
--- Beberapa menit Kemudian, Benua Goeitias ---
"Sial! Mereka banyak sekali!" Ivor berteriak. Dia mencabut Gada yang dia gunakan dari tubuh seekor Basilisk
"Ada yang terluka?" Aku bertanya sambil memegang tegak tongkatku
"Tidak apa-apa. Aku sudah menyembuhkan kalian semua" Ordelia berkata
"Syukurlah"
Aku kemudian menoleh keatas. Awan hitam itu semakin mengepul dan sudah membesar dari sebelumnya. Kira-kira hanya butuh 10 menit lagi hingga serangan sihirnya dimulai
Tapi, aku tidak bisa menemukan Darwin dimanapun. Aku yakin orang yang merapal sihir ini harus ada di tempat terbuka. Tapi, aku tidak bisa menemukannya, bahkan ketika aku menggunakan para pohon untuk memeriksa sekitar
Yael tidak mungkin merapalnya karena orang itu datang menyerang kami tadi
Tadi...
"Kita seharusnya membawa Verdea dan yang lainnya saja jika begini" Ivor berkata sambil membersihkan bajunya yang dipenuhi darah, dibantu oleh Lyralia
"... Tidak Ivor"
Teman-temanku menoleh kearahku yang tampak muram
"... Miralius sedang dalam bahaya juga sekarang. Aku bisa merasakannya di setiap sudut badanku"
"... Ck! Hal ini sangat merepotkan. Lagipula kenapa juga kamu membiarkan mereka mencari tempat sembunyi sendirian?"
"Kota Bawah Tanah Dwarf"
"Apa?"
Sihir itu menghancurkan semua makhluk yang ada di muka bumi. Tapi, bagaimana dengan makhluk yang berada di dalam tanah dan memiliki pertahanan yang canggih?
Itu sebabnya aku meminta Zero untuk datang tadi. Dia sudah tahu apa yang harus dia lakukan dalam situasi ini
".... Lalu, kenapa kita tidak-"
"--- Mengikuti mereka dan membiarkan Miralius hancur?"
Ivor yang perkataanya kupotong itu langsung menunduk kesal
Kami benar-benar tidak memiliki tempat untuk berlari lagi. Satu-satunya cara untuk mendapatkan tempat itu adalah membersihkan penghalangnya, tapi aku takut kalau orang-orang yang tidak kubawa itu akan jatuh dalam prosesnya
Aku harus membersihkan Miralius karena itu tanggung jawabku sebagai raja para Elf. Sementara itu, tanggung jawabku sebagai teman adalah memastikan tempat yang aman untuk temanku itu
Aku tidak bisa membawa Verdea ke Miralius. Ada orang yang bisa memaksa masuk ke dalam Miralius, dan orang itu sudah jelas lebih kuat daripada Seren. Dan Seren itu bukan main kuatnya
Jika aku membawanya, nyawanya kemungkinan besar akan hilang. Aku tidak mau mengambil resiko itu
Jadi, ini adalah pilihan terbaik
Kami melanjutkan terbang menuju Miralius. Waktu kami menipis
Aku harap mereka juga bisa baik-baik saja. Aku sudah yakin kalau mereka berada di tempat yang aman sekarang ini
Jaga dirimu nak. Aku tidak sedang berada di sisimu kali ini
......................
--- Gerbang Hutan ---
Kami bersembunyi dari pandangan para Vampir yang ada di dekat portal. Tapi, bukan hanya para Vampir saja yang ada disana. Manusia juga ada disana
Mereka menari-nari sambil minum bir dengan meriahnya seakan-akan mereka sedang berpesta. Sementara itu, Seren yang tidak melawan terikat dengan sebuah jaring sihir. Aku bisa merasakan kekuatan jaring itu, dan jaring itu ternyata dibuat khusus untuk menangkap naga
"Eldwyrm..."
