Book Of Flowers

Book Of Flowers
Tujuan Kami Bersama


__ADS_3

--- Beberapa saat kemudian, area terkutuk ---


...


Area terkutuk. Tanah yang menghitam dan tidak hidup lagi. Tempat dimana darah dari para monster yang kental akan Mana hitam bertumpahan. Tempat dimana mayat mereka terkubur dan mengotori seluruh kehidupan di tanah ini


Wajar saja tempat ini menjadi sarang bagi para vampir. Sebagai monster yang termasuk klan Undead, mereka tentu akan menyukai sesuatu seperti tanah mati ini...


Lalu, setelah Cyth dan Luna sibuk melihat kesana kemari untuk mengintai keseluruhan area ini, mereka akhirnya menyimpulkan sesuatu


"Tempat itu dikerumuni oleh para Gargoyle. Para vampir tidak terlihat sekarang ini hanya karena matahari masih terbit"


Dan matahari itu akan tenggelam sebentar lagi...


*Syut!*


Ivor terkejut mendengar suara itu sekaligus merasakan suatu sensasi kehadiran Mana di dekatnya. Kehadiran yang rupanya adalah paman Zero


"Pak tua! Kau membuatku terkejut saja!" Dia kemudian meneriakkan


"Apa masalah anak muda ini?" Paman Zero yang tidak terkesan dengan reaksinya itu justru bertanya


"Anggap saja trauma..." Aku tanpa menoleh menjawab


"Kamu benar sekali! Jadi perintahkan pak tua ini untuk tidak bertingkah seperti itu lagi!"


"Kecilkan suaramu sebelum aku yang melakukannya secara langsung!"


"Kalian mau kita ketahuan?!" Luna pun akhirnya menyela


Ivor pun akhirnya diam, dengan wajah ketus. Paman Zero di sisi lain, hanya menghela napas dengan tenang melihat tingkah kami barusan


"Aku sudah selesai mengecek area itu lebih dekat. Ada beberapa Gargoyle yang mengerubungi kastil" Paman Zero memberi laporan"


Gargoyle? Monster kelelawar batu itu?


Sesungguhnya masuk akal jika mereka bersarang bersama dengan para vampir, tetapi jarak mereka berburu tidak leluasa sama sekali. Paling tidak, mereka hanya akan berburu di area yang kaya akan Mana, tidak seperti area ini


...


"Di sebelah mana saja?"


"Di setiap sudut, Vain" Luna menyela, masih fokus mengamati area itu


"Nyonya Elf Bulan itu benar. Lebih spesifiknya, aku memperkirakan ada puluhan. Setidaknya ada belasan yang berjaga di 4 sudut mata angin kastil. Mereka diposisikan dalam bentuk formasi yang sama, jadi kita tidak perlu berpikir terlalu keras jika ingin memilih jalan masuk" Paman Zero menambahkan


--- Sekaligus, dia gambarkan area kastil itu dalam bentuk lingkaran, tidak lupa memperlihatkan posisi-posisi Gargoyle yang dia sudah temukan dengan memberi gambar titik. "Gargoyle hanya akan menyerang jika mereka sedang haus darah, tetapi mereka takut kepada vampir", dia bahkan menambahkan setelahnya


"Dan sepertinya... Mereka belum makan akhir-akhir ini" Luna menggerutu, melanjutkan informasi yang kami perlukan


Hmm... Begitu...


"Aku dan Ivor sendiri sudah cukup untuk menerobos. Tapi, jika kami mempertimbangkan Verdea, aku bisa memberi sedikit tugas kepada Veskal..."


"Akhirnya! Kamu mengakui peranku juga!" Veskal berlagak bangga


"Jangan sombong dulu. Aku memilihmu karena Luna aku letakkan di posisi yang jauh untuk melindungi kita yang maju. Jika dia bisa maju tanpa membuat kastil itu runtuh, kamu akan kukirim ke Miralius untuk menghindari bahaya"


Dan sejujurnya, aku takut Veskal juga ikut terluka. Verdea sendiri sudah membuat kami panik dengan kondisinya yang tidak kami ketahui, apalagi Veskal yang bisa saja terluka di hadapan kami nanti...


"Tenang saja. Aku paham kenapa kamu memilihku"


"Karena kamu latihan dengan Luna. Itu jawabannya" Aku mengkonfirmasi, sebelum berpaling kearah Luna dengan wajah ketus. "Dan jangan pikir aku tidak tahu kamu mengajarkan beberapa teknik khas klan Elf bulan kepada anak-anak ini..." Aku melanjutkan


"Hanya satu. Dan yang satu itu memang cocok untuk Veskal"


...


"Ayahmu akan sangat marah..."


"Kita tidak membahasnya untuk sekarang"


Hah... Membahas sedikit tentang ayahnya dan dia langsung menggerutu. Dan ya, Zaphir akan sangat marah jika mengetahui kalau seorang manusia mempelajari sebuah teknik khas Elf bulan


"Oleh karena itu Veskal, aku ingin kamu menyelip ke dalam kerudungku disaat aku memberi tanda"


"Hm? Itu tidak akan menjamin-"


"Kalau kamu akan selalu tertutup bayangan? Ikuti saja aba-aba milikku" Kupotong kalimatnya


"Ugh... Baiklah..."


"Lalu apa fungsiku?" Cyth akhirnya bertanya, menunjuk kearah dirinya sendiri


"Bantu aku untuk melompat masuk nanti. Lalu..."


Aku pun sibuk berdiskusi dengan semua orang sekali lagi. Menjelaskan kembali rencana besar kami, sekaligus menambah beberapa pilar yang memastikan rencana ini tidak berantakan sama sekali


Semua orang pun setuju dengan peran mereka masing-masing, terkecuali Cyth yang terlihat ingin protes aku akan menjadikannya sebuah batu loncatan


"Setidaknya bilang kalau aku itu berguna atau tidak..." Dia menggerutu


"Kamu akan berguna pada waktunya. Lalu, jangan sia-siakan pelurumu pada para Gargoyle itu" Aku berkata. "Jika kamu ingin membunuh Gargoyle itu, serahkan saja kepadaku dan Ivor. Itu juga berlaku untuk kalian, Veskal dan Lyralia"


"Dimengerti. Aku akan membuat kacau suasana" Lyralia memberi hormat seakan itu penting


Lalu...


