
--- Padang Rumput di luar Andromeda ---
*Fwush!*
Anak-anak kota Andromeda beterbangan dengan lincahnya di udara seakan tidak ada yang bisa menghambat mereka sama sekali, ditambah dengan tawa mereka yang menggema di seluruh kota
Tapi tentu, aku sudah memasang sihir pelindung di udara agar ketinggian mereka tidak melebihi batas aman. Ditambah agar tidak ada prajurit kerajaan yang bisa melihat mereka
Hm... Benar-benar luar biasa. Mereka lebih cepat belajar daripada yang aku duga, dan langsung bisa lincah seperti itu
Walaupun memang kunci utama dari menggunakan Mana para Fae adalah emosi yang stabil dan cerah, tetap butuh waktu untuk membiasakan diri
Aku jadi kasihan dengan mereka. Melihat kalau mereka bisa dengan mudah beradaptasi, mengartikan kalau mereka juga sudah melalui masa sulit ketika berada di kota ini. Kemampuan seseorang beradaptasi didorong oleh keinginan kuat untuk hidup bukan?
Dan lihat cara terbang mereka itu. Kecepatan terbang, ketinggian, kelincahan. Semuanya sudah sangat bagus
"Nak! Terbang yang pelan!"
"Tolong berhenti sekarang!"
"Jangan terbang lagi! Ibu tidak kuat melihatmu di udara!"
Hmph... Berisik...
Mereka harusnya tenang sedikit dan membiarkan anak-anak itu tetap merasa senang tanpa gangguan untuk sementara ini
Tapi aku tidak menyalahkan mereka mengetahui kalau anak-anak itu mungkin saja bisa jatuh. Tapi toh, aku juga akan menangkap mereka seandainya ada yang kehilangan keseimbangan
"Oberon, ini sudah cukup! Mereka bisa jatuh dan cara terbang mereka sangat sembrono!" Seorang warga wanita protes kepadaku, diikuti oleh beberapa wanita lainnya
"Kalian pikir kenapa aku memilih lapangan luas untuk tempat latihan mereka?" Aku berkata dengan ******* terganggu, selagi tetap terus memperhatikan anak-anak dengan fokus. "Tidak perlu khawatir. Mereka akan turun jika mereka lelah"
"Dan kapan mereka akan turun coba?!"
"Kalau mereka lelah" Aku mengulangi lagi
Para wanita itu hanya bisa menatap kesal kearahku, kemudian kembali mengawasi anak-anak mereka dengan wajah gelisah
Hm...
Mereka semua alami dalam hal ini. Aku tidak menyangka kalau manusia lebih cepat belajar sihir Fae dibandingkan kami para Elf. Aku butuh setengah setahun penuh untuk menguasai cara terbang, sementara mereka bisa melakukannya dengan mahir dalam waktu kurang dari satu hari
Lalu, mataku mengarah ke tanah, kepada anak-anak yang sudah turun karena dipaksa orang tua mereka
"Sayang sekali..."
Apa yang bisa dilakukan oleh seorang anak benar-benar dibatasi oleh orang tua mereka hah...?
Aku paham mereka khawatir, tapi hal ini juga dilakukan demi mempersiapkan diri mereka untuk nanti bukan?
...
Ah ya. Anak-anak itu, walaupun memang sudah terlihat mahir, masih membutuhkan latihan
__ADS_1
Aku ingin menambah kesulitan latihannya, tapi aku bisa jamin kalau orang tua mereka tidak akan senang
Eleanor sekarang sedang berada di sisi lain lapangan menangani orang-orang yang protes dengan keputusannya. Melihat hal itu, aku langsung tahu kalau aku tidak akan bisa meminta bantuannya untuk meyakinkan warga kota lagi. Setidaknya untuk sekarang, ketika suasana sedang kacau karena keputusan Eleanor
Hmph...
"Vain!!!"
Verdea tiba-tiba melesat kearahku dengan kecepatan penuh selagi melambaikan tangannya
Aku langsung kaget dan berusaha menghindar ke belakang, lalu dia mendarat tepat di hadapanku dengan tegak dan aman
"Anak-anak itu sudah hebat!" Verdea berkata dengan antusias
"Benar sekali"
Aku sudah mengetahui hal itu...
"Jadi, bagaimana kalau kita menambah kesulitan latihan ini?" Tanya Verdea
...
Ahaha... Beberapa dari warga kota mendengarkan usulannya itu. Dan mereka tidak terlihat senang sama sekali...
