Book Of Flowers

Book Of Flowers
Pertama Kali Bertemu Chimera


__ADS_3

"Maafkan kami, Oberon yang perkasa. Sepertinya kamu sangat sibuk kali ini"


"Hambamu ini tunduk di hadapanmu. Kebetulan aku melihatmu lewat tadi, jadi aku mengajak Verdea dan Natasha"


"Aku hanya mengikuti karena tidak bisa jalan-jalan di dalam Miralius. Jadi..."


Yap. Semua orang punya alasan masing-masing


Sayang sekali aku hanya menerima alasan terakhir sebagai kalimat paling valid diantara ketiganya. Mereka berdua yang tunduk sujud ke tanah di hadapan kakiku juga sama sekali tidak membantu diri mereka


Menyedihkan. Padahal mereka berdua yang laki-laki disini, selagi yang wanita hanya duduk berlutut dengan santai di tanah


"Bangun, berbalik, dan jalan kembali ke Miralius" Aku berkata kemudian, setelah menghela napas sejenak


"Kami harus menolak" Verdea membalas dengan wajah sok serius, diikuti oleh Veskal juga


Ugh, ini dia taktik para bocah. Taktik 'Menolak hingga aku kalah dan menuruti kemauan mereka'


Jadi aku pun menoleh kearah seseorang yang tidak akan terlalu memaksa karena baru masuk ke kelompok kami ini


"Boleh tolong seret mereka kembali?" Aku meminta kepada Natasha


"Soal itu..."


Dia akan menolak juga hah...?


Terserah saja. Sebaiknya aku berhenti bicara dan lanjut berjalan bersama Leshy saja. Dia sudah menungguku yang sedang menegur ketiga orang itu sejak tadi


Melihatku yang kembali berjalan tanpa sepatah kata itu pun spontan membuat Verdea bangkit dan berlari mendekat, selagi yang keduanya perlahan menyusul dari belakang


"Vain! Itu artinya aku boleh ikut bukan?" Verdea bertanya dengan wajah senang


"Intinya Leshy, sarang monster yang bersikap aneh itu dimana tadi?"


"Soal itu, Oberon ya..."


Verdea pun tersentak melihatku yang sama sekali tidak peduli dengan kalimatnya dan hanya bicara dengan Leshy


"Vain" Dia kembali mencoba mengalihkan perhatianku


"Rupanya... Sedikit jauh juga. Bukannya akan lama jika kita berjalan kaki seperti ini saja?"


"Itu tidak masalah Oberon ya. Jika kamu takut kalau monster itu mungkin akan kabur karena kehadiranku, para roh hutan sudah menutupi kedatangan kita dengan menggunakan sihir"


"Bagus bagus. Yang aku khawatirkan adalah karena ada sekumpulan bocah kecil yang mengikuti kita. Siapa tahu mereka tidak tahan dengan perjalanan ini"


Verdea dan Veskal pun tersentak secara kompak dengan mulut menganga, kemudian beralih ke ekspresi cemberut


Terutama Verdea yang segera menarik-narik jubahku


"Jika kamu khawatir dengan itu Oberon ya, anggap saja ini sebagai latihan untuk mereka"


"Hah! Mereka bahkan tidak bisa melewati latihan ringan dari kami! Aku ragu berjalan dalam jarak seperti itu tidak akan membuat mereka lelah~


Tidak butuh waktu lama ketika salah satu dari mereka akan berkata 'Vainzel minta air!'. Dan aku akan bertaruh kalau aku benar~!"


Aku pun tertawa terbahak-bahak selagi Verdea semakin terlihat cemberut dan segera melompat ke punggungku hingga aku kehilangan keseimbangan dan jatuh ke tanah, selagi 3 orang lainnya hanya menyimak kejadian itu


"Kamu bilang apa?? Jangan remehkan aku, dasar kepala semangka!" Verdea menyerukan selagi menahan tanganku ke belakang


"Semangka atau tidak, kepalaku ini bisa memecahkan batu tahu! Sementara kakimu yang jauh lebih lemah itu pasti akan merasa loyo hanya karena berjalan selama 20 menit~!"


"Tentu saja kalau begitu bodoh! Apa kamu tidak paham fisik kita itu berbeda??"


