Book Of Flowers

Book Of Flowers
Paranoid


__ADS_3

Hari sudah gelap ketika kami kembali dari tempat berlatih tadi


Sayangnya, aku tidak bisa melatih mereka terlalu lama dan berhenti saat tes itu selesai. Jika aku meneruskannya sampai nanti, aku yakin Ordelia akan mengamuk mengingat aku belum beristirahat terlalu lama


Kami pun terpaksa kembali secepat mungkin sebelum matahari tenggelam sepenuhnya


Namun... Kami juga harus mengantarkan Remina kepada ayahnya terlebih dahulu tadi


Dia... Ketakutan pergi sendiri


Ini bukan sindiran atau semacam lelucon. Dia takut pulang sendiri karena trauma nya sejak dulu diperbudak


Dia takut seandainya dia berjalan sendiri nanti, ada orang yang menculiknya lagi. Mengingat kalau Miralius dulu bisa diterobos oleh orang-orang itu, tentu saja dia sudah merasa tidak aman walaupun berada di sini


Padahal tempat ini dibuat oleh Ayahanda untuk mengamankan para Elf...


Kami pun harus mengantarkannya terlebih dahulu agar membuatnya merasa tetap aman


Verdea juga ikut mengikuti kami walaupun dia berteriak kalau dia enggan sejak tadi dan berkata kalau Remina seharusnya pulang sendiri saja. Tapi, ketika aku menjelaskan kenapa dia begini, Verdea pun tersentak


Verdea pun mau ikut, dan tiba-tiba menjadi sangat tenang sambil terus memperhatikan Remina yang juga diam ketika kami berjalan mengantarnya tadi


Matahari pun sudah tenggelam saat Remina sudah berada di tempat ayahnya berada. Ayahnya lalu berterima kasih kepada kami karena sudah menjaganya barusan. Aku hanya menggelengkan kepala padanya pelan dan berkata 'Itu memang sudah tanggungjawab kami'


Kami lalu bergegas pulang, dan disambut oleh Ordelia yang terlihat murka, terutama padaku. Kami pun harus menjelaskan hal tadi agar bisa menenangkan dirinya


Teman-temanku sudah menyiapkan semua pencahayaan di tempat kami menetap agar kami bisa duduk dengan nyaman di tengah kegelapan


Aku pun langsung mengambil tempat di sisi Ordelia seperti tadi


"Jadi, bagaimana latihannya tadi? Aku harap kamu tidak menghajar sepihak mereka" Luna bertanya


"Kamu pikir aku sejahat apa coba sampai mau menghajar mereka?" Aku membalas


"Kata orang yang selalu berkata akan menghajar mereka kalau macam-macam"


"Hey. Itu cuma gertakan. Gertakan"


Setega-teganya aku, aku ini tetap tidak akan benar-benar menghajar mereka tanpa sebab yang kuat


"Yah... Hasilnya cukup baik, kalau aku bilang sendiri. Tapi mereka masih berada di level dasar, jadi aku bisa jamin kalau latihan ini akan lama" Aku meneruskan


"Hmm begitu..."


...


Aku merasa ada sesuatu yang janggal ketika kami baru tiba tadi, dan langsung melihat sekeliling untuk memastikannya


...


Ah ya, dugaanku benar. Ada orang yang kurang disini


"Dimana Artorius? Dia sejak tadi duduk di dekat sana bukan?" Aku bertanya balik pada Luna, sambil menunjuk kearah tempat duduknya di samping Frank tadi


"Dia bilang kalau dia ingin mencari angin atau semacamnya. Tapi kenapa dia lama ya?"


Lama? Sejak kapan?


Aneh. Kenapa dia tiba-tiba menghilang bersamaan begini? Verdea juga sempat bilang kalau Artorius itu bukan orang yang suka keluar dari ruangannya waktu berada di Bargalos, kecuali untuk mandi atau mencari makan


"Luna. Aku akan mencarinya dulu. Beritahu yang lain kalau mereka bertanya"


"Baiklah"


Bangun dari tempat dudukku, aku langsung mencarinya secepat yang aku bisa. Tidak lupa meminta para pohon disini untuk membantuku


...


Utara... Tidak ada tanda manusia


Barat... Tempat itu kosong dan aku tidak menyiapkan tempat berteduh disana


Lalu...


Ah! Ketemu-


...


...


...


Aku menemukannya


Tapi, siapa orang yang berada di dekatnya itu? Aku tidak mengenali aliran Mana nya


Aku memang tidak menjumpai mereka secara langsung, tapi, aku tetap bisa merasakan aliran Mana walaupun melalui akar sebuah pohon


Jadi, siapa orang itu?