Salah satu Fae yang berada di dekatku terlihat gelisah melihat Seren yang terkapar itu
Dia terlihat lemah sekali sekarang ini, tidak seperti Seren yang aku tahu
Aku geram dengan orang-orang ini. Karena sudah tidak tahan, aku mengangkat tongkatku ke udara dan menghantam kaki tongkat itu ke tanah
Cahaya hijau keluar dari tongkatku. Beberapa dari mereka menyadarinya, tapi tidak sempat bergerak ketika sebuah akar menangkap mereka
Beberapa dari mereka berhasil melepaskan diri, terutama para Vampir. Mereka kemudian melesat kearah kami
Mencoba melawan, kami semua mengeluarkan senjata kami masing-masing
"Kemari Elf kecil!"
Seorang Vampir melesat kearahku dan membuatku terhempas beberapa meter darinya. Tanpa memberi napas, dia kembali melesat kearahku dengan kuku-kuku nya
Karena harus bertarung jarak dekat, aku terpaksa menggunakan tongkatku itu seperti tombak. Sesekali aku menghantamkannya ke tanah untuk membuat para Pohon menangkap Vampir itu. Tapi, Vampir itu tetap menghindar secepat kilat dari akar-akar pohon yang mencoba menariknya
Karena lingkungan sekarang ini sangat gelap, para Vampir ini nyaris tidak bisa dihentikan
Ivor masih sibuk menangani banyak Vampir dalam waktu yang bersamaan, sementara aku merasa kesusahan hanya melawan satu
Melihat Ivor, aku jadi tersadar sesuatu
Aku tidak ingin menghambat, jadi mau tidak mau aku harus melakukan ini
Akar-akar pohon langsung berkumpul melindungiku dari serangan Vampir itu. Selagi memejamkan mataku, aku mulai merapal sihir alam
Melihat aku yang sedang merapal, teman-temanku langsung terbang menghindar
"Oh Roh alam. Turunkan lah hukumanmu pada orang-orang yang merusak. Hancurkan mereka dengan kurungan tombakmu yang abadi. Thorned Forest!"
Seketika banyak sekali tumbuhan berduri muncul dari tanah dan menutupi area itu. Para Vampir yang kami lawan langsung tertusuk di seluruh badannya dan mati tergesek oleh tumbuhan-tumbuhan raksasa berduri itu
Mereka menjerit kesakitan dan berusaha kabur, tapi usaha mereka itu terlalu terlambat ketika jantung mereka ikut tertusuk
Seluruh tempat itu ditutupi oleh tanaman berduri, kecuali tempatku berdiri
...
"Kalian tidak apa-apa!?" Aku bertanya
"Ya! Tapi masih ada yang hidup!"
Agh! Merepotkan!
Kenapa mereka tidak bisa mati sekalian coba?
Aku sudah repot-repot menggunakan sihir yang berbahaya, tapi mereka masih bisa menghindarinya
Tanaman berduri yang berada di atasku langsung kupotong sembari aku terbang keatas. Ketika melihat keadaan diluar tanaman berduri itu, aku melihat kalau masih banyak dari mereka yang menyerang kami
Awan hitamnya juga sudah siap menembak
Aku tidak punya waktu lagi. Tanpa ragu, aku memotong jalan menuju Seren
Aku langsung turun ke tanah dan menghampiri Seren. Para Fae langsung menyentuh badannya yang besar itu untuk meredakan rasa sakitnya
Ketika aku melihat sekeliling, aku melihat para manusia yang menjaganya tadi hanya duduk jauh dariku seperti pengecut
Mengabaikan mereka, aku kembali fokus pada Seren
"Seren aku akan-"
Pssh!
Seren langsung meraung kesakitan hanya karena aku menyentuh jaring itu sedikit. Bunyi desisan seakan ada sesuatu yang terbakar itu bahkan sempat terdengar
"Lupakan aku anakku! Cepat ajak teman-temanmu masuk! Red Sabbath akan dimulai!" Dia berkata
Tidak. Aku tidak mungkin membiarkannya
Aku langsung berusaha memotong jaring itu sekuat tenagaku
__ADS_1
"Tidak! Pergi masuk sebelum terlambat anakku!" Seren meneriakkan
Ayolah...! Kenapa jaring ini keras sekali!!??
