Book Of Flowers

Book Of Flowers
Kapten Alice (3)


__ADS_3

--- 2 tahun kemudian ---


...


"Hey, bangun"


Cyth mengusap matanya merasakan tepukan di punggungnya itu. Dia yang tidur dengan melipat seluruh badannya karena udara yang dingin itu langsung meregangkan setiap ototnya sebelum bangun


"Pagi, kapten" Dia menyapa Alice yang duduk di ujung tempat tidurnya


"Hah, kamu ini. Biasakan bangun pagi coba". Alice menegur


"Tidak mungkin bukan? Aku bertugas berjaga dan menyetir malam tadi. Yu saja tertidur di tengah pekerjaan"


Alice langsung terlihat geram mendengar hal itu dan siap memukul Yu seandainya sempat


"Si telinga itu harus kuhajar sesekali rupanya" Dia berkata karena kesal, sembari mengepalkan tangannya


"Tidak usah terlalu kesal Kapten. Kami semua juga memang mengantuk semenjak kita menjarah seisi rumah bangsawan kemarin itu"


"Itu juga salah Paman Broke karena terlalu ribut saat menyelinap. Lain kali, aku mungkin tidak akan menugaskannya menyelinap lain kali walaupun kita jadi tidak ada yang menjaga"


Cyth hanya tersenyum, kemudian melompat turun dari kasurnya dan kembali meregangkan tubuh


"Aku ingin bersiap dulu kapten. Kemana tujuan kita kali ini?"


Alice terdiam, entah dia sedang fokus pada apa


"Kapten?"


"Oh maaf. Tujuan kita selanjutnya adalah Crux. Aku dengar Duke Grandier suka sekali menghamburkan uangnya. Bagaimana kalau kita ambil agar dia tahu rasa?" Alice menjawab


"Begitu kah? Tapi, Salman memberitahuku kalau keamanan Crux itu bukan main, sama seperti Orion. Kalau kita macam-macam dengan bangsawan mereka, kita mungkin akan..."


Cyth langsung terlihat pucat dan lemas selagi merinding ketakutan karena mendengar perkataannya sendiri


"Ya, ya. Tapi aku tetap ingin kesana. Itu juga tempat terdekat dan teraman untuk mencari bahan makanan baru bukan?"


"Yah, boleh juga. Aku ingin mencoba pastel milik mereka lagi"


"Kamu ini malah memikirkan untuk kulineran"


Alice hanya tertawa selagi Cyth hanya menatapnya selagi cemberut


Alice pun ikut melompat turun dari kasur itu. Dia kemudian beranjak keluar dari kamar itu dengan lagak girang


"Oh ya. Aku menyadari kalau badanmu itu semakin besar dan kokoh. Bahkan mulai menyaingiku sekarang" Dia menambahkan sebelum keluar sepenuhnya


Cyth bingung, kemudian memperhatikan sekujur badannya dengan seksama


"Benarkah begitu?" Dia bertanya pada dirinya sendiri


Dia pun hanya mengangkat bahunya, tidak mau berpikir terlalu panjang mengenai masala itu


......................


--- Crux, Benua Sto Astra ---


"Dingin....!!" Cyth menggigil


Mereka sudah tiba di Crux. Seluruh kru kapal juga sudah mulai parkir di pantai tak bertuan itu. Tempat yang sempurna untuk mengamankan kapal mereka disaat terang benderang seperti ini


Namun, suhu dingin disini bisa membunuh jika mereka tidak menemukan kehangatan segera


"Kapten, bisa kita cari sesuatu yang hangat?! Aku kelaparan dan kedinginan!" Cyth berkata lagi


"Mustahil untuk segera mendapatkannya. Jarak tempat ini ke desa terdekat berkisar 5 Kilometer. Kamu harus kuat menahan diri jika ingin makan makanan hangat" Alice membalas