...


Sebaiknya aku mengecek saja secepatnya


Aku berlari secepat mungkin kearah tempat Artorius berada. Tempatnya cukup jauh, tapi hanya butuh waktu semenit untukku sampai kesana jika aku ingin cepat


Sedikit lagi dan dalam waktu sekejap...


Aku mengerem langkahku seketika disaat sudah berada cukup dekat dengan mereka


Aku pun memperhatikan mereka secara diam-diam dari balik sebuah pohon tanpa mengeluarkan suara sedikitpun


Aku bisa melihat Artorius dengan jelas dari balik pohon itu. Dia terlihat... Senang


Padahal sebelumnya dia tidak pernah terlalu menunjukkan ekspresinya setelah aku bertemu dengannya kembali


Dia juga terlihat sedang berbicara dengan seseorang, seperti berterima kasih


Mereka bahkan membahas soal Verdea, dimana orang yang bersama Artorius itu seperti sangat ingin bertemunya, namun tidak bisa...


Karena keberadaanku...


...


Aku mencoba memperhatikan orang itu lebih dekat agar bisa mengenali wajahnya yang nyaris tertutup kerudung itu


...


Aku... Tidak mengenalinya...


Aku merasa aku mengenalinya, tapi tidak ingat dimana...

__ADS_1


Ya sudahlah. Sebaiknya aku menunjukkan diriku saja. Aku tidak akan bisa mengenali orang itu kalau aku tidak melakukannya


"Artorius" Aku memanggil, memecah pembicaraan mereka


Mereka berdua langsung tersentak ketika melihat wajahku, seperti baru melihat hantu


"Permisi, aku harus pergi seka-"


"Kamu tidak akan kemana-mana, orang asing" Aku menghambat orang itu


Dan jika dia berpikir dia bisa kabur lagi, akar pohon di dekatnya tidak akan senang dengan hal itu


Dengan wajah gelisah, dia perlahan menoleh kearahku


Aku hanya memiringkan kepalaku karena bingung berusaha mengenali wajahnya


"Aku merasa aku mengenalimu..." Aku bergumam pelan


Keheningan datang diantara kami bertiga. Aku melirik kearah mereka berdua satu persatu, dan terlihat sekali kalau mereka tidak ingin membuka mulut tentang siapa orang itu


Atau begitu yang kupikirkan...


"... Dia anakku Collin, Oberon" Artorius tiba-tiba menyela


...


...


...


Oh


"AKH-!"


"Oberon, apa yang-!"


"Diam Artorius. Aku ada urusan dengan anakmu ini"


Aku langsung mengikat seluruh tubuh Collin tanpa pikir panjang lagi, kemudian mengeratkannya agar dia tidak bisa macam-macam


Collin Hortensia...


Apapun yang sedang dia lakukan disini, aku mencium sesuatu yang tidak enak


"Obe- Ron...!"


"Jelaskan kenapa kamu disini sekarang juga!"


Aku langsung ingin menuju ke intinya tanpa perlu basa-basi


"Lepaskan dia-"


"Aku bilang diam Artorius!"


Memastikan kalau Artorius sudah tidak berani bicara, aku kembali fokus ke Collin


Aku kemudian membantingnya ke tanah karena dia tidak menjawab sedikitpun, walaupun aku memastikan ikatanku itu sudah lebih longgar. Aku kemudian mengeratkan kembali ikatannya agar dia mau bicara


"Jawab aku!"


"Baiklah- Aku- Datang kesini- Bersama para Elf yang selamat- Akh!"


"Apa maksudmu?!"


Aku langsung menoleh ke Artorius dan menunggu jawaban darinya


"Dia yang sudah membantumu menyelamatkan para Elf disana"


"Kamu bercanda"


"Tidak! Verdea tahu semuanya, dan dia menceritakan hal itu. Aku tidak memberitahukannya padamu karena Verdea tahu kamu tidak akan percaya"


Verdea paham betul dengan amarahku kepada kerajaan menjijikan itu, dan itulah penyebab dia tidak ingin memberitahukan hal ini padaku


Tapi, tetap saja aku tidak bisa mempercayai siapapun yang berada di keluarga itu, kecuali Verdea. Aku bahkan tidak mau mempercayai Artorius yang sudah jelas dikhianati oleh mereka itu


Siapapun yang berada di bawah pengawasan Rosalia selama ini sudah pasti bisa menjadi kaki tangannya. Aku tidak akan mengambil resiko itu dan berusaha berbaik hati lagi dengan orang-orang itu...


