
...
...
Semua orang di kapal itu merasa tegang sekarang ini
Mereka sudah bisa melihat ujung dataran Xiang, menandakan kalau mereka sudah berada di area perairan musuh
Tidak ada jalan mundur lagi. Mereka sudah ada disini, dan percuma saja mereka datang jika mereka memutar kembali kapal ini
"Bagaimana situasinya, Erin?"
"Aku tidak tahu kapten. Yu tidak bisa mendeteksi apapun, begitu juga aku. Hanya ada suara ombak laut dan angin saja di telinga kami berdua"
Cyth menggigit jarinya khawatir
Kapal mereka sudah berpisah dengan kapal milik pasukan Orion, guna berpencar dan menghalau semua jalan keluar yang bisa diambil Walter untuk kabur
Sebelum mereka berpisah, setiap orang yang bertanggungjawab pada sebuah kapal diberikan sebuah batu sihir api sebagai penanda keberadaan Walter. Batu sihir itu akan mereka arahkan ke langit dan membentuk ledakan yang cukup besar hingga seluruh Xiang bagian Utara bisa melihatnya. Beberapa dari pasukan Orion bahkan sedang mencari di darat selagi membawa batu sihir itu
Tapi entah itu di darat maupun di laut, masih belum ada satupun pasukan yang menemukan keberadaan Walter
"Area ini seharusnya menjadi jalur utama agar dia bisa kabur. kebanyakkan dari pasukan Orion sudah menyisir lautan mulai dari selatan Gong hingga timur Xiang. Dia pasti kabur melalui tempat ini"
Posisi mereka sekarang ini berdasarkan perkiraan Erin adalah Utara Xiang. Tapi yang mereka bisa dengar sekarang ini hanyalah suara lautan malam hari, tidak lebih
"Mungkin kita harus berputar balik kearah barat Xiang. Kita akan beristirahat di benua Sahra nanti dan kita sudahi saja pencarian untuk kali ini" Erin menyarankan
Cyth sayangnya menolak, begitu juga anggota Black Hunt yang lain
Walaupun mereka sudah mengantuk dan malam sudah larut, mereka bersikeras ingin mencari Walter dan mengakhiri semuanya
"... Aku juga setuju kapten. Jika kita semua kelelahan, mustahil kita bisa memenangkan pertarungan nanti. Apalagi jika pasukan Orion terlambat terlibat dalam pertarungan itu" Veskal menambah
...
Cyth menghela napas, kemudian melihat kearah seluruh anggotanya
"Tidak kapten. Kami masih bisa lanjut. Mungkin memejamkan mata sedikit bisa membantu"
Mendengar respon kru nya, dia menoleh kembali kearah Veskal
"Jika seperti ini, kita sebaiknya melakukan tidur bergilir. beberapa orang akan tidur duluan selama beberapa jam, lalu bergantian dengan yang belum tidur"
Dia kemudian bersiul kepada Lock yang sedang menyetir kapal, kemudian memberi isyarat untuk menggilir kerja
"Veskal. Kamu bisa menyetir kapal?"
