
Aku tidak bisa menemukan Remina
Kemana dia?
Di area milik Elf air, di setiap pohon, di setiap semak—aku tidak bisa menemukan sedikitpun batang hidung anak itu
Ayahnya bahkan tidak tahu keberadaannya. Dia berkata kalau Remina sedang pergi pagi ini bersama dengan Veskal dan Verdea, entah kemana, dan belum kembali
Lyralia juga tidak tahu. Orang yang satu itu sedang sibuk mengatur festival di area miliknya, dan segera mengabaikanku sebanyak apapun aku bertanya
Jadi aku pun bergerak untuk mencari mereka sendiri. Tetapi, aku malah tidak bisa menemukan satupun dari mereka
Anak-anak itu tidak sekecil jari hingga aku tidak bisa menemukan mereka bukan? Kebalikannya, mereka justru terlihat seperti raksasa di mataku, kecuali si gadis
Hah... Aku sudah lelah hingga ingin minum jus yang dingin...
"Hya!!"
Eh-?
...
Suara itu terdengar seperti...
"Serang dia dari sana, Verdea!"
"Tidak usah memerintah! Awasi saja akar-akar itu!"
"Ah!!"
Ah, tidak salah lagi. Itu suara Remina dan Verdea
Tunggu. Disana bukannya area rumah Ordelia ya...?
Aku harus mengecek
Perlahan aku melangkah kearah tempat suara mereka berasal, dan tidak butuh waktu lama untukku bisa melihat halaman rumah Ordelia yang terlihat seperti taman yang indah itu
Diantara semua temanku, rumahnya adalah yang terluas. Penuh dengan berbagai bunga yang warnanya beragam sehingga mata tidak jemu. Ditambah lagi, dia memilih batu putih sebagai lantai untuk tamannya, sehingga semuanya terlihat sangat estetis dan menawan
Di depan rumahnya yang terbuat dari jamur itu, sebuah sungai melintas—tidak jauh dari taman rumahnya dan hanya dibatasi oleh pagar semak pendek. Aku bisa melihat Ordelia duduk diatas sebuah meja dan kursi batu, tepat mengarah ke sungai itu selagi tersenyum
Sementara ketika aku menoleh kearah sungai itu, aku akhirnya bisa menemukan wajah ketiga anak yang sedang kucari. Mereka terlihat sedang berlatih tarung
Verdea dan Remina, melawan Veskal selagi beberapa akar tanaman mengganggu mereka. Jadi bisa dibilang, kalau Ordelia yang duduk di seberang sungai tepat di bawah bayangan satu-satunya pohon di halamannya itu, sedang membantu Veskal melawan kedua anak itu
Fuh~
Mereka terlihat gigih sekali. Aku bisa melihat mereka terkena serangan akar Ordelia dan tendangan Veskal beberapa kali, tetapi mereka masih tetap bisa bangun dan membalas
Entah kenapa Veskal juga terlihat sangat lihai. Pohon itu besar dan berada di pinggir taman, jadi bayangannya menaungi beberapa bagian sungai itu. Berada di bawah bayangannya, dia menggunakan keuntungan itu untuk menggunakan teknik bayangan milik Elf bulan—menghilang di dalam naungan gelap itu dan muncul kembali dibelakang kedua anak yang sedang dia lawan
Serangannya pun dilancarkan. Paham kalau mereka berada di dalam kesulitan, kedua anak itu juga mencoba secara aktif menyeret atau mendorong Veskal keluar dari bayangan pohon itu
Dan disanalah serangan akar Ordelia masuk. Segera membatalkan serangan yang ingin dilancarkan kepada Veskal sehingga dia bisa tetap berada di posisinya yang aman tanpa keluar sedikitpun
Remina mencoba untuk menyeret Veskal keluar dengan cambuk yang dia buat dari air—bahkan membuatnya jatuh. Tetapi akar Ordelia langsung memotong benda itu dan membuat Remina panik
Sisinya pun terbuka karena tidak fokus. Terlalu telat menyadari, akar Ordelia berhasil mengenainya, dihalau hanya oleh tangan Remina yang berhasil menahannya sehingga mampu mengurangi kerusakan yang diterima
Refleks kedua anak itu sudah sangat bagus. Tetapi, Verdea masih mengalami kesulitan untuk mengikuti langkah Remina yang semakin lama semakin gesit
Yah. Dia memang tidak punya kemampuan merubah wujud seperti Remina, jadi...
...
Sebaiknya aku dekati saja Ordelia dulu
Dia pastinya sudah menyadari kehadiranku sekarang, terlihat dari dirinya mulai menoleh, tepat disaat aku menginjak bebatuan putih di tamannya
Sedikit terkejut, namun segera tersenyum ketika melihat kalau diriku lah yang telah hadir untuk menemuinya
"Ada kabar, Vainzel?" Ordelia bertanya disaat aku sudah mendekat
Aku terlebih dahulu mengambil posisi duduk tepat di sampingnya sebelum membalas dengan, "Tidak ada. Aku hanya ingin mencari ketiga anak itu, dan kebetulan sekali mereka ada bersamamu"
Ordelia tertawa kecil. "Semua orang sedang sibuk, dan mereka kekurangan orang untuk latihan. Jadi, mereka meminta bantuanku" dia kemudian menjelaskan
Ahahaha...