Aku tidak akan membiarkan mereka berada di dekat Verdea dan membahayakan nyawanya lagi...


Aku sudah muak dengan keluarga itu dan semua kejahatan mereka


Aku melonggarkan ikatanku agar tidak mencekik Collin lagi, tapi masih mengikatnya. Aku kemudian mengangkatnya ke udara seakan sedang membawanya


"Aku akan membawanya ke tempat penahanan. Aku tidak akan membiarkan orang ini berkeliaran" Aku berkata pada Artorius


"Tapi-!"


"Tidak apa-apa ayah... Aku... Akan baik-baik saja..." Collin berkata dengan lemasnya


Aku langsung membawa pergi Collin secepatnya, agar tidak membuat teman-temanku khawatir dengan ketidakhadiran ku nanti.


Artorius hanya bisa melihat ketika anaknya itu kubawa pergi darinya, kemudian menundukkan kepalanya lemas, entah berpikir tentang apa


......................


--- Keesokan Paginya, Miralius ---


Aku sedang melihat-lihat sekitar saat itu. Walaupun sudah memasuki waktu pagi, matahari hanya menunjukkan dirinya sedikit, membuat sebagian besar tempat ini masih terlihat sangat gelap


Aku memang benar-benar membutuhkan udara segar saat ini...


"V- Vain"


Aku menoleh kearah Verdea yang berdiri tepat di belakangku, terlihat gelisah


Aku bertanya-tanya, apa yang sedang mengganggunya sekarang ini


"Kenapa? Masuk angin?" Aku merespon


"Apa benar, kamu memasukkan Collin ke tempat tawanan?"


...


Aku yakin Artorius yang memberitahunya.


Aku memang tidak marah karena dia memberitahukannya, namun aku lebih geram karena aku tahu Verdea akan seperti ini


Hal ini membuatku sangat frustasi, mengingat kalau Verdea lah yang menyaksikan sendiri aksi Collin menyelamatkan para Elf


Aku tidak meragukan apa yang dia lihat, tapi aku meragukan apa yang tidak dia ketahui

__ADS_1


Mungkin saja dia hanya melakukannya sebagai suruhan dari Rosalia untuk memata-matai kami


"Vain...?"


"Ya. aku memang melakukannya nak"


...


"Kenapa? Oh ya. Aku belum-"


"Tidak perlu. Aku sudah tahu dia menyelamatkan para Elf, tapi aku ragu dia melakukannya tanpa imbalan"


"... Maksudmu?"


"... Kamu tidak berpikir kalau dia bisa dipercaya semudah itu bukan?"


...


"Dia menyelamatkan para Elf! Bukankah itu sudah cukup menjadi bukti!?" Dia meneriakkan dengan nadanya yang naik


Aku sudah menduga dia akan protes...


"Nak. Kamu tidak boleh mempercayai seorangpun anggota keluargamu, bahkan kakakmu itu" Aku merespon


"Kenapa?!"


"Karena mereka yang sudah membuat semua hal dalam 5 tahun ini terjadi! Mereka bisa membongkar langsung kedok Rosalia, tapi mereka lebih mementingkan nyawa mereka itu dibandingkan keluarga mereka sendiri!"


...


Ah, aku berteriak padanya untuk yang pertama kali...


Aku benar-benar frustasi sekarang


"... Lalu apa?"


Anak ini-!


"Lalu apa katamu!? Kamu harus berhati-hati pada mereka!!"


"Berhenti berasumsi saja Vainzel! Kamu bahkan tidak tahu dengan jelas apa niat mereka yang sebenarnya! Kamu bahkan tidak melihat apa yang dilakukan Collin saat malam itu!!"


"Karena aku berasumsi inilah kita semua masih bisa hidup, Verdea. Aku selalu bersiap dengan kemungkinan terburuk dan tidak hanya menilai buku dari depannya saja...!"


"Kamu berkata seakan aku ini bodoh"


"Kamu memang tidak bodoh, tapi kamu itu terlalu lemah dalam persepsi dan tidak berpikir jauh tentang niat asli seseorang"


...


Sruk!


"Kalau begitu tolong beri dia keringanan! Dia sudah membantu kita sejak malam itu, bukannya pantas kalau kita membalas jasanya?!" Verdea berkata sambil menggenggam kedua bahuku dengan erat


Dia menatap langsung mataku dan memperlihatkan kalau dia benar-benar serius dalam hal ini


Dia benar-benar tidak bisa kuhentikan lagi...