"Entahlah. Aku harap sama seperti menyetir kereta kuda"
"Tentu beda bodoh. Dasar, Erin dan kamu itu sama saja, sama-sama tidak bisa mengemudikan kapal"
Veskal menoleh kearah Erin dengan wajah tidak percaya, tetapi Erin hanya tersenyum dan menoleh kearah lain karena tidak mau membicarakannya
"Kalian berdua awasi saja arah angin. Sisanya, duduk saja dan istirahat. Aku yang akan mengemudikan kapal"
"T- tapi kapten-"
"Aku tidak menerima kata tapi. Istirahat sana"
Semua orang langsung terdiam ketika Cyth berjalan kearah kemudi kapal. Tidak ada lagi yang bisa membantah perkataannya. Jika dia sudah berjalan pergi, keputusannya itu sudah final
"Dasar. Padahal dia juga butuh istirahat. Ayo kita lakukan saja apa yang disuruh"
__ADS_1
"Aku juga tidak ingin kapten terus marah. Tidak akan baik untuknya jika begitu"
Semua orang langsung pergi, meninggalkan Yu, Erin dan Veskal saja disana. Mereka belum merasa lelah, karena terbiasa dengan situasi seperti ini
"Kamu cukup kuat Veskal. Yakin tidak ingin istirahat?" Yu bertanya
Veskal menggelengkan kepalanya
"Aku sudah terbiasa melakukan misi pembunuhan hingga pagi datang. Mengawasi kapal seperti ini sama sekali bukan apa-apa bagiku"
Badannya sudah sangat terbiasa, itu karena semua pembunuhan yang dia lakukan selalu terjadi saat malam hari. Dia bahkan bisa tidak tidur untuk satu setengah hari, walaupun dia tahu itu tidak akan baik baginya
Lalu, kedua orang itu memang terbiasa bangun saat malam untuk menemani Cyth yang sering kali tidak bisa tidur. Mereka berdua itu bekerja seakan mereka adalah pengasuh Cyth
"Lagipula, kenapa juga kalian terlalu taat sekali melayani kapten kalian? Bukannya terlalu melelahkan bangun saat malam seperti ini"
Erin menggelengkan kepala merespon Veskal
"Ini sudah amanah dari mendiang kapten Alice. Dia tahu kapten Cyth tidak bisa tidur karena latar belakangnya yang buruk itu. Kebetulan karena aku yang paling dekat dengannya, kapten Alice memintaku untuk menjadi tangan kanan kapten Cyth" Erin menjawab kemudian
"Aku ini yang tertua diantara kami sekarang. Sudah jadi tugasku untuk menjadi penjaga mereka" Yu mengikuti
Yu memang yang tertua. Dia bahkan sudah memiliki uban seperti orang yang akan masuk masa lansia, tetapi dia masih sangat lincah seperti serigala. Dia sudah bersama kru ini yang paling lama diantara 9 orang yang tersisa, bahkan ketika ayah Alice baru membentuk kru ini, dia masih menetap tanpa berniat pergi
"Aku paham, aku paham. Tapi jaga kesehatan"
"Kami yang seharusnya bilang begitu padamu. Kamu itu masih bocah walaupun sudah masuk masa dewasa"
"Karena aku masih bocah lah kenapa aku masih bisa tetap segar, Erin"
Veskal kemudian menggunakan teknik bayangan untuk menghilang di kegelapan dan naik ke tiang kapal, mulai mengawasi sekeliling. Kedua orang yang dia barusan tinggalkan itu hanya mengangkat bahu, kemudian membagi tugas
Yu ikut menaiki tiang kapal dengan lincahnya, sementara Erin langsung melangkah kearah Cyth yang sedang mengemudikan kapal
...
"Kenapa, Veskal?"
"Habisnya, kenapa coba aku tidak memberitahukan kepada pasukan laut Orion untuk bertukar pesan dengan merpati pengirim? Dengan begitu, lebih mudah kita menentukan posisi semua hal misalnya ketika ada sesuatu yang mencurigakan, bukan begitu?"
Yu hanya menggelengkan kepala
"Tidak akan efektif juga jika seperti itu. Butuh beberapa waktu untuk merpati itu sampai kepada kita, dan mungkin disaat itu, kapal yang mengirimkan burung itu sudah berganti posisi bukan?"
"Hm... Kamu benar juga. Tapi, komunikasi seperti itu setidaknya memberi informasi penting"
...
Mereka tidak tahu harus bicara apa lagi. Veskal dan Yu hanya diam membelakangi satu sama lain, mengawasi lautan dari kedua sisi kapal
Tapi tidak ada apapun sejauh mata memandang. Hanya ada suara dan pemandangan deburan ombak yang tenang
Hanya ada suara dan pemandangan deburan ombak yang tenang...
Hanya ada suara dan pemandangan deburan ombak...
"... Apa tempat ini sungguh lautan?"
"... Apa maksudmu, paman Yu?"