Dia kemudian menarik keluar sebuah daging asap lama dari sapu tangan yang dia punya, kemudian melempar salah satunya kearah Cyth


"Makan itu dulu kalau kamu kelaparan" Alice berkata lagi, kemudian mengunyah salah satunya


Suara derapan kaki raksasa tiba-tiba muncul dari dekat mereka. Seorang pria berbadan besar tinggi, namun gemuk itu terlihat melotot kearah mereka


"Hai paman Broke"


"Paman juga minta satu" Broke berkata dengan nada ramah


"Makanya lain kali jangan selalu dihabiskan daging asapnya, Paman Broke" Alice berkata dengan kesal, kemudian memberikan salah satu dagingnya kepada Broke


2 daging yang tersisa pun diserahkan kepada Salman, informan mereka dan seorang kru wanita bernama Amanda. Itu karena Amanda adalah koki milik kru itu, jadi dia harus mendapat jatah karena dialah yang memasaknya


Sayangnya, 11 orang yang tersisa tidak mendapat apa-apa dan terpaksa menahan hawa dingin ini terlebih dahulu


"Beberapa tetap saja disini selagi kami mencari bahan makanan baru. Amanda, aku mohon kamu masak saja semua bahan yang tersisa. Kasihan yang lain"


"Dimengerti kapten"


Amanda pun segera naik kembali ke kapal untuk mengerjakan apa yang sudah diperintahkan


"Sebaiknya hanya kita berempat saja yang pergi. Kita sudah mengambil jatah makanan, jadi kita juga yang harus bertanggung jawab sekarang ini" Alice berkata


"Hah...? Aku mana mau berjalan 5 Kilometer jauhnya" Cyth mengeluh sembari kembali menggigil karena dingin


"Kalau begitu tidak masalah. Aku akan memakan Pastel khas Crux sendirian, tanpa ada kamu" Alice membalas, kemudian mulai berjalan sambil mendengus


"K- Kapten jahat! Tunggu aku!"


Cyth pun pergi mengejar Alice, selagi 2 orang yang akan mengikuti mereka itu hanya menggeleng kepala


...


--- Beberapa saat kemudian, Desa Trigo ---


"Dingin....!!!!" Cyth menggigil hebat


Alice bahkan bisa melihat ada es yang tumbuh di bawah hidung anak itu seakan dia mulai membeku


"Yah, kita ada di area terjamah paling selatan dunia. Tentu saja tempat ini akan sangat dingin" Salman berkata sembari melihat sekeliling


"Tapi tidak sedingin Antartik. Area di Goeitias itu membuatku ingin mati, belum membahas Monster yang hidup disana" Alice menambah


"Tidak usah dibahas. Raksasa-raksasa itu sama sekali tidak ramah pada kita. Wajah mereka saja yang mirip manusia, tapi mereka malah bertingkah seperti monster" Cyth berkata


"Sudahlah. Sebaiknya kita masuk ke bagian kulineran nya" Broke menyela


Ketiga orang itu langsung menyoraki Broke dengan niat meledek


"Pikiran Paman cuma makanan saja" Alice berkata


"Ya habisnya, aku tidak ingin kehilangan lemak. Benda di perutku ini sangat berguna saat musim dingin" Broke merespon


"Tahan dingin karena lemak itu cuma mitos. Lagipula, kamu jadi terlihat susah berjalan karena itu" Cyth berkata


"Sudahlah. Kamu juga ingin kulineran bukan, Cyth?"


"Tentu saja mau! Ayo paman, kita cari makanan enak~!"


Alice langsung menepuk dahinya melihat Cyth dan Broke pergi bersamaan mencari jajanan


"Sepertinya kita berdua saja yang akan mencari bahan makanan untuk kapal" Salman berkata setengah mengeluh


"Intinya mereka tidak akan mendapatkan jatah makanan hangat milik Amanda malam ini" Alice merespon dengan nada kesal


...


