
"Wah, wah. Aku terkejut melihatmu berani menunjukkan diri disini, Countess Eleanor" Si gendut itu berkata kepada Eleanor yang duduk di hadapannya
Eleanor, dan Albert yang berdiri di belakangnya hanya diam tidak menjawab, membuat si gendut itu kesal
Sepertinya cukup ada beberapa temanku yang menarik perhatian mereka disini. Tapi aku tidak suka melihat tatapan mereka yang seakan menganggap kami masih sebagai budak dan lebih rendah dari mereka
Aku heran kenapa Verdea yang memiliki darah bangsawan saja bisa bertingkah lebih sopan dibanding mereka
Ya. Anak yang selalu bertingkah seenaknya itu baru saja kusebut sopan, dibandingkan dengan orang-orang ini. Dan aku hanya perlu menelaah mereka satu kali saja
Baiklah, sebaiknya aku memulai pertemuan ini daripada membuang waktu lagi
"Jadi, seperti yang kalian tahu, kami para Elf adalah penyebab kekacauan di Crux sekarang ini. Tidak perlu dijelaskan detail masalahnya bukan?"
Semua mata para bangsawan langsung menatapku dengan geram
"Singkat ke intinya, aku hanya menginginkan 3 hal dari kalian semua"
"Tunggu!! Berani-beraninya kamu meminta hal dari kami ketika kamu sudah melakukan kekacauan!!" Seorang raja berkata
Ah orang ini. Raja Julius Orion. Salah satu raja yang berkuasa di negara adidaya dengan kekuatan dan keadilan
Penampilannya yang kekar itu cukup meyakinkanku kalau dia adalah orang yang kuat, bukan hanya dari sisi otot. Tidak kusangka aku bertemu dengannya lagi setelah dia menjadi raja
"Jadi yang mulia Julius, menurutmu kenapa kami melakukan kekacauan itu?"
"..."
"Kami hanya punya satu alasan ketika bermasalah dengan ras lain sejak zaman dahulu. Mata dibalas mata, gigi dibalas gigi, tapi kami tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Ingin bukti?"
"... Apa?"
"Aku yakin kalau kamu sudah mengetahui kalau tidak satupun dari para prajurit yang kamu kirim untuk menghambat kami itu mengalami luka parah, apalagi mati"
"..."
"Lalu? Kesampingkan insiden 5 tahun lalu, kalian juga sudah mencoba menyakiti para bangsawan di seluruh dunia untuk alasan tertentu. Bukannya itu kejahatan?" Leiwan menyela
"Lalu kalian pikir memperbudak orang tidak berdosa itu baik?"
...
Mereka mencoba menyeretku kearah kesalahan besar itu rupanya. Mereka masih tidak tahu kalau aku bukanlah pelaku sebenarnya, tapi meyakinkan mereka sekarang ini hanya akan membuang waktu
Aku menjentikkan jariku. Tidak lama, 2 orang Elf membawa Eloy dan Yuriel masuk ke dalam area pertemuan, namun dengan terikat. Eloy di sisi lain, harus ditutup mulutnya dan diikat sekuat mungkin karena dia mencoba melawan. Mereka berdua diberdirikan tidak jauh di belakang kursiku agar para bangsawan bisa melihat kalau mereka masih baik-baik saja
Para bangsawan berfokus kearah mereka dengan keringat dingin mengucur, melihat kalau kedua orang yang harus mereka selamatkan sekarang masih berada di genggamanku
"Jadi, bagaimana kalau kita kembali ke 3 hal itu?" Aku bertanya
"... Baiklah. Katakan semuanya" Rosalia akhirnya berucap
Aku tersenyum kearahnya walaupun dia tidak bisa melihat wajahku di balik kerudung ini
"Pertama, aku ingin kalian mengembalikan pecahan batu permata berwarna biru yang bersinar kepada kami"
...
"Maksudmu batu ini?" Tanya Rosalia, menyodorkan 2 keping pecahan batu roh itu
"Ya. Kalian mungkin berpikir ini semacam batu sihir yang menyimpan kekuatan besar. Bisa dibilang begitu, tapi lebih tepatnya, ini adalah batu roh milik Elf pertama"
"Hah?" Rosalia berkata dengan wajah gusar. Tapi dia langsung menarik kembali emosinya sebelum ketahuan
"Lalu, kenapa kalian menginginkannya kembali?" Rosalia bertanya
"Karena kekuatan dari Elf pertama ini kami gunakan untuk mengukuhkan Miralius. Jika dia tidak ada dan kami mulai kehabisan Mana miliknya, kami mau tinggal dimana?"