Mengenai kata 'sibuk' itu, aku harap dia belum tahu mengenai duel milikku dan Luna
"Dan aku yakin kamu tidak meratakan sebagian hutan lagi dengan Luna kan, Vainzel..."
Urk-!
Dia tahu rupanya...
"Aku akan melakukan sesuatu untukmu, jadi jangan marahi kami lagi..." aku mencoba bernegosiasi
"Tidak, bisa" dia menggerakkan jari telunjuknya ke kiri dan kanan. "Kita akan bahas ini nanti. Mereka masih harus kuawasi sampai selesai"
Tamatlah kami...
__ADS_1
...
Oh ya
"Mengenai telur yang kami dapatkan kemarin di Orion, apakah Zaphir sudah menjelaskan kepada kalian semua?" aku bertanya balik
Ordelia mulai mengangguk lemas mendengar hal itu. Matanya terlihat turun seakan tidak ingin membahas hal itu
"Aku tidak paham kenapa ada orang kejam yang tega melakukan hal seperti itu..." dia kemudian berkata
Dia tidak salah sama sekali. Aku juga selalu berpikir begitu, terutama disaat setiap kali aku harus mendengar laporan pembasmian Chimera dari semua anggota pasukan Elf manapun
"Kita hanya bisa berharap kita mampu menangkap pelakunya..." aku dengan pasrah menjelaskan
"Semoga..."
Hah...
Semua hal ini membuatku jadi ingin mandi di sungai. Begitulah...
Menyegarkan diri...
"... Kamu lelah, Vainzel?" Ordelia kemudian bertanya lagi
"Yah. Aku tidak bisa bohong soal itu..."
Maksudku, semua hal setelah kejadian dengan Rosalia itu membuatku sangat lelah. Aku tidak bisa mengambil waktu istirahat yang cukup baik, karena entah dipenuhi oleh waktu persiapan ataupun eksekusi rencana kami
...
"Mau permen mint?"
Eh?
"Ah, terima kasih"
Aku tidak memperhatikan kalau dia memiliki semangkuk penuh permen mint. Dia bahkan tidak terlihat mengunyah benda itu sejak tadi, dan baru sekarang saja
Ketika benda itu disodorkan kepadaku, aku langsung menerimanya dengan mengambil sebuah permen kecil yang segera kumasukkan ke mulutku
Rasa sejuk dan dingin serta menggigit langsung bisa kurasakan di lidahku. Permen mint yang dibuat oleh Ordelia selalu saja memiliki rasa yang pekat seperti ini
Untung saja tidak terlalu manis. Setidaknya aku tahu kalau kekasihku ini selalu menjaga pola makannya
"Kamu tahu..." Ordelia berkata, meletakkan mangkuk yang dia baru saja sodorkan kepadaku
Dia terlihat sedang mengumpulkan keberanian untuk bicara. Entah kenapa wajahnya memerah juga
"Kemarin, ketika kamu mengecup bibirku..."
...
...
"Ya...?"
Situasinya jadi canggung, dan aku juga jadi tersipu karenanya
"Setelahnya kamu bilang bukan, disaat kita bersulang, kalau perjuangan ini adalah untuk kita semua..."
...
"Sejujurnya, Vainzel... Aku merasa senang ketika kamu menunjukkan sikap berwibawa seperti itu. Kamu terlihat gagah. Aku yakin yang lain juga berpikir begitu, kalau kamu sudah menjadi pemimpin yang mereka inginkan
Kami sadar kalau kamu melakukan ini untuk kami semua. Bahkan para Elf mulai meredakan amarah mereka kepada kita semua. Mereka mulai menerima kita apa adanya, dan begitulah mereka menganggap kita
Maksudku, apakah kamu sadar cara mereka menatapmu akhir-akhir ini...?"
...
Tidak. Biasanya mereka hanya akan menatap tajam seakan sedang mengutukku, dan aku akan mencoba mengabaikannya
Tapi aku rasa... Ordelia benar
Aku tidak merasakan adanya sikap agresif dari mereka lagi setelah ini. Bahkan ketika aku menjemput Luna untuk berduel dengannya tadi. Bahkan ketika aku menghampiri Lyralia dan Ivor yang sedang mempersiapkan festival di area kekuasaan mereka tadi. Bahkan ketika aku berbincang dengan Luxor yang sedang beristirahat tadi
Aku tidak merasa terganggu sama sekali, begitu juga Luxor ataupun Ivor yang biasanya akan mengusir orang yang menatap tajam kearahku
...
"Begitukah...? Aku bersyukur..."
Itu artinya, usahaku setidaknya mulai terbayarkan. Semua jerih payahku mulai menunjukkan hasil kembali
Aku senang...
