Book Of Flowers

Book Of Flowers
Persekutuan Sementara


__ADS_3

...


...


"Sudah berakhir ya...?"


Mereka ber-9 hanya diam disana, berdiri diatas sebuah pulau kecil tidak bertuan yang menjadi pembatas laut darah dan lautan Xiang, selagi menatap sebuah makam tidak bernama yang berada di hadapan mereka sekarang


Diatasnya terletak sebuah pistol dan peluru, serta 2 keping koin emas. Itu adalah beberapa benda yang bisa ditemukan Cyth di dalam kantong Walter, dan dia gunakan sebagai pengantar kepergiannya


Sebuah makam yang baru saja mereka buat untuk seorang teman dan musuh. Musuh yang mereka sangat mereka benci karena apa yang telah dia lakukan. Teman yang sangat mereka sayangi karena memori yang sudah mereka bagikan


"... Pada akhirnya, semua hal yang kita impikan itu berakhir seperti ini. Sesuatu yang aku harap bisa kubur dan tidak perlu kuketahui" Erin berkata


"..."


Cyth hanya diam. Dia berada diantara tidak bisa menjawab, atau tidak mau menjawab


Dia hanya tahu kalau dia tidak ingin membuka mulut menjawab Erin


...


"... Ini saja yang bisa kulakukan untuk membayar hutangku padanya"


"Hutang?"


"Dia mengingatkanku akan banyak hal yang seharusnya tidak kulupakan. Dan karena aku lah dia harus mengalami seluruh kejadian ini"


"Kapten. Jangan salahkan dirimu"


"Ini salahku. Kalian bisa berkata apapun, tapi hal itu sudah jelas jawabannya. Sikapku yang tidak terlalu pedulian juga sama sekali tidak bisa menolongnya"


Tapi, dia tahu dia akan mati, walaupun Cyth mengampuninya atau tidak. Dia sudah memprediksi kalau akan ada sesuatu yang terjadi padanya


Semua hal itu juga memang terjadi karena egonya, tapi semua manusia memiliki ego tersendiri. Tidak ada yang terhindarkan dari hal itu, hingga jadinya tidak salah bagi Walter untuk menurutinya


Tapi karena itulah dia harus menjalani kehidupan seperti itu


Dia sengaja menembak Cyth tepat di bahu. Lalu dia hanya bisa berdoa, kalau Cyth akan menembak mati dirinya


"Dia orang yang aneh. Seandainya aku bisa sepenuhnya tahu pola pikirnya"


Cyth berkata sembari tertawa kecil


...


Semuanya sudah berakhir diantara Black Hunt dan Walter


Perjalanan yang luar biasa, walaupun akhirnya berada di luar ekspektasi mereka. Tapi rasanya tetap memuaskan


Sebuah petualangan yang luar biasa, setelah bertahun-tahun bertemu dan berpisah dengan banyak teman


...


"Sepertinya kita harus berterima kasih kepada Vainzel terlebih dahulu"


Itu saja pernyataan yang bisa ditarik keluar oleh Cyth di saat itu


"... Mengenai masalah itu, kita masih melupakan seseorang"


"Tidak, Lock. Aku tidak lupa kalau Veskal sedang berada di tangan para pasukan Xiang itu"


Entah apa tujuan mereka mencoba menangkapnya...


"Sebaiknya kita pergi menyelamatkannya sekarang kapten. Kita sudah banyak membuang waktu-"


"Tidak, bodoh. Kamu pikir kamu bisa melawan puluhan penyihir kelas ahli itu? Kita justru hanya akan menyusahkan Veskal dan bukannya membantu dia"


Yu langsung diam mendengar Cyth


"... Dia ingin kita kabur. Walaupun kita memang bisa membunuh Walter disaat itu, aku bisa jamin kita akan mati di tangan mereka. Kita juga tidak akan bisa mendengar kata-kata terakhir Walter jika begitu...


Intinya, kita harus menghubungi Vainzel. Masalah ini sudah berada di luar kendali kita"


Tidak ada lagi yang bisa mereka lakukan. Mereka semua berdiri dengan lemasnya, khawatir akan keselamatan Veskal


Veskal sudah mengambil keputusan untuk menyelamatkan nyawa semua orang dengan bayaran keselamatannya. Dia menggiring orang-orang itu menjauh dari kapal agar seluruh anggota Black Hunt bisa mendapat kesempatan melawan Walter tanpa gangguan


Dan itulah sebabnya dia menyelipkan sebuah batu sihir ke kantong Cyth sebelum itu. Seandainya ada sesuatu yang terjadi, dia ingin Cyth menggunakan batu yang dia buat dengan tangannya sendiri itu untuk menyelamatkan diri