"... Poin yang bagus"
Rosalia kemudian dengan ragu mulai menyodorkan kedua batu itu lebih dekat kearahku. Aku langsung mengambilnya dengan senang hati
Secara teknis, kehancuran kerajaan kami mungkin menguntungkan mereka
Tapi aku paham betul, kalau setiap orang yang ada disini setuju akan satu hal. Kami semua akan melalui pertemuan ini dengan kesimpulan jalan damai
Jadi mereka tidak membantah sama sekali. Mereka hanya ingin tahu, apakah kami bisa diajak bicara atau tidak
"Masih ada satu yang belum dikembalikan padaku"
Aku menoleh kearah Yuriel yang berdiri di belakangku. Dia diam menatap, sebelum kemudian menghela napas
"Aku akan mengembalikannya nanti. Batu itu kubuat sebagai kalung, tapi seorang raja mengambilnya karena dia merasa tertarik"
Eloy langsung semakin memberontak dan terlihat ingin memukul Yuriel
"Baiklah. Aku akan menantikan hal itu"
Aku kembali beralih kearah meja
"Kedua, aku ingin kalian memberiku waktu untuk membuktikan kalau ras kami bukanlah pelaku dari insiden 5 tahun lalu"
"Hah!?" Leiwan terkejut
"Mustahil! Hakim Agung yang berdiri di belakangmu itu sudah berkata kalau kalian adalah pelakunya!!" Julius kembali berseru
"Bagaimana bisa? Boleh dijelaskan detilnya?" Aku bertanya
"Dia sudah meneliti Mana dari penyerang di kerajaan Hortensia sebelum kejadian itu. Bahkan ada cukup banyak saksi di tempat kejadian yang memperhatikan kalau kalian lari dari area seperti komplotan penjahat!"
Begitukah...? Jadi dia memfitnah hm...?
"Hanya itu?"
"... Apa maksudmu hanya itu?"
"Bagaimana kalau aku bilang, kami 'lari' dari sana karena disaat yang sama Miralius juga diserang?"
"...!"
Bingo!
Kamu tidak bisa mengelak bukan?
"Kamu hanya mencoba memutar realita Raja Julius. Kalian semua para manusia juga. Pelaku sebenarnya dari insiden itu muncul di hadapan kami saat itu, dan tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang menyakitkan di tubuhku dikarenakan batu roh yang dicabut paksa ini. Itu sebabnya kami pergi dengan cepat tanpa memedulikan apapun
Kalian menolak untuk melihat lebih jauh dan malah memilih kambing hitam untuk kalian salahkan di insiden itu, hanya karena sesuatu yang terlihat sekilas. Itukah keadilan yang kamu junjung itu, raja Julius?"
__ADS_1
...
Tentu saja dia tidak bisa berbicara lagi. Lidahku ini lebih berbahaya jika aku benar-benar ingin menjatuhkan argumen mereka
Lalu, sesuai dengan apa yang kuharapkan, semua mata menuju kearah Rosalia. Semua orang tahu kenapa, karena dialah yang menyebar berita kalau kami pelakunya menggunakan proyeksi di langit pada hari itu
Dia sendiri hanya merespon dengan, "Sepertinya aku harus mencari tahu hal ini dari orang terpercaya milikku itu. Aku akan meminta penjelasan lebih lanjut darinya"
Aku sudah naik pitam. Orang-orang biadab ini membuatku kesal karena tidak satupun dari mereka terlihat menyesal. Seandainya aku memiliki cara cepat untuk memusnahkan ego bodoh mereka itu
"Tapi, jika kamu memang tahu siapa pelaku sebenarnya, siapakah orang itu?" Tanya si gendut itu padaku
"... Kalian tidak akan percaya jika aku mengatakannya sekarang. Itu sebabnya aku meminta waktu untuk memberi bukti jelas, dan bukan hanya kata-kata belaka
Tapi, aku akan mengatakan satu hal. Pelaku penyerangan Miralius, dan yang mungkin juga bertanggungjawab atas insiden itu adalah seseorang bernama Walter Herb"
Semua orang kaget mendengar hal itu. Raja dari kerajaan Xiang saja terlihat berkeringat dingin. Aku menduga ada sesuatu antara dia dan Walter yang sedang tersembunyi sekarang ini
Rosalia hanya menunduk dan mencoba terlihat tidak menonjol dengan memejamkan mata
Dan dari antara mereka berlima, sayangnya aku harus memilih yang paling lemah dahulu. Namun, lemah bukan berarti tidak berguna
Menyingkirkan Walter akan sangat berguna untuk membatasi pergerakan diam-diam Rosalia. Lalu, aku akan lanjutkan dengan memusnahkan Darwin dan pasukannya
Aku memang masih butuh waktu, Rosalia Hortensia. Tapi, silahkan kamu mulai menghitung mundur kehancuranmu dari detik ini. Aku akan memulainya dari pelaut itu terlebih dahulu
Para bangsawan terlihat berbisik dengan satu sama lain. Ketika mereka sepakat, Raja Julius pun kembali mewakili mereka
"Baiklah. Kami akan memberimu cukup waktu. Kami akan sangat menanti bukti nyata itu"
"Terima kasih sudah mau rendah hati. Dan juga, temanku yang bernama Cyan Keith ini akan sangat membantu dalam mencari Walter Herb. Mereka dulu adalah rekan sekapal, dan sekarang mereka bermusuhan karena sebuah konflik
Anggap saja ini bisnis untuk membuat kita semua puas. Lagipula, tidak ada orang yang lebih baik dalam melacak Walter Herb selain mantan rekannya bukan?"