"Emph...! Kentang ini enak sekali...!!"


"Aku lebih tertarik dengan sausnya. Aku penasaran apa resepnya agar bisa ku rekomendasikan pada Amanda"


"Ah, ide bagus paman! Tapi, aku ragu mereka mau memberikan resep ini langsung"


Mereka sibuk berbincang di luar sebuah kedai makanan, ditemani oleh beberapa hidangan dan secangkir coklat panas untuk masing-masing


Cyth juga sesekali melihat sekeliling. Untuk desa yang kecil, bisa terlihat keberadaan beberapa bangsawan disini, entah kenapa


"Orang-orang itu terlihat ramai sekali disini ya?"


Perkataan Cyth pun membuat Broke ikut melihat sekeliling


"Tentu saja. Para bangsawan itu sedang membeli budak disini"

__ADS_1


*Clang!*


...


Cyth tidak sengaja menjatuhkan garpu miliknya. Mendengar kata 'budak' itu, membuat dia terkejut


"Tapi, aku pikir Crux dan Orion melarang ketat perbudakan..."


Cyth langsung terlihat gusar. Wajahnya bahkan mulai pucat, dan Broke langsung menyadari situasi itu


"... Begitulah mereka, nak. Jika mereka bisa mendapatkan sesuatu kemudahan dengan harga murah, manusia seperti mereka tidak akan ragu menerimanya"


"... Tapi Paman... Kenapa kamu yakin mereka sedang membeli budak disini?"


"Lihat sebentar lagi..."


...


...


Dan benar saja. Persis seperti perkataan Broke, seorang bangsawan membawa keluar dua orang budak laki-laki. Anak-anak itu mencoba untuk meronta dan melepaskan diri selagi dia diseret paksa oleh bawahan si bangsawan itu


Tapi entah bagaimana, salah satunya yang berambut pirang keemasan berhasil melepaskan diri dan berlari di jalanan kota...


Kemudian menghampiri mereka berdua yang awalnya hanya duduk dan melihat...


"Aku mohon! Tolong aku!" Dia menyerukan pada Broke dan Cyth


"Ah dasar bocah sialan!" Bawahan itu berkata, kemudian menendang perut anak itu hingga dia pingsan, selagi yang satunya hanya bisa melihat temannya jatuh tidak sadarkan diri dari kejauhan


"Maaf sudah mengganggu. Tuanku akan marah jika aku berlama-lama" Bawahan itu berkata pada mereka berdua, kemudian berbalik


...


Melihat budak itu yang ditendang seperti sampah begitu saja, membuat amarah Cyth mulai meluap. Karena dia tahu rasanya, seberapa sakitnya diperlakukan seperti itu


"Tunggu" Cyth menghadangnya


Orang itu kembali menoleh, tetapi kali ini dengan wajah kesal


"Lepaskan dia" Cyth berkata lagi


...


"Tidak akan. Kamu memangnya mau apa, bocah?"


"Ah, permisi tuan. Tolong jangan kasar kepada anak ini" Broke bangun dan menghadang tatapan orang itu pada Cyth


"P- Paman!?"


Broke hanya tersenyum tidak merespon. Cyth pun menyadari dia harus apa


"Baguslah kalau kalian tidak berniat-"


"Tapi aku tidak bilang kalau kamu harus membawa anak malang itu pergi bukan?"


Di detik selanjutnya, orang itu terpukul di wajah dan melayang cukup jauh diatas jalanan kota. Saking kerasnya dia terpukul, hantaman orang itu pada sebuah tembok bangunan meninggalkan bekas yang sangat jelas


"Cyth" Broke berkata, kemudian menyerahkan pistol miliknya ke tangan Cyth. "Lari"


"Aku mengerti!"