Cyth pun hanya mengambil napas keluh, dan menarik keluar 2 batu sihir api dari kantongnya. Satu yang diberikan oleh Veskal namun tidak digunakan, dan satunya yang diberikan pasukan Orion sebagai pemberi sinyal


"Teruslah berlari nak. Jangan kalah dari mereka"


Dengan sebuah angkatan tangan ke udara, batu sihir milik Cyth itu bersinar, dan melontarkan sebuah sihir yang meledak di udara kemudian


Sebuah sinyal yang bisa terlihat jelas walaupun di bawah sinar matahari yang terang. Sebuah sinyal yang menarik perhatian pasukan terdekat untuk memberi mereka pertolongan


"Kami punya banyak hutang kepada Vainzel, Verdea dan Veskal. Kami bahkan tidak bisa membayar hutang kami kepadamu Walter. Entah bagaimana kami bisa membayar yang lainnya..."


Cyth hanya tersenyum sedih, menganggap dirinya menyedihkan


Tetapi, dia masih harus tegar. Sebagai seorang kapten, dan sebagai seorang teman. Dia harus terus maju demi masa depan semua orang


Untuk ke depannya, dia hanya akan mengandalkan keputusan Tuhan dan keputusan hati teman-temannya. Jika hari dimana Black Hunt harus berpisah, maka biarkanlah terjadi


Semua hal di dunia pada akhirnya akan berakhir, baik sebuah nama, kehidupan, ataupun hubungan. Broke mengajarkannya hal itu. Jadi, dia tidak perlu merasa sedih atau kecewa. Dia harus menatap tinggi, ke tempat selanjutnya yang harus ia tuju

__ADS_1


......................


--- Beberapa jam kemudian, Kastil Thyme ---


"VESKAL APA!??"


...


Aku tidak ingin mempercayai telingaku...!!


Dia menghilang!?


Apa yang kutakutkan ternyata benar... Ramalan Ayahanda ternyata benar...


"Lalu bagaimana ini, Cyth!?"


"Maafkan aku, Vainzel. Kami tidak bisa melakukan apapun lagi. Dia yang membuat keputusan itu saat kami tidak bisa melakukan apapun"


Orang ini pasti bercanda...!


Tapi, aku tidak menyangka kalau Veskal melakukan sesuatu di luar perhitunganku. Aku tidak menyangka dia akan melakukan hal senekat itu


Terima kasih berkat dia, Walter memang mati sekarang, tetapi dia menghilang! M E N G H I L A N G!


Semua orang bahkan terlihat panik sekarang. Terutama Verdea dan aku. Pikiran dan hati kami dipenuhi oleh sesuatu yang tidak mengenakkan mengenai nasib Veskal, dimana kami mencoba mendorongnya sejauh mungkin


'Ombak akan membawamu pergi dan seekor ular akan menangkapmu. Tetapi ular itu malah akan mati karena mencoba menelanmu'. Ramalan itu terngiang lagi di kepalaku


Hanya ada satu arti dari ramalan itu, bahwa Veskal masih hidup, dan seseorang menangkapnya


Siapa lagi selain kerajaan itu?


Akan ku ratakan tempat itu. Mereka pikir mereka siapa mencoba macam-macam dengan temanku, hah?


"Vainzel! Tenangkan dirimu, demi pohon agung!" Luxor berseru kearah wajahku


...


...


Hah...


Aku harus tenang. Mengambil langkah brutal seperti itu adalah tindakan gegabah. Aku hanya akan membahayakan teman-temanku dan diriku sendiri


Aku perlahan duduk di samping Verdea, diikuti oleh pandangan semua orang yang tertuju kepadaku


...


"Kita harus pergi ke Xiang segera-"


"Verdea. Tidak lagi"


"Aku paham kamu khawatir padaku, kakek. Tapi Veskal butuh bantuan kami"


"Lalu apa gunanya semua Elf kuat yang mengikutimu ini?"


"Perkataanmu cukup kasar tuan Frank. Aku paham perasaanmu, tapi kamu juga harus paham perasaan kami" Luxor menyela


"... Maaf. Tapi kalian harus tahu, aku tidak ingin kalian mengambil keputusan berbahaya mengenai keselamatan cucuku


Kehilangan anakku sudah cukup. Aku tidak ingin kehilangan cucuku juga"


"Cih. Entah berapa kali kamu sudah mengatakan hal itu" Ivor menyela


"Kamu tidak paham apa-apa, Elf api. Kamu yang belum pernah kehilangan seseorang tidak akan paham!"


"Orang ini-!"


