
--- Perbatasan laut Gong, benua Lao ---
"Veskal. Veskal"
Veskal terbangun ketika merasakan badannya ditepuk-tepuk oleh seseorang. Menyadari kalau Erin lah yang menepuk badannya, dia hanya bangun sambil mengusap mata
"Kenapa...?"
"Vainzel ingin bicara denganmu. Sepertinya mereka sudah sampai di Hortensia"
"Hah...? Kenapa dia tidak melakukannya sejak tadi coba...?"
Si beruang itu sedang tidur karena tidak melakukan apapun, itu sebabnya dia merasa terganggu ketika aku ingin berbicara dengannya
Tapi dia tetap mengambil benih di kantungnya, kemudian langsung menyapaku
"Baru bangun? Disana seharusnya masih pagi hari bukan?"
"Hoam..... Bagaimana aku mau tetap terbangun coba? Lagipula, bukannya disana sedang pagi hari juga?"
"Tentu tidak bodoh. Disini sedang tengah malam, bahkan Verdea dan Remina sudah tertidur"
"Oh begi- Tunggu. Apa maksudmu Remina?"
...
Aku menjelaskan semua hal yang mereka akui kepadaku
Bagaimana Remina memohon padanya agar bisa ikut. Bahkan ayah Remina bekerjasama dalam rencana gelap dua penjahat kecil itu dengan memberi Remina izin. Dia terlalu yakin kalau para petinggi dan diriku bisa menjaga anaknya
Lalu, setelah memohon, Verdea menerimanya, dan membuat Remina berubah wujud menjadi air hingga bisa bersembunyi dalam botol minumnya. Sesekali diatas kapal, dia akan berkata bahwa dia mual, tapi itu sesungguhnya untuk memastikan air milik Remina tetap bersih
Aku beruntung bisa menangkap Remina disaat itu karena Verdea lupa untuk membereskan barangnya. Jika tidak, aku yakin Remina akan terus melakukan berbagai hal disini secara sembunyi-sembunyi
Veskal tercengang mendengar penjelasan itu. Aku yang hanya bicara dengannya dari sisi lain dunia saja langsung tahu ekspresi apa yang sedang dia pasang dari kesunyian suaranya
"Jadi intinya, Remina ikut dengan kalian?"
"Ya, dan aku akan membuat anak itu bekerja mulai besok"
"Hah? Kamu tidak ingin mengirimnya kembali?"
"Tidak. Menggunakan lingkaran teleportasi dari jarak ini akan terlalu beresiko karena Remina terlalu lemah fisik walaupun memiliki Mana yang memadai. Lagipula, aku tidak ingin mengirim kembali anak ini begitu saja. Aku masih merasa lembut dan kasihan pada mereka"
Mereka berdua benar-benar memelas tadi. Entah kenapa juga Remina ingin sekali menetap disini
Aku bisa meminta Amelia membawanya pulang kembali dengan segera, tapi aku takut dia justru akan merasa kecewa dan merasa kalau aku mengusirnya. Jadi, pilihan terbaik sekarang adalah membuatnya menetap disini. Lagipula, ayahnya sudah memberi izin bukan?
"Sifat itu memang kamu sekali, tapi lebih baik kamu mengirimnya kembali"
"Aku tidak ingin. Lagipula, baik juga jika dia menetap disini agar Verdea memiliki teman bergaul seumurannya"
"Hah... Baiklah. Tapi pastikan bocah itu tetap aman
Omong-omong, apa pekerjaan yang kamu serahkan padanya?"
"Pelayan pribadi Verdea"
__ADS_1
"Uwah? Memangnya dia bakal menerima menjadi bawahan Verdea?"
"Anehnya, dia menerima pekerjaan itu. Aku bahkan menawarkan kalau dia hanya bisa bekerja sebagai pelayan disini, atau pulang kembali. Dia memilih tawaran pertama tanpa negosiasi, jadi aku memperbolehkannya saja"
Veskal berdecak kagum
"Sepertinya si cerewet itu sudah belajar rendah diri"
Aku tertawa kecil mendengar responnya
"Omong-omong, Erin berkata kalau kalian sudah berada di dekat benua Lao sekarang ini. Sedikit ke Timur laut, dan kalian akan mendarat di Gong"
"Benarkah? Aku tidur sejak tadi, jadi aku tidak tahu"
Dasar. Itu sebabnya kamu tidak tidur ketika sedang dalam misi. Siaga adalah prioritas utama dalam situasi seperti itu
"Intinya, segera temui raja Gong ketika sudah mendarat. Namanya Zen. Cyth akan memberinya dokumen yang sudah kutandatangani bersama dengan Julius, bahkan diberi cap kerajaan Orion
Isinya adalah kontrak yang kujanjikan padanya itu demi bisa bekerjasama dengan kerajaannya. Raja Bestia, Lev, juga sudah pasti menunggu disana bersamanya, dan kamu harus memastikan kedua raja itu menandatangani dokumen tertulisnya nanti"
"Dimengerti"
Dia bisa memahami semuanya dengan cepat. Baguslah
Normalnya, Orion tidak akan terlalu untung melakukan perdagangan dengan Gong ataupun Bestia mengingat kalau kedua kerajaan itu sedang fokus dalam pembangunan kembali sekarang ini, ditambah dengan jarak kerajaan mereka yang jauh dan terpisah benua Goeitias
Tapi, kami cukup beruntung Julius adalah orang yang baik. Dia dengan sukarela membuat hubungan dagang dengan keduanya. Orion yang biasanya hanya bekerjasama dengan Crux dan Cassiopeia dalam hubungan dagang mulai membuka hati untuk membantu kerajaan kecil
Perkembangan dari kedua kerajaan itu akan kunantikan hasilnya. Mereka tidak boleh mengecewakanku setelah aku jauh-jauh membuka lapangan luas untuk usaha dagang mereka
"Sepertinya kami berada di dekat Borneus sekarang. Aku bisa melihat beberapa pulau dari sini"
"Omong-omong Vainzel. Kenapa kita tidak bekerjasama dengan raja Borneus juga?"