"Bagaimana kamu yakin kalau aku bisa menyelip dan menyelamatkan Verdea? Bagaimana jika anak itu berada di tangan Darwin?" Veskal pun bertanya


...


...


...


"Maka... Kita harus bertaruh sedikit lebih keras dengan peluang keberhasilan kita..."


Aku tidak bisa membohongi mereka. Juga tidak memiliki maksud untuk menurunkan moral kami


Tapi, seluruh rencana ini jatuh kedalam taruhan semenjak titik Verdea diculik. Kami bahkan tidak tahu apakah dia berada di dalam kastil itu atau tidak, atau bahkan masih hidup...


Kami hanya harus yakin ini berhasil. Karena, jika Verdea tidak selamat, aku-


!!!


...


Pikiran yang menakutkan baru saja melintasi kepalaku... Haha...


Tapi, aku yakin itu tidak akan terjadi... Aku tidak akan membiarkan apapun terjadi...


...


Semua orang sudah siap. Semua orang sekarang sudah bertaruh kepadaku. Akulah yang memegang hidup mereka semua sekarang ini


Jika aku gagal, maka semua orang akan gagal. Jadi, aku harus melakukan ini. Aku harus menyelematkan temanku itu


"... Ayo, teman-teman"


"Baik!"


Kami semua sudah sepakat. Dan bersamaan dengan itu, kami semua pun melesat ke posisi masing-masing, siap untuk bertempur


Aku, Lyralia, Ivor, Veskal dan Cyth segera melesat turun dan berlari mengarah kepada kastil para vampir itu. Luxor sudah siap untuk merapal, selagi paman Zero mulai berteleportasi ke tempat yang sudah kutentukan


Dan Luna. Bersamaan dengan kami yang sudah mendekat, panah pertamanya melesat hingga melubangi kepala seekor Gargoyle. Itu tentu saja tidak cukup untuk menghancurkannya, sehingga monster itu pun melengking memberi tanda akan adanya serangan


Tidak kuberi dia kesempatan untuk menyerang seperti yang lainnya. Gargoyle itu kuhantam dari atas ke bawah, sehingga getaran yang diberikan hantaman milikku saja cukup untuk membuat monster itu bergetar dan pecah di tempat dengan sangat brutal. Dia sungguh seakan meledak, sehingga puing-puing tubuhnya menimbulkan asap yang menutupi posisi kami semua


Kami berlima segera berpencar kesana kemari dari dalam asap yang memberi kami cukup waktu untuk melakukannya. Jarak kami sudah meluas terlebih dahulu sebelum para Gargoyle yang sudah mulai beterbangan itu mulai mencoba menyerang kami


Begini... Memang harus seperti ini...


Kami berlima akan berpencar untuk sementara waktu, membagi perhatian semua monster ini terlebih dahulu. Aku dan Ivor akan menghancurkan setiap orang dari mereka, selagi tiga lainnya akan terus menghindar


Dan berkat asap itu...


Aku sudah lebih tahu terlebih dahulu jumlah mereka, sebelum mereka bahkan sempat menyerang


Hah...!


"Ivor! Ada 28 Gargoyle di tempat ini!"


Ivor pun menyeringai dengan lebar mendengar itu. Dan tanpa basa-basi, senjata sucinya pun dia panggil sehingga dia sempat menimbulkan ledakan dari posisinya. Api menyulut kesana kemari, mengelilingi Ivor yang mulai merasakan senjata kesayangannya sudah berada di tangan


Api itu pun memudar, memperlihatkan temanku itu memegang sebuah gada bintang berantai. Senjata lempar yang terlihat sangat berat, namun sangat efektif untuk melawan makhluk keras seperti Gargoyle ini


"Aku bahkan tidak memerlukan sihir senjata ini untuk memusnahkan mereka!!" Ivor kemudian meneriakkan, melempar senjatanya kearah Gargoyle yang sempat menghindari serangannya


Tetapi dia tergores. Dan jika lawan Ivor tergores sedikit saja dengan senjata itu...


*DUAR!!!*


--- Lawannya akan meledak melalui luka yang ditimbulkan


Sihir itu berlaku kepada benda mati juga, terlihat dari bagaimana tanah tempat senjata itu mendarat meledak


"Jangan bunuh temanmu sendiri! Ayunkan senjata itu hanya ke udara!"


Gargoyle yang dia serang tadi terbunuh seketika. Ini akan jadi sangat mudah jika mereka sekarang mau mengejar Ivor


Hanya saja, mereka jadi tidak mau turun dari udara sekarang. Dan karena kesal, Ivor lah yang datang ke udara untuk menyerang mereka


Beberapa yang turun mulai fokus kearah Cyth yang berlari paling lambat. Tetapi aku segera melenyapkan setengah dari pengejarnya dalam satu ayunan, selagi sisanya kembali terbang ke udara


Cyth yang berlarian sejak tadi mulai melengos kelelahan setelah dikejar-kejar, selagi Lyralia dan Veskal masih tetap menjalankan tugas mereka


"Ini" Kulempar botol airku kepada Cyth yang tanpa segan meminumnya, sebelum aku melesat kearah Veskal kali ini untuk menginjak 2 Gargoyle yang nyaris mencabik badannya


Veskal entah kenapa terlihat menggerutu melihat badan 2 Gargoyle yang sudah menjadi serpihan kerikil itu


"Kamu bisa bergerak secepat itu tapi tidak mau melatihku bertarung?" Veskal mengarahkan pertanyaannya kepadaku


"Jika kamu bisa mengikuti gerakanku. Luna bahkan menahan diri, kamu tahu"


Gargoyle yang menyerang Lyralia tiba-tiba meledak berkat serangan senjata suci milik Ivor. Ledakan itu sempat mengejutkan Veskal, sehingga anak itu memasang wajah masam melihat Ivor yang tertawa seperti seorang maniak gila


Wajahnya semakin mengerut ketika melihat aku membelah kepala seekor Gargoyle menjadi 2 hanya dengan melempar sebuah batu kearahnya


"... Kalian semua monster" Veskal pun memberi komentar


"Hehe~"


Kami memang menakjubkan. Tidak perlu memuji


...


Ini terlalu mudah. Atau ini memang sengaja dibuat terlalu mudah?


Apapun itu, hanya ada 2 kemungkinan pada situasi ini. Entah Yael memang sedang bermain-main menghadapi kami, atau...


Dia sudah tidak ada di dalam kastil ini...