"Dia benar Ivor. Hentikan sikapmu itu sekarang juga"


Luna menyela diantara keduanya, menghentikan Ivor yang berniat bermain kasar. Dia dibuat duduk kembali oleh Luna, tanpa mengeluarkan sepatah kata lagi


Kami semakin terpecah semakin waktu berjalan...


Semua orang semakin frustasi semakin kami mendekati ******* semua ini. Aku sendiri juga begitu, itu sebabnya aku berusaha tenang dan memastikan diriku tetap waras


Intinya juga sekarang, kami harus punya cara untuk menyelamatkan Veskal. Kami tidak bisa tinggal diam saja mengetahui dia masih hidup dan berada di suatu tempat yang membuat kami khawatir akan keselamatannya


Tapi bagaimana?


Aku tidak ingin mendorong para Elf di Miralius untuk ikut bersamaku lagi. Mereka sudah mengalami banyak hal, dan tidak pantas rasanya aku menyeret mereka untuk menyelamatkan orang yang tidak memiliki arti bagi diri mereka


Miralius juga sedang berada di tahap rehabilitasi. Gong dan Bestia memang akan membantu hal itu dengan melakukan jual beli kepada kami dan membuat hubungan baik. Tetapi walaupun begitu, rehabilitasi tidak pernah berlangsung dengan cepat


Sebagai raja mereka, aku tidak ingin membahayakan mereka lagi. Tetapi sebagai seorang teman, instingku berkata untuk membawa seluruh pasukan kami dan meratakan kerajaan Xiang


Tapi, walaupun memang bisa begitu, aku juga harus memperhatikan efek luarnya. Apa yang akan dipikirkan oleh kerajaan lain jika mereka mengetahui Miralius memporak-porandakan Xiang?


Kecaman terhadap kaum kami pasti akan terjadi lagi


Dengan jumlah kami sekarang juga di tempat ini, sudah pasti kami yang akan kalah melawan Xiang. Walaupun kelima petinggi ini kuat, ditambah denganku dan Verdea, kami masih belum sanggup menghadapi seluruh Xiang


Tidak mungkin aku menyeret Remina walaupun dia bisa bertarung. Dia itu penumpang gelap dan seharusnya tidak ada disini


Ayahanda berada di dalam wadah yang lemah. Dia sekarang ini kurang lebih sekuat anak kecil biasa, tidak menghitung kemampuannya melihat masa depan yang masih melekat


Lalu Frank. Dia manusia biasa dengan kekuatan yang biasa. Membawanya ke medan tempur adalah perbuatan yang gila

__ADS_1


Abaikan Artorius. Dia tidak akan berguna untuk sekarang ini. Aku meletakkannya diantara keluarga itu dan memintanya tetap menempel dengan erat agar tidak ada orang yang curiga kepada kami. Kami hanya berkomunikasi seperti biasa saja melalui surat, walaupun sekarang ini kebanyakkan isi surat yang ia kirim itu berisi keluhan karena rasa gelisah akan nasib keluarganya itu


Siapa lagi yang bisa kumintai bantuan? Zaphir? Cyth? Julius?


"Vain. Kamu berpikir terlalu dalam lagi..."


"... Veskal menghilang, Veri. Aku tidak bisa tinggal diam saja"


Benar. Ada Albert di Miralius! Jika aku bisa membujuk Eleanor-


"... Aku sebenarnya punya satu usulan, walaupun aku yakin kalian akan menolaknya!" Verdea berseru


Aku yang terkejut langsung menoleh kearah Verdea


"Apa itu Verdea?"


Verdea menghela napas, mengumpulkan keberaniannya untuk melontarkan perkataan yang sama sekali tidak pernah kusangka itu


"Bagaimana kalau kita bekerjasama dengan Kakak ke-2?"


...


"Ini bukan waktunya bercanda, nak..." Ivor mencoba menahan kekesalannya


"Aku harus setuju dengan Elf api ini. Itu mungkin pilihan terburuk untuk kita lakukan sekarang ini" Frank berkata


"Secara moral dan emosi hal itu memang buruk, Ivor, kakek. Tetapi secara logika dan jangka panjangnya, usulanku ini cukup aman, bukan begitu Vainzel?"


"Kamu kehilangan akalmu! Tidak mungkin kami akan-!"


"Tidak, Ivor. Dengarkan dia"


"VAINZEL!?"