Aku memperkenalkan Cyth kepada mereka. Cyth sendiri hanya diam sambil terus berpaling kearah lain
Aku akan meminta maaf padanya nanti. Dia terlihat gusar karena aku memberitahukan soal masa lalunya itu
"... Aku paham. Kami juga akan menyiapkan kapal untuk memburu pelaut bernama Walter itu"
Merespon Julius, aku mengangguk paham dan mulai fokus ke bagian terakhir
"Baiklah, yang terakhir...
Aku ingin kalian memperbolehkan Verdea Hortensia dan Artorius Hortensia untuk kembali tinggal di kerajaan Hortensia"
"!!!"
"T- tunggu! Kenapa kamu repot-repot meminta hal itu? Walaupun kamu tidak meminta, kami juga akan tetap membawa mereka berdua kembali!" Darius menyela
"Begitukah? Tapi kalian tidak sadar satu hal. Kembalinya mereka ke Hortensia berarti kembalinya diriku ke Hortensia"
"Bagaimana bisa!?"
Hah...
"Kamu lupa atau tidak tahu? Aku sudah bersumpah setia kepada mereka berdua sampai ujung hayat mereka. Singkatnya, aku ini pelayan mereka berdua. Bahkan Raja Damien tidak akan bisa melarangku seenaknya, apalagi kamu, pangeran ketiga. Kontrak itu masih valid karena mereka berdua masih hidup dan baik-baik saja"
"Ugh...!"
Dan juga, gerakan ini akan jadi sangat brilian. Artorius akan kuletakkan sebagai mata-mata untuk kami mengawasi Rosalia, dengan kedok mengirim surat kepadaku seperti biasa untuk membuat kabar
Bahkan jika Artorius terluka bahkan hingga dia mati, kami sama sekali tidak akan dicurigai dikarenakan dirinya bukan berada di kastil Thyme, melainkan di kastil milik keluarganya yang lain
Maafkan aku Artorius. Tapi, kamu juga harus berguna. Semua ini juga terjadi dengan dirimu sebagai akarnya
"Tenang saja. Aku akan menyerahkan keputusan ini kepada kedua tuanku. Jika mereka sudah memilih aku hanya mengikuti"
Dan itu mutlak. Perintah mereka adalah tugas untukku
...
Tunggu, kenapa aku merinding?
Heh...?
Aku menatap ke tempat udara dingin itu berasal, tepat di sampingku, dimana para petinggi duduk
Para petinggi...
"V- Vainzel. Kamu bahkan tidak memberi tahu kami mengenai hal itu" Zaphir berkata dengan lemas
Oh ya... Para petinggi selain kelima orang itu tidak tahu apa-apa dengan kontrak antara kami bertiga...
Mungkin aku seharusnya memberitahu mereka sejak awal, tapi aku takut mereka akan berteriak marah kearahku. Mereka bahkan terlihat gusar dan lesu ketika mendengarkanku barusan
"Aku akan jelaskan semuanya nanti. Tolong tahan emosi kalian" Aku berkata dengan nada gugup
Zaphir terlihat ingin meledak, tapi dia hanya menahan amarahnya dengan mengetuk meja di depannya dengan kaku berkali-kali
"Jadi itu alasannya dia setia sekali pada anak ini..." Cyrus meneruskan dengan wajah kecewa, diikuti oleh tawa pasrah
"Sudah! Jangan dibahas lebih jauh!"
Abaikan mereka. Aku belum mendengar apapun dari kedua orang yang kulontarkan sebuah pertanyaan tadi
"Jadi?"