"Aku tidak bisa mencium bau garam di sekitar sini..."
Veskal terkejut, tetapi disaat yang bersamaan...
__ADS_1
... Sebuah sihir api meluncur ke sisi kapal
*DUAR!!!*
Belum sempat mereka bisa bereaksi, sebuah ledakan terjadi, membangunkan semua kru yang baru saja beristirahat. Mereka yang baru bangun itu langsung dikejutkan oleh sebuah lubang sebuah bola api yang merusak sisi kapal dan nyaris membunuh Farlan
Satu inci saja dia bergerak ke kiri, bola api itu akan melubangi kepalanya
Bola api itu berasal dari daratan Xiang. Itu artinya...
Walter sama sekali tidak berlayar
"SERANGAN!!!" Cyth meneriakkan
Tidak lama setelah dia meneriakkan hal itu, dia berniat melempar batu sihir yang ia pegang ke udara. Tetapi Veskal yang tiba-tiba muncul dari balik bayangan langsung menarik tangannya turun
"Jangan kapten! Jika kita melemparnya, benda itu tidak akan berguna!"
"Kenapa kamu berkata begitu-?!"
"Kita terjebak di dalam sihir pengacau! Armada milik Orion tidak akan bisa mendengarkan atau melihat kita di dalam area ini!"
Cyth dan Erin tersentak. Tapi tidak lama, sebuah bola api kembali meluncur dan menghancurkan tanduk depan kapal, tepat di belakang tempat mereka berdiri
"Hey!! Jangan sibuk berbincang!! Aku disini loh~!!"
"... Itu suaranya...
Itu suara Walter!!"
Cyth menggertak jarinya, kemudian menarik keluar pistolnya. Setelah mengetahui posisi Walter hanya menggunakan suara barusan, dia langsung menembak tanpa membidik sedikitpun
*Clang!!*
"Oho~hoho! Menakutkan~! Seandainya tidak ada sihir pelindung ini, kepalaku mungkin sudah berlubang~!!"
"Berhenti bercanda dan keluarlah, Pengkhianat!!"
"Menakutkan, menakutkan~! Kenapa aku harus keluar kalau aku takut coba?
Sama seperti kalian ketika aku yang memburu..."
Cyth semakin kesal. Dia langsung menembak sekali lagi tanpa membidik, tapi hanya suara pantulan dan sebuah percikan api kecil saja yang terlihat lagi ketika pelurunya sudah melesat
"Sudahlah. Percuma kamu menembak kearahku Cyth. Perlu kujelaskan panjang lebar kenapa?"
"... Tunjukkan wajahmu, bajingan keparat..."
...
...
Seakan menuruti permintaan Cyth, Walter keluar dari balik sebuah pohon yang daritadi ditembaki Cyth. Dia maju melangkah kearah kapal mereka, selagi terus menatap mata Cyth dengan penuh kebencian
Semua kru Black Hunt langsung bersiap dengan senjata masing-masing, siap menerkam orang yang ada di hadapan mereka. Tetapi...
Walter tidak bergerak maju sendirian. Beberapa orang misterius keluar dari balik area hutan kecil yang tidak jauh dari pantai itu
Semua orang kaget setengah mati, apalagi ketika melihat jumlah mereka yang seakan tidak terhitung itu, berbaju serba hitam dan dimanteli oleh kegelapan malam
Pasukan yang dibawa Walter itu langsung berhenti melangkah lebih jauh. Itu karena mereka hanya ingin menunjukkan diri saja
Sementara itu, Walter sudah berdiri tepat di bawah kapal mereka, hanya dengan sebuah tatapan datar yang dipenuhi keseriusan
__ADS_1
Kedua orang itu akhirnya bertemu kembali setelah sekian lama. Ini saatnya pembuktian siapa yang akan tetap hidup dan siapa yang akan segera mati
Tapi, di tengah suasana tegang itu, Veskal menyelipkan sesuatu ke kantong jaket Cyth dengan sangat cepat hingga tidak bisa dilihat oleh mata biasa