Ivor yang berteriak, diikuti oleh semua orang yang tersentak mendengar perkataanku itu langsung membuat suasana di ruangan ini berantakan


"Tunggu? Kamu setuju dengan usulanku? Aku terkejut..." Verdea berkata dengan tatapan tidak percaya


"... Aku benci mengatakan hal ini, tetapi aku juga yakin itu adalah cara paling efektif yang bisa kita lakukan sekarang"


Semua temanku kecuali Verdea langsung dipenuhi dengan rasa bingung, tidak mengetahui apa nilai dari usulan itu


Tapi sungguh, usulannya itu brilian. Aku tidak sangka dia bisa berpikir sangat jauh seperti itu juga


Biar aku luruskan. Bekerjasama dengan Rosalia sekarang ini adalah hal yang bijak


Kami bisa menyatakan dengan jelas kalau kami akan menyerang Xiang dan mengambil tanggungjawab penuh akan hal itu. Dengan begitu, semua orang di Hortensia akan tahu apa yang kami inginkan, yaitu menyelamatkan Veskal dari tangan raja Shen


Mereka mungkin tidak akan memberikan banyak bantuan maupun dukungan, tetapi aku bisa menyudutkan mereka untuk membiarkan kami melakukannya tanpa syarat yang terlalu menyulitkan. Namun, jika memang mereka memberi bantuan, aku akan mengingat itu sebagai karma baik mereka


Tidak hanya bisa mendapatkan bantuan, tetapi kami juga bisa membuat sebuah gambaran baik di hadapan semua orang. Bersikap rendah diri dan rendah hati di hadapan mereka mungkin bisa membuat pandangan mereka bahwa kami itu berbahaya langsung goyah jika tidak hilang sepenuhnya


Dengan begitu, garis besar dari usulan Verdea ini adalah, 'Publikasi'. Memberitahukan kepada umum tentang rencana dan isi pikiran akan menghindarkan kami dari kesalahpahaman publik


Dan karena kami melakukan publikasi di hadapan Rosalia nanti, kerajaan Hortensia harus membuat persetujuan tertulis resmi yang bisa kugunakan untuk hal lainnya nanti. Pikiranku jatuh kepada Julius sebagai orang yang bisa kumanfaatkan dalam membantu kami nanti


Kami punya satu batu, tetapi bisa mengenai banyak sasaran sekaligus. Aku hanya perlu membidik dengan tepat


Oh ya. Sepertinya aku harus menjelaskannya kepada teman-temanku ini. Kasihan mereka jika mereka tidak paham dengan jalan pikiranku dan Verdea


......................


"Ah, begitu..."


Semua orang jadi terlihat berpikir, selagi aku mengangguk kearah Verdea dengan sebuah acungan jempol


"Kalau begitu aku tidak akan terlalu mempermasalahkannya. Pemikiranmu dan Verdea sudah cukup meyakinkan" Luxor berkomentar


"Tapi apa kamu yakin Rosalia akan membantu kita?" Ordelia bertanya


"Aku punya caraku. Seperti yang kubilang, aku harus membidik dengan tepat untuk mengenai banyak sasaran sekaligus"


"Dan aku harus ikut dalam rencana ini. Mendemonstrasikan kekuatanku di depan semua kerajaan dunia mungkin akan baik sebagai langkah awal dalam rencana menaiki takhta" Verdea menambah


Frank terlihat gusar. Tetapi dia tidak bisa menolak kalau Verdea berkata benar. Dia juga sudah setuju sepenuhnya untuk menaikkan cucunya itu ke takhta kerajaan Hortensia


Pengakuan dari kerajaan lain juga penting untuk menaiki takhta dan menjadi seorang raja secara aman. Dengan begitu, hubungan baik bisa terjalin antara 2 kerajaan atau mungkin lebih


Anak ini melampaui ekspektasiku. Aku tahu dia memiliki otak yang cerdas, tetapi aku tidak menyangka dia bisa melewati batas jenius


Dia akan menjadi raja yang hebat. Aku yakin itu


...


Kapan anak ini tumbuh ya...? Aku masih tetap menganggapnya setinggi pinggangku selama ini...


Dia sudah semakin dewasa...


"Vain?"


Hah... Fokus Vainzel...! Verdea jadi terlihat khawatir...!


Aku menepuk tanganku untuk menarik perhatian mereka yang sibuk berdiskusi dengan satu sama lain. Mereka semua menoleh


Dan dengan itu, aku pun dengan lantangnya menyerukan rencana kami sekali lagi


"Baiklah, keputusan sudah bulat. Besok, kita akan segera meminta bantuan resmi dari kerajaan Hortensia, tepat di depan takhta sang raja. Nyawa Veskal bergantung kepada hal ini"

__ADS_1


Aku hanya khawatir seberapa jauh waktu berjalan hingga kami bisa menyelamatkannya dari genggaman 'Sang Ular'


...\=\=\=\=\=\=\= Arc Black Hunt Tamat \=\=\=\=\=\=\=...


__ADS_2