Mengikuti perkataan Broke, Cyth langsung mengantongi pistol itu, mengangkat anak yang pingsan itu ke punggungnya, kemudian berlari secepat mungkin kearah anak yang satunya, selagi menembakkan pistolnya ke udara tiga kali untuk membuat semua orang takut


Orang yang menahan anak yang satunya pun langsung panik selagi bersiap melawan balik. Tapi gerakannya lebih lamban dari Cyth yang langsung berhasil menjatuhkannya dan kemudian membawa kedua anak itu pergi keluar dari kota


Keributan itu tentu membuat bangsawan yang membeli anak itu murka setelah keluar dari keretanya dan melihat kedua budaknya hilang. Dia langsung memerintahkan bawahannya yang lain untuk segera mengejar dan merampas balik anak itu


"Wah, mereka ini sangat keras kepala" Broke bergumam


Broke dengan segera menghadang jalan semua orang itu


Dia mulai merapal sihir. Dan setelah bait terakhir dari rapalannya itu, dia berhenti memasang sebuah kuda-kuda bertarung


"Awas anak-anak!" Dia berseru, kemudian mulai menghajar semua pengejar itu satu persatu


Walaupun dengan badannya yang besar dan gemuk, dia bisa dengan cepat dan lincah mengatasi semua orang itu. Semua orang yang berniat menyerangnya itu dia tepis seperti seekor lalat kecil


Seseorang kemudian mendaratkan pukulan tepat di wajah Broke. Tetapi, dia senang terlalu cepat. Tidak lama, orang itu pun terlempar dan melayang cukup tinggi. Semua orang tidak bisa menggambarkan rasa sakit orang itu ketika dia mendarat dengan punggungnya yang jatuh duluan


"Baiklah, waktunya kabur"


Broke kemudian berlari secepat mungkin meninggalkan tempat itu


Dia kemudian tidak sengaja menemukan Alice dan Salman yang baru keluar dari sebuah toko. Mereka kaget, tapi semakin dikagetkan lagi ketika Broke menyambar mereka, kemudian membawa mereka berdua seperti sebuah barang selagi terus berlari


"Hey paman gendut! Apa yang kamu lakukan!?" Salman meneriakkan


"Lihat saja kearah belakang!"


Salman langsung terbelalak melihat semua pengejar itu. Ditambah ketika melihat kalau mereka semua memiliki pedang


"Lari lebih cepat!!" Dia meneriakkan dengan panik


Alice di sisi lain langsung terlihat bersemangat melihat semua pengejar itu


"Paman! Ayo lawan dia!" Dia menyerukan


"Aku bisa melawan mereka, tapi tidak kalian!" Broke membalas segera


"Ayolah paman! Biarkan aku melawan mereka!"


Yang satunya sibuk meminta Broke terus berlari, sementara yang satunya lagi sibuk meminta Broke menurunkannya


Broke hanya tersenyum lemas menanggapi situasi itu, selagi terus fokus berlari agar tidak tertangkap


Tiba-tiba...


*DOR!!*


Suara tembakan itu membuat seekor kuda lari tunggang-langgang dan menghantam kuda lainnya. Semua pengejar itu langsung berhamburan kesana kemari. Semuanya terjatuh dari kuda mereka, dan beberapa yang tidak jatuh juga terpaksa berhenti, atau harus mencoba mengendalikan kuda mereka yang ketakutan


Broke langsung lega melihat pengejar mereka yang sudah pasti tidak akan bisa menyusul itu, diikuti oleh Salman. Alice, di sisi lain, justru merengek dan meringis kesal karena kesempatan untuk bertarung hilang


Mereka akhirnya berhasil keluar kota, tetapi Broke tetap berlari. Terus dan terus hingga mereka sampai kembali dengan aman di area kapal mereka terparkir


"Aman...!" Broke berkeluh sembari menjatuhkan kedua orang yang dia pegang itu, kemudian menjatuhkan dirinya keatas salju