Mari kita lihat dahulu. Karena sihir pelindung milik Luxor sudah nyaris selesai terbentuk. Sedikit lagi, dan semua hal akan jadi lebih mudah ketika kami menerobos masuk


Dan selagi sihir itu masih belum selesai, kami semua yang maju terus menghajar para Gargoyle hingga mereka mati dan terbelah menjadi serpihan batu. Jumlah mereka yang banyak bukan jadi masalah selama mereka lebih bodoh dari kami dan hanya terus maju tanpa rencana


Cyth dan Veskal bahkan menggunakan senjata mereka masing-masing, walaupun tahu itu tidak terlalu berguna. Letupan pistol milik Cyth itu selalu terdengar keras sehingga menarik perhatian penyerang kepadanya, selagi Veskal akan melempar pisau belatinya untuk membagi perhatian beberapa dari mereka


"Masih bisa bergerak nak!? Elf itu masih membutuhkanmu di dalam sana nanti!" Cyth menyerukan


"Tentu aku lelah! Tapi rencana ini lebih baik jika ingin main aman!" Veskal membalas


Cyth tertawa terbahak-bahak mendengar respon itu sambil kembali menembaki dan menghajar beberapa Gargoyle yang mendekat dengan gagang pistolnya


"Ambil!" Dia bilang kepada Veskal, melempar pistol yang baru saja dia gunakan untuk menghantam pecah kepala seekor Gargoyle kearahnya


"Kamu bisa menghancurkan seekor Gargoyle seperti itu?!" Veskal terkejut


"Aku bisa sedikit sihir penguat tubuh!"


Cyth menarik keluar pistol lain, juga tidak lupa memberikan amunisi kepada Veskal untuk digunakan


"Hahaha! Seorang bajak laut selalu membawa lebih dari satu senjata jarak jauh, temanku!" Dia kemudian berseru, menembaki semua Gargoyle yang mendekat selagi aku membantu mereka agar tidak terbebani


Veskal cuma menggelengkan kepala sambil mengisi peluru pistol itu dengan cepat untuk menembakkannya kembali


"Veskal!"


Tetapi baru saja dia selesai mengisi pistolnya kembali, aku sudah memberinya isyarat untuk mendekat. Sihir Luxor nyaris terbentuk utuh, dan itulah tanda untuk kami berempat untuk menerobos masuk


Dengan sigap Veskal pun berlari kearahku, meninggalkan Cyth di belakangnya. Dan sesuai rencana kami, dia menggunakan sebuah teknik yang diajarkan Luna kepadanya


Teknik dimana badannya berubah dan menyatu menjadi bayangan gelap. Kubuka lebar jubahku agar dia bisa masuk ke dalam bayangannya, hingga Veskal pun menghilang dan menyatu dengan bayangan jubahku. Dan itu memberi tanda untuk langkah kami selanjutnya


Ivor maju terlebih dahulu kearah tembok kastil selagi mengeluarkan raungan keras. Kami semua mengalihkan perhatian para Gargoyle yang tersisa darinya, bahkan membunuh mereka jika sempat. Dan dengan sekuat tenaga, tepat di hadapan tembok kastil yang dilindungi itu, Ivor menghantamkan senjata sucinya hingga menimbulkan ledakan


Tetapi...


Rupanya dugaanku benar ketika berkata, kalau ada sihir pelindung yang melapisi tembok kastil ini


Jadi-


"LYRALIA!!"


Lyralia pun mengeluarkan senjata sihirnya. Sebuah air tidak berbentuk yang dia buat menjadi sebuah galah panjang yang berujung tajam. Dan dengan sedikit dorongan dari Mana-nya, senjata itu terhempas maju dengan kecepatan yang melesat, sehingga sihir pelindung yang baru saja nyaris beregenerasi itu tidak sempat menghalaunya


Senjata Lyralia lagi-lagi berubah bentuk sesuai perintah. Membuat lingkaran layaknya jalan masuk tanpa gerbang, menahan regenerasi sihir pelindung itu untuk membuatkan kami jalan masuk


"SEKARANG!!"


Perintahku segera diikuti oleh Lyralia dan Ivor, sekaligus diriku sendiri yang segera melesat untuk masuk ke dalam kastil


Cyth yang nyaris diterkam oleh seekor Gargoyle tanpa kami bisa selamatkan lagi dibantu oleh paman Zero yang muncul dari belakang dan menteleportasikan diri mereka ke tempat lain


Luna dan Luxor menangkap kalau kami berhasil masuk. Keduanya sudah bisa mengambil nafas untuk sementara. Sekarang mereka hanya perlu melindungi diri mereka sendiri hingga kami keluar


*Syut!*


"Vainzel akan baik-baik saja bukan?" Paman Zero yang tiba-tiba muncul dengan Cyth bertanya


Dan selagi Cyth terjatuh ke tanah karena lelah, Luna menjawab, "Dia akan selalu baik-baik saja"


Pertanyaan yang sesungguhnya adalah, apakah Verdea baik-baik saja...

__ADS_1


......................


Kami bertiga sudah menapak masuk ke dalam kastil, dan Lyralia pun memanggil senjata suci miliknya kembali ke tangan. Benda itu mulai kembali tidak berbentuk, selagi sihir pelindung di belakang kami mulai menjadi utuh kembali


...


Aku bisa mendengar suara menggeram milik para vampir. Dan tidak lama, mata merah menyala mereka terlihat dari balik kegelapan


Puluhan. Ratusan. Mereka terus bertambah. Dari lantai dasar ke lantai teratas, mata mereka terlihat sangat menyala hanya dari pantulan cahaya yang bahkan nyaris tidak ada yang masuk


Dan aku paham, kalau mereka menggeram seperti itu karena mereka bisa merasakan efek dari sihir pelindung Luxor...


"... Kastil yang nyaman, Oberon?"


!!!


Suara itu-!


Tepat di kejauhan, mata merah khas nya itu dengan mudah kubedakan dari para vampir yang lainnya. Tepat di lantai teratas, aku bisa melihat dirinya


Darwin von Ziegler...!


"Aku harap kamu tidak... Lancang, dengan melakukan sesuatu kepada para tuan rumah ini..." Dia berkata lagi


"Oh, kamu menyadarinya hah?"


"Hanya orang bodoh saja yang tidak tahu kalau kalian memasang sihir pelindung diatas area kastil ini..."