"Itu bukan Alasan! Aku dulu bahkan bisa berjalan mengelilingi Miralius seharian tanpa istirahat tanpa merasa lelah! Dan aku baru 8 tahun loh, 8 tahun!"


"Yang aku bicarakan adalah karena perbedaan ras kita, kamu itu lebih kuat-!!"


...


...


...


"Uh... Sejak kapan aku bergelantungan di udara?"


"10 detik yang lalu"


"Sekarang 13"


"Diam Veskal!"


Verdea pun mencoba melihat ke bawah dan menyadari kalau aku sudah memanjangkan tanganku keatas, hingga dia yang sejak tadi menahan tanganku itu pun ikut terangkat dan sekarang ini berada di udara


"Lihat bukan...?" Verdea pun berkata kepadaku, cemberut


"Aku juga bilang, kalau sebaiknya kalian tidak mengikuti. Jarak perjalanannya akan sangat panjang dan walaupun berhasil sampai disana, kalian pasti akan melawan monsternya" Aku pun membalas, menurunkan Verdea perlahan


Tanganku pun kembali memendek hingga aku memastikan kembali apakah sarung tanganku rusak atau tidak karena perbuatanmu barusan


"Juga, monster yang diarahkan oleh Augurtrail untuk kita adalah seekor Chimera" Aku bergumam kesal


"Chimera...? Monster mutan itu?" Verdea bertanya, bersamaan dengan kedua orang yang ikut terkejut itu


"Oh~ Kalian tahu rupanya. Dan ya, Chimera akhir-akhir ini mulai masuk dan mengacau di dalam Goeitias" Aku membalas


"Tapi... Aku dengar kalau para monster bahkan tidak menyukai Chimera karena asal muasal mereka yang datang dari percobaan manusia. Lalu kenapa Chimera itu masih bisa hidup, walaupun Goeitias memiliki kumpulan monster paling menakutkan di seluruh penjuru Vitario?" Natasha ikut bertanya


"Karena mereka kuat ya. Aku bahkan tidak pernah menyangka sebuah ciptaan manusia akan memiliki daya tempur yang sangat kuat ya" Leshy yang kemudian membalasnya


"Tidak mungkin- Itu artinya seorang alkimia sungguh berhasil membuat senjata hidup yang mematikan..." Dia pun bergumam risau mendengar kalimat Leshy


"Dan aku punya spekulasi tentang siapa pelakunya" Aku pun menyela kembali


"Siapa?"


"Shen Xiang. Raja dari kerajaan terbesar di benua Lao. Atau harus kusebut mantan raja ya?"


Verdea dan Veskal pun terkejut mendengar nama itu. Nama yang tidak asing, hingga mereka langsung terlihat kesal hanya karena mendengarnya


Tapi ya. Spekulasi itu adalah yang paling memungkinkan. Shen Xiang tidak bisa kami konfirmasi kematiannya disaat itu, dan dia menghilang dalam sekejap di malam penyerangan itu terjadi


Entah dia memang berhasil kabur disaat itu dan kembali membuat eksperimen keji, atau dia dibunuh oleh Rosalia hingga wanita itu lah yang menjadi dalang dibalik munculnya para Chimera. Apapun kemungkinannya, akar dari masalah ini adalah Shen Xiang sendiri, dan masalahnya tidaklah sepele


Chimera bukanlah sesuatu yang bisa dengan mudah dikalahkan. Tidak seperti jelmaan iblis yang harus memakan setiap hal untuk mengumpulkan kekuatan terlebih dahulu, Chimera bisa dibuat kuat semenjak lahir


"Monster hasil tangan itu memang mengerikan ya... Makhluk yang asal-muasalnya dari ciptaan kaum Dwarf itu tidak seharusnya jatuh ke tangan manusia ya..." Leshy mengutarakan


"Mau bagaimana lagi? Orang seperti Shen Xiang itu tidak hanya satu" Aku membalasnya sembari menghela napas


"Eh-? Memangnya Chimera saat ini sedang banyak di Goeitias?" Veskal bertanya kemudian


"Tidak. Tapi aku tidak bisa bilang kalau perilaku mereka tidak meresahkan monster lain di benua ini" Aku menjawab. "Parahnya lagi, mereka membuat kekacauan disaat beberapa pemimpin besar kaum monster sedang tidak bisa aktif..." Aku menambahkan


Para pemimpin sebuah desa monster itu pasti sedang menggerang kesakitan disaat ini. Di sisi lainnya, mereka semakin disulitkan dengan kehadiran monster-monster buatan itu


"Kalau begitu bagus aku ikut. Eleanor dan Albert mungkin bisa meneliti monster itu" Veskal berkata, merasa antusias


"Aku tidak bisa bilang aku sepakat denganmu..." Natasha mengikuti, justru terlihat ragu


"Tidak apa. Lagipula, bukannya lebih bagus jika kita bisa mendapatkan informasi dari seekor Chimera itu saja?"