"Paman tidak seru!" Alice berkomentar


"Kerja bagus paman. Akhirnya aku bisa menghela napas lega..." Salman berkata dengan lemas


Broke hanya mengacungkan jempolnya keatas dengan lemas, selagi semua orang yang tertinggal di kapal hanya penasaran dengan apa yang terjadi


Rasa penasaran mereka pun terjawab sedikit dengan kehadiran Cyth yang terengah-engah selagi membawa dua orang anak laki-laki seumurannya di punggung dan di sampingnya. Semua orang yang tidak mengetahui apapun tentu kebingungan dengan kehadiran dua orang asing itu


"Siapa mereka Cyth?" Tanya seorang anggota kru bernama Gaspal selagi beberapa dari mereka mencoba menolong anak itu


"... Budak" Cyth berkata dengan napas yang masih tidak teratur


"Tunggu! Kalian mencuri budak atau semacamnya!?" Alice menanyakan dengan keras


"Kalau dibilang mencuri sih agak..." Cyth berkata sembari memalingkan wajah


Alice pun hanya diam, kemudian kembali menatap anak yang pingsan. Menghela napas, rasa kasihannya pun muncul dan dia memerintahkan para kru untuk mulai membawa kedua anak itu naik ke kapal


"Kamu harus bertanggungjawab mengurus kedua anak itu nanti. Paman Broke juga" Alice kemudian berkata sambil bangun dan membersihkan bajunya dari salju


"... Mengerti" Cyth mengangguk dengan rasa menyesal


Dia berpikir kalau Alice marah kepadanya saat ini


......................


--- Malam Harinya, Kapal Black Hunt ---


...


"Kenapa, kapten?" Cyth bertanya tanpa menoleh sedikitpun


Dari suara derapan kaki itu saja, dia bisa langsung mengenali siapa yang berdiri di belakangnya

__ADS_1


Alice pun berjalan dan berdiri di sampingnya. Mereka yang sedang berada di dek sekarang ini hanya menatap kosong kearah laut malam


"... Kedua anak itu baik-baik saja. Hanya saja yang satunya harus sementara berada di atas kasur karena perutnya sakit" Alice memulai pembicaraan


"Begitukah...?"


...


"Anak yang tidak sakit itu butuh sebuah kacamata nanti"


"Darimana kamu tahu, kapten?"


"Dia bilang dia tidak bisa melihat dengan jelas wajahku"


...


"Kamu yang menembak kuda tadi dengan pistol bukan? Kenapa meleset?"


"Karena aku memang berniat menembak di depan kuda itu saja..."


...


"Kapten"


"Ya, Cyth?"


"Kamu tidak marah aku membuat kekacauan seperti itu? Bahkan ketika aku membawa orang yang tidak kukenal kemari?"


...


Setelah hening berkali-kali, Alice pun menunduk sambil tersenyum, selagi menatap wajah Cyth yang masih memandang kosong kearah lautan


"Tidak sama sekali"


Cyth tersadar dan mulai menoleh balik kearah Alice dengan tatapan penuh kejutan


"Aku tahu betul alasan kenapa kamu menyelamatkan mereka. Aku juga tidak akan menentangnya"


Cyth dan kedua anak itu, mereka adalah budak yang diperjual-belikan. Alice memahami betul rasa sakit yang dirasakan Cyth ketika melihat anak itu meminta pertolongan kepadanya


Cyth merasa senang Alice tidak marah, apalagi memahaminya. Dia tidak perlu merasa menyesal lagi dan menganggap kalau dia hanya menambah beban diatas kapal ini


"Terima kasih kapten"


"... Tidak apa"


...


Melihat Alice di malam itu, diterpa oleh sinar bulan, hati Cyth merasa senang


Dia sangat terpukau dan bertanya, bagaimana wanita yang sangat cantik ini bisa menjadi kapten yang baik dan kuat?


Tidak tahu. Tapi satu hal yang pasti, Cyth terkagum melihat Alice disaat itu


"Kamu cantik sekali kapten..."