...


Ini gawat. Aku sudah menjelaskan kalau sihir pelindung milik Luxor seharusnya melemahkan mereka. Tetapi...


Aku masih merasa tertekan dengan keberadaan Darwin. Aku bahkan ragu dia sudah menjadi lemah atau tidak...


Sensasi yang sama seperti saat kami berhadapan di hutan itu... Apa dia menahan kekuatannya selama ini...?


...


"Anak ini bahkan tidak bersuara. Kalian sangat membosankan"


!!!


Jangan bilang-!


"Aku tidak ingin bersuara karena aku tahu kalian semua akan mati, dasar kelelawar jadi-jadian"


"Verdea!" Ivor menyerukan


Verdea ada di dekat Darwin sekarang? Tapi aku tidak bisa melihat sosoknya, bahkan dengan mataku yang bisa melihat aliran Mana


"Jangan khawatirkan aku Vainzel! Hajar saja mere-!"


*Plak!*


!!!


"Diam! Dasar bocah tengil!"


Aku sudah tidak mau bicara lagi


Disaat aku mendengar suara tamparan itu, aku sudah melesat ke udara tanpa satupun dari mereka sadari. Bahkan teman-temanku


Darwin yang masih teralihkan perhatiannya kepada Verdea pun terkejut, sebelum aku menendangnya hingga dia terlempar ke belakang, menghancurkan tembok dan terpelanting di lantai


Tapi, Verdea tidak ada disana selagi aku mendarat dengan aman di lantai teratas. Dan disaat aku bisa menemukannya, Verdea merintih di tangan Darwin


Anak itu ditarik rambutnya oleh Darwin dengan sangat kasar, selagi dia diseret di lantai. Darwin yang awalnya kesal karena aku menyerangnya, mulai memasang wajah sinis ketika melihat ekspresiku yang terkejut


"Lepaskan anak itu, Darwin!" Aku memperingatkan dengan geram


"Tidak akan, Elf bodoh...!"


Vampir lainnya kemudian mencoba menikamku dari belakang, namun Ivor dan Lyralia yang sudah berhasil melompat ke posisiku berhasil menghabisi mereka semua dengan senjata suci masing-masing. Mereka berdua melompat mundur dan memasang punggung mereka membelakangi diriku, selagi aku masih menghadapi Darwin


"Habisi saja orang itu dan selamatkan Verdea! Kami bisa menangani ini!" Lyralia menyerukan


"Benar bukan?!" Ivor dengan percaya diri mengayunkan senjatanya berkali-kali dengan arah memutar


Matanya kemudian melirik kearah atap yang tidak jauh dan masih terjangkau. Dan tanpa memberi tanda, Ivor melompat sekaligus mengayunkan senjatanya hingga menghancurkan langit-langit bangunan itu dengan sebuah ledakan


Cahaya mentari yang nyaris terbenam masuk, spontan membuat beberapa dari para vampir yang terkena cahaya itu mulai meleleh selagi Lyralia membunuh mereka satu-persatu. Darwin bahkan spontan melindungi dirinya, hingga...


Dia memberiku ruang untuk melesat dan beradu tinju dengannya. Tangan kirinya seketika patah dan bengkok hanya dari satu hantaman dariku


Dan ketika dia menyeret Verdea lagi agar anak itu menjerit, aku spontan mundur secepat mungkin selagi melebarkan jubahku


...


Aku sudah tidak punya ruang lagi... Aku gagal mengambil Verdea dari tangan orang itu...


Darwin bahkan mulai cekikikan. "Kamu sungguh naif. Temanmu ini sungguh adalah kelemahanmu...", dia berkata setelahnya


Darwin tertawa meledek setelah mengucapkan kalimat itu, selagi aku memandangnya dengan wajah kesal


Ini membuatku sangat frustasi. Aku...


Aku bahkan tidak tahu Veskal turun dari bayangan jubahku atau tidak barusan, hingga dia menampakkan diri selagi menodongkan sebuah pistol kearah dagu Darwin dari belakang tubuhnya


"Begitukah~?" Dia bertanya, sebelum pistol itu dia tarik pelatuknya sehingga peluru perak benda itu membuat setengah dari kepala Darwin menghilang untuk sejenak


Veskal tanpa jeda menarik keluar belatinya, membelah tangan Darwin yang menjambak Verdea, kemudian membawa anak itu pergi ke posisiku yang segera menyambut mereka dengan aman


Kupeluk Verdea seerat mungkin untuk sejenak, sebelum dia merintih. Dan setelah kuperhatikan, rupanya dia terluka nyaris di sekujur tubuhnya. Luka berupa goresan yang membuatku terasa perih hanya dengan melihatnya. Setiap kali aku menyingkap bajunya, aku setidaknya menemukan satu goresan di tubuhnya


Setiap kali...


...


Ini membuatku muak...!


Geram, aku bangun dari posisiku untuk menghampiri Darwin yang masih terhuyung dengan kepalanya yang sudah terbentuk kembali


Dan sebelum dia menyerang, aku lemparkan diriku sendiri sehingga kami berdua terlempar keluar dari dinding kastil, berjemur di bawah sinar matahari yang masih belum terbenam. Dia mulai terbakar, hingga dia membawa kami kembali ke dalam kastil. Para vampir yang melihat pemimpin mereka diserang mulai melesat kearahku, tetapi dengan cepat Lyralia tangani tanpa masalah


Ivor menyusul, menghantam seorang vampir mundur sehingga ledakan yang ditimbulkan setelahnya melukai vampir yang berdekatan. Kedua temanku pun mengalihkan perhatian kepada Darwin dan mengayunkan senjata mereka masing-masing


Aku bahkan dengan cekatan membantu mereka dengan membalik posisi kami dan menendang Darwin kearah kedua temanku yang berupaya menyerangnya. Hanya saja Darwin melawan, nyaris melukai Lyralia sehingga serangan temanku itu melesat, selagi menendang Ivor tepat di kaki sehingga dia kehilangan keseimbangan


Orang licik itu kemudian terbang ke udara menggunakan sayapnya yang tiba-tiba muncul, hanya untuk menyerang Veskal dan Verdea


