Book Of Flowers

Book Of Flowers
Pelacakan Dimulai


__ADS_3

--- Kota Umibe, Gong ---


...


'KAPTEN!! AYO KABUR!!"


...


'KAPTEN!!'


...!


...!


'ALICE!!!'


"Alice!!"


"Ah-?"


Veskal terkejut melihat Cyth yang tiba-tiba bangun seperti itu. Belum lagi ketika menyadari keringat dinginnya yang bercucuran dengan deras


"K- Kenapa kapten? Apa kamu mimpi buruk?"


Cyth langsung meraup wajahnya dengan tangan setelah menyadari kalau Veskal ada di hadapannya. Mimpi yang dia alami barusan sepertinya terasa terlalu nyata sampai-sampai seluruh badannya bergerak tanpa sadar


Veskal yang berdiri di hadapannya itu langsung terlihat heran. Tidak biasanya kapten yang terlihat ceria itu memasang wajah suram begitu


"Kapten. Kita akan berangkat bukan? Jadi sebaiknya kamu cepat bersiap-siap. Kita bahkan belum sarapan, dan aku punya pesan yang harus disampaikan dari Vainzel"


"... Hah...? Apa yang kamu bicarakan coba?" Cyth berkata


Dia masih mengantuk dan mengusap mata. Veskal pun hanya menghela napas, kemudian melempar sebuah botol air keatas kasur, tepat di hadapan Cyth


"Minumlah dulu. Jangan lupa isi ulang"


Veskal kemudian pergi keluar. Dia harus bergegas dan segera menemui raja Zen untuk menyampaikan pesanku


Tapi ketika dia menyadari wajah suram Cyth tadi, dia jadi gelisah kembali meninggalkan Cyth sendirian untuk sekarang


......................


--- Setengah jam Kemudian, pelabuhan Umibe ---


"Veskal. Dari mana saja kamu?"


Cyth menyambut Veskal yang datang kearahnya, tetapi dia berhenti dan menunduk hormat ketika melihat raja Zen mengikutinya


"Kenapa yang mulia repot-repot datang kemari?" Cyth bertanya


Veskal mengartikan perkataan Cyth ke bahasa Gong yang mampu dikenali raja Zen


"Aku hanya ingin mengantar kalian pergi. Dan juga sekalian..."

__ADS_1


Dia menarik tangan Cyth, kemudian menyerahkan sekantung uang


"... Itu untuk perbekalanmu, bukan untuk perjanjian kita"


"Perbekalan...?"


'Ini untukmu. Itu bukan jatah, tapi hadiah'


"Urgh-!"


"Kapten?"


Cyth merasa pusing dan nyaris jatuh entah kenapa. Erin dan Veskal sering sekali dibuat kaget olehnya akhir-akhir ini karena hal itu


"Kapten-"


"Aku tidak apa. Mungkin karena aku sedikit tidak bisa tidur tadi malam"


...


Cyth berjalan naik ke kapal, mengabaikan ketiga orang yang melihatnya dengan tampang bingung itu. Tetapi bahkan saat dia berjalan, dia nyaris jatuh lagi


"... Apa kamu yakin kapten akan baik-baik saja? Maksudku... Sebaiknya dia istirahat bukan?" Veskal bertanya


"... Dia memaksaku untuk ikut tadi. Walaupun aku yakin, bahkan semua orang yang ada di kapal nanti akan menyadari wajahnya yang pucat


Aku tidak tahu harus berkata apa lagi padanya. Dia juga bukan tipe orang yang hanya tinggal diam dan membiarkan semua orang bekerja untuknya"


Wajar saja dia begitu. Dia seorang kapten, dan dia sudah kehilangan banyak. Apa arti seorang kapten tanpa anak buah?


"... Sebaiknya kalian menjaga orang itu baik-baik" Zen berkata


Erin dan Veskal menoleh kearahnya, yang sedang memasang wajah tersenyum namun berkesan sedih


"... Kami pasti akan melakukannya, yang mulia Zen. Dia kapten kami" Erin berkata


Zen hanya mengangkat kepalanya, masih tersenyum seperti sebelumnya merespon Erin


Dengan itu, mereka pun pamit kepada raja Gong untuk yang terakhir kali. Perjanjian yang kami rencanakan sudah berhasil, dan Walter tidak akan bisa lari dengan mudah keluar dari Xiang


Raja Julius dan seluruh armada Orion juga sudah siap berlayar. Hanya tinggal menunggu kru Black Hunt


"Tuan Veskal! Tuan Cyth! Segeralah bersiap!" Julius menyerukan dari kapal lain


Veskal hanya mengangguk kearahnya, kemudian kembali fokus membantu seorang anggota kru untuk mengangkat jangkar


Setelahnya, dia mendengar kalau layar kapalnya tersangkut. Dengan cekatan dia segera melompat naik keatas tiang kapal untuk membenarkan bagian yang tersangkut dari layar kapalnya


Semua orang sibuk membawa persediaan kesana kemari untuk membenahi kapal itu. Kapal baru yang sudah dijanjikan kepada mereka oleh Julius


"Layar siap! Tinggal diturunkan saja!"