...


"Eh?"


"Eh?"


Mereka berdua serentak bereaksi


Dia berniat memberi pujian, tapi entah kenapa perkataannya itu malah terdengar seperti sebuah rayuan


"Aku tidak bermaksud apapun! Aku hanya ingin memuji dan sama sekali tidak berniat untuk mengada-ada karena aku memang berniat memujimu jadi jangan-!"


...


Cyth langsung malu kepada dirinya sendiri karena sudah berantakan dalam berucap barusan, selagi Alice menahan tawanya


Wajah yang dia tunjukkan benar-benar menandakan kalau dia tidak ingin memperlihatkan wajahnya lagi karena rasa malu yang luar biasa itu


"Terima kasih pujiannya" Alice berkata


Cyth hanya melirik sedikit kearah Alice dari balik lipatan tangannya itu. Walaupun hanya melirik, dia bisa melihat wajah cantik Alice yang sedang tersenyum itu dibawah cahaya malam


...


Keheningan datang diantara mereka berdua selagi mereka saling menatap satu sama lain dengan tatapan tenang...


"Alice!!"


Tetapi Broke merusak suasana itu tepat disaat yang salah...


Mereka berdua pun hanya berdiri lemas selagi Broke merangkul mereka di pelukannya dan tertawa senang


"Tumben berdua saja?"


Mereka berdua tetap diam tidak menjawab karena merasa gusar kepada Broke


"Oh, dan kedua anak itu belum memperkenalkan diri pada kalian. Mereka sudah memperkenalkan diri pada semua orang kecuali kalian saja"


Rangkulan Broke lepas dari mereka. Mereka berdua pun menoleh kearah dua anak yang ternyata mengikuti Broke dari belakang dengan gelisah. Bahkan anak yang sakit itu berjalan di samping temannya sekarang ini, ditopang


"Kamu tidak apa?" Cyth bertanya melihat anak yang masih terlihat sakit itu


"Tidak apa. Kami berhutang padamu"


"... Siapa namamu, anak baru?" Alice bertanya dengan rasa antusias yang tinggi


"Erin... Dan yang kubantu ini Walter" Dia menjawab dengan pelan


"Erin dan Walter ya? Selamat datang di Black Hunt!"


Cyth hanya tersenyum ketika melihat Alice menjabat tangan dengan Erin. Jabatan tangan yang sangat kencang hingga membuat Erin terlihat tidak nyaman selagi Walter hanya tersenyum melihat wajah Erin


...


"Erin, Walter"


"Y-ya?"


"Namaku Cyth"


"..."


"Kenapa?"


"... Aku ingin berterima kasih karena sudah menyelamatkan kami hari ini" Erin pun berujar


"Aku juga. Terima kasih" Walter menambahkan


...


"Ah, tidak masalah" Cyth berbangga diri


Hidungnya terlihat membesar sama seperti kesombongannya, walaupun pipinya agak memerah


"Kalau begitu, kita berteman mulai sekarang ya?" Cyth berkata lagi


"... Teman..."


...


Situasinya canggung kembali


"A- Ah... Bagaimana kalau kita baca buku saja untuk menghabiskan waktu?"


"Buku?"


"Ya buku. Kalian bisa membaca bukan?"


...


Erin dan Walter menggeleng, dan itu langsung membuat Cyth panik


"Baiklah aku akan mengajari kalian membaca dan menulis. Ini bisa dihitung sebagai tanggung jawabku bukan, kapten?"


Alice hanya mengangguk sambil memberi tatapan aneh

__ADS_1


"Baiklah, mari kita ajar kamu membaca!" Cyth menyerukan dengan semangat


Dan itu adalah salah satu kesalahan terbesar yang pernah dilakukan Cyth, mengingat Erin jadi lebih suka membaca daripada berbicara dengannya


__ADS_2