Awan hitam itu tiba-tiba mengeluarkan suara gemuruh. Dan beberapa saat berselang, sebuah air berwarna merah darah jatuh dari langit di atas kami
Teman-temanku yang melihat tetesan cairan itu langsung terbang menghindar, pergi kearahku
"Vainzel!!"
Sedikit lagi........!!!!!
*Ctas!!*
GAH! TERLEPAS!
Hampir seketika setelah dia terlepas, Seren mengangkat tubuhnya menyalakan kembali sihir pelindungnya kembali, tepat saat Tetesan cairan itu nyaris menyentuh hutan
"Arrghhhhh!!!!"
"Seren!"
"Aku tidak apa-apa! Cepatlah masuk!"
"... Teman-teman! Bantu aku menjaganya! Ordelia sembuhkan dia!"
"Dengar perkataanku Oberon, dan masuk!"
"Tidak! Kami tidak akan membiarkanmu dihabisi para Vampir ini"
Seren kemudian diam. Dia kemudian meraung sambil terus berusaha menahan setiap tetesan yang jatuh dari langit
Tetesan itu perlahan menderas, dan menjadi hujan. Hal itu membuat Seren semakin kesulitan, terutama karena para Vampir yang mencoba menyerangnya
Kami berusaha sekuat tenaga menangkis mereka dari segala sisi, selagi Seren terus berusaha menahan hujan berdarah itu
"Aku masih tidak apa-apa. Ini bukan bagian terburuk dari sihir hitam itu!"
"Kamu tidak membuatku tenang, Seren!"
Dan seperti perkataannya, Hujan itu kemudian berubah menjadi tumpahan air terjun secara tiba-tiba
Apa-apaan sihir itu!?
"Mereka mengonsentrasi sihirnya di tempat ini! Tapi sihir ini lebih lemah dibandingkan dengan yang 300 tahun lalu!"
"FOKUS SAJA!"
Vampir-vampir ini bahkan tidak memberiku waktu bernapas. Aku tidak mungkin menggunakan sihirku lagi karena hal itu sudah pasti akan ikut membahayakan yang lainnya di jarak sedekat ini, terutama Seren
Karena aku tidak menggunakan sihir itu lah yang membuatku kewalahan menangani para Vampir ini
Namun, saat aku mulai kehabisan napas, awan hitam itu mulai menghilang, dan cahaya matahari perlahan menyelip diantaranya
Menyadari hal itu, Para Vampir langsung lari terbirit-birit untuk menghindari cahaya matahari itu
Mereka mengabaikan tujuan mereka untuk menyerang Seren dan kabur untuk menyelamatkan nyawa mereka
Langit merah itu kemudian berubah kembali menjadi biru. Awan-awan hitam itu menghilang dan digantikan dengan awan-awan putih yang bersih. Cahaya matahari pun akhirnya bisa masuk menembus ke dunia ini lagi
Melihat langit yang sudah normal itu, semua teman-temanku bersorak senang
Tapi, pikiranku masih terganggu
Mengabaikan teman-temanku, aku langsung berlari masuk ke Miralius
"Vainzel, tu-"
BRUK!
Seren jatuh terkapar ke tanah. Napasnya tersengal-sengal, tapi dia tertawa di tengah-tengah napasnya itu
Tawa puas seakan dia sudah meraih sesuatu
Naga aneh
"Lalu, apa yang harus kita lakukan dengan empat pengecut ini?" Tanya Ivor
Di sampingnya, empat orang yang mengikat Seren tadi itu memohon ampun di tanah
Tapi, mereka mengabaikan orang-orang itu ketika melihatku yang baru kembali dari dalam Miralius
Wajah dan badanku nampak lemas, dan hal itu membuat teman-temanku gelisah
"Ada apa!?" Tanya Luxor
....
"Miralius hancur"
Semua orang-orang yang mendengarnya tersentak. Ivor kemudian menggenggam kerah jubahku dengan tampang kesal
"Jangan bercanda!"
