Book Of Flowers

Book Of Flowers
Di Bawah Penjara Xiang


__ADS_3

--- Kerajaan Xiang, Istana Giok ---


...


'Veskal. Jangan mati'


...


'Temanmu menunggumu, Veskal...'


...


'Waktumu belum tiba, sayangku...'


'Aku mohon, buka matamu...'


"HA-!?"


Syok langsung menyergap tubuhnya ketika matanya dipenuhi cahaya kembali. Rasa ingin batuk pun langsung naik ke dadanya dan keluar melalui mulutnya


Dan ketika dia mencoba bangun, ada sebuah suara gemerincing yang keluar dari benda yang menahannya


Sebuah rantai, mengikat kedua tangannya. Tidak hanya itu, kedua kakinya juga diikat agar dia tidak bisa bangun


Ingatan kalau dia ditangkap oleh pasukan kerajaan Xiang pun tersirat di kepalanya. Dia langsung mencoba mencari celah dari rantai itu untuk membukanya dan kabur


Entah dimana juga tempat dia diletakkan selama dia pingsan selama itu. Yang dia tahu, tempat itu gelap, kotor, berdebu, dipenuhi oleh serangga dan tikus. Hanya ada sebuah cahaya obor yang lemah dari sudut ruangan saja yang bisa membantunya melihat


Sudah berapa lama dia pingsan? Apa yang terjadi pada Black Hunt?


Segala macam pertanyaan datang ke kepalanya selagi dia mencari cara untuk keluar dari ikatan rantai itu


Lalu...


Suara siapa yang baru saja dia dengar itu? Suara yang familiar, tetapi entah dimana dia mendengarnya...?


...


Tetapi, sebelum dia sempat mendapatkan jawaban, maupun sebuah cara untuk melepaskan diri, seseorang membuka pintu ruangan itu yang berada di sisi berlawanan dari obor


Seseorang muncul dari balik kegelapan, dan menunjukkan dirinya sebagai seorang prajurit dari kerajaan Xiang


Veskal memasang sikap waspada, ketika seluruh instingnya berkata kalau orang itu adalah musuh


Tidak lama, orang itu melempar sebuah piring makanan kayu yang dia bawa ke hadapan Veskal hingga isinya tumpah hingga sup dingin diatasnya terciprat ke wajah Veskal


Prajurit itu kemudian mendekatkan wajahnya ke Veskal, menggenggam dagunya secara paksa, kemudian menatapnya sinis


"Makanlah. Jika kamu akan mati karena tidak melakukannya, pastikan kamu memintaku untuk melenyapkan mu. Aku sangat ingin melakukannya karena apa yang sudah kamu perbuat pada prajurit yang lain"


Dia kemudian membuang wajah Veskal menjauh darinya dengan kasar, sebelum beranjak pergi dengan mendengus jijik


Tetapi belum sempat dia keluar, dia mendengar Veskal tertawa dengan nada meledek. Merasa ditantang, dia pun berbalik kembali dengan wajah kesal


"... Kamu bertingkah seperti seseorang yang tahu betul soal penderitaan. Tapi kamu bahkan tidak terlihat lebih tua dariku, dasar bocah sombong..." Veskal berkata kemudian


Tetapi prajurit itu tidak tergoyahkan sedikitpun, dan kembali fokus untuk keluar dari ruangan itu setelah berkata, "Nikmati dirimu di penjara ini. Keberadaanmu itu sangat penting untuk kerajaan kami"


"... Lalu begini cara kalian memperlakukan orang yang penting untuk kerajaanmu? Sangat murah hati...!"


Dia diam tidak menjawab mendengar balasan Veskal itu, hingga dia keluar tanpa berkata sepatah kata lagi


Veskal kali ini ditinggal hanya sendirian, dengan sebuah makanan yang setengahnya sudah tumpah ke lantai

__ADS_1


Tapi mau bagaimana lagi? Dia itu tahanan, jadi dia tidak berharap sebuah pelayanan yang baik dari kerajaan Xiang


Dia pun mengambil piring itu dan melahap semua makanan yang sama sekali tidak terasa enak di lidahnya itu


"Pahit..."


Walau begitu, dia masih harus tetap hidup. Dia harus bisa keluar dari tempat itu, karena itu adalah misinya, kembali dengan selamat


Sepahit apapun itu makanannya, dia harus tetap hidup. Dia harus bisa melihatku dan Verdea lagi


Dia terus mengulang perkataan itu di kepalanya, mengalihkan dirinya dari situasi itu hingga dia tertidur kembali. Tertidur menunggu kesempatan pergi yang entah kapan akan terjadi


...


"Heh!? Kenapa ada mayat disini!?"


"Dimana!?"


"AH!! MAYATNYA BERGERAK!!"


Entah siapa yang berseru, tetapi Veskal langsung terbangun kembali karena refleks. Tapi ujungnya dia langsung kesal ketika menyadari kalau tidak ada mayat dan perkataan orang itu hanya bohong


Dia pun menoleh kearah orang yang bersuara itu, dengan penuh rasa gusar karena ingin tertidur


Ada orang lain di dalam tempat itu. Dia berpikir kalau hanya dia saja yang ada disana, tetapi dugaannya ternyata salah


"Siapa kamu?"


"Collin Hortensia putra raja Artorius tolong jangan makan aku tuan mayat!!"


"Tidak usah bicara cepat begitu-"


Tunggu...