"Lyralia!" Kuperintahkan temanku untuk segera bergerak cepat denganku


Lyralia melompat dari lantai ke lantai sehingga dia mendahului Darwin ke posisi Verdea dan Veskal berada. Dengan sangat putus asa, dia ubah senjatanya menjadi sebuah palu raksasa. Benda itu dia gunakan untuk menghantam Darwin ke bawah sekeras mungkin. Walaupun Darwin berhasil menghalaunya dengan lengan, dia tetap terdorong kearahku yang segera menendangnya lebih jauh keatas


Dia lagi-lagi terbakar karena sinar matahari itu, namun kali ini aku tidak memberinya waktu untuk menyerang balik, mempertahankan posisi kami diluar untuk memastikan dia bisa terbunuh


Lyralia yang sibuk melindungi Verdea dan Veskal sebelum Ivor menyusul, mulai terasa jauh selagi aku membawa Darwin keluar dari area dinding kastil


Kami berdua mendarat di tanah dengan sangat tidak mulus, dimana aku dan dia berhenti menjadi bantal pengaman satu sama lain sehingga kami berdua pada akhirnya terpelanting dan terpisah sejenak


Darwin yang dengan cepat sudah sembuh terlebih dahulu tubuhnya kini tiba-tiba mulai terlihat membesar seakan dia sedang mengalami pertumbuhan mendadak. Taringnya bahkan semakin memanjang selagi dia menyerangku yang baru saja bisa berdiri dan menghantamnya balik


Dia masih terbakar dan bau hangus mulai tercium. Darwin tiba-tiba saja meronta sehingga aku memberinya pukulan telak di dada. Namun dia memfokuskan Mana-nya disana, sehingga jantungnya sama sekali tidak tersentuh. Dia hanya terlempar ke belakang, menghantam sebuah pohon yang menaunginya dengan bayangan


...


Aku melukai diriku sendiri dengan melempar diri kami keluar barusan. Apa yang kupikirkan coba...?


Sepertinya aku baru saja nyaris membelah perutku menjadi dua... Dan aku belum pulih sama sekali...


...


Sial... Aku tidak bisa bergerak lebih cepat lagi dari ini. Dan orang itu...


Dia mulai bersikap aneh. Ada sesuatu yang terjadi padanya, namun itu bukan hal yang baik untuk kami


Firasatku benar. Aku melupakan satu hal penting mengenai seorang vampir tingkat atas. Mereka bukanlah monster biasa


Mereka bisa bertransformasi ke wujud yang lebih mengerikan dan... Lebih tahan matahari


...


Aku berada di posisi yang buruk


Tepat disaat aku berkata begitu, Darwin meraung dengan keras selagi tubuhnya terus berdenyut tidak karuan seakan sesuatu sedang memaksa ingin keluar. Sayapnya mulai membesar. Tubuhnya juga begitu


Badannya yang awalnya terlihat biasa itu mulai terlihat selagi bajunya robek karena tidak tahan dengan perubahan dadakan itu. Badannya mulai dilapisi oleh rambut kehitaman yang menyebar ke setiap inci tubuhnya, selagi wajahnya mulai berubah menjadi sesuatu yang memiliki unsur hewan


Dia berubah menjadi sosok asli vampir yang sesungguhnya...


"Dracula Transformation..." Aku bergumam, selagi keringat dinginku mengucur


Tubuhku sudah sepenuhnya dibayangi olehnya yang telah menjadi kelelawar raksasa itu. Dan aku hanya bisa berharap aku bisa melawannya dengan tubuh terluka seperti ini...


Suara kerasnya keluar, memekakkan telingaku yang nyaris tidak kututup. Aku bahkan yakin kalau semua orang yang ada di area itu bisa mendengarkan lengkingan Darwin, sebelum dia mencoba meraihku dan menyerang


Luna yang melihat dan terkejut dengan sosok Darwin yang berhadapan denganku itu langsung pucat pasi. Tapi dia tidak bisa mengabaikan rajanya yang berada dalam bahaya, sehingga senjata sucinya pun dia keluarkan untuk memanah Darwin dari kejauhan


Babak pertempuran kami sudah memasuki akhir. Sekarang hanyalah masalah waktu, apakah kami mampu untuk menangani vampir di malam hari...


.....................


Panah Luna sama sekali tidak berguna melawan Darwin. Luxor masih harus mempertahankan sihirnya agar aku setidaknya masih bisa tetap bertarung. Ivor dan Lyralia harus melindungi kedua anak itu sehingga mereka bisa dipastikan aman


Aku benar-benar bertarung sendirian sekarang. Paman Zero dan Cyth tidak akan banyak membantu sekalipun mereka ingin, selagi aku hanya bisa melakukan trik murahan ini untuk menghindari serangannya


Cakaran milik Darwin yang merobek perutku ini sama sekali belum pulih. Dia pasti meletakkan sebuah sihir kutukan di kukunya itu sehingga aku tidak bisa beregenerasi sesegera mungkin...


Apapun itu, aku tidak punya pilihan selain menghindar untuk saat ini. Luna yang melihat dari kejauhan dan paham kalau panahnya tidak akan berguna mulai bergerak maju untuk menyelamatkanku


Dengan keras dia menghantam kepala Darwin sehingga dia terjungkal ke tanah. Darwin mencoba melengking, dan itu membuat telinga Luna terngiang. Darah bahkan mulai mengucur dari telinganya, selagi Darwin mencoba mencakarnya


Hanya saja, aku sempat menyelamatkan Luna. Kutarik badannya bersama denganku untuk menghindari satu serangan mematikan itu


"Kenapa kamu maju?!" Aku bertanya dengan tegas


"Maksudmu aku harus diam disana dan membiarkanmu mati?! Tidak akan!!" Luna kemudian membantuku untuk menghindari serangan Darwin kali ini, dengan membawa kami berdua ke udara


Darwin tiba-tiba saja terbang mengikuti kami yang melambung tinggi, dan dengan keras dia menghantam kami kearah tanah sehingga kami berdua terjatuh dengan sangat keras


Luna mulai mengeluarkan batuk darah selagi aku semakin sulit melakukan regenerasi. Posisi kami benar-benar sangat buruk sekarang ini hanya karena aku tidak bisa melenyapkan Darwin dalam satu kali serangan


Pasti ada sesuatu yang bisa kami lakukan...


...


...


...