Aku membuang wajahku dari hadapannya
Matanya melebar seketika, dan sekarang dialah yang berlari masuk ke dalam Miralius
"Bagaimana dengan orang-orang disana?" Tanya Lyralia
"A- aku tidak tahu. Me- mereka sepertinya baik-baik saja. Tapi- Seluruh hutannya-- Pohon Agung--"
Ordelia langsung memelukku yang terjatuh ke tanah. Badanku masih terasa bergetar karena apa yang baru saja kusaksikan
Semua teman-temanku kemudian setuju untuk ikut masuk ke dalam. Dan sambil membawaku, Ordelia juga ikut masuk
......................
Betapa kagetnya mereka ketika melihat isi dari Miralius sekarang ini
Tidak ada satupun tumbuhan yang tidak menghitam di tempat ini. Dataran-dataran yang melayang itu terjatuh dan menyatu dengan tanah di bawahnya
Dan yang paling parah, hutan ini sudah tidak terasa hidup lagi. Yang tersisa hanyalah dataran hangus tanpa penghuni
"SIAPAPUN! JAWAB AKU!" Teriak Ivor yang mulai pasrah
Dia terduduk di tanah dengan tubuh yang bergetar sambil terus memanggil-manggil semua orang
Tapi tidak ada yang menjawab. Bahkan-
--- Bahkan orang tuaku juga tidak terlihat...
Tap...! Tap...!
Sebuah langkah kaki terdengar dari sisi kami semua. Ketika kami mencari tahu siapa yang melangkah itu, kami mendapati Zaphir yang terluka parah
Dia nyaris jatuh ke tanah, tapi aku dengan cepatnya menangkap tubuhnya yang lemas itu
"Zaphir...! Apa yang terjadi...?"
Dia mengeluh kesakitan, kemudian menjawab pertanyaanku
"... Penyihir hitam itu... Membawa semua orang..."
Penyihir hitam?
"... Bersama dengan pelaut jahat itu... Mereka... Mencuri inti Pohon Agung....!"
Zaphir kemudian menutup matanya dan berhenti bicara
"Ada apa dengannya!?" Tanya Ivor panik
__ADS_1
"Dia pingsan. Tidak apa-apa" Aku menjawab
Aku melihat kesana kemari sekali lagi
...
Aku hanya bisa melihat kesana kemari sekali lagi...
...
Haha...
Benar saja. Tidak ada satupun mayat yang terlihat di sekitar kami. Tapi....
Mereka menculik semua orang...
...
Aku tertawa pelan, tapi semakin lama semakin keras
"Haha... Mereka menculik semua orang!"
Mendengar tawaku itu, semua temanku yang mendengarnya jadi kaget
"Vain-"
"Aku ini kegagalan! Bagaimana bisa aku membiarkan mereka menculik semua orang!? Setiap orang yang ada di tempat ini, setiap makhluk di tempat ini, dan bahkan Pohon Agung sendiri adalah tanggung jawabku! TAPI AKU MEMBIARKAN MEREKA MENGAMBILNYA BEGITU SAJA!!"
Tawaku semakin keras, kemudian disertai dengan air mata yang mengalir tiba-tiba
Teman-temanku hanya menyaksikan pemandangan yang memilukan itu, selagi aku berganti dari tawa menjadi tangisan keras
"Aku gagal...! SEHARUSNYA AKU MERELAKAN DIRIKU SAJA UNTUK DIAMBIL!"
Ordelia langsung merinding mendengarku, kemudian memelukku tiba-tiba dari belakang. Tapi, aku tetap berteriak kesakitan
Aku ini kegagalan. Puluhan Oberon menjaga tempat ini dengan nyawa mereka, tapi ketika aku yang menjadi Oberon, tempat ini hancur tidak bersisa
Aku ini kegagalan...!
'VAINZEL!'
Hah...? Seren...?
'CEPAT KELUAR. ADA SESUATU YANG SEDANG TERJADI DI LUAR SEKARANG INI'
...
Apa lagi yang sedang terjadi...? Aku...
Aku hanya ingin istirahat sebentar...
.....
Kami berada di luar sekarang ini, dan melihat kearah langit. Tapi ada sesuatu yang janggal di langit itu
Langit itu terlihat seperti sebuah cermin komunikasi jarak jauh
"Kenapa ada orang yang menggunakan sihir cahaya tingkat Dewata seperti ini?"