...
...
...
Ahahaha, aku termenung lagi...
__ADS_1
Hah...
"... Vainzel" Ordelia mulai mendekatkan posisi duduknya, kepadaku yang mulai memperhatikannya kembali
Wajahnya mulai mendekat, dan dia mengambil kesempatan itu untuk mengecup singkat pipi kananku. Sebuah kecupan singkat yang membuatku langsung termangu karena hal itu terjadi tanpa sebuah tanda darinya
Dan tatapannya setelah itu terasa sangat lunak. Lunak, tetapi mampu menusuk hatiku hingga aku terpaku kepadanya
"... Dibandingkan dengan 'untuk kita semua', bagaimana kalau kita melakukan 'oleh kita semua', hm?"
...
Angin berhembus singkat disaat itu, selagi senyum Ordelia mulai semakin manis. Lebih manis daripada permen mint yang masih ada diatas lidahku ini
Waktu seakan berjalan lambat, selagi kalimatnya mulai terdengar kembali di dalam kepalaku
'Oleh kita semua', dia bilang...
...
Kepalaku mulai tertunduk ditemani oleh sebuah senyum
Kalimatnya itu sungguh terdengar seperti sebuah pernyataan cinta. Aku jadi tidak bisa menahan senyumku ini...
"Terdengar bagus..." aku membalasnya
Balasan yang cukup singkat, selagi kami kembali terdiam dan menatap mata satu sama lain
"Jadi itu sebabnya Vainzel. Aku ingin meminta izin kepadamu"
...
"Silahkan"
Apapun itu...
"Aku ingin agar kamu memperbolehkanku untuk bisa mengikuti eksperimen milik nyonya Eleanor"
...
Hm, begitu...
...
Aku semakin senang mendengar kalimatnya sekarang...
Karena...
"Sepertinya kamu sudah sedikit memahami apa yang kuinginkan dari kalian selama ini" aku pun berkata, membuatnya sedikit terkejut
"Apa... Yang kamu maksudkan?" dia kemudian bertanya
Yah. Hanya beberapa kalimat simpel
...
"Lain kali Ordelia..." aku berkata lagi kepadanya
"Kamu tidak perlu bicara seperti ini untuk meminta izin dariku. Kamu boleh melakukan apapun yang kamu inginkan. Hanya beritahukan saja kepadaku, dan aku akan memperingatkan semata
Tidak perlu terkekang dengan kalimatku. Hidup kalian adalah milik kalian. Dan jika kamu ingin bekerja bersama Eleanor, maka lakukanlah"
Matanya terlihat sangat fokus kepadaku, sementara aku mulai tersenyum kepadanya
Tersenyum karena salah satu temanku mulai menunjukkan tanda dari apa yang aku inginkan dari mereka semua. Hanya satu hal simpel
Satu hal simpel 'untuk kita semua', dan 'oleh kita semua'
...
"Peluk aku, boleh...?"
Kubuka lebar tangan kananku ke sisi, menandakan kalau dia boleh mendekat lagi
Dia tertegun sejenak, tetapi kemudian memberi sebuah senyuman selagi bergerak dengan antusias ke sisiku. Dan disana, aku langsung mendekap sisi tubuhnya selagi ujung kepala kami bersatu—sisi dan sisi
Kami berdua pun menghabiskan waktu bersama itu dengan mengawasi pertarungan yang masih berlangsung diantara ketiga anak itu—selagi kami mendekatkan diri kami dengan satu sama lain
Sesekali aku yang mengambil alih dari akar yang menyerang Verdea, dan mereka pun tersadar aku berada di sisi Ordelia. Tetapi Verdea yang terbalik di udara itu langsung dijatuhkan kembali ke permukaan sungai oleh akar yang mengikatnya, sehingga hal itu mengundang tawa semua orang yang menonton
Veskal bahkan mulai terbahak-bahak hingga terduduk di atas sungai itu. Verdea tentu tidak diam saja dengan ejekan yang datang untuknya, sehingga mulai beradu kekuatan dengan Veskal dengan mendorong satu sama lain
Remina mencoba mengikuti, tetapi kami langsung membuat dua akar pohon menarik kerah bajunya. Aku dan Ordelia langsung tertawa melihat Remina yang mulai mencakar pinggang selagi menunjukkan wajah cemberut itu
Pertarungan ini jadi sangat menyenangkan ketika kami berdua terus bisa mengganggu Verdea dan Remina yang sedari tadi mencoba menyerang Veskal. Ordelia bahkan mulai tertawa keras hingga air matanya keluar
Sangat keras hingga dia tersentak-sentak juga sedikit batuk karena tertawa terlalu keras dan lama
Hah...
Entah sudah berapa lama aku melihat dia tertawa puas seperti itu. Biasanya dia hanya akan menahan tawanya ketika ada sesuatu yang lucu, tidak seperti ini
Yah...
__ADS_1
Dia selalu terlihat manis ketika tertawa seperti itu...
Aku harap dia bisa selalu tertawa seperti itu...