"Apa itu, Verdea...?" Veskal yang wajahnya pucat menatap kearah Darwin


Di sisi lain, Verdea yang bahkan tidak kuat untuk membuka mata itu tidak mampu memberinya tanggapan dengan jelas. "Vainzel... Dalam bahaya..." Dia hanya bisa katakan


Veskal mulai memperhatikan Verdea kembali, selagi dia menatap kearah Ivor dan Lyralia yang masih menangani para vampir dan Gargoyle yang masih sibuk menyerang mereka


Matanya kembali lagi mengarah kepada Darwin, risau dengan apa yang akan terjadi kepada kami. Dan disaat itulah, Verdea berhasil menenangkannya


Verdea perlahan menarik baju Veskal agar dia menatap langsung kearah matanya. Dia mulai kehilangan kesadaran, dan selagi dia sempat...


"Lompat turun dari tempat ini...", Verdea berkata sebelum dia jatuh pingsan


Veskal tidak paham. Tetapi temannya sudah pingsan di lengannya. Dia mulai meringis karena rasa frustasi yang menyergap, selagi melihat kearahku dan Luna yang nyaris tidak bisa menghindari serangan lagi


Perintah yang diberikan Verdea adalah 'lompat turun dari tempat ini'. Veskal sama sekali tidak tahu apakah itu perintah untuk mengurangi rasa sakit kematian mereka atau ada sesuatu yang dimaksudkan oleh Verdea


...


Hingga...


Dia mengingat kalau ada satu orang yang bisa menyelamatkan mereka. Karena itu, dia letakkan tubuh Verdea di lantai terlebih dahulu dan melihat lebih luas keluar


Dia melihat kearah kejauhan, tepat dimana Luxor dan Luna seharusnya berada. Dan ketika dia telah menemukan posisi itu, dia hanya bisa menemukan Luxor, Cyth dan paman Zero yang terlihat tegang dengan situasi ini


Dia kemudian mengecek kembali peluru yang dia miliki, dan masih tersisa cukup banyak. Peluru yang bisa saja menyelamatkannya atau membunuhnya


Tapi, bagaimanapun itu...


"Kita harus bertaruh lebih keras, bukan...?"


Veskal sudah bertekad. Dia pasang kembali pistolnya dengan benar sebelum dia mengangkat Verdea ke pundaknya untuk dipikul


Dan secepat mungkin dia bergerak kearah lubang yang kubuat dengan membawa Darwin keluar tadi. Veskal arahkan pistolnya itu kearah udara. Dan setelah beberapa kali dia bernapas gugup...


Veskal memejamkan matanya selagi menarik pelatuk pistol itu ke udara...


Dia tarik, tarik dan tarik sebanyak 3 kali. Siapapun yang ada disana pasti mendengarkan suara pistol itu dengan jelas. Termasuk juga Darwin dan paman Zero


Darwin pun melesat kearah Veskal dan Verdea dari kejauhan. Aku dan Luna tentu panik. Aku bahkan dengan cepat menarik kaki Darwin hingga dia tersungkur, selagi Luna menghantam Darwin dari atas untuk mempercepat prosesnya


Veskal lagi-lagi harus bertindak. Sesuai dengan perintah Verdea, dia melompat turun dari kastil itu sehingga Ivor dan Lyralia panik hingga nyaris terluka akibat sebuah serangan dari lawan yang sedang mereka hadapi


Paman Zero dan Cyth melihat hal itu. Dan secara refleks paman Zero berteleportasi ke udara, tepat di sisi Veskal. Dia pegang lengan anak itu seerat mungkin sebelum membawa mereka lagi kembali ke posisi aman


Paman Zero jatuh tersungkur karena sudah terlalu banyak menggunakan Mana selagi Verdea mengeluarkan batuk darah. Cyth dan Luxor yang masih bisa bergerak itu pun segera mencoba membangunkan Veskal dan Verdea


"Nak! Jangan pingsan sekarang!" Cyth mencoba menepuk pipi Veskal selagi mendudukkan badan anak itu


Tetapi naas. Veskal juga menyia-nyiakan terlalu banyak tenaga sehingga dia sendiri tidak bisa bangun dengan benar. Dia kembali terjatuh ke tanah, selagi Verdea masih mengeluarkan batuk darah karena aliran Mana miliknya nyaris kosong setelah teleportasi itu


Luxor pun terpaksa dengan perlahan mengisi kembali Mana Verdea dengan hati-hati, agar tubuh anak itu tidak meledak karena merasakan Mana asing. Keringat dingin mengucur di dahinya, begitu juga ringisan yang mengikuti


...


Verdea sudah lebih stabil dari sebelumnya, dan itu bisa membuat keduanya bernapas lega untuk sejenak


Tatapan Luxor pun mengarah kepada Darwin yang masih meraung selagi menyerang diriku dan Luna dengan membabi buta. Ringisannya semakin mengeras, akibat frustasi karena tidak dapat melakukan apapun


Lalu...


Dia melihat kearah paman Zero yang sudah tidak berdaya lagi... Lebih tepatnya...


Dia melihat kearah jimat yang dimiliki oleh paman Zero, yang ia kenakan sebagai sebuah kalung...


Jimat berbentuk seperti jam kantong itu...

__ADS_1


...


...


...


"Cyth" Dia kemudian berkata, menarik perhatian Cyth. "Ambil kalung milik Dwarf itu, kenakan, dan kita maju" Dia menambahkan


Cyth ingin membantah karena resiko dari rencana kecil itu, tetapi...


Pikirannya mulai menyatu dengan Luxor, selagi temanku itu mengangguk kearahnya dengan yakin. Mereka berdua harus maju dan mengulur waktu, setidaknya hingga Ivor dan Lyralia bisa bebas dari serangan di dalam kastil


"... Kira-kira apakah vampir bisa beregenerasi jika ada sebuah benda di dalam daging mereka?" Cyth bertanya, mencoba meyakinkan dirinya terlebih dahulu


Luxor terdiam karena tahu pertanyaan itu ditujukan kepadanya. Jawaban yang dia punya hanya satu. "Patut dicoba"


Keduanya tersenyum dengan selaras, sebelum Cyth dengan mantap mengambil kalung paman Zero untuk dikenakan. Dan setelah dia siap, Luxor mengangguk paham


"Teleportasi ke hadapan kedua matanya dan tembak dia disana! Aku akan melompat ke kepalanya sekarang!" Luxor memberi arahan


"Aye aye!"