Ketika orang itu mengangkat kepalanya, Veskal pun yakin kalau dia adalah Collin. Wajahnya sama persis, dengan warna mata dan rambut khas milik semua anak Artorius, terkecuali Verdea


Tetapi pertanyaannya sekarang ini adalah, bagaimana bisa dia bisa tertangkap disana?


Collin tiba-tiba meringis, mencoba menggapai Veskal. Tetapi rantai yang mengikatnya ingin mengingatkan kalau dia punya batas untuk bergerak di dalam ruangan itu


"Veskal--- Aku--- Benci disini---!"


"Tapi bagaimana tuan bisa terjebak disini juga? Sejak kapan??"


Collin mencoba mengusap air matanya, namun air matanya tidak mau berhenti. Dia pun duduk melipat kedua kakinya ke belakang, menghadap kearah Veskal


"Kecurigaan Oberon kalau kakak ke-2 memasangkan--- Sihir pengawas di tubuhku itu benar--- Aku--- Aku tidak bisa melakukan apapun dengan benar---


--- Aku hanya menyulitkan ibuku saja--! Sebentar lagi--- Aku pasti akan dikirim ke Hortensia kembali--!"


"Tuan Collin..."


Instingku benar, dan Veskal pun tertunduk. Dia sempat menentang penahanan Collin waktu itu, dan itu adalah kali pertamanya dia kesal kepadaku. Utamanya karena aku membuat pola pikir Verdea 'berubah' terhadap kakak-kakaknya


Tetapi instingku ternyata tidak pernah salah. Eksekusinya saja yang kadang tidak benar. Namun Veskal menentangnya akhir-akhir ini, termasuk juga dengan instingku yang berkata dirinya akan diculik oleh seseorang


Sekali lagi insting itu benar, dan dia berakhir di penjara bawah tanah kerajaan Xiang sekarang ini. Semuanya terjadi hanya karena dia ingin membuktikan diri...


"... Jadi, sejak kapan tuan ada disini?"


"2 hari lalu, saat petang. Sekarang ini hari ketiga ku di sini... Sekarang masih pagi..."


Collin sepertinya mulai lega. Veskal juga langsung menarik napas lega, melihat air mata Collin berhenti mengalir deras

__ADS_1


Tapi ada sesuatu yang membuat Veskal tersadar setelah perkataan Collin barusan


"Tunggu. Kamu sepertinya sangat mengetahui betul waktu di luar sana?" Veskal bertanya penasaran


Mereka berada di bawah tanah. Tidak ada cara mereka mengetahui waktu di luar selain dengan menghitung dengan tangan dan kepala mereka semenjak mereka dimasukkan ke tempat itu


"Ah, aku juga bisa melakukan sihir pengamat. Aku biasanya meletakkan sihir itu di daun atau batang tanaman"


"Hm? Itu artinya..."


"Ya... Mungkin aku bisa berbicara melaluinya. Tetapi hanya satu-persatu dari 10 tanaman yang kupasangi itu"


"D- dimana saja tuan memasangnya?"


"... Ada 5 di Hortensia. 1 di Bestia. 1 di Xiang dan..."


"3 di Goeitias?"


"Lebih tepatnya tidak ada apapun di Goeitias. Sisanya aku lupa taruh dimana. Mungkin di Orion ketika aku berteleportasi kesana"


Collin tertawa canggung, mengusap kepalanya, sementara Veskal langsung merungut kesal karena harapannya hilang seketika


"Kalau boleh tahu, kenapa tuan memasang sihir pengawas di tempat-tempat itu?" Veskal bertanya kemudian


"Eh... Sejujurnya tidak ada alasan khusus. Selain yang ada di Hortensia yang memang berguna untuk mengawasi, pengawas lainnya kuletakkan untuk mengamati kegiatan penduduk di dunia saja"


"Hm... Pantas saja"


Sangat disayangkan. Tidak ada alat yang bisa dia gunakan untuk menghubungi Elf Miralius


Tetapi tidak apa. Dia yakin kalau aku akan pergi menyelamatkannya


...


Aku akan pergi menyelamatkannya...


Lagi-lagi dia merasa hanya menyulitkan. Hatinya jadi gusar kepada dirinya sendiri karena merasa sudah membuatku terpaksa pergi ke Xiang untuk menyelamatkannya. Parahnya, dia yakin kalau aku akan melakukannya, dan tidak akan berhenti begitu saja


...


"Veskal?"


"Tidak apa. Aku hanya memikirkan Vainzel saja..."


"... Maaf aku tidak bisa terlalu banyak membantu..."


"S- Sungguh tidak apa. Tuan tidak perlu terlalu lesu begitu..."


Collin kemudian mengangguk pelan, tetapi kepalanya masih tertunduk


...


"Jadi, intinya kita terjebak di penjara ini...?"


"... Begitulah..."


Tidak ada apapun di tempat ini selain rantai yang mengikat mereka dan sebuah cahaya obor yang mulai padam


Mereka berdua diam, tidak tahu harus berkata apa-apa lagi


"... Bagaimana kalau kita istirahat saja? Mungkin ada kesempatan lain kali?" Collin menyarankan


Veskal hanya mengangguk. Dan karena itu, dia pun mulai melelapkan dirinya di dalam tidur yang panjang. Entah sampai kapan dia harus begitu

__ADS_1


__ADS_2