"Kemudi juga sudah siap!"

__ADS_1


"Jangkar sudah naik dengan aman Erin!"


"Persediaan sebentar lagi akan selesai diatur. Segera bantu kami bagi yang sudah selesai!"


Suasana mulai riuh ketika semua orang mulai fokus membantu Erin mengatur persediaan diatas kapal. Mereka semua bekerja dengan kompak, hanya saja jumlah mereka saja yang sedikit sehingga waktu yang termakan cukup lama


Sementara itu, Cyth hanya berdiri di pinggiran kapal, menatap kalung berbentuk kerang yang ia kenakan itu dengan tatapan kalut


Entah sudah berapa lama dia mengenakan kalung itu, tapi rasa di dadanya masih tetap merasa sakit setiap kali dia melihatnya. Seharusnya, kalung itu bisa menyembuhkan hatinya, tapi justru berefek sebaliknya


"Kapten..."


Cyth tersadar ketika merasakan sebuah tepukan di pundak kanannya. Ketika dia menoleh, Erin menatapnya dengan wajah senyum


Dia mengangguk kearah Cyth, menandakan kalau mereka sudah siap berangkat menuju tujuan akhir. Berangkat menuju pertempuran balas dendam mereka setelah apa yang terjadi belasan tahun lalu


Cyth mengecup kalungnya itu seperti yang selalu dia lakukan. Dia pun maju kearah bagian kemudi, menyapa anggota krunya yang bertugas disana


Dia pun berdiri di bagian paling depan, menikmati angin laut sebelum berangkat


Tangan kanannya terangkat, dan dengan satu hentakkan, anggota krunya melepaskan tali penahan kapal itu. Layarnya langsung mengembang dan menangkap angin, mendorong kapal itu mengarah ke laut selagi semua orang bersorak dengan semangat


Tidak lama, seluruh kapal pasukan Orion juga mulai mengibarkan layar kapal mereka dan menyusul Black Hunt dari belakang


"Tidak ada masalah dengan kendali kapten! Semua orang sudah siap! Kita berlayar lagi!!"


Semua orang semakin bersorak semangat. Veskal hanya berdiri di tengah-tengah mereka yang sibuk menari-nari dan melompat-lompat diatas kapal


Matanya kemudian tertuju pada Cyth yang tetap berdiri di depan kapal, memandang kearah lautan lepas. Dia mendekat perlahan kearah Cyth, kemudian menyapanya


"Sepertinya... Kapten sedang tegang" Veskal berkata


"... Aku gugup Veskal. Aku selalu bermimpi hari seperti ini akan datang, tapi ketika harinya tiba, aku malah ingin mundur" Cyth membalas


Dia kemudian melirik kembali kearah semua anak buahnya


"Aku tidak bisa kehilangan 8 orang itu. Tidak lagi. Erin, Farlan, Gaspal, Remus, Hugo, Asher, Yu, dan Lock. Mereka semua teman-temanku, dan membayangkan kalau aku harus kehilangan satupun dari mereka sama seperti yang sebelumnya membuatku merinding ketakutan"


"... Itu normal, kapten"


"... Kamu benar. Mereka satu-satunya tempatku kembali, selama bertahun-tahun hidupku"


Bagi mereka berdua, orang-orang seperti itulah yang menjadi pegangan mereka pada hidup ini. Orang-orang yang menemukan mereka, dan rela menerima mereka apa adanya


Membayangkan harus kehilanganku dan Verdea juga, membuat Veskal ketakutan setiap malamnya. Itu sebabnya dia ingin terus menjadi kuat, agar bisa melindungi kami berdua


"Bagaimana denganmu Veskal? Apa kamu sendiri sudah siap?"


"Yah, begitulah"


Veskal hanya menepuk kantung celananya satu kali. Tapi Cyth tidak paham dengan apa maksud Veskal


Kapal itu terus berlayar di lautan. Dan ketika saatnya tiba untuk kapal itu berhenti, mereka sudah bertemu dengan orang yang mereka cari

__ADS_1


__ADS_2