Keduanya pun melesat menggunakan sihir teleportasi di momen yang sudah ditentukan. Cyth berhasil sampai ke hadapan wajah Darwin. Dan sebelum dia sempat menyerang, Luxor yang berada diatas kepala Darwin menggunakan sihirnya


Sihir yang biasa dia gunakan untuk mengacaukan kelima indra musuhnya. Darwin spontan terkejut ketika dia merasa menjadi buta dan tuli untuk sekejap, sebelum dia mendapatkan indranya kembali. Hanya saja...


Mata kanannya tidak bisa melihat apapun...


Dia melengking lagi dengan keras, membuat suara yang memekakkan telinga. Aku yang melihat kejadian itu langsung berdecak kagum


"Pamer" Aku berkomentar, kepada Luxor dan Cyth yang sudah berada pada jarak aman dari lengkingan Darwin


"Lakukan lagi seperti itu! Masuk, kemudian pergi! Tembak bagian hitam matanya!"


"Aye aye!"


Mereka berdua lagi-lagi berteleportasi, dengan Luxor yang berhasil mendarat di kepala Darwin, dan Cyth di hadapannya. Sekali lagi Darwin dihilangkan kelima indranya, selagi Cyth menembaki mata Darwin dengan bertubi-tubi sebelum mereka berteleportasi pergi


Keduanya telah kembali ke posisi yang aman bahkan sebelum Darwin menyadari kalau kedua matanya telah menjadi buta dan tidak bisa beregenerasi


Tidak paham apa yang terjadi, dia mencoba mencungkil matanya keluar, tetapi kini giliranku dan Luna untuk menyerangnya


Tanpa memberi jeda, kami hantam dia dari kedua sisi telinganya, sehingga aku yakin kalau hantaman kami itu cukup untuk membuat gendang telinga Darwin pecah. Dia menjerit kesakitan, sebelum terhuyung


Entah bagaimana monster ini bisa bertahan walaupun dengan luka-luka seperti itu. Dia bahkan mencoba untuk terbang, tetapi aku melompat keatas punggungnya untuk mematahkan salah satu sayapnya. Dengan sulit aku berhasil melakukan hal itu, sehingga Darwin lagi-lagi menjerit sebelum Luna menghantam dadanya hingga dia jatuh kembali keatas tanah


Darwin pun terjatuh dengan sukses. Dan lagi-lagi tanpa jeda...


Lyralia dan Ivor melesat kearahnya, bermaksud untuk mengakhiri ini semua...


Keduanya mengayunkan senjata mereka sekuat tenaga, sehingga ledakan yang ditimbulkan oleh perpaduan senjata sihir mereka itu mampu memberikan luka fatal kepada Darwin, cukup untuk membuatnya semakin ingin kabur


Sosok asli Darwin pun keluar dari dada sosok raksasanya itu untuk melarikan diri. Ivor dan Lyralia sayangnya tidak mampu melukainya lebih jauh karena dia telah berlari secepat mungkin dibawah matahari yang sudah mulai menghilang, tetapi aku dengan sigap menghalaunya dengan menghantamkan tubuhku sendiri kepadanya


Darwin yang masih terluka itu pun hanya jatuh tersungkur ke tanah, tidak mampu melawan lagi...


...


...


...


"Fyuh! Apakah sudah berakhir?!" Lyralia bertanya setelah mengelap keringatnya pergi


"Ya... Aku yakin begitu..." Aku menjawab dengan napas terengah-engah


Kami semua sudah terlalu lelah untuk melanjutkan pertarungan ini, begitu juga Darwin. Malam sudah tiba, dan para vampir serta Gargoyle yang tersisa pasti sudah lari dari tempat ini sekarang ini


Hanya Darwin saja yang tersisa, dan nasibnya sekarang berada di tangan kami


...


"Haha..."


...


Hah...?


"Ahaha-! Ahahaha! AHAHAHAHAHAHA!!"


Dia... Tertawa...


Darwin tertawa...


"Kalian pikir-! Kalian sudah menang?!"


...!


"Bunuh dia sekarang Lyralia!"


Aku merasakan firasat buruk dari tawanya!


"YAEL TARASQUE!!"


!!!


Firasatku benar


Disaat dia memanggil nama itu, kami semua bisa merasakan kehadiran Yael melalui aura hitam yang datang dan mengepul di dekatnya. Sosok Yael muncul dalam wujud setengah badan, selagi dia menyelimuti Darwin dengan asap hitam miliknya itu


Kami semua nyaris terhempas akibat tekanan Mana yang diberikan dari kehadiran orang itu saja. Aku bahkan sempat terjatuh selagi Lyralia dan Luna tidak bisa maju lebih jauh


"Aku, Darwin von Ziegler, akan memberikan jiwaku sebagai persembahan kepadamu. Dan atas dasar kebencianku kepada kaum Elf, selamatkanlah diriku!"


"Dengan senang hati~"


Tawa Yael pun terdengar selagi mereka semakin diselimuti oleh asap hitam yang mengepul, sekaligus membuat kami semakin terdorong menjauh


Aku bisa-! Seandainya aku tidak terluka-!


Aku bisa mengakhiri ini...!!!!


"Oberon Vainzel..."


!!!


Darwin menatap tajam kearahku, dan dia sudah sepenuhnya bisa berdiri kali ini. Tatapannya yang tajam itu menusuk kearahku, dan rasanya tubuhku bergetar


Kebencian yang kurasakan darinya sangatlah besar sehingga aku tidak mampu menahan amarah miliknya yang mulai menggerogoti tubuhku itu


Amarah yang sangat besar...


"Camkan kalimatku!" Dia lanjut berucap. "Kalian para Elf...


--- Kalian para Elf akan kumusnahkan!! Bagaimanapun itu, kapanpun itu!! AKU TIDAK AKAN PERNAH MENGAMPUNI KALIAN ATAS PENGHINAAN YANG AESTAS TELAH JATUHKAN KEPADAKU DALAM WUJUD KUTUKAN INI!"


Aestas...?


"CAMKAN ITU! WAHAI OBERON TERAKHIR DARI PARA ELF!"


Aura hitam itu pun membawa Darwin pergi bersama dengan Yael. Entah kemana, pastinya jauh dari tempat kami berada


Tekanan yang kami rasakan pun mereda. Semua orang yang merasakannya jadi kelelahan setengah mati. Luna bahkan terjatuh ke tanah karena lukanya. Dan karena itu, aku dan Lyralia segera berusaha menyembuhkannya semampu kami


...


Darwin... Oberon Aestas...


