja


"Saranmu bisa kuterima, tetapi target pelanggan mereka bukan hanya sebatas para raja atau bangsawan kerajaan saja" Aku berkata


"Kami juga ingin mencoba mengincar perhatian para rakyat biasa untuk berdagang melalui kami. Itu sebabnya kapten, Oberon dan diriku sendiri memutuskan kalau kami membutuhkan bantuan setidaknya salah satu dari para raja disini untuk memberi kami izin berbisnis di tanah mereka" Erin memberi penjelasan lebih rinci


Leiwan menggelengkan kepalanya seakan menolak penjelasan Erin


"Aku akan ajarkan satu hal yang penting dalam berbisnis, tuan


Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah memastikan kalau kamu memiliki target yang pasti. Dan harus pasti" Leiwan pun membalas


...


Ah!


Astaga, aku terlalu telat untuk memikirkan hal itu...


"... Jadi begitu. Saranmu sangat masuk akal, yang mulia Leiwan" Erin berkata


Jadi seperti ini


Walaupun kami berhasil mendirikan serikat dagang di tanah salah satu kerajaan para raja ini...


Dan itu memberi pertanyaan baru lagi


Walaupun mereka bisa tertarik pada awalnya, apa yang bisa dilakukan oleh Black Hunt untuk memastikan mereka sebagai pelanggan tetap?


Seandainya kami bisa mendapatkan tanah itu, mereka hanya akan merugi jika tidak ada yang membeli jasa mereka itu. Tidak membahas kalau Black Hunt berkaitan dengan diriku yang sedang memiliki reputasi yang cukup buruk


"Mendirikan bangunan itu di Goeitias sama sekali tidak akan merugi. Aku dengar juga kalau disana ada sebuah pulau yang cukup bagus dan luas untuk dijadikan sebuah kota kecil" Leiwan menambahkan lagi


Dia benar


Ada 2 pulau yang seperti itu. Kebetulan juga keduanya terletak di sisi berlawanan dunia, dengan pulau yang lebih besar terletak tidak jauh dari benua Sto Astra


Sebenarnya ada banyak yang lebih kecil lagi, tapi mereka tidak memiliki tempat yang bagus untuk dibuatkan pelabuhan. Tidak seperti 2 pulau itu


Kamu tidak hanya bisa membuat kota kecil diatas salah satu pulau itu, tapi juga setengah negara Hortensia akan cukup didirikan diatasnya. Dan jika aku harus pilih, mungkin pulau yang berada di belahan timur adalah tempat yang bagus untuk mereka


Hmm... Apa harus kuikuti sarannya ya?


Keuntungannya adalah mereka tidak harus membayar pajak karena itu tanah tidak bertuan. Mereka juga cukup dekat dari beberapa negara yang ingin berbisnis dengan kami, dan juga sangat mudah untuk mereka tetap berkomunikasi dengan Miralius jika begitu


Lalu...


Kerugiannya tidak bisa kusebut sebagai kerugian juga. Kami harus membangun semua hal dengan tangan kami sendiri, dan aku sadar kalau itu melelahkan. Tapi, hasilnya pasti akan cukup memuaskan untuk semua orang, dan kami juga bisa membuatkan rumah untuk setiap anggota Black Hunt disana


Beberapa serangan monster lah yang akan menjadi masalah utama. Sepertinya aku harus berdiskusi lebih banyak dengan Leshy nanti...


Dan juga, karena kami berada di pusat Vitario, Goeitias memiliki iklim yang tidak menentu, tergantung daerahnya. Musim salju bisa sangat parah disaat tidak menentu, dan musim panas mungkin akan membunuh tanpa air yang cukup


Kami harus secara konstan melakukan pengawasan untuk memastikan tidak ada dari anggota Black Hunt yang jatuh sakit ataupun terluka


Tapi ide ini juga patut dicoba. Tidak ada salahnya, karena ini juga akan memberi manfaat jangka panjang. Aku sudah bisa melihat apa saja manfaat itu


"Sepertinya kamu sudah paham kalau itu ide bagus" Leiwan berucap lagi


Aku tersenyum puas meresponnya


"Aku suka kamu. Ternyata orang sepertimu bisa sangat lihai memperhatikan suatu hal"


"Itulah kenapa aku menjadi seorang raja, Oberon~"


Ya, aku sungguh tidak membenci orang seperti dia


Erin pun mulai mendiskusikan hal itu kepada semua anggota Black Hunt lagi hingga setidaknya mereka bisa paham dengan semua rencana ini


Sementara itu, Zen dan Lev terlihat sangat lemas karena tahu kalau kami tidak akan memilih salah satu dari tawaran mereka. Mereka duduk disana sembari meneguk pelan teh mereka dengan wajah tertunduk


Dasar. Benar-benar merepotkan


...


...

__ADS_1


Hanya aku saja, atau memang aku mendengar keributan?


......................


--- Beberapa saat kemudian ---


"Demi Tuhan Verdea, hentikan!!"


"Verdea, aku mohon...! Sudah cukup...!!!"


"Jangan sentuh tangan kanannya! Kalian bisa terluka nanti!"


Apa yang-?!