Sihir cahaya tingkat Dewata ini sebenarnya cukup mudah dipelajari dan dipraktekkan, tapi jika sendirian, maka akan terlalu membebani perapalnya
Sky Mirror. Sebuah sihir cahaya dalam wujud cermin yang merekam kejadian langsung dan memperlihatkannya kepada semua orang di dunia ini melalui langit diatas kami
"Perhatian, perhatian! Aku mohon perhatian kepada seluruh makhluk yang ada di dunia ini untuk mendengarkan!"
Suara yang tidak asing lagi...
"Rosalia....!" Aku berkata dengan geramnya
Dan dia bicara pada seluruh makhluk di dunia. Itu artinya sihir pantulan di langit itu memiliki skala dunia
"Baru saja terjadi sebuah peristiwa sejarah yang terulang kembali di dunia ini. Red Sabbath. Percaya atau tidak, kejadian itu lah yang baru saja terjadi sekarang ini"
Lalu? Manusia picik itulah yang menjadi penyebab semua hal ini terjadi
"Dan aku sekarang ini, sebagai perwakilan dari Hortensia, meminta kalian untuk menenangkan diri dan terus mendengarkanku"
Dia kemudian terlihat sedang membersihkan tenggorokannya
"Seperti yang kalian tahu, langit tiba-tiba menjadi berwarna merah tadi. Aku lalu mencoba mengirim salah satu utusanku untuk memeriksanya, dan terbukti kalau langit itu mengandung Mana dalam jumlah yang sangat besar"
...
"Hal itu benar-benar merusak pesta Debutante milikku. Belum lagi..."
Wajahnya tiba-tiba terlihat gusar dan sedih
"Ayahku- Artorius Hortensia, meninggal sebelum kejadian ini berlangsung"
...
Dasar munafik. Dia berani-beraninya memasang wajah sedih seperti itu, padahal dialah orang yang meracuni Artorius. Lagipula, aku berhasil menyelamatkan Artorius
"... Dan- Ternyata- Penyebab kematian ayahku-- dan penyebab dari Red Sabbath ini-- Tidak lain dan tidak bukan adalah-- Seorang Elf bernama Vainzel!"
...!
Bocah kurang ajar!
Dia ingin memfitnahku!
"Dia datang ke pesta Debutante ku sebagai teman ayahku tadi. Tapi, ketika aku tidak menyadarinya-- Dia meracuni ayahku dengan sihirnya. Lalu-- Dia membawa mayat ayahku entah kemana"
Dia kemudian pura-pura menangis seakan dia sedih, tapi aku tahu air mata munafiknya itu sepenuhnya palsu
"Dia bahkan merusak acaraku dan kabur bersama teman-temannya. Mereka bahkan menculik adikku Verdea! Aku punya batu rekaman yang bisa kutunjukkan pada kalian semua sebagai bukti"
Dia kemudian menunjukkan sebuah batu rekaman dari saat kami mulai berhadapan
Rekaman itu hanya memperlihatkan Luna dan Veskal yang menyerangnya, kemudian teman-temanku yang merusak atap kastil itu, disertai dengan aku yang membawa lari ayahnya
Tapi, rekaman itu membuat seakan kami terlihat seperti penjahatnya. Itu karena kami saja yang terlihat menyerang mereka secara terang-terangan
"Vainzel... Ini gawat" Ordelia berkata
"... Aku tahu"
"Karena itu aku mohon pada kalian semua. Aku mohon, cari dan tangkap seorang Elf bernama Vainzel itu! Aku mohon!"
Dia kembali berpura-pura menangis sedih
Kurang ajar...
Dia...
Orang itu....
Tidak akan kumaafkan....
Tidak akan....
Tidak akan! Tidak akan! Tidak akan!
Aku tidak akan memaafkanmu karena semua ini!!
.....
Rosalia Hortensia...
Aku bersumpah akan membunuhmu suatu hari nanti...
__ADS_1
Aku bersumpah... Karena kamu telah merusak rumahku, dan memisahkanku dari teman-teman ku
....