Apa kaitan diantar keduanya...?


...


Tidak perlu dipikirkan untuk sekarang...


Semuanya berakhir...


Untuk sekarang...


......................


--- Beberapa jam kemudian ---


...


Verdea terbangun...


Akhirnya dia terbangun...


Matanya melihat kesana kemari untuk menyesuaikan diri terlebih dahulu, sebelum dia menyentuh balik tanganku yang mengelus kepalanya sejak tadi


Dan dengan hati senang, kuelus jari kecilnya itu sehingga dia mulai menatap kearahku dengan mata yang mulai berbinar


"Vain..." Dia berkata lemas


"... Aku disini nak---"


Syukurlah---!


"Aku disini---"


Tawa kecilnya yang masih serak dan tertahan dia keluarkan. Tatapannya dengan jelas berkata kalau dia lega sudah berada di sisiku lagi


"Kamu sungguh datang untuk menyelamatkanku... Kamu disini..." Dia berkata dengan air mata yang mulai jatuh ke pipinya


"Dan kamu juga..."


Di momen selanjutnya, kuangkat badannya itu dan kubiarkan dia memelukku dengan erat selagi dia ingin. Di pundakku dia mulai menangis. Entah karena dia sedih diiringi isakan atau senang diiringi tawa kecil


Aku hanya merasa lega, dia sudah berada disini sekarang...


"Verdea sudah bangun..."


Suara Veskal dari luar pintu gua membuatku dan Verdea menarik diri dari pelukan kami. Kami berdua perlahan melihat Veskal yang wajahnya mulai sembab, selagi dia berlari kearah kami untuk memberi pelukan yang erat


Ivor, Luna, Luxor, Lyralia, Cyth dan paman Zero yang berjaga di depan gua pun menengok ke dalam hingga mereka mampu membuat napas lega yang memuaskan


Veskal di sisi lain, ikut meringis selagi Verdea memeluk kepalanya dan aku harus menopang mereka berdua agar kami tidak jatuh menimpa satu sama lain


"Aku takut---! Terjadi sesuatu padamu---!"


"Veskal---"


Keduanya meringis di dekapan satu sama lain selagi teman-temanku mulai memasuki gua ini satu-persatu


"Aku merasa lega! Akhirnya kamu bangun! Aku pikir kamu tidak akan pernah bangun!!" Luxor meringis dan mencoba memeluk Verdea, namun segera dihalau oleh Luna


"Apapun itu, Verdea, kami bersyukur kamu tidak terluka terlalu parah" Luna kemudian berkata


"Aku benci jika ada yang harus mati. Jadi, terima kasih karena tidak mati" Lyralia menambahkan, membuat Luna menyentil dahinya


Ivor di sisi lain, jadi senyap, bersama dengan 2 lainnya yang tidak yakin harus mengucapkan apa


"... Aku akan membuatkanmu banyak masakan, jadi cepatlah sembuh" Dia pun berkata


"Bagus begitu! Kita bisa lebih banyak menikmati makanan Ivor!" Lyralia berceletuk, membuat Ivor ingin meledak karena kesal telah diledek selagi kami menertawakan candaan itu


Bahkan Verdea dan Veskal tertawa. "Kalau begitu, apa kamu mau memasakkan daging ayam lagi untukku?" Verdea bertanya selagi Veskal mengangguk untuk menambahkan


Ivor menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu. "Sebanyak apapun itu setelah kita kembali ke Hortensia, oke!? Aku akan pastikan rasanya lebih enak! Jadi..."


Ivor terdiam sejenak, begitu juga kami semua. Dan melihatnya, aku teringat satu hal


Ivor tidak pernah pandai berkata-kata jika dia ingin menyatakan perasaan tulusnya...


"Jadi... Jangan menghilang lagi seperti kemarin..."


...


...


...


Verdea menggeliat dari gendonganku. Paham, aku perlahan menegakkan tubuhnya sehingga dia bisa berdiri sendiri. Dan tanpa jeda, dia perlahan bergerak kearah Ivor dengan sebuah jari kelingking yang dikeluarkan


...


"Aku berjanji..."


Ivor tertegun sebelum matanya mulai berbinar. Untuk sejenak, aku melihat dirinya yang masih kecil disaat itu. Tampang yang sama seperti ketika aku menerima tanda persahabatan darinya


"Yah, Ivor tidak akan menerima jika tidak memberi terlebih dahulu..." Luna berbisik dengan senyum di wajahnya


Jari kelingking Ivor dan Verdea pun terkunci dengan satu sama lain. Senyum tersirat di wajah keduanya, di wajah kami semua. Dan Ivor akhirnya menerima Verdea sebagai seseorang yang penting


Itu sendiri adalah pertanda yang baik


"Aku juga mau ikut!" Lyralia tiba-tiba menyela dan ikut mengaitkan jari kelingkingnya


"Kalau begitu aku juga!" Cyth ikut-ikutan


"Kamu hanya melakukannya karena ingin sesuatu bukan?" Lyralia ketus membalasnya


"Aku butuh bonus itu, nyonya Undine..."


Keduanya kemudian tertawa sinis kepada satu sama lain, hingga Luna ikut mengaitkan jarinya. Keduanya terdiam, sebelum tersenyum kepada yang lain untuk mengikuti kaitan jari kelingking itu


Paman Zero kemudian mengikuti, kemudian Luxor yang didorong oleh Veskal untuk ikut. Lalu...


Yang tersisa hanyalah aku. Jadi mau bagaimana lagi? Dasar...


Kukaitkan jari kelingkingku bersama dengan yang lainnya. Entah bagaimana kami bisa melakukannya, tapi kami bisa melakukannya. Tapi rasanya, akan lebih baik jika kami menumpuk telapak tangan kami saja dan bersorak hore


"Kalian semua janji?" Ivor bertanya


"Kami semua janji, Ivor. Kami semua..."


Teman lama...


Terima kasih karena sudah membuka hatimu kepada teman baruku juga. Teman yang sama kuhargai dengan kalian


Sepertinya...


Membawa kalian keluar dari Miralius adalah keputusan terbaikku...


"Mari kita semua pulang dan rayakan ini!" Aku berkata sekali lagi, mengundang senyum di wajah semua orang, sebelum kami bersorak hore untuk satu sama lain

__ADS_1


Bersorak untuk masa depan yang akan menjadi tujuan kami bersama-sama...


__ADS_2