"Aku tidak berminat untuk bekerjasama dengan kerajaan yang berniat menyerang kita. Sebenarnya, hal itu juga berlaku pada Orion, tapi bisa dibilang kita sedang memanfaatkan belas kasih mereka"
"Rasanya... Bukan seperti kamu saja, memanfaatkan seseorang"
"Aku hanya improvisasi. Lagipula, aku tidak berbohong pada mereka, hanya menyembunyikan niat
Intinya juga, jika mereka berniat macam-macam dengan kita, aku yang akan duluan melepas topengku"
Tidak ada yang akan bermacam-macam dengan kalian. Selama aku masih bernyawa, aku tidak akan membiarkan mereka melukai kalian seenaknya saja, termasuk Julius yang sangat adil itu. Harus ada bayaran yang mereka tebus, dan hal itu sama sekali tidak murah
Tapi aku perlu membuat kalian semua berada di dalam bahaya. Dengan begitu, semua pekerjaan kita akan cepat selesai, dan kita semua bisa berjalan dengan tenang
Aku tidak suka hal itu, tapi mau bagaimana lagi. Aku tidak ingin siapapun berkesan kalau kalian hanya memanfaatkanku saja sebagai tameng. Kalian juga yang memberiku dorongan bukan?
...
"... Veskal. Hati-hati"
Veskal terdiam sejenak, kemudian samar-samar kudengar suara tawa kecilnya di tengah angin yang kencang
"Entah berapa kali kamu mengatakan hal itu kepadaku"
"Aku hanya memastikan keberadaanmu bodoh"
__ADS_1
Ada salahnya aku khawatir padanya? Dia sedang berada dalam misi berbahaya sekarang
"Tenang saja Vainzel. Angin disini cukup menyegarkan, jadi aku yakin aku akan baik-baik saja"
"... Ah? Kamu sedang menikmati angin?"
"Begitulah. Semua orang termasuk kapten juga terlihat sedang bermain-main diatas dek"
"Jangan biarkan mereka mabuk. Kalian bakal tabrakan jadinya jika begitu..."
"Semua orang juga tahu mereka tidak boleh minum disaat ini. Dasar tukang khawatir. Kamu seperti seorang ibu-ibu saja..."
"HEY!!"
Veskal tertawa mendengar teriakan kesalku. Deru angin di kapal itu membuat tawanya terdengar samar, namun juga terdengar bahagia. Seperti seorang anak kecil yang sedang berlari kesana kemari menangkap angin
"Sudahlah. Fokus pada tugasmu. Aku tidak ingin kamu terluka sedikitpun saat kamu kembali, dengar!?"
"Itu mustahil. Aku tidak mungkin tidak terluka kamu tahu?"
"Terserah. Dengarkan saja perkataanku dan jangan gegabah. Kalian sudah dekat pada tujuan, dan aku semakin gugup mengetahui hal itu"
Tapi aku mencoba meyakinkan diri kalau dia tidak akan apa-apa. Beberapa luka disana-sini tidak akan apa-apa baginya, selama dia kembali dengan selamat kepada kami
"Baiklah. Tapi, angin disini cukup kencang. Kamu bahkan bisa mendengarnya bukan?"
"Begitulah. Cuacanya sangat berangin disana, entah kenapa"
"Itu bagus bukan? Kami jadi lebih cepat sampai"
"Dan segeralah laksanakan apa yang kukatakan. Negeri Gong, juga Raja Zen dan Lev sudah menunggu di depanmu. Jangan lupa bawa hadiah lokal untuk kami juga"
"Dengan senang hati"
Mungkin aku ingin mendapatkan baju khas dari kerajaan Gong untuk Ordelia. Aku yakin dia akan terlihat semakin cantik jika memakai baju seperti itu
Kesampingkan saja itu dulu, walaupun aku memang sangat ingin
"Baiklah, aku harus tidur. Sampai jumpa"
"... Sampai Jumpa, Vainzel"
...
"Sepertinya kamu sudah tidak merasa gugup lagi"
Cyth mendekat kearah Veskal yang baru saja selesai berbicara denganku
"... Begitulah kapten. Aku hanya ingin tetap fokus saja pada misi kita untuk sekarang"
Gong sudah ada di depannya. Yang harus dia lakukan cukup banyak jumlahnya, tapi yang terpenting adalah kembali hidup-hidup
"Tidak apa nak. Santai sedikit juga boleh. Tapi jangan sampai mabuk seperti waktu itu~"
"Jangan dibahas! Aku tidak ingin dengar!"
Cyth tertawa, kemudian menepuk punggung Veskal sekali. Cyth pun kembali mengawasi semua anggota kru nya agar tetap melakukan pekerjaan mereka dengan benar, selagi Veskal berdiri di tempat yang sama, menatap ujung daratan Gong yang sudah dekat di matanya
__ADS_1
"... Bersiaplah, Veskal" Dia bergumam pada dirinya sendiri, diikuti oleh sebuah helaan napas
Daratan itu sudah dekat, dan tidak terasa waktunya mereka sudah merapat di pelabuhan, disambut oleh seorang raja manusia dan raja kaum Beast