"Baiklah. Tapi aku hanya akan melakukannya karena kamu yang meminta" Aku berkata, setengah menggerutu. "Tapi, aku akan memastikan dia tidak berada di dekatmu dan segera pergi dari tempat ini, paham?" Aku berkata dengan nada tegas


"Hah? Lalu bagaimana kalau Kakak Rosalia akan membunuh-"


"Aku tidak peduli. Apapun yang kulakukan itu hanya kulakukan untuk keamanan semua orang disini, terutama dirimu. Dan aku yakin, seandainya ORANG ITU tetap berada disini, kakak tercintamu itu akan menggunakannya"


Mengingat Rosalia, aku yakin dia punya kartu tersembunyi. Keluarganya adalah pion utama miliknya. Dia bisa membuangnya kapan saja, tapi entah kenapa dia masih membiarkan mereka hidup


Seluruh kerajaan sudah tunduk di bawah kakinya, tapi dia masih membiarkan para selir dan anak-anak mereka yang lainnya tetap hidup disana


Persepsi ku mungkin benar. Tidak... Persepsi ku selalu benar


Aku tidak pernah tidak mengenai sasaran walaupun hanya berspekulasi belaka pada awalnya


Dan karena persepsi ku ini, aku merasa paranoid akan keselamatan kami semua. Tidak ada yang bisa kupercayai di seluruh dunia ini selain teman-temanku


Seandainya persepsi ku sekali lagi mengenai sasaran, aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada mereka


Jadi, aku tidak ingin mengambil resiko dan membahayakan satupun teman-temanku


Verdea hanya diam. Dia tahu persis apa yang sedang kupikirkan, dan dia paham akan situasi itu


Dia pun hanya mengangguk pelan dengan wajah sedih, membiarkan aku melaksanakan keputusanku itu


"Maafkan aku nak. Tapi hal ini harus dilakukan untuk kita semua"


"Tapi... Aku mohon, pastikan kakakku bisa aman nanti"


"Aku akan memberinya beberapa mantra pelindung. Jika dia memang berada dalam bahaya nanti, kita bisa berteleportasi untuk menyelamatkannya"


"Hm? Maksudmu seperti ketika memanggil Paman Zer begitu?"


"Tepat"


Aku pernah sempat mengutak-atik jimat milik Paman Zer yang diberikan padaku. Jadinya, aku bisa mengetahui cara membuat alat yang persis sekali fungsinya dengan jimat itu


Namun, mungkin butuh waktu yang cukup lama untuk membuat alat itu. Mengingat kalau jadwalku termakan untuk melatih mereka, juga pembuatan alat ini yang membutuhkan konsentrasi tinggi, aku yakin kalau aku akan selesai dalam waktu seminggu


Collin harus diam di tempat tawanan selama aku menyelesaikan alat itu. Aku ingin mempercepatnya, tapi kalau aku salah sedikit, aku harus mengulangi lagi langkah pembuatan alat itu


"Kabar buruknya... Collin harus tetap ditawan selama satu minggu ke depan. Tidak apa kan?"


Verdea yang bersemangat langsung terlihat lesu dan menggerutu kearahku


Yah, mau apa lagi. Aku butuh waktu


Terutama untuk menyelesaikan semua ini, aku benar-benar butuh waktu


"Veri. Panggil saja Remina dahulu. Aku akan menemui kalian di sungai, tapi aku akan pergi ke tempat tawanan terlebih dahulu" Aku berkata


"Mau mengunjungi kakakku?"


"Kurang tepat, tapi mendekati hal itu. Ayo, cepat ajak Remina segera. Langit sudah mulai terang"


Aku mengelus kepalanya, kemudian dia menepis tanganku dan mengambil satu langkah mundur


"Aku bukan anak kecil lagi" Dia berkata dengan wajah cemberut


Dia pun menjulurkan lidahnya padaku, kemudian berlari kearah rumah Remina


Dia bilang dia sudah bukan anak kecil, tapi masih bertingkah seperti itu...


Hah... Anak itu

__ADS_1


Sudahlah. Aku harus cepat. Aku belum membebaskan kedua orang yang kami 'culik' itu. Nanti kasihan mereka bukan?


Aku pun langsung melangkah cepat kearah sisi barat Miralius, di tempat orang-orang itu ditawan, selagi Verdea dengan semangatnya terus berlari, menantikan latihan yang akan kami bertiga lakukan


__ADS_2