Mereka berdua terlihat ragu untuk kembali ke Hortensia, terutama Artorius
"Aku pikir... Mungkin lebih baik kalau kita kembali ke kastil Thyme saja" Verdea berkata, kemudian mengangguk untuk meneguhkan niatnya
"Baiklah. Aku juga tidak apa. Walaupun aku masih cukup takut kesana" Artorius berkata dengan yakin
Bagus, mereka mengikuti naskahnya
"Sudah diputuskan" Aku meneruskan, kemudian beralih kearah para bangsawan
"... Terserah! Asalkan kamu tidak bertindak mencurigakan, Oberon!" Darius berkata, diikuti oleh Rosalia yang mengangguk satu kali
"Ini juga bisa bagus untuk hubungan kita dengan Miralius, adikku" Rosalia berkata dengan nada senang
...
...
...
__ADS_1
Hubungan baik dengan Miralius...?
"Kalian salah paham akan satu hal" Aku menyela
Mereka berdua langsung menoleh kearahku. Suasana pun menjadi dingin dan terasa menusuk ketika mereka menyadari tatapanku yang terlihat gusar
"Aku sudah bilang kalau aku ini pelayan dari mereka berdua dengan jelas. Aku yakin kalau tidak ada bagian dari perkataanku ataupun perkataan mereka itu yang mengatakan kalau aku akan bekerjasama dengan kalian"
"Oberon-?"
"Aku masih benci kalian, semua manusia yang memfitnah kami. Jika ada satu hubungan yang akan dan sedang aku miliki dengan kalian, itu hanyalah perhitungan. Perhitungan untuk membuat kalian semua terlihat seperti orang bodoh karena telah menuduh kami dengan salah
Bersyukurlah aku tidak meminta kalian untuk meminta maaf pada para petinggi yang duduk di deretan ini. Aku tahu kalian tidak akan suka karena hal itu hanya akan merendahkan martabat kalian bukan?"
...
"Kalian boleh menuduhku atau menyakitiku, tapi kalian malah menyeret mereka ke dalamnya dengan hukuman kalian itu. Untuk tambahan, bersyukurlah juga aku tidak memutuskan untuk menghabisi kalian, karena aku sendiri sudah lebih dari cukup untuk melakukannya
Tapi, aku tidak terlalu suka kekerasan yang tidak akan berakhir. Jadi aku hanya akan tetap berada di jalan perhitungan itu, kecuali jika kalian macam-macam denganku lagi selama masa pembuktian ini"
Semua orang terdiam. Para bangsawan dan raja-raja itu terlihat merinding ketakutan, selagi para petinggi hanya diam tidak bergeming. Tetapi Rosalia masih teguh. Dia bahkan membalas tatapanku itu dengan wajah remeh seakan sedang menantangku
"Vainzel sudah cukup. Kamu terlalu mengintimidasi mereka" Artorius berkata
"Aku tidak menyesal sama sekali yang mulia. Setidaknya mereka harus paham dengan satu hal itu" Aku membalas
Artorius pun hanya diam memberi tatapan gelisah
"Baiklah. Sebaiknya aku tutup saja pertemuan kali ini. Dan ingat, aku hanya akan mengikuti dua orang manusia saja di dunia ini. Jangan terlalu berharap kalian semua yang ada disini bisa berhubungan baik dengan para Elf bahkan sampai ajal kalian. Berdoalah untuk yang terbaik bagi kita semua"
Aku bangun, kemudian langsung berbalik. Dengan cepat, kemudian memotong ikatan milik Yuriel dan Eloy
"Tepati apa yang aku minta itu. Aku tidak senang dengan orang yang ingkar janji"
Dengan kata terakhir itu, aku berjalan pergi kearah Miralius. Verdea dan Veskal juga langsung ikut bangun, kemudian para petinggi, perwakilan Andromeda, dan Artorius
Kami semua dari kubu Miralius meninggalkan para bangsawan itu yang masih diam diatas kursi mereka masing-masing
...
"Sial... Mereka menakutkan...!" Leiwan berkata dengan nada gugup sembari menopang kepalanya di meja
"Apa yang akan kita lakukan yang mulia? Para Elf itu harus disingkirkan!" Seorang Duke dari kerajaan Orion berkata
"Kalian tidak dengar perkataannya?" Julius membalas. "Kita harus menepati janji kita padanya. Beri mereka waktu"
Para bangsawan selain para raja langsung terlihat geram dengan hal itu, tapi tidak berani mengeluarkannya secara verbal di hadapan raja dari kerajaan Orion tersebut
"Aku malu kepada diriku sendiri. Oberon memang benar. Kita semua sudah menolak untuk melihat lebih jauh"
Dia kemudian memegang kepalanya selagi menunduk diatas meja
"Mendiang ayahku akan malu ketika mengetahui aku sudah melakukan dosa ini"
...