Verdea juga tidak berusaha menyembunyikan niatnya sama sekali, tidak juga merasa menyesal telah mengusulkannya
"Tidak. Kami akan melarang kalau kalian melakukan sesuatu di tengah latihan mereka" Seorang warga protes lagi
"Aku-"
"Kenapa? Mereka masih harus latihan tahu?" Verdea menyela, menggantikan ku menjawab warga itu
"Kamu gila?! Aku tahu mereka terlihat mahir atau semacamnya, tapi hal itu tetap berbahaya!!"
"Hah...? Kalau menggunakan logika itu, bagaimana kalian akan membiarkan mereka terbang ke Miralius saat rencana kami sedang berjalan?"
Oh demi pohon agung...!
Dia akan membuat perdebatan ini menjadi panjang...
"KA-!"
"Mohon berkenan tuan-tuan, beritahu saya apa yang terjadi di tempat ini?"
*Fwush!*
Semua orang memalingkan fokus mereka kearah orang yang tiba-tiba muncul di antara kami itu, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Albert, pembantu Eleanor
...
Apa-apaan?
Aku bahkan tidak bisa merasakan hawa kedatangannya melalui tanah maupun angin. Dia... Muncul begitu saja selagi membuat hempasan angin ketika muncul di hadapan kami...
__ADS_1
Warga yang ingin membuat ribut itu pun hanya bisa menggerang kesal, kemudian pergi tanpa sepatah kata pun lagi
Albert hanya terus menatap mereka dengan tatapan tajam sampai mereka pergi dari hadapan kami
"... Terima kasih, Albert" Aku berkata padanya
"Tidak apa Yang Mulia. Saya sejujurnya juga memang tidak suka kebisingan" Dia membalas, diikuti oleh tawa kecil seperti seorang manula. "Dan juga karena hal itu hanya membuat Nyonya Eleanor terganggu" Tambahnya
"... Kalau begitu, aku ingin meminta sesuatu kepada Eleanor. Aku mohon padamu untuk menyampaikannya"
Aku pun memberitahukan apa yang ingin kulakukan untuk melatih anak-anak itu
Setelah mendengarkan, Dia langsung pamit dan dengan sopannya melangkah pergi kembali kearah Eleanor
"Ada sesuatu yang aneh darinya"
Benar. Orang itu aneh
Aku sadar kalau dia cukup ahli dalam melakukan sesuatu, dan semua pekerjaannya pasti akan tuntas setiap kali diberikan oleh Eleanor
Tapi, ada sesuatu hal lainnya yang membuat orang itu... 'Menakutkan'
Aku tidak percaya aku harus waspada kepadanya. Tapi kami memang tidak tahu batas kemampuan penuh milik orang itu, jadi kami harus waspada, walaupun dia itu orang terpercaya Eleanor
"Jangan dekati dia untuk waktu dekat ini temanku. Aku tidak boleh membiarkan ada celah untuk membobol keamananmu"
Verdea mengangguk meresponku
"Kalau begitu, aku minta kamu menyebarkan benih ini di tengah area latihan. Lalu, beritahu mereka untuk istirahat dan mengakhiri latihan hari ini. Toh, orang tua mereka juga sudah sangat khawatir" Aku berkata, kemudian menyerahkan sebuah benih ke telapak tangan kanan Verdea
Aku kemudian menariknya dan mendekatkan bibirku ke telinga Verdea
"Lalu beritahu Veskal untuk mengawasi orang itu" Aku berbisik pelan
"Baiklah. Aku akan melaksanakannya"
Dia lalu memanggil seorang Fae untuk membantunya terbang keatas dan segera melaksanakan apa yang kuminta
Masalah itu sudah selesai. Sekarang masalah lainnya
Tidak boleh ada orang yang mencurigakan diantara kami
......................
--- Malam Hari, Rumah Eleanor ---
Tenang. Hanya suara jangkrik yang terdengar diantara sunyinya malam yang tenang ini
Mereka melantunkan lagu yang indah, diikuti oleh suasana yang menyejukkan itu
Namun, di tengah suara yang indah itu, suara langkah kaki terdengar di lorong rumah, mendekat ke suatu kamar
Pintu kamar yang suara kaki itu tuju pun mulai terbuka perlahan, selagi sepasang mata di balik kegelapan dengan tajamnya memandang Verdea yang tertidur diatas ranjang empuk
__ADS_1