__ADS_1


Natasha pun hanya diam tidak menjawab. Tapi wajahnya dengan jelas menunjukkan kalau dia merasa tidak senang disaat ini


Aku penasaran kenapa...?


'Oberon ya'


Hm!?


Telepati dari Leshy


'Jangan terlalu dekat dengan wanita itu'


...


'Kenapa?'


Dia bicara soal Natasha. Tapi, aku pun tidak meragukan Leshy lagi setelah dia memberi satu jawaban


'Wanita itu memiliki sihir hitam. Dia berusaha menutupinya sejak awal dia tiba bersama kalian, tapi aku tidak bisa ditipu'


...


...


...


'Kalau begitu kita akan buktikan ketika sudah sampai di tujuan'


'Perhatikan lagi dia baik-baik ya, Oberon'


......................


"Yah... Itu perjalanan yang panjang, tapi akhirnya kita sampai juga...!"


Dan seperti yang kuduga, disaat aku berbalik kearah ketiga orang itu...


Tidak satupun dari mereka yang bisa berdiri tegak. Natasha harus duduk untuk mengambil napas, Verdea sudah lemas diatas punggung Leshy, dan Veskal harus menekuk lututnya ke bawah


"Kamu... Kamu tidak bilang..."


"Kalau jaraknya sangat jauh bagi kalian? Aku sudah bilang kalau kalian tidak akan tahan, dan itu seharusnya cukup sebagai peringatan"


Ejekan kecilku itu tidak sepenuhnya main-main~


Beberapa jam sudah berlalu semenjak kami berjalan. Jika ketiga orang ini tidak ada, aku dan Leshy mungkin bisa lebih cepat


Aku merasa sedikit letih karena hanya berjalan, tapi setidaknya kegiatan ini sudah masuk kedalam kuota latihan harianku


"Bagaimana bisa... Kamu tidak lelah...??" Verdea menggerutu kepadaku dengan wajah yang tertanam di rambut Leshy


"Karena latihan fisik itu sudah jadi kewajiban untuk setiap Oberon dan Titania yang memimpin. Berjalan dalam jarak ini hanya terasa seperti berkeliling di area kastil kediaman keluarga Hortensia"


Dan tentu aku tidak bohong. Latihan fisik itu juga mengembangkan kemampuan dan daya hancur pukulanku. Sayangnya, aku tidak terlalu sering menggunakannya kepada beberapa orang yang pasti tidak akan tahan


Lalu tidak membahas kemampuanku untuk mengendalikan Mana dengan baik


"Turunkan saja aku, Leshy. Aku yakin kamu akan kesusahan jika kita masuk ke tempat i...tu..."


...


...


...


Kenapa mereka di-


"Oy, Vain. Kamu yakin Leshy bisa masuk ke gua sekecil... Itu...?" Veskal bertanya, menunjuk ke pintu gua yang menganga di hadapan kami


Oh... Rupanya itu yang anak-anak ini khawatirkan


Tapi dia bisa memasukinya, jadi mereka tidak perlu khawatir


"Leshy. Jangan buat mereka terlalu banyak berpikir"


Leshy pun hanya menghela napas mendengar perintahku, hingga Verdea yang ada di punggungnya tiba-tiba merasakan getaran


"Jika tidak keberatan, boleh ambil anak muda ini, Oberon ya?" Leshy meminta


Aku pun segera melepaskan sarung tanganku dan mengambil Verdea dengan aman sebelum kami semua bisa menyaksikan tubuh Leshy bergetar dengan hebat seakan dia sedang mengalami kejang


Namun tidak seperti dugaan Verdea, dia pun menyadari kalau Leshy tiba-tiba mulai mengecil secara perlahan


Hingga...