Di hadapan kami semua yang baru saja sampai setelah berlari dari ruangan tamu itu adalah sesuatu yang sangat mengejutkan


Para anak-anak bangsawan terlihat sangat ketakutan dan menempel di dekat tembok. 3 dari 5 meja bundar yang kami letakkan di taman belakang hancur dan terbelah menjadi dua. Dan yang parahnya, ada beberapa bekas hantaman di tanah


Kebanyakkan orang hanya bisa menonton dengan tatapan horor, selagi mereka berteriak histeris untuk menghentikan kegilaan yang terjadi namun tidak bisa maju secara sembarangan untuk menghentikannya


Belum sempat kami bertanya, jawaban dari kekacauan itu sudah terjawab di hadapan kami. Verdea yang terlihat sangat murka itu berjalan pelan kearah seorang anak laki-laki yang membuat Duke Grandier syok berat. Anak laki-laki itu terlihat bermandikan keringat, mungkin karena sudah menghindari serangan Verdea sejak tadi


Tangan kanannya terkepal dengan erat seakan dia siap memukul seseorang. Dan di dekatnya, Claudia dan Ivor terlihat sangat kewalahan berusaha menahan langkahnya, selagi Ordelia dan Luna yang panik tidak tahu kapan harus menyela diantara situasi berbahaya itu


Anak itu memperkuat tubuhnya sendiri menggunakan segel itu!


Tanpa pikir panjang lagi aku dengan cepat melepaskan sarung tanganku, melompat kearah Verdea, kemudian mengikat dan menarik kakinya agar dia terjatuh ke tanah. Secara tidak sengaja juga membuat kedua temanku yang menahannya ikut terjatuh


Aku kemudian mendaratkan diri tepat di hadapannya dan memasang posisi menghadang untuk melindungi anak yang dia serang sebelum Verdea sempat bangun kembali


"Jelaskan apa maksud semua kekacauan ini segera!"


Sebelum Verdea menjawab pertanyaanku, aku memberi isyarat kepada anak itu untuk segera lari ke tempat yang aman. Dia pun langsung berlari kembali kearah Duke Grandier yang masih panik dan memasang sikap melindungi


"Bukannya sudah jelas??! Dia mencoba menyerang anakku!" Duke Grandier meneriakkan, membelakangi anaknya yang terlihat sangat ketakutan


"Verdea tidak akan menyerang siapapun tanpa alasan" Veskal membalasnya, membuat Duke Grandier sangat tidak senang dengan kalimat dari mulutnya itu


"Diam! Berhenti membela temanmu yang berusaha menyakiti adikmu ini!"


"Setidaknya temanku itu membelaku ketika aku kesulitan, daripada ka-!!"


"Kalian berdua, cukup! Biarkan Verdea menjelaskan!" Aku menyela karena kesal


Verdea pun akhirnya bangun, dan sekali lagi fokusnya terarah kepada anak itu yang langsung dia buat merinding


Tetapi ketika dia memperhatikan kakinya yang diikat oleh sebuah sulur, dia langsung menoleh kearahku


"Jika kamu tidak ingin kujatuhkan lagi, segera jelaskan kepada semua orang"


Ivor dan Claudia pun mengambil langkah mundur untuk melindungi anak-anak lainnya yang juga ketakutan, selagi Verdea masih tidak menjawab ku sedikitpun


"A- Anak itu monster! Padahal aku hanya-!"


"--- Kamu mencela teman-temanku di hadapanku, Gabriel Grandier!!"


Seruannya yang mendadak itu membuat semua orang sangat terkejut, termasuk diriku juga


"Lepaskan ikatanmu itu sekarang dan biarkan aku memukul wajah bajingan itu hingga berlubang!!"


Tubuhku gemetar mendengar perintahnya itu, membuatku secara tidak sengaja melepas ikatan tanganku di kakinya. Dan disaat yang sama, Verdea juga akhirnya tersadar


Itu karena dia melihat diriku yang terkejut dari ujung hingga kaki. Kepalanya pun langsung tertunduk, selagi dia secara pelan mengatakan, "Maaf", kepadaku


...


Tubuhku bergerak diluar kehendakku...


Ini kekuatan dari sumpahku kepadanya. Aku sadar itu, tapi...


...


Itu pertama kalinya dia berteriak kepadaku...


Lengan kananku kupeluk erat di samping badanku, karena tidak tahu harus berbuat apa lagi. Aku telah menerima perintah darinya, dan hanya dia saja yang bisa mencabut hal itu dengan memberi perintah baru


Tapi, hal itu akan sangat membebaninya. Ketika dia sadar akan kekuatan dari sumpah setia seorang Elf, dia pasti takut kepada dirinya sendiri


Tidak...


Dia sudah takut kepada dirinya sendiri sekarang ini. Wajahnya benar-benar menunjukkan rasa bersalah dan penyesalan karena sudah berteriak kepadaku


...


Veri...


"Aku ingin ke kamarku saja. Luna bisa menjelaskan dengan baik"


Ah-


Dia sungguh tidak ingin menjelaskan, dan segera beranjak pergi dari hadapan semua orang. Wajahnya terlihat turun selagi dia terus berjalan, selagi kami hanya bisa memandang


"Dasar maniak! Berani-beraninya kamu pergi begitu saja!" Duke Edmond meneriakkan


...


...


Itu pertama kalinya aku merasakan ada dorongan yang tidak memberiku pilihan lain selain menuruti sesuatu


Astaga...


Anak itu akan merasa buruk kepada dirinya sendiri akibat kejadian ini...


...


"... Kita akan jelaskan nanti. Sebaiknya kita kembali dulu ke dalam"


Dan sebaiknya...

__ADS_1


Aku juga harus membawa Remina kembali ke kamarnya


__ADS_2