"Raja Julius~ Kamu terlalu kasar pada dirimu. Jangan terpengaruh oleh ucapan mereka" Seorang raja berkata
Dia membuka kipasnya, kemudian mulai mengibaskan benda itu di hadapan wajahnya
"Bagaimana kamu bisa tahu mereka tidak akan melakukan apapun lagi. Mereka juga masih mencurigakan kamu tahu?"
"Raja Shen. Kamu juga tidak memiliki bukti nyata kalau mereka pelakunya bukan?" Julius membalas raja itu
Raja bermata sipit dengan pakaian serba hitam putih khas kerajaan Xiang itu pun hanya menyeringai kecil. Dia memainkan kumis panjangnya itu sembari terus mengibas dengan tangan lainnya
"Persetan" Seseorang kemudian berucap, membuat semuanya hening
Semua mata lalu menoleh kearah Eloy yang masih berdiri di belakang kursiku tadi. Dia terlihat sedang menggigit lidahnya selagi menahan amarah yang meledak-ledak
"Aku akan memusnahkan mereka karena penghinaan ini...!" Dia berkata lagi
Mata penuh penghakiman pun menuju kearahnya. Beberapa menganggapnya remeh karena sebuah perkataan yang terdengar bodoh, dan yang lainnya bingung dengan apa yang dia katakan
"Hm~ Raja yang menyedihkan. Tapi aku suka tekadmu" Shen berkata
"Tunduklah untuk sementara waktu raja Eloy. Kamu-"
"Diam bajingan! Kamu tidak tahu apa-apa!" Eloy memotong Julius
Di tengah hal itu, Rosalia hanya menghela napas
"Niatmu itu vulgar sekali yang mulia Eloy. Wajar saja Yuriel selalu berkeluh kesah kepada orang lain sepertiku" Rosalia berkata
"Diam dasar wanita rendah! Aku akan menunjukkan dimana tempatmu berada!"
Dia bergerak maju berniat untuk menyakiti Rosalia. Tapi di detik setelahnya, dia dihantam oleh seorang sosok yang tidak diketahui, menghempasnya kearah sebuah pohon hingga Eloy terhantam keras
"Kamu terlalu keras, Edwin" Rosalia berkata
"Maaf tuan putri. Ini yang akan terjadi jika aku refleks" Edwin membalas
Rosalia hanya menghela napasnya melihat wajah Edwin yang tidak menunjukkan penyesalan sedikitpun
"Bantu saja dia bangun. Jika dia pingsan, bawa dia. Kakek, ayo kita pergi"
Edwin langsung melaksanakan apa yang diperintahkan Rosalia. Sementara itu, para bangsawan mulai bangun dari tempat duduknya mengikuti Rosalia dan Yuriel pergi kembali ke kapal mereka
"... Tuan putri-"
"Diam. Aku sedang tidak ingin mendengar apapun" Rosalia memotong Yuriel
Yuriel pun hanya kembali berjalan sambil diam dan menunduk
"Aku punya banyak hal yang harus didiskusikan dengan kalian berempat pengikutku, terutama tentang si pelaut bajingan itu"
Rosalia tampak marah disaat itu. Dia terus berjalan seakan waktu sedang memakannya perlahan
Tidak sedikitpun dia menyangka kalau aku akan dengan terus terang menyatakan kebencian di hadapan semua orang seperti itu. Dan karena itu, kewaspadaannya terhadapku pun mulai meningkat
Dia sudah menyiapkan semua hal yang akan dia lakukan seandainya aku mencoba menghalangi jalannya lagi. Jika perlu, dia bahkan sudah menyiapkan rencana untuk menyingkirkanku
Jika dia ketahuan, habislah sudah. Dia harus melakukan sesuatu, walaupun hal itu hanya untuk mengulur lebih banyak waktu. Tujuannya sudah dekat. Dia juga masih butuh waktu. Siapa yang akan menggapai waktunya duluan, antara aku dan dia, orang itu akan membuat yang lainnya jatuh kedalam kegagalan
Tapi kami berdua tidak berencana untuk mundur sama sekali. Ini perang. Hanya ada satu sisi yang akan menang dan berjalan ke depan
Pastinya, aku tidak ingin kalah
__ADS_1