Tubuhnya pun berubah menjadi seukuran manusia, namun masih memiliki tinggi yang tidak biasa, serta sepasang tanduk miliknya yang masih menempel di kepalanya


Masalahnya bukan itu bagi mereka


"AAAAHHH!! MANA BAJUMU!!!" Verdea berteriak


Natasha bahkan spontan ditutupi wajahnya oleh Veskal hingga wajahnya tertepis, ketika wanita itu mencoba untuk mengintip sedikit


Leshy di sisi lain, hanya mengusap janggut di wajah manusianya itu, selagi memperhatikan tempat semua orang yang matanya masih terbuka itu melihat


...


"... Kenapa kalian berteriak melihat ini ya?"


"Karena itu-!"


"Bahkan milik Verdea saja tidak sebesar itu. Heh" Aku berceletuk


"Apa maksud perkataanmu? Kau mau kubunuh kah?" Verdea kemudian membalas dengan tatapan mematikan


Wow nadanya langsung berubah dalam sekejap. Aku takut~


"Kalian berpikir selama ini dia memakai baju apa? Ini wujud normalnya" Aku pun berkata


"Dia seperti patung pria gagah buatan penduduk Orion. Hanya saja memiliki rambut yang lebat di sekujur tubuh" Natasha berkomentar


"Jangan lihat" Veskal membalasnya, semakin menutupi wajah temannya itu


"Kesampingkan saja hal ini. Kita punya urusan yang lebih penting" Aku berkata


Dan jika mereka tidak mau masuk duluan, sebaiknya aku saja


Karena inisiatif ku untuk masuk ke dalam gua itu terlebih dahulu, semua orang mulai menatap Leshy yang hanya mengangkat bahunya dalam merespon


Leshy pun mengikutiku dari belakang terlebih dahulu, diikuti oleh yang lainnya karena tidak ingin tertinggal


......................


--- Di dalam gua ---


"Vainzel. Kenapa kita tidak boleh menyalakan sihir api disini?"


"Kamu tidak mencium bau dinding gua ini atau apa? Tempat ini diisi belerang"


"Wajar saja baunya aneh. Apa aman jika kita semakin masuk ke dalam, Oberon?"


"Tidak apa, Natasha. Leshy sudah memerintahkan para Roh Hutan untuk memastikan udara disini tetap aman dengan melapisi tempat keluar zat itu dengan sihir. Walaupun yah, bau belerang ini tidak akan menghilang"

__ADS_1


"Itu tidak masuk akal! Bukannya aman menggunakan sihir api bila begitu??"


"Aku bisa melakukannya untukmu ya, pangeran Verdea. Sebentar, aku akan merapal sihir cahaya"


"Dasar rewel. Padahal kita sudah terbiasa bergerak di malam hari, tapi masih saja mengeluh soal kegelapan"


"Yah... Aku juga tidak terbiasa seperti pangeran Verdea, Veskal. Kamu tahu aku kurang suka kegelapan bukan...?"


"Aku tahu kamu, tapi tidak untuk anak ini. Kamu tidak tahu seberapa banyak pertempuran dia sudah lalui bersama kami, dan sekarang-"


"Kalian bisa tenang atau tidak? Chimera itu sedang tertidur"


Dan aku bisa jamin dia tidak akan senang dengan kehadiran kami yang mengganggu


Verdea pun mengambil sihir cahaya yang dibuat oleh Leshy, dan terlihat sekali wajahnya menunjukkan ekspresi cemberut karena aku sudah menegur mereka


Kami yang sudah berjalan semakin dalam itu pun akhirnya bisa mendengar suara aneh selain langkah kaki kami, berasal dari gua itu


Sebuah suara nafas berat namun teratur. Seperti seseorang yang sedang mendengkur, namun terdengar sangat kasar dan beringas. Hawanya saja membuatku yakin jika seseorang biasa terkena hembusan nafas itu sedikit saja, mereka akan tertiup mundur


Tidak salah lagi. Makhluk yang sedang mendengkur di depan kami namun belum terlihat itu adalah Chimera yang kami cari


"Apa para Roh Hutan yang menidurkan makhluk itu?" Aku bertanya kepada Leshy


"Aku tidak yakin ya. Sihir makhluk ini jauh lebih kuat dari para bawahanku itu"


Yah, secara konsep, jika sihir seseorang itu jauh lebih kuat dari lawannya, sihir pengontrol mereka tidak akan mempan sekeras apapun percobaannya


Artinya, monster ini tidur atas kehendaknya sendiri. Dan jika kami maju lebih dalam lagi, dia sudah pasti akan bangun


"Chimera yang ahli dalam sihir ya...? Langka sekali..."


Kalau begitu kita gunakan cara ini. Aku harus berlutut dahulu dan...


Telapak tanganku pun kulekatkan ke tanah sepadat mungkin hingga aku bisa merasakan aliran Mana yang ada di dalamnya


"Leshy. Sihir pelindung"


Mendengar perintahku, Leshy pun segera bergerak ke depan membelakangi diriku, kemudian mulai merapalkan sihir yang kuminta


Dan dengan begitu, mataku pun terpejam


"Oh roh api yang agung. Lahanmu adalah dataran penuh percobaan, dataran penuh rintangan. Bagiku yang telah melintasinya, keagunganmu telah kusaksikan. Maka jatuhkanlah secercah dataran itu untuk dirasakan musuh-musuhku..."


"--- Jagalah pangan kami. Lindungi rumah-rumah kami. Tiadakanlah kesengsaraan kami. Mana Barrier"


"--- Maka, berikanlah ujianmu kepada orang-orang yang tidak patuh itu. Infernal Land"


Tanah pun bergemuruh, membuat seluruh gua itu bergetar. Kami bisa mendengar Chimera itu mulai sadarkan diri, yang kemudian segera meraung hingga memekakkan telinga kami semua dan membuat Natasha memuntahkan isi perutnya hingga nyaris mengotori baju Veskal


Chimera itu pun mencoba untuk bergerak maju menggunakan sihir bayangan, hingga ketiga orang itu pun bisa melihat dengan jelas sosok mengerikannya bersama kami berdua yang menahan makhluk itu di depan


Wujud berupa tubuh laba-laba berleher dan berlidah ular dengan kepala seorang pria itu tentu saja bisa membuat darah semua orang menggeliat ketakutan dalam tubuh mereka


Kecepatannya yang tidak masuk akal itu bahkan segera membuat tiga orang di belakang pucat pasi, seakan darah tidak lagi mengalir di dalam tubuh mereka


Tetapi, Chimera yang berniat menyerang balik itu justru tertahan dan terbentur sihir pelindung milik Leshy yang sangat keras itu. Dia mencoba menghancurkannya berkali-kali, baik menggunakan sihir ataupun tubuhnya langsung. Tapi usahanya tetap sia-sia


Hingga sihirku pun mulai menampakkan diri dengan jelas sehingga membuat bahkan Chimera itu tersentak. Terutama ketika dia menyadari cahaya api dengan suara ledakan dari bawah dan atas tanah itu menghampirinya dari belakang


Ledakan demi ledakan. Semakin mendekat kearah kami dan semakin keras. Hingga akhirnya ledakan itu pun bisa terlihat dengan jelas di hadapan kami semua, datang secara bertubi-tubi dan satu-persatu dalam bentuk lava meledak yang keluar dari tanah dan hembusan api yang diakibatkan panasnya yang bercampur dengan belerang di dalam gua


Menyadari kalau dirinya dalam bahaya, Chimera itu semakin mencoba berusaha keras. Namun Leshy maupun sihirnya sama sekali tidak goyah ataupun retak, hingga dia hanya menatap percobaan menyedihkan Chimera itu dengan ekspresi tidak terhibur dengan pantulan cahaya api yang mulai mendekat di matanya


Butuh waktu 5 detik, ledakan itu pun berhasil menghampiri tempat Chimera itu berdiri, meledakkan tubuh makhluk itu menjadi berkeping-keping hingga darah dan beberapa organ dalamnya yang berwarna biru itu terciprat kesana kemari dan kebanyakkan menempel pada sihir pelindung Leshy


Darahnya pun perlahan meluap karena panas sihir itu, sehingga ketika Leshy sudah membatalkan sihirnya, darah biru yang jatuh itu hanya tersisa beberapa tetes bersama beberapa organ yang sudah tidak berbentuk


...


Melihat pemandangan itu, Verdea pun mulai ikut muntah, selagi Veskal yang awalnya berniat menolong Natasha itu pun segera jatuh terduduk ke tanah


Mereka semua terlihat sangat merinding ketakutan melihat pembantaian yang baru aku dan Leshy barusan lakukan


"M- Makhluk itu..." Verdea berkata, mencoba mengumpulkan kembali napasnya


"Bentuk yang sangat mengerikan..." Veskal berkata, dengan mata terbelalak karena ketakutan


Kaki mereka semua merinding hanya karena melihat wujud monster itu. Yah wajar saja


Aku sejujurnya juga tidak pernah melihat wujud yang menjijikan seperti itu dari seekor Chimera. Mereka biasanya akan terbuat dari binatang yang memiliki wujud berbahaya walaupun tidak terlalu menakutkan. Tapi yang satu ini terlihat seakan dia dibuat untuk menakuti seseorang, bukan hanya untuk membahayakan mereka


Lagipula...


Makhluk itu memiliki kepala manusia. Bagaimana bisa?


Walaupun kepala dan rambutnya berwarna putih pucat seperti sekumpulan jaring laba-laba, wujud manusia dari bagian tubuh Chimera ini tidak bisa disalahkan lagi


Mencampur makhluk selain binatang di dalam seekor Chimera itu bisa dilakukan...?! Dan juga, manusia??


Informasi ini tidak bisa diproses oleh kepalaku...


Tetapi sebelum kami mencoba mencari kesimpulan, seseorang dari kami jatuh terkapar ke tanah tidak sadarkan diri


Natasha yang sudah tidak kuat itu mulai mengalami kejang berkala, sehingga Veskal mulai terlihat panik dan berteriak meminta pertolongan kami


Tch. Sebaiknya aku tangani saja ini nanti


"Leshy. Ambil beberapa sampel, kemudian berikan kepada Fyon dan perintahkan dia untuk berdiskusi dengan Eleanor"


Wanita itu adalah seorang alkimia. Dia sudah pasti paham banyak konsep mengenai pembentukan monster ini


Bagaimanapun itu jadinya, aku harus mendahulukan menolong Natasha terlebih dahulu. Dia sudah terkena efek samping karena terlalu lama merasakan Mana menjijikan dari monster itu


Mana hitam miliknya pasti meledak tiba-tiba karena bereaksi dengan aura sihir hitam milik Chimera. Itu sebabnya dia mengalami kejang sekarang


"Kita harus cari tempat yang ada banyak angin. Dia bisa merasa lebih lega setelah itu" Aku pun berkata


"Bagaimana dengan..." Veskal membalas, menatap kearah satu orang lagi


Verdea masih terlihat tidak kuat untuk berdiri di belakangku. Tapi aku pun meyakinkan Veskal kalau aku bisa mengurus Verdea


Dia pun mengangguk walaupun ragu, dan perlahan mencoba mengangkat Natasha untuk dibawa ke tempat yang kusarankan. Selagi aku mencoba menenangkan Verdea yang masih terlihat ingin muntah


"Tidak apa. Ini... Hanya karena aku tidak terbiasa melihat bentuk itu saja..." Verdea berkata, mencoba menenangkanku


Dasar, masih saja memikirkan perasaan orang lain. Seharusnya aku yang mencoba menenangkanmu sekarang


"Aku pergi dulu, Oberon ya. Jaga dirimu dengan baik ya" Leshy berkata, dengan beberapa sampel yang sudah dia ambil berdasarkan perintahku


Aku pun hanya mengangguk, selagi Leshy mulai pergi tanpa keraguan sedikitpun


...


Verdea sekali lagi muntah, namun dia mencoba sekali untuk tidak memperlihatkannya kepadaku


"Bawakan saja... Aku air..." Dia pun meminta


Hmph... Sudah kuduga dia tidak akan kuat...


Ya sudah. Sebaiknya aku membentuk sihir air saja sekarang

__ADS_1


Ini pertemuan pertamamu dengan sebuah Chimera, dan kamu segera mendapatkan bentuk terburuk yang bahkan membuatku terkejut melihatnya


Apa yang dilakukan pembuat Chimera itu untuk menciptakan makhluk menjijikan seperti yang